Sahabatmu juga menyukai orang yang sama denganmu? Gimana tuh?
Sahira dan Keira sudah berteman cukup lama sejak mereka masih bersekolah di bangku sekolah dasar, namun karena sesuatu hal Keira terpaksa harus pindah dari sekolah tersebut dan berpisah dengan sahabatnya yakni Sahira dalam waktu cukup lama.
Bertahun-tahun kemudian, Sahira sudah remaja dan mendapat beasiswa untuk bersekolah di sekolah menengah atas terfavorit di kota tempat ia tinggal. Disana Sahira memiliki banyak teman baru yang dapat membuatnya melupakan Keira sahabat lamanya itu.
Tidak hanya sahabat, Sahira juga bertemu dengan seorang pria dingin idaman para wanita di sekolahnya yang selalu membuat dirinya jengkel dan sial setiap kali bertemu dengan pria bernama Elargano itu.
Lambat laun Sahira merasakan sesuatu yang berbeda pada Elargano, ya gadis itu rupanya jatuh cinta. Sayang sekali Sahira tak tahu bahwa Elargano juga adalah pria yang disukai oleh Keira alias sahabat masa kecilnya.
Baca yuk kisah selanj
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketemu
Hingga waktu pulang sekolah tiba, Sahira tak kunjung menemukan keberadaan baju seragamnya yang hilang. Bahkan Sahira juga telah meminta bantuan pada guru serta petugas kebersihan di sekolahnya, namun tak ada hasil alias nihil karena cctv di kelasnya ternyata mati.
Setelah berkeliling ke seluruh penjuru sekolah, kini Sahira pun memutuskan untuk berhenti mencari baju itu karena memang sudah tidak ada harapan lagi untuk ditemukan.
"Guys, kayaknya udah deh gue ikhlasin aja tuh baju. Abisnya daritadi gak ketemu-ketemu, kasian kalian juga kalau terus nyari jadi gak bisa pulang. Mungkin emang tuh baju dicolong setan kali, makanya gak ada dimana-mana!" ujar Sahira.
"Eee sabar ya Sahira! Siapa tahu besok bisa ketemu tuh baju, lu masih ada baju lain kan?" ujar Raisa.
"Tenang aja! Ada stok satu lagi kok seragamnya, ya cuma sayang aja gitu kalo gak ketemu. Kan jadi gak bisa dibuat gonta-ganti!" ucap Sahira.
"Yaudah, sekarang kita pulang dulu aja! Tapi, besok pagi-pagi kita datang kesini dan lanjut nyarinya! Siapa tahu kan udah dibalikin tuh sama si setan bajunya kalo besok? Mungkin sekarang lagi dipake buat sekolah di alam ghaib kali," ujar Grey.
"Ah becanda aja lu Grey! Kasihan itu Sahira lagi sedih, malah dibecandain! Emang lu mau kalo nanti ada barang lu yang hilang, terus gue sama Sahira malah bercanda ha?" tegur Anisa.
"Ya ampun, galak amat sih lu!" ujar Grey.
"Udah jangan ribut! Gapapa kok bercanda, gue juga gak terlalu sedih kok. Yaudah, kita pulang aja yuk udah mau sore nih!" ucap Sahira.
"Ayo!" ucap mereka serempak.
Setelahnya, Sahira serta yang lainnya pun berjalan ke luar sekolah karena tak berhasil menemukan petunjuk apa-apa mengenai keberadaan baju Sahira yang hilang dicuri.
Disaat mereka hendak ke luar sekolah, tiba-tiba saja tanpa sengaja Sahira malah melihat sebuah tas berwarna biru yang seperti miliknya.
"Eh eh, bentar deh!" ucap Sahira berhenti.
"Loh kenapa sih, Ra?" tanya Raisa penasaran.
"Itu kayaknya punya gue deh, sebentar biar gue cek dulu!" ucap Sahira.
"Iya iya,"
Sahira pun melangkah maju mendekati tas yang mirip seperti miliknya, ia yakin sekali itu adalah tas yang ia gunakan untuk menyimpan baju seragam miliknya tadi.
Benar saja dugaan Sahira, karena itu memanglah tas miliknya yang berisi baju seragam.
"Nah kan benar!" ujar Sahira.
Raisa, Grey serta Anisa pun penasaran mendengar suara Sahira. Mereka langsung menghampiri Sahira karena ingin tahu apa yang ditemukan Sahira.
"Ada apa sih, Ra?" tanya Raisa penasaran.
"Iya, apaan yang benar?" sahut Grey.
"Ini loh, akhirnya baju gue ketemu. Ternyata dicantolin di dekat tempat sampah, kira-kira siapa ya yang taruh ini disini?" ucap Sahira.
"Hah? Itu baju seragam lu yang daritadi kita cari kan?" ujar Grey terkejut.
