NovelToon NovelToon
Barsh Dan Kalistha (Sesuatu Yang Kusebut Rumah)

Barsh Dan Kalistha (Sesuatu Yang Kusebut Rumah)

Status: tamat
Genre:Pelakor / Cinta pada Pandangan Pertama / Dendam Kesumat / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Kalistha, seorang gadis malang yang dibuang oleh keluarganya. Dia terpaksa menghidupi adiknya seorang diri sambil kuliah. ketika sedang bermain piano di kampus, ia bertemu dengan seorang laki-laki.

Barsh, anak dari pengusaha kaya raya. ia merasa tertarik kepada seorang gadis yang begitu lihai ketika bermain piano.

Sejak saat itu, Barsh mulai mendekati Kalistha, dengan menjadikan gadis itu sebagai guru les privat pianonya

Namun kisah cinta mereka tidak mulus. Barsh ternyata memiliki seseorang dari masa lalunya yang kini berada di Seoul. Gadis yang begitu buta dengan cintanya terhadsl Barsh. Siapa yang berani mendekati Barsh pasti akan celaka.

Dia yang mengetahui hubungan Kalistha dan Barsh, mencoba untuk memberikan ancaman kepada Kalistha, jika dia tidak meninggalkan Barsh.

Siapa yang akan dipilih oleh Barsh? Masa depan, atau masa lalu yang masih berharap kepada dirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Misi Pembunuhan yang Gagal

Beberapa pria berjaket Hitam Hoodie turun terhitung ada dua puluh orang di sana. Kalistha mulai takut sekarang.

"Jika cintaku sampai saat ini tidak mendapatkan balasan! Tidak seorang pun bisa memilikimu kecuali diriku!" ucap Tressya turun dari dalam mobilnya.

Kalistha dan Barsh lekat ke arah Tressya yang baru saja turun dari dalam mobil. Saat ini Tressya menatap mereka. Kedua kubu itu saling berhadapan satu sama lain.

"Kau sakit Tressya! Harusnya kau berada di rumah sakit jiwa!" ucap Barsh mencibirnya.

Tressya menatap tajam ke arah Barsh. Dia benar-benar muak sekali pada Barsh juga Kalistha.

"Apa kau akan menghabisiku?" tanya Barsh pada Tressya.

Mendengar itu Kalistha membulatkan matanya. Dia menatap pemuda yang ada di depannya itu khawatir. Dia tau kali ini jika Tressya akan melakukan hal gilanya.

Baik Barsh ataupun dirinya tidak akan selamat. Tressya tersenyum penuh kemenangan mendengar itu. Tentu saja, dia di sini bertujuan untuk melenyapkan Barsh dan Kalistha.

"Aku muak denganmu! Habisi saja mereka, kakak!" ucap Tressya pada Vince. Vince mengangguk mendengar itu, lalu tersenyum

"Ucapkan salam pada neraka Barsh! Akan kukirim kau kesana hari ini, bersamanya!" ucap Vince seraya menunjuk ke arah Kalistha.

Beberapa anak buah Vince mulai mengeluarkan tongkat pemukul mereka. Mereka mulai mendekat ke arah Barsh.

Bohong jika dalam situasi ini Barsh tidak ketakutan. Degup jantungnya berdetak sangat cepat. Dia tidak takut pada kematian yang akan datang padanya jika tongkat pemukul itu dipukulkan berulang kali padanya.

Yang dia takutkan hanya satu. Dia takut Kalisthanya terluka. Apa yang ada di pikirannya itu hanya satu. Barsh ingin Kalistha selamat. Tak apa dirinya menjadi perisai Kalistha di sini sungguh.

"Sayang larilah!" lirih Barsh tanpa menoleh sedikitpun pada Kalistha.

Kalistha masih takut dengan situasi ini. Bagaimana dirinya bisa meninggalkan pemudanya di sini? Itu tidak mungkin.

"Larilah!" ucap Barsh lagi padanya. Kalistha menggeleng cepat mendengar itu. Tidak, dia tidak akan lari meninggalkan Barsh sendirian di sini.

