Di cintai dengan tulus oleh pasangan merupakan impian bagi seseorang yang menjalin hubungan.
Mengisahkan perjuangan cinta anak sekolah antara Nasya dan Aditya. Aditya beberapa kali menyatakan perasaannya, namun di buat menunggu oleh keputusan Nasya untuk tidak menjalin hubungan dekat sampai mereka lulus SMA. Walau begitu, Aditya setia menunggu jawaban Nasya setelah nantinya lulus SMA.
Mereka berdua menjalin persahabatan sejak pertama kali mereka bertemu. Selama bersekolah mereka sangat bahagia dan nyaman satu sama lain sebelum datang wanita yang mengaku kekasih Aditya yang selalu berusaha untuk memisahkan mereka berdua.
Bagaimana kisahnya? Apakah hubungan mereka berjalan dengan mulus atau tidak?
Selamat Membaca 💫
Dukung karya ini dengan ➡️ Like, Subscribe, vote, dan komentar terbaikmu. Terima kasih.
Salam hangat dari Author💫
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vincar:), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 19 Olimpiade
Setelah Nasya dan Agnes melemparkan gurauan kepada Rafael dan Priskila, akhirnya Nasya memutuskan untuk mengirim nomor Priskila pada Rafael lewat via WhatsApp.
"Tet ... tet ... tet ...." Tiba-tiba bel sekolah berbunyi. Lalu terdengar panggilan lewat microphone sekolah.
"Diharapkan bagi siswa yang akan mengikuti lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN), silahkan berkumpul di aula untuk mengikuti ujian.
Aditya, Nasya, Rafael, dan Agnes pun segera bergegas untuk menuju ke aula setelah mendengar pengumuman dari guru. Tak lupa mereka berempat membawa alat tulis yang di perlukan.
Di sisi lain juga, Intan mengikuti langkah mereka dan mulai berjalan bersama dengan mereka tepat di samping Aditya.
"Eh, si nyamuk datang ... ganggu aja," ledek Agnes dengan suara kecil.
"Gak boleh gitu Cya, panggil seseorang sesuai namanya," ucap Nasya yang memberi nasihat pada Agnes.
"Beb, semoga kamu dan AKU dapat lulus agar ke Surabaya sama-sama," bisik Intan di telinga Aditya.
"Iya, makasih," jawab Aditya dengan singkat
Mendengar perkataan Intan, Nasya hanya mengernyitkan dahinya seraya tidak peduli kebersamaan Aditya dan Intan.
.
.
.
AULA.
Setelah sampai di aula, seluruh siswa yang mengikuti olimpiade duduk di kursi yang tersedia yang di susun dengan rapi dalam aula tersebut.
Aditya dan Rafael duduk bersebelahan, sedangkan Nasya dan Agnes duduk bersebelahan tepat di belakang Aditya dan Rafael.
"Anak - anak ... ini adalah penentuan untuk kalian mengikuti ajang kompetisi tingkat nasional besok di Surabaya. Jadi Bapak harap kalian bersungguh-sungguh dalam mengikutinya dan mengerjakan dengan cermat setiap soal yang diberi sesuai bidang yang kalian pilih."
"Jadi pergunakanlah waktu sebaik dan seteliti mungkin untuk mengerjakan setiap pertanyaan atau soal yang di beri. Hadiah dari kompetisi tingkat Nasional adalah kalian dapat beasiswa ke Universitas negeri di Indonesia."
"Semoga kalian sukses dan berhasil. Kerjakan sesuai kejujuran dan kemampuan kalian masing-masing." Pidato Pak Kepala sekolah.
Sebelum memulai mengerjakan soal, para siswa yang mengikuti olimpiade pun berdoa menurut kepercayaan masing-masing.
Setelah selesai berdoa, pak Theo memberi pengumuman untuk siswa yang mengikuti lomba agar memisahkan diri dan duduk di barisan sesuai bidang lomba yang mereka lakoni.
Aditya dan Nasya pun pergi ke barisan tempat duduk khusus bidang matematika, begitu juga dengan Rafael dan Agnes pergi ke barisan tempat duduk khusus bidang Biologi.
Setelah para siswa duduk dengan rapi, para guru yang mengawas membagikan kertas-kertas yang berisi soal-soal. Lalu para siswa di persilahkan untuk mulai mengerjakan soal yang diberi sesuai jangka waktu yang di tentukan.
Dan Nasya pun mulai mengerjakan soal-soal yang baru saja di beri. Suasana pun hening seketika, terdengar hanya suara kertas yang di bolak-balik.
"Cya bisa, kamu pasti bisa," batin Nasya yang menyemangati diri sendiri.
Seketika Aditya melihat ke arah Nasya, sepertinya dia mengkhawatirkan Nasya. Aditya takut Nasya di ganggu oleh Intan, soalnya Nasya dan Intan duduk tak berjauhan.
Setelah 2 jam berlalu, terdengar pengumuman yang di sampaikan oleh salah satu pengawas menggunakan microphone.
"Bagi siswa yang selesai mengerjakan silahkan di kumpulkan," ucap pengawas dengan memegang microphone.
