Akibat kecelakaan yang dialaminya, Ryan Jamaluddin justru kembali ke masa lalu, di mana waktu itu dia sedang di rawat di rumah sakit dengan kesulitan ayahnya untuk biaya pengobatannya.
Mampukah Ryan Jamaluddin untuk mengubah kehidupan keluarganya di masa lalu, agar ayahnya tidak menderita dan diremehkan orang lain, termasuk sang Paman?
Lalu misteri pembunuh ibu dan ayahnya di masa lalu juga harus dipecahkan. Apakah Ryan Jamaluddin mampu melakukan semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta Maaf
"Apa yang sudah dilakukan oleh Ryan padamu?" tanya Leo, pada saat Elly baru saja tiba di rumah.
"Apa Kak?" tanya Elly bingung dengan pertanyaan kakaknya, Leo.
Elly baru saja masuk ke dalam ruang tengah, dan ke dua kakaknya, Leo dengan Reina, duduk berbincang-bincang membicarakan tentang dirinya dan Ryan, tanpa dia ketahui. Tapi justru Elly yang mendapatkan pertanyaan aneh seperti tadi, tanpa dia ketahui asal-usul pembicaraan mereka sebelumnya.
"Jam segini baru pulang, Kamu sudah merasa hebat? atau Kamu sedang melakukan apa bersama si Ryan di luar sana?" tanya Leo lagi, makin menjurus ke arah yang tidak-tidak.
"Kakak bicara apa sih? Elly gak ngerti deh," jawab Elly, yang benar-benar tidak mengerti maksud pertanyaan yang diajukan kakaknya.
"Halah... jangan sok polos Kamu! Ryan itu sudah macam-macam kan sama Kamu? apa yang membuatmu tidak bisa menolaknya? ini bukan karena dia membantumu membuat game itu kan? Pasti ada sesuatu yang terjadi pada kalian berdua, sehingga Kamu tidak berani menolak dan tegas padanya, bahkan membiarkan dia bolos kerja seenaknya saja. Ryan di anak baru, belum lama dia kerja! nanti malah jadi contoh pada yang lain dan menimbulkan kesenjangan sosial di antara karyawan yang lain!"
"Kamu di ancam apa sama dia? Kakak akan buat dia langsung ke neraka, jika sampai berbuat sesuatu yang tidak-tidak padamu!"
Leo mengungkapkan kekesalannya, kemarahannya pada Ryan, dengan menuduh berbuat apa-apa pada Elly, kemudian mengancam Elly sehingga adiknya itu tidak bisa melakukan apa-apa untuk menolak semua keinginan Ryan.
"Ryan gak bolos kerja, dia pamit pada Elly kemarin. Kakak tahu dari mana Ryan tidak masuk kerja?" Elly mulai curiga, ke arah mana semua perkataan dan tuduhan kakaknya itu.
"Apakah benar Kamu ada hubungan dengan Ryan?" tanya Leo lagi, mencari jawaban dari mulut Elly sendiri.
"Kakak bicara apa sih? Elly sudah dewasa Kak, tahu mana yang lebih baik dan mana yang tidak. Apakah Kakak selalu memata-matai Elly?" Sekarang Elly justru bertanya balik, dengan menuduh Leo yang selalu mengawasinya.
"Ya kenapa? Ini semua demi keselamatan Kamu!" bentak Leo yang mulai hilang kendali.
Reina yang sedari tadi diam, mulai was-was, karena kedua saudaranya itu mulai dalam suasana yang memanas. Dia mulai menghubungi Heri, meminta bantuan pada kakaknya yang pertama itu untuk mengatasi keduanya, seandainya suasana semakin rumit dan tidak bisa dikendalikan lagi.
Reina tidak mau melakukan panggilan telpon dengan Heri secara terang-terangan, karena dia tidak ingin kena amarah Leo. Itulah sebabnya dia hanya bisa melakukannya dengan mengirim pesan singkat.
Dan benar saja, pertengkaran antara Leo dan Elly semakin menjadi-jadi, ketika Leo sudah mulai menuduh Elly melakukan apa-apa yang tidak seharusnya.
"Kamu sudah tidur sama Ryan? apa yang Kamu dapatkan?" tuduh Leo yang sudah tidak bisa ditolerir oleh Elly.
"Kakak nuduh Elly? halooo apa kabar Kakak dengan cewek-cewek yang selalu ngelendot sama Kakak selama ini? apa yang Kakak lakukan?" cecar Elly bertanya pada Leo.
Plak!
"Sial! br3ngs3k! dasar adik tidak tahu diri!"
Plak!
Leo hampir saja menampar Elly lagi, karena dia mengira jika yang membalas tamparan pada pipinya adalah Elly. Tapi ternyata itu dilakukan oleh Heri, yang membalas tamparan yang dilakukannya pada Elly.