"Hooh, gue gak nyangka bisa ada disini. Masa iya baju ini bisa jalan sendiri? Gak mungkin juga kan setan yang mindahin kesini? Pasti ini mah kerjaan orang iseng nih, gue harus cari tau siapa dia supaya gue bisa balas perbuatan dia!" ucap Sahira geram.
"Ya ampun, jangan gitu Sahira! Udah lah biarin aja, yang penting kan baju lu udah ketemu sekarang! Jangan cari masalah lagi deh!" ucap Raisa.
"Iya Ra, itu bahaya tau! Mending sekarang kita fokus buat pulang ke rumah aja, masih untung baju lu bisa ketemu kan?! Udah lu maafin aja siapapun orang yang taruh baju lu disini!" ucap Grey.
"Ish, gak bisa gitu guys! Gue gak terima kalo begini, nanti yang ada dia semakin kurang ajar dan ngerjain gue terus!" ujar Sahira.
"Huft, yaudah deh terserah lu aja!" ucap Raisa.
Setelahnya, mereka berempat pun pulang karena misi mencari baju milik Sahira sudah selesai, walau Sahira masih merasa geram pada orang yang telah menyembunyikan bajunya itu.
•
•
Sementara itu, Elargano tampaknya memperhatikan Sahira dari kejauhan. Ia tersenyum smirk saat melihat gadis itu telah berhasil menemukan baju miliknya, entah mengapa ada rasa puas tersendiri di dalam tubuhnya saat ini.
"Hahaha, ini baru awal Sahira. Kita lihat aja apa yang selanjutnya terjadi?!" gumamnya.
Elargano pun pergi dari sana sembari menaruh dua tangan pada saku celana, namun langkahnya terhenti lantaran ponselnya berdering.
Ia mengambil ponsel itu, lalu mengangkatnya.
📞"Halo sayang, kenapa?" ujar Elargano di telpon.
📞"Sayang, kamu bisa jemput aku gak?"
📞"Umm, emang kamu gak dijemput supir kamu? Biasanya juga begitu kan?" tanya Elargano heran.
📞"Enggak, makanya aku minta jemput kamu!"
📞"Oh gitu, yaudah deh aku meluncur sekarang ke sekolah kamu. Tunggu aja ya disana, oh ya satu lagi jangan sampai kamu kepanasan! Aku gak mau lihat pacar aku nanti sakit, paham kan?!" ucap Elargano.
📞"Iya, paham kok!"
📞"Oke deh! Love you sayang!" ucap Elargano.
📞"Love you too!"
Elargano pun memutus telpon setelah pembicaraan mereka selesai, ia langsung bergegas menjemput sang kekasih di sekolahnya dengan mobil terbang miliknya yang langka itu.
•
•
Sahira masih menunggu kedatangan abangnya di halte sekolah, sudah sekitar lima belas menit ia duduk disana. Namun, sang abang belum kunjung datang bahkan tak ada kabar.
Disaat ia tengah asyik menunggu sembari terus melihat arloji jamnya, tiba-tiba sekumpulan pria dengan motor mereka berhenti tepat di depan Sahira berdiri dan meledek gadis itu.
"Hahaha, sendirian aja nih? Pasti gak ada jemputan ya? Oh iya dong pasti, orang lu sekolah disini aja cuma pake beasiswa dari bokap gue! Aslinya mah lu mana mungkin mampu bayar biaya sekolah yang mahal ini?" ejek pria yang tak lain ialah Riki.
"Benar tuh! Cewek beasiswa kayak lu, mending gausah banyak gaya deh disini!" sahut Charlie.
"Heh! Kalian tuh ada masalah apa sih sama gue? Kenapa demen banget ledekin gue kayak gitu? Dengar ya, seribu kali pun lu ngeledek dan ngatain gue cewek beasiswa, itu gak akan ngaruh sama mental gue! Asal kalian tau aja, mental gue udah terlatih sejak gue kecil dulu! Jadi, percuma aja kalian susah payah ngeledek gue!" ujar Sahira.
"Hahaha, gausah sok iye deh lu! Mau lu gak kena mental atau apalah itu, kita gak bakal berhenti dan akan terus ledekin lu kayak gini! Karena apa? Karena lu udah berani ngelawan kita waktu itu, jadi gak akan ada maaf buat lu cewek beasiswa!" ucap Riki menatap Sahira penuh kekesalan.
"Terserah! Gue gak punya banyak waktu buat ladenin kalian, mending gue pergi dari sini daripada harus ngobrol sama orang gak jelas kayak kalian!" ucap Sahira emosi.
Gadis itu akhirnya memutuskan pergi dari sana dengan berjalan kaki, ia menunggu datangnya Jordan sang abang sambil melangkah pergi.
"Haish, kenapa sih cowok-cowok di sekolah gak ada yang bener satu aja gitu? Mereka selalu aja cari masalah sama gue, mentang-mentang gue cuma sekolah pake beasiswa!" gumam Sahira kesal.
Tiiinnnn...
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
cantik
jd sah.. 🤣🤣
penjahit cantik mampir
semangat!
mampir juga yaa