Rio adalah pemuda yg berasal dari masa depan, di kehidupan nya sebelumnya Rio adalah seorang pemalas sekaligus pengangguran itu semua karna keluarga Rio Adalah salah satu keluarga terkaya waktu itu, sehingga walaupun Rio hanya bermalas malasan, kehidupan nya sudah terpenuhi.
namun suatu ketika kejadian naas menimpa Rio, dia mengalami kecelakaan dan mengakibatkan dia tewas dan yg lebih mengejutkan lagi adalah jiwa Rio bukan nya pergi ke alam baka melain kan pergi ke dunia kultivator.
bagaimana kelanjutan cerita Rio? baca yuk!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Si Kumbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mengikuti Lelang II
saat Lin Yi tiba di depan Rumah lelang Lin Yi sudah di sambut oleh seorang pelayan.
"salam Tuan muda, mari tuan muda sebentar lagi acara lelang akan segera di mulai " ucap seorang pelayan, lalu sang pelayan itu mengarahkan Lin Yi untuk ke lantai 5.
"apakah kita harus menulis nama di plakat itu" tanya Lin Yi saat Melihat sebuah plakat di depan ruang VIP maupun VVIP.
"benar tuan, tuan ingin menggunakan nama apa" tanya sang pelayan.
"em, nama ya gunakan nama pendekar biru saja" ucap Lin Yi memberikan nama.
"baik Tuan" ucap pelayan itu walaupun aneh dgn nama yg di berikan Lin Yi tetapi pelayan itu tetap menuliskan karena pelayan itu tidak ingin menyinggung Lin Yi.
setelah plakat nya di tulis nama pelayan itu pamit pergi, dan tidak berselang lama setelah pelayan itu pergi acara lelang di mulai.
"mohon perhatian nya," ucap sebuah suara dan seketika tempat yg tadi nya berisik seketika hening ketika mendengar suara itu.
"baiklah saya Li wang selaku pembawa acara lelang kali ini akan mengumumkan acara lelang kali ini akan ada 3 sesi dan di setiap sesi nya memiliki kualitas barang yg berbeda tentu nya, baiklah tanpa menunggu lagi saya ucapkan acara lelang kali ini di mulai" ucap Li wang dan seketika tempat yg tadi nya hening tiba tiba menjadi berisik karna acara lelang telah di mulai.
"barang pertama adalah sebuah alat musik yg di temukan oleh seorang kultivator di sebuah goa, walupun alat musik ini hanya alat biasa tetapi bunyi yg di hasilkan sangat lah bagus, baiklah harga di mulai dari 10 koin emas harga kelipatan kurang dari 1 koin emas" ucap Li wang selaku pembawa acara.
setelah Li wang mengumumkan harga nya tidak ada satu pun peserta yg ingin membeli nya, itu karna mereka tidak membutuhkan barang itu.
"apakah tidak ada yg menawar " tanya pembawa acara sambil tersenyum kecut.
"baiklah kalau begitu bara..." ucap pembawa acar terhenti di kala dari salah satu ruangan VVIP ada yg menawar alat musik itu.
"11 koin emas " ucap sebuah suara dari ruangan VVIP no 3 yg tidak lain adalah Lin Yi.
"apakah dia gila hanya untuk barang seperti itu dia mengeluarkan begitu banyak uang" ucap salah satu peserta lelang.
"huss, hati hati dgn kata kata mu itu, apa kamu tidak melihat dia berda di ruangan VVIP, hanya orang orang berpengaruh lah yg bisa menepati ruangan itu." ucap peserta lain memarahi peseta yg tadi mengejek Lin Yi.
"baiklah apakah ada lagi yg menawar"
"11 koin pertama
"11 koin ke dua
"11 koin ke tiga.
"selamat kepada pendekar biru telah mendapatkan alat musik" ucap pembawa acara, lalu tidak berselang lama datang seorang pelayan ke Raungan VVIP no 3.
"permisi Tuan" ucap pelayan itu.
"masuk" sebuah suara dari dalam menyuruh pelayan itu masuk.
"ini barang nya Tuan" ucap pelayan itu sambil menyerahkan sebuah alat musik yg mirip sebuah gitar jika di bumi.
"baiklah, ini koin emas nya" ucap Lin Yi menerima barang Itu sambil memberikan koin emas sebagai bayaran, setelah selesai pelayan itu kemudian pamit undur diri.
"aku tidak menyangka di sini ada sebuah gitar," gumam Lin Yi setelah pelayan Itu pergi.
acara lelang terus di lanjutkan hingga sesi pertama pun selesai, semua barang yg di jual tidak ada yg membuat Lin Yi tertarik karna menurut Lin Yi barang barang itu tidak berguna.
"dgn ini saya umumkan sesi pertama telah selesai, dan dgn ini sesi ke dua di mulai " ucap pembawa acara menawarkan barang barang.
penawaran terus berlanjut hingga sesi ke dua telah selesai tetapi tidak ada 1 barang pun yg membuat Lin Yi tertarik.
"sesi ke dua telah berakhir, kita akan istirahat 10 menit" ucap sang pembawa acara memberi jeda untuk sesi berikutnya.
10 menit berlalu.
"baiklah sesi ke tiga kita buka" ucap pembawa acara membuka sesi ke tiga.
"barang pertama adalah sebuah senjata yg sangat langka senjata ini berada di tingkat spiritual ☆9, senjata ini bernama palu haotian, harga di mulai dari 100 Rb koin emas harga kelipatan tidak kurang dari 1 Rb koin emas" ucap pembawa acara menawarkan barang lelang.
ketika pembawa acara mengumumkan bahwa senjata itu berada di tingkat spiritual tentu saja membuat seluruh peserta lelang terkejut pasalnya senjata tingkat langit ☆1 saja sudah jarang apa lagi ini berada di tingkat spiritual ☆9 bukan kah jika mereka mendapatkan nya mereka akan menjadi satu satunya yg paling kuat.
"120 Rb" ucap Ruangan VIP no 1
"150 Rb" ucap Ruangan VIP no 5
"160 Rb" ucap Ruangan VIP no 2
tawar menawar terus berlanjut hingga harga telah mencapai 1 jt koin emas.
"1 jt" ucap sebuah suara dari Raungan VVIP no 1
"1,5 jt" ucap suara dari Ruangan VVIP No 3 yg tidak lain adalah Lin Yi.
tawar menawar terus berlanjut, saat ini yg menawar adalah Ruangan VVIP sedangkan ruangan VIP dan peserta lain nya hanya menghela nafas saat mengetahui harga nya, bagai mana tidak harga palu haotian itu kini telah mencapai 2 jt lebih, itu merupakan pendapatan sebuah sekte besar dalam 10 tahun.
"2,5jt "ucap Lin Yi menawar lebih tinggi.
"2,6 jt aku harap tidak ada yg menawar lagi " ucap sebuah suara dari ruangan VVIP no 1 sambil mengeluarkan tekanan kepada semua peserta.
...****************...
...----------------...
tinggalkan Like...komen..end..vote..
jika ada saran atau Typo silahkan komen.
See You In The Next Chapter
tancap terus thor lah