NovelToon NovelToon
Terjebak Ciuman Pertama.

Terjebak Ciuman Pertama.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:204.5k
Nilai: 5
Nama Author: Riska

Berkisah tentang seorang aktris cantik bernama Intan Rahardian berusia 20 tahun. Dalam dunia hiburan namanya sedang melambung tinggi. Namun di balik kesuksesan karirnya, dia sedang diterpa masalah, menghadapi perjodohan dari kedua orang tua. Intan berusaha mencari cara agar bisa terbebas dari perjodohan itu. Dia tak ingin menikah di usia muda, apalagi di saat karirnya sedang melejit. Namun cara yang dilakukan malah mendatangkan masalah besar.

Di hari pertunangannya, aktris cantik itu berusaha melarikan diri dari dalam sebuah hotel bintang lima, yang sudah dipenuhi begitu banyak tamu undangan. Dia di kejar oleh keluarganya, juga keluarga calon suaminya. Di saat hampir tertangkap, tanpa berpikir panjang dia langsung mencium seorang pria, yang datang sebagai tamu penting di depan semua orang temasuk calon suaminya. Dan apa yang dilakukan wanita cantik itu, pada akhirnya menjebak dirinya sendiri dalam sebuah hubungan yang sangat rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Malam Yang Panjang.

"Ngapain kamu disini?? Saya kan sudah bilang untuk menunggu di villa. Apa kamu nggak bisa jauh dari saya walau hanya sesaat? Saya akan kembali menemui kamu." Richard yang masih dikuasai amarah, melontarkan kata-kata tanpa mempedulikan situasi yang ada.

"Nyebelin banget sih jadi orang. Aku tuh hanya khawatir sama kamu Mas." Intan benar-benar kesal menghadapi sikap Richard.

"Maaf Pak. Saya yang menelpon Mbak Intan. Soalnya saya takut, salah satu diantara mereka bisa mati kalau dipukulin terus sama Bapak." Kevin ikut bersuara, memberitahukan apa yang sudah dia lakukan.

"Ya sudah, ayo kita kembali ke villa. Rif, tolong kamu tangani mereka."

"Tunggu dulu kawan. Kita harus mengambil keterangan dari korban. Dan kalau boleh tahu, korbannya yang mana ya?" ujar Sarif sembari menatap Intan, yang sudah berdiri membelakang Richard.

"Ini dia. Tapi keterangan dari korban sudah tadi saya sampaikan. Jadi nggak usah tanya sama dia." Sikap Richard benar-benar aneh. Bahkan dia menolak apa yang sudah menjadi peraturan kepolisian dalam menangani laporan.

"Oh,, jadi dia calon istri kamu? Kok aku bisa nggak tahu ya?" ujar Sarif sambil menatap Richard dan Intan secara bergantian.

"Nanti kita bicara lagi." Richard meraih tangan Intan, dan langsung melangkah pergi diikuti Kevin, Alif, dan Sinta.

"Vin, biar saya yang nyetir. Kamu pulang saja sama Alif dan Sinta. Saya sama Intan," seru Richard setelah berada di parkiran mobil.

"Baik Pak."

Dari ekpresi wajah, terlihat jelas kalau pria dingin itu masih sangat marah tapi entah karena apa. Apa mungkin dia belum puas memberi pelajaran pada beberapa orang yang sudah ditahan pihak kepolisian? Tapi sepertinya bukan karena mereka. Sesekali dia menatap ke arah Intan, dengan ekspresi terlihat aneh. Menyadari hal itu, Intan yang sudah berniat ingin mendiami nya, malah dibuat gelisah ingin segera bertanya.

"Ada apa Mas?? Mengapa kamu melihatku seperti itu? Aku nggak suka dilihatin sama pria kasar seperti kamu."

"Apa kamu masih merasa pusing? Tangan kamu masih sakit nggak?" Pertanyaan Richard seketika membuat Intan jadi melayang.

