NovelToon NovelToon
Siluman Putri Duyung

Siluman Putri Duyung

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Identitas Tersembunyi / Iblis / Cinta Beda Dunia / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:36.5k
Nilai: 5
Nama Author: ingflora

Miriam adalah putri duyung berambut merah yang pekerjaan sehari-harinya membantu para dukun untuk menolong langganannya menjadi kaya. Setelah menolong, mereka akan jadi budak siluman itu.

Sampai suatu hari, Miriam tak sengaja menolong manusia yang tenggelam karena percobaan pembunuhan. Alih-alih mengoda pria itu, Miriam jatuh cinta padanya hingga berniat jadi manusia. Hades putra duyung yang menyukainya, tak rela karena dengan itu Miriam harus menjual jiwanya pada Penyihir siluman ular laut yang licik dengan perjanjian 30 hari harus bisa membuat pria itu jatuh cinta atau jiwanya akan jadi milik Penyihir siluman ular laut itu. Sanggupkah Miriam memenuhi tantangan itu?

Hades pun berjuang untuk menyelamatkannya.

Akankah Miriam mendapatkan cinta Max, si bule tampan dan kaya itu atau menerima cinta Hades yang mencintainya apa adanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingflora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kantor

"Eh, tidak tahu. Mmh, apa aku ikut denganmu saja?"

Max menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Ya sudah." Memang hari ini pria itu harus menghadiri rapat sore dan pertemuan dengan seorang kliennya.

------------+++----------

Hades telah berdiri tegap di tepi pantai. Berkat pil ramuan yang ditelannya, pria itu kini punya kaki dan bisa melangkah seperti manusia.

Ia mencuri pakaian nelayan yang dijemur kemudian ia pergi ke toko baju terdekat. Pria itu kemudian membeli pakaian dan membuang baju nelayan yang dipakainya tadi, agar orang tidak menuduhnya pencuri.

Hades kemudian mencari informasi tentang Miriam di sekitar pantai. Yang ia ketahui kemudian, ada seorang gadis yang terdampar dipantai tapi warna rambutnya tidaklah merah melainkan putih.

Pria itu terkejut. Ia yakin itu Miriam, tapi kenapa rambutnya berubah putih? Apa yang telah terjadi padanya?

--------+++-------

Miriam terheran-heran melihat gedung besar yang dimasukinya. Di sana, banyak sekali orang yang sedang bekerja. Ia mengikuti Max naik lift dan melihat cara pria itu mengoperasikan lift. Ia kembali terheran-heran melihat pintu yang bisa terbuka dan tertutup sendiri.

Sampai di kantor pria itu, Max menemui sekretarisnya. "Bagaimana? Kita akan meeting jam berapa?"

"Setengah jam lagi, Pak."

"Mmh." Pria itu melirik meja sekretarisnya yang masih berisi berkas-berkas. "Kau sudah menyiapkan berkas-berkas untuk meeting?"

"Sudah, Pak."

"Mmh, kalau begitu, bisa bantu aku sebentar."

"Eh, iya, Pak?"

Max menarik Miriam mendekat. "Ini sepupuku, dia tidak bisa baca tulis, bisakah kau mengajarinya?"

Sekretaris itu melirik Miriam yang sedari tadi mengikuti Max. Ia heran, gadis yang terlihat modern malah ternyata tidak bisa baca tulis.

Gadis itu juga terlihat bingung. "Aku? Baca, tulis?" Miriam menunjuk dirinya sendiri.

"Eh, iya, Lita. Sulit untuk kamu ke mana-mana bila tidak bisa baca tulis. Tolong belajar pada sekretarisku ya?"

"Eh ...." Gadis itu tidak tahu bagaimana cara menjawabnya.

"Baik, Pak." Sekretaris itu membawa gadis itu duduk di sofa seraya membawakan kertas dan pulpen. Di sanalah Miriam belajar menulis dan membaca bersama sekretaris Max.

Pria itu meninggalkannya dan masuk ke ruangan. Setengah jam kemudian, Max keluar. "Ayo, kita meeting."

Sekretarisnya kemudian menyiapkan berkas-berkas untuk meeting nanti.

"Kamu bisa di sini sendiri?"

"Eh?"

Max terlihat bingung. "Aku mau meeting. Bagaimana kalau kau menungguku di ruang kerjaku? Meeting-ku takkan lama."