Elly sendiri menangis sesenggukan, sambil memegangi pipinya yang terasa sakit dan panas, dengan dipeluk oleh Reina.
"Apa? mau jadi jagoan di rumah ini? sakit kena tamparan? mau lagi?" tanya Heri bertubi-tubi, membuat Leo terdiam sambil memegangi pipinya yang kini panas dan merah akibat tamparan kakaknya itu.
"Jika Kamu takut adikmu salah memilih laki-laki, benahi cara berpikir dan permainan-permainan yang Kamu lakukan pada semua cewek-cewek yang Kamu kencani.
Leo menundukkan kepalanya, karena merasa bersalah telah menampar adiknya, Elly. Bagaimana juga, dia sangat menyayangi adiknya itu. Dan keluarganya sendiri, selalu menerapkan sikap untuk saling menyayangi dan melindungi satu sama lain sesama saudaranya.
Kini dia menabuh genderang permusuhan dengan saudaranya sendiri secara fisik dan blak-blakan. Meskipun sebenarnya mereka sama-sama bersaing dalam bisnis, tapi tentu saja ini berbeda dengan biasanya.
Padahal dia sudah meminta pada Jhonson untuk bekerja sama dengan Alex, supaya mengalahkan Ryan dengan pembuatan game baru yang menyaingi game sebelumnya. Sepertinya dia akan lebih kesulitan lagi dalam melakukan pergerakan-pergerakan yang bertujuan untuk menjegal langkah saudara-saudara dalam mengembangkan bisnis mereka.
Heri tidak akan melepaskan dirinya begitu saja, karena telah melakukan sesuatu yang dilarang di dalam keluarga Sudiarto. Yaitu melakukan penanganan secara fisik.
"Aku akan melaporkan semua ini pada Mama!" Heri mengatakan ancamannya.
"Kak, please jangan! Leo minta maaf!"
"Percuma kamu minta maaf padaku, seharusnya Kamu meminta maaf pada Elly!" Leo langsung mendekati adiknya, Elly, yang masih berada di dalam pelukan Reina.
"Elly, maafkan Kakak Elly! Sis is doing all this because Sis loves you, not because she doesn't care about us Elly."
"Kakak tidak mau terjadi sesuatu padamu. Kakak Sayang sama Kamu, karena itulah Kakak tidak mau jika terjadi sesuatu padamu!"
Leo mencoba untuk membujuk adiknya, Elly, supaya mau memaafkan dirinya. Jika Elly sudah mau memaafkan, dia akan mudah lebih membujuk kakaknya, Heri, supaya tidak melaporkan kejadian ini pada mamanya.
Ammy Sudiarto adalah seorang single parent yang sukses mendidih anak-anaknya menjadi orang yang berpendidikan, punya talenta yang bagus dalam membantunya mengembangkan bisnis, dan memasukkan perusahaan keluarganya. Bahkan Heri seringkali mendapatkan kemenangan dalam lelang kontrak kerja dengan institusi pemerintah. cooperation contract auction.
Membuat perusahaan ST semakin diminati oleh orang banyak, berkembang pesat. Di tambah lagi dengan Leo, anak ke-dua dari keluarga Sudiarto yang lebih berani dalam mengambil keputusan dan tindakan.
Tapi jika sudah berhubungan dengan kedua adik perempuannya, Reina dan Elly, Leo maupun Heri sama-sama tidak bisa tinggal diam. Mereka berdua sebagai Kakak laki-laki, akan memasang badan pertama kali, untuk melindungi keduanya. Sama seperti yang dilakukan oleh Leo, dengan maksudnya menasehati Elly. Tapi caranya yang salah sehingga dia kebablasan dan main tangan.
Dia tidak akan melawan Heri, meskipun dalam hatinya tidak terima mendapatkan sebuah tamparan. Tapi itu adalah konsekuensi yang dia dapatkan, karena telah menampar Elly sebelumnya.
Semua ini belum seberapa, karena mama mereka belum mengetahuinya. Jika sampai Ammy Sudiarto mengetahui kelakuannya ini, bisa-bisa namanya apaan dicoret dari ahli waris perusahaan ST. Meskipun hak warisnya di rumah masih, tapi tentunya itu tidak seberapa.
"Maafkan Kakak ya Elly, maafkan Kakak! Apapun yang Kamu inginkan, Kakak akan penuhi, asalkan Kamu mau memaafkan Kakak!"
Leo mencoba untuk meyakinkan Elly, supaya mau memaafkan dirinya. Tapi di dalam hatinya, Leo tetap membuat keputusan untuk menyerang ketiga saudaranya itu dengan caranya sendiri.
jangan lupa mampir ya kak. biar tambah semangat iklan sbg sponsor
E tapi 2014 ada taruhan bola ya. Aku lupa loh
Diriku tandain buat baca chapter pertama
penasaran !!