"Sakit Maas,, kepalaku juga pusing banget." Gadis itu lagi-lagi bersikap manja.

"Ya sudah, kalau gitu ke Rumah Sakit ya. Biar kamu diperiksa."

"Aku nggak mau,, aku maunya sama kamu." Intan semakin bertingkah seperti bocah.

"Iya, nanti saya temanin," ujar Richard dengan nada suara, yang semakin menggetarkan hati Intan.

"Nggak mau kalau di Rumah Sakit. Maunya ditemanin di kamar."

"Intan, kita bukan suami istri. Apa kamu mau merayu saya?" tanya Richard dengan alis berkerut, setelah mobil memasuki pekarangan villa.

"Mas,, kamu tuh sangat membosankan. Aku hanya ingin ngobrol sama kamu di dalam kamar. Tapi kalau kamu nggak mau, ya sudah." Buru-buru gadis cantik itu membuka pintu mobil dan melangkah pergi memasuki villa.

Richard benar-benar pusing menghadapi sikap Intan yang banyak mau. Belum lagi tingkahnya yang centil dan terkesan menggoda. Dia mulai dibuat gelisah dengan perasaannya sendiri. Setelah memasuki kamar, dia segera melepaskan pakaian dan duduk termenung di balkon. Tapi tiba-tiba terdengar dering ponsel, yang membuatnya kembali masuk ke dalam kamar.

("Richard,, kamu harus pulang besok pagi!") seru Michael setelah Richard menjawab telepon.

("Memangnya ada apa Pi? Aku masih punya urusan kerja.")

("Oma kamu masuk Rumah Sakit. Dia terkena serangan jantung. Dan Papi ingin menyampaikan sesuatu sama kamu.")

("Baik Pi. Saya akan pulang besok subuh.")

Baru saja sambungan telepon berakhir, terdengar suara ketukan pintu. Buru-buru Richard mengenakan kemeja berwarna hitam, sambil melangkah ke arah pintu dan membukanya.

"Ada apa?" tanyanya pada Intan yang sudah berdiri di depan pintu sambil tersenyum manis menatapnya.

"Ya mau ketemu kamu. Aku pengen ngobrol sebentar sama kamu," jawab Intan dengan tatapan mata tertuju ke bagian bibir Richard yang terluka.

"Sakit ya Mas? Biar aku obatin ya. Nih, aku sudah bawa obatnya."

"Ya sudah, ayo masuk. Saya juga ingin memberitahukan sesuatu."

"Sesuatu apa sih Mas?" tanya Intan sambil memeluk lengan Richard.

"Saya harus kembali ke Jakarta nanti subuh."

Perlahan Intan melepaskan tangannya dari lengan Richard, dan langsung melangkah menuju pintu ingin pergi dari kamar itu, karena tidak senang mendengar apa yang baru saja dikatakan Richard.

"Oma masuk Rumah Sakit karena serangan jantung. Saya harus pulang untuk melihat keadaannya." Ucapan Richard yang membuat langkah kaki Intan terhenti tepat di depan pintu.

"Ya sudah kalau gitu Mas. Nanti aku sama Alif saja." gadis itu kembali mendekat ke arah Richard.

"Tapi, kamu jangan lupa kabarin aku ya Mas. Beritahu aku tentang keadaan Oma." Ucapan Intan benar-benar membuat Richard tersentuh.

"Mau nggak temani saya minum?"

"Ya mau dong Mas. Aku ke sini kan karena pengen ngobrol sama kamu." Intan seketika bersemangat.

Malam yang panjang mereka lewati bersama. Dinginnya angin malam semakin membuat mereka dekat tanpa ada sedikitpun jarak. Intan bersandar pada dada bidang Richard, menikmati hangatnya pelukan pria tampan itu. Aroma wangi rambut dan tubuh Intan benar-benar mempengaruhi keyakinan Richard, untuk tidak melakukan sesuatu yang salah. Dia mulai menegang, merasa gerah saat jari-jari gadis cantik itu mengusap bagian dadanya.