"Oh, iya." Miriam kemudian menunggu dengan duduk di sofa ruang kerja Max. Awalnya ia hanya melihat-lihat sejauh arah jangkauannya memandang, tapi kemudian ia mulai bosan. Ia kemudian berdiri dan mulai memeriksa.

Gadis itu mendatangi meja Max. Ia memperhatikan segala macam benda yang ada di atas mejanya.

Ada kotak penyimpan kartu nama. Ia memeriksa kartu-kartu itu. A-la-ma-t. Ah, alamat. Aku bisa membacanya. Gadis itu tersenyum riang.

Ia kemudian mulai membaca berkas-berkas milik Max. La-po-ran. Oh, ini laporan.

Tanpa sengaja, ia menyenggol stempel dan jatuh.

Eh, apa ini?

Sebuah kotak tipis terbuka dan sebuah cap stempel dari kayu jatuh di sampingnya. Apa ini?

Miriam mengambil keduanya, tapi saat menyentuh kotak itu, ia menyentuh bagian hitam tempat tintanya sehingga jemarinya menjadi hitam.

"Eh, ini apa?" Miriam mencoba mengoles telunjuknya pada tinta itu dan telunjuknya menjadi hitam. "Wah, apa ini tinta cumi-cumi? Atau Gurita? Mmh, aku rasa ini tinta cumi-cumi."

Bersamaan dengan itu, Max datang. Ia tidak menemukan Miriam di ruangannya. "Eh, Lita?"

Miriam mengeluarkan kepalanya dari samping meja Max. "Kak Max, sini. Aku menemukan tinta cumi-cumi!"

"Apa?"

Miriam memperlihatkan kotak tinta padat yang ditemukan. "Ini Kak Max simpan tinta cumi-cumi untuk apa?"

"Astaghfirullah alazim." Pria itu menyambanginya. Ia tak tahu bagaimana mengomentarinya. "Ayo, Lita sini. Kamu cuci tanganmu dulu."

Max terpaksa membawa Lita ke toilet wanita untuk mencuci tangannya yang terkena tinta dengan sabun. Ia mulai memberi tahu. "Itu bukan tinta cumi-cumi. Itu dipakai untuk stempel berkas."

"Oh." Walaupun gadis itu tidak mengerti tapi ia tahu, ia telah salah sangka. "Maaf."

Max hanya menghela napas, tapi gadis itu senang pria itu berusaha membersihkan tangannya dari bekas tinta. Walaupun Max mengakuinya sebagai sepupu pada sekretarisnya, Miriam tidak marah. Ia bisa mengerti karena pria itu sudah punya seorang pacar. Paling tidak pelan-pelan ia akan menyukaiku, harap Miriam.

----------+++--------

Hades sampai di sebuah rumah mewah. Ia mendapatkan alamat itu dari orang-orang di klinik yang memberi tahu bahwa gadis itu dibawa seorang pria bule yang tinggal di rumah itu.

Hades tentu saja bisa membaca tapi Miriam tidak karena sewaktu kecil Miriam lebih tertarik dengan ilmu sihir dibanding ilmu pasti sebab dengan itu ia bisa bekerja dan tidak merepotkan orang lain.

Hades kemudian bertanya pada satpam yang menjaga di pos di samping pagar. "Eh, pemiliknya ada?"

"Sedang pergi, Pak."

"Ke mana?"

"Kerja."

"Apa tidak ada penghuni lainnya?"

Satpam itu memperhatikan Hades, dari ujung kaki hingga ujung kepala. "Maaf, Bapak ini siapa ya?"

"Oh, saya kebetulan kenal dengan Pak Maximilian. Kapan ia pulang?"

Mendengar Hades mengenal pemilik rumah, satpam itu mulai terdengar ramah. "Biasanya malam, tapi tidak tentu. Sebaiknya Bapak menelepon saja membuat perjanjian."

"Em, seorang gadis ...." Hades tidak tahu bagaimana menerangkannya.

"Oh, gadis yang dia bawa itu? Iya, bikin pusing pekerja di rumah. Karena itu Pak Max membawanya ke kantor sekarang."

"Membawanya ke kantor?"

"Iya, kami 'kan tidak bisa melarang tamu, Pak. Dia duduk di pagar balkon kamarnya di lantai atas dan memanjat pohon. Aduh, saya ngeri jatuh, jadi terpaksa telepon Pak Max untuk mengurusnya."