Nasya pun mengumpulkan lembar jawaban dan di ikuti oleh siswa di bidang lain yang juga mengumpulkan kertas jawaban.
Setelah selesai Nasya duduk kembali di tempat duduknya.
"Nasya, kamu pakai pelet apa sih? Kasih tahu dong." Sindir Intan yang duduk tak jauh dari samping Nasya.
"Intan ... jaga ucapanmu yah," Ujar Nasya yang sedikit emosi dengan tuduhan Intan.
"Habisnya baru saja kenalan dengan Aditya, udah langsung jatuh hati sama kamu," ucap Intan.
"Kamu tanya aja langsung sama Aditya, karena saya tidak memaksa orang lain harus menyukai saya."
"Aku heran, dari SMP aku sudah dekat dengan Aditya. Tapi tak sedikit pun Aditya memperdulikan perasaanku."
Apa sih yang menarik dari Kamu buat Aditya? Hingga Aditya tergila-gila denganmu. Secara penampilan aku lebih modern daripada kamu." Walaupun Nasya dari keluarga beradab, tapi Nasya berpakaian sederhana menyesuaikan dengan siswa lain.
Apa jangan-jangan Kamu mengincar hartanya Aditya yah, karena Aditya dari keluarga kaya?" tanya Intan dengan tatapan sinis.
"Maaf Intan jika kedekatanku dengan Aditya sangat mengganggumu. Kalau kamu mau tahu jawabannya langsung saja tanya ke Aditya. Karena saat ini aku hanya fokus sekolah," tutur Nasya seraya meninggalkan dan menjauh dari Intan.
****
Kemudian Nasya langsung bergegas menuju ke ruangan kelas. Nasya pun menjatuhkan bobot tubuhnya di bangku dan mulai terdiam memikirkan perkataan Intan yang menyakiti hatinya.
"Cya, kamu tadi di mana," panggil Agnes dari arah pintu.
"Kok kamu gak nungguin Aku."
"Maaf Nes, tadi saya terburu-buru." Nasya memberi alasan supaya Agnes tidak curiga, jika dia baru saja bertemu dengan Intan.
Kembali Nasya terdiam dan termenung di tempat duduknya.
"Kamu kenapa sih Cya, kalau ada masalah sini cerita," ujar Agnes khawatir melihat raut muka Nasya yang bersedih.
" Aku gak apa-apa Nes. Aku hanya-" ucap Nasya yang menghentikan bicaranya.
Nasya tidak ingin Agnes mengetahui soal pembicaraannya dengan Intan. Dan tak mau terjadi keributan hanya karena masalah CINTA.
"Hanya karna apa Cya?"
"Aku hanya cuma takut gak lolos aja dalam lomba olimpiade matematika," ungkap Nasya yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Kamu pasti lolos, don't worry. Masa ratu matematika gak bisa ngerjain soal yang semudah itu," ucap Agnes yang menyemangati Nasya.
"Amin, terima kasih ya Nes." Tiba-tiba Nasya melihat Intan yang berjalan bersama bersama Aditya menuju ke ruangan kelas.
Kata-kata Intan masih terngiang di telinganya, teganya Intan mengatakan seperti itu kepadanya.
****
Hari ini siswa pulang lebih awal, karena guru fokus mengoreksi kertas jawaban. Para guru fokus untuk pelatihan dan kompetensi pelajaran khusus ujian akhir nantinya. Semua siswa di latih kemampuan nilai akademis.
Hal ini menentukan di mana mereka akan di tempatkan di Universitas terbaik di Indonesia. Dan bonusnya adalah pertukaran pelajar keluar negeri.
Di sisi lain, Nasya masih memikirkan tentang perkataan Intan. Hati dan pikirannya seakan berperang dan berargumen satu sama lain.
"Apa aku menjauhi Aditya aja yah, biar pikiranku tenang," gumam Nasya dalam hati.
"Tetapi aku sudah terlanjur jatuh hati pada Aditya. Hubunganku terikat dengan janji, janji yang harus aku tunaikan. Dan Aditya pun sabar menunggunya," batin Nasya.
"Ya Tuhan, tunjukkanlah jalan mana yang harus aku tempu," Doa Nasya.
Para siswa pun di ijinkan untuk pulang, karena besok adalah test penentuan bagi para siswa yang mendaftar lomba Olimpiade.
Nasya pun memasukkan buku dan alat tulis ke dalam tas dan berharap besok dirinya akan Lulus.
Lalu Aditya menghampiri Nasya yang tengah sibuk memasukkan bukunya ke dalam tas.
"Ayo, Cya," ajak Aditya.
"Tunggu dulu Adi, aku ke toilet sebentar," jawab Nasya sambil menuju ke toilet.
Tiba-tiba datang Intan menghampiri Aditya yang sedang menunggu Nasya dari toilet.
Bersambung.
Penasaran akan kisahnya. Tetap ikutin terus ya.
Semoga harimu menyenangkan💫
Aku masih pegang Adit Nasya nih. Tapi kalau Arman lebih gentle keknya bisa kali 😏😏😏
Coba Rafa jadi alim dikit
Berasa nyewa di sini