"Mas,, aku cinta sama kamu," ucap Intan sembari mengangkat muka menatap Richard, yang terlihat begitu menarik dengan penampilan apa adanya.

"Mas,, kamu kok malah diam? Aku tuh bilang cinta sama kamu." Intan kembali mengungkapkan kata cinta, karena Richard hanya terdiam.

"Iya." Jawaban singkat dari Richard.

"Iya apa? Aku kesal deh dengar jawaban kamu. Kalau kamu nggak cinta ya bilang saja. Aku akan menerimanya, kalau kamu memang nggak cinta sama aku. Mungkin ada wanita lain yang kamu cintai. Aku mau pergi saja." Intan segera beranjak hendak melangkah pergi. Tapi Richard dengan cepat menariknya dan kembali ***** bibirnya.

Setelah beberapa menit saling beradu **** Richard pun bangkit, menggendong Intan masuk ke dalam kamar. Dia membaringkan gadis cantik itu, dan mulai melepaskan satu persatu pakaiannya. Pria tampan itu langsung meneguk ludah, melihat pemandangan indah itu didepan mata. Dan tanpa menunggu lama, dia pun meluncurkan serangan rudal raksasa, menerobos masuk ke dalam lorong sempit yang belum pernah di jajaki orang.

Suara tangisan Intan menahan sakit semakin membangkitkan semangat Richard, untuk melanjutkan pertempuran itu tanpa mengenal lelah. Dia benar-benar lelaki perkasa yang diidambakan juga diimpikan setiap wanita. Hampir satu jam, lembah surgawi itu di bombardir dengan hentakan rudal. Dan berakhir dengan erangan dasyat, saat lahar mengental menyembur ke dalam lorong sempit yang sejak tadi mengeluarkan cairan merah.

Mereka pun tenggelam di balik selimut dalam keadaan tanpa sehelai benang pun. Dekapan Richard sungguh menghangatkan Intan dari dinginnya angin malam. Wajah gadis manis itu begitu sembab di basahi air mata. Berulang-ulang Richard mengecup keningnya, menunjukkan rasa sayang, dan kekaguman atas apa yang dia berikan di malam itu.

1
Mirna Hadhnuu
yang ini di lanjut dong kakak
Lina Marlina
/Good/
Nopi Agustin
ini tentang keluarga rahardian, bukan permana
I Ka
sangat bagus ceritanya 👍🏼👍🏼❤️
Risna Tanjung
akak Riska ngapa nggak up lg sih 😔padahal karyamu semua awk suka ❤❤❤deh
Intan nur aini
udah mau 2025
Intan nur aini
2024
Nopi Agustin
ini cerita anaknya dinda sama raka bukanyah penasaran sama kisah anak nya
Nopi Agustin: bukan
total 1 replies
@ Mmh adil @
bagus
Emmy More
sangat bgus
Silvi Grassiia Sisilia
kok gak di lanjutin lg kak
Destri Yanti
ayolah thor tiap buka noveltoon selalu nyempetin buka novel ini kirain dah up lagi😭😭
Toto Suharto
kapan lanjut lagi upnya kak riska...ga sabar nunggu no tice upnya...
𝕹
thor kpn lanjut novel cinta dalam perjodohan 3 ak penasaran bgtt
❣️yu_chan❣️
novel ini ceritanya bagus kenapa gak diterusin Kk Riska..😞
鬱𝐭𝐫𝐢𝐜𝐭𝐳❀∂я࿐
lanjut thorr..
Siti Rohani
sabar intan kalau jodoh kalian panti segera nikah kok
musita
cerita bagus dan menarik.
Sarah Harona
saya suka karyamu thor sangat mnarik di tunggu lnjutanya ya thor sdh saya vote
Kurnianingsih
Nyimak dulu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!