Hades tertawa. Ia bisa memastikan itu Miriam karena hanya gadis itulah yang unik, sebab selalu melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak hatinya. "Oh, maaf. Aku tidak bermaksud menertawakanmu."

"Iya, tidak apa-apa, Pak."

--------+++---------

Ketika tamu itu masuk, Lita tersenyum. Ia melihat sesuatu yang orang lain tidak bisa melihatnya. Ia yang duduk di kursi kerja Max sementara Max berdiri menyambut kedua tamu yang datang.

"Silahkan duduk, Pak Bagus," ujar Max ramah.

"Terima kasih, Pak Max."

Ketiganya duduk di sofa dan saling berhadapan.

"Seperti yang aku katakan tadi di telepon. Aku melihat usaha anda sangat bagus, karena itu aku menawarkan kerjasama."

"Benarkah? Sebuah kehormatan," ucap Max bangga.

Miriam tidak memperhatikan itu. Ia sedang fokus memperhatikan sesuatu yang sedang melayang-layang di atas kepala ketiga pria itu. Pocong, pria itu memelihara pocong.

Gadis itu menyeringai menatap pocong itu. Sebenarnya pocong itu juga merasakan tanda bahaya saat melihat Miriam, karena ia melihat gadis itu bisa melihat wujudnya.

Miriam mendatangi Max. Ia tahu, pocong itu bertugas untuk membuat Max tertarik bekerjasama dengan orang itu, dan itu mulai berhasil.

Gadis itu mendekatkan wajahnya pada Max.

"Ada apa?" tanya Max tanggap.

"Mereka punya pocong, Kak," bisik Miriam ke telinga pria itu.

Pria itu mengerut kening dan menoleh dengan wajah marah. "Lita!" Ia segera menggiring gadis itu ke pintu, dan membawanya keluar. "Sebaiknya kamu di luar saja, jangan menggangguku. Nanti aku akan bicara padamu." Pria itu berusaha menahan amarahnya kemudian menutup pintu.

Miriam kesal hingga menghentakkan kakinya. Pria itu tidak percaya padanya. Sekretaris Max yang melihat kejadian itu hanya melihat saja, tak ingin berkomentar.

Gadis itu berpikir cepat. Ia harus menolong Max, tapi ia tidak bisa melakukannya di ruang itu karena ada sekretaris Max. Ah, toilet! Miriam berlari ke sana.

1
Nur Aisa
cerita yang luar biasa, akhirnya ending yg membahagiakan, meski meriam tidak berpasangan dengan max
Baby_Miracles: terima kasih 😊
total 1 replies
Paulina H. Alamsyah Asir
❤❤❤
Paulina H. Alamsyah Asir
Luar biasa... Joss.... Joss.... ❤
Ayano
Kalau teriak begini pas lagi beruntung, bakalan dapet penampakan itu 🤣
Baby_Miracles: wkwkwk
total 1 replies
Ayano
Aku harus bilang dia mata keranjang gak ya 😏
Ayano
Dibalikin lagi dong
Baby_Miracles: wkwkwk
total 1 replies
Ayano
Thorthor, Nafa apa Nafas itu 🤣😅
Baby_Miracles: waow 😅🏃‍♀️
total 3 replies
Ayano
Wah wah... mulai dah pikirannya
Ayano
Dunia ekonomi itu berat persaingannya
Ayano
Ide bagus
Ayano
Ciri khas pesugihan
Ayano
Ngerayu ceritanya
Ayano
Kalo makan kanibal. Tapi bagusan ini sih. Yang di darat banyak kok teman makan teman
Ayano
Yakin bisa ngerayu?
Ayano
Jiiiir.... dia mulai galak n baper 😅😅😅
Tapi bapernya kelas berat 😱
Kalo kesel auto pindah alam keknya
Ayano
Makan mentah-mentah dan bulat-bulat pastinya. Jan syok ya. Bakalan sering liat yang kek gitu kamu
Ayano
Jan terkejut gitu. Dia sejak awal beda alam sama kamu
Ayano
Makan ayam utuh 😳
Ayano
Kan bener dipatahin 😱
Ayano
Pembantunya mulai kepo
Wah.... apakah ajan ada sesuatu habis ini 😳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!