"Tidak!" tegas Kalistha. Barsh membuang kasar nafasnya saat mendengar itu.

Satu pukulan mendarat di tubuh Barsh. Dengan cepat Barsh mulai membalasnya.

"Telpon Arteta sekarang!" ucap Barsh.

Kalistha mengangguk mendengar hal itu. Tangannya mulai tergesa-gesa mencari kontak sahabatnya itu. Hingga ketika telfon mulai terhubung, salah seorang anak buah Vince menjambak rambutnya lalu menendangnya.

Handphone miliknya berada jauh darinya dengan cepat Barsh menghajar pemuda yang sudah melukai gadisnya, menghajarnya dengan brutal.

Kalistha mencoba meraih telfonnya di tengah perkelahian itu. Berhasil, dia berhasil meraih telepon genggam miliknya.

Sambungan telepon antara dirinya dan Arteta sudah tersambung. Di sana, Kalistha pun sontak berteriak pada Arteta yang berada di seberang sana.

"Arteta!!!" pekiknya ketakutan.

"Hallo... ada apa?!! Kenapa berisik sekali disana?!!" tanya Arteta di seberang sana lantang.

"Tolong kami, kami..." teriak Kalistha memberitahu keadaan mereka.

Namun telapak tangan kekar menamparnya. Menjatuhkan dirinya beserta ponselnya begitu saja. Kalistha meringis kesakitan menahan betapa perihnya tamparan itu mengenai wajahnya.

Plakkkk

Kalistha takut tapi tangannya tak mampu menyerang Pria besar itu. Di tengah keputusasaannya salah seorang Pria berjaket Hoodie mengangkat pemukulnya.

Sial!. Batin Barsh.

Dia segera berlari ke arah gadisnya. Tidak ada yang boleh menyakiti Kalistha bagi Barsh.

Bukkkkkkk

Satu pukulan keras itu mendarat tepat di kepala Barsh. Kalistha terkejut ketika pemudanya itu bersimpuh di hadapannya.

1
Risa Virgo Always Beau
Kalistha bersemangat lagi gara gara kata kata Barsh
Risa Virgo Always Beau
Barsh menerobos kerumunan orang demi melihat lukisan
Risa Virgo Always Beau
Barsh beruntung dapat Kalistha yang ngga marah walau kamu telat datang
Risa Virgo Always Beau
Barsh ternyata cemburu gara gara seperti di cuekin oleh Kalistha yang sibuk memandangi kota
Risa Virgo Always Beau
Barsh dan Kalistha menikmati salju berduaan
Risa Virgo Always Beau
Kalistha pasti bingung mau di bawa kemana oleh Barsh
Risa Virgo Always Beau
Kalistha sama Barsh tahan dengan udara dingin ternyata
Risa Virgo Always Beau
Kalistha mengajari Barsh main piano
Risa Virgo Always Beau
Kalistha kamu memang wanita yang berbakat bisa main piano
Risa Virgo Always Beau
Kalistha memang sangat hebat berbakat di bidang seni
Risa Virgo Always Beau
Barsh lupa dengan Kalistha pasti Kalista sedih banget
Risa Virgo Always Beau
Barsh bersahabat dekat dengan Andrew dan Michael
Risa Virgo Always Beau
Kalistha gara gara kamu koma membuat Arteta merasa bersalah
Risa Virgo Always Beau
Barsh kamu bisa menahan sakit di depan Kalistha
Risa Virgo Always Beau
Barsh dan Kalistha pasti syok mendengar Tressya juga akan membunuh Barsh
Risa Virgo Always Beau
Tressya kamu itu dendam ke Barsh gara gara cintamu di tolak
Risa Virgo Always Beau
Barsh karena ulahnya kamu membuat Kalistha malu
Risa Virgo Always Beau
Kalishta mengajak Barsh mendekat ke arah anak kecil penjual coklat
Risa Virgo Always Beau
Barsh pengin manja manjaan sama pacarnya yaitu Kalistha
Risa Virgo Always Beau
Barsh dan Kalistha menikmati sunset bareng pasti bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!