NovelToon NovelToon
The Journey Of Adam

The Journey Of Adam

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / System / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:167.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aro McCoy

Dunia berubah dalam sekejap, seolah-olah diambil langsung dari film-film horor dan fiksi ilmiah. Mayat hidup zombie mulai bermunculan di setiap sudut kota. Hewan-hewan bermutasi menjadi makhluk buas, dan entitas aneh yang belum pernah tercatat dalam sains mulai menjelajahi dunia yang kacau.

Di tengah kekacauan itu, seorang pria bernama Adam Javier secara misterius menemukan sebuah smartphone asing bukan miliknya, dan bukan pula model yang pernah diluncurkan manusia. Perangkat itu muncul begitu saja di tangannya, hanya beberapa detik sebelum dunia benar-benar runtuh.

Dengan segala keanehan yang ditawarkan oleh smartphone itu fitur yang tak masuk akal, notifikasi dari entitas tak dikenal, dan kekuatan yang melampaui logika mampukah Adam bertahan hidup di dunia yang telah berubah menjadi mimpi buruk?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aro McCoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Melarikan Diri

"Adam kita mau pergi kemana." Tanya Intan. "kita harus keluar dari lingkungan kompleks, dan mencari rumah untuk bersembunyi." Adam mengusap keringat di dahinya, kemudian berlari ke depan dan membunuh satu zombie yang tiba-tiba keluar dari rumah.

5 menit kemudian Adam berhenti di depan rumah kemudian memecahkan kaca dengan pedangnya. "Centaarr." Adam kemudian masuk lewat jendela dan membuka pintu. "Pak Edi periksa rumah." Adam memberikan pedang ke Edi. "Baik." Edi kemudian mulai memeriksa setiap ruangan.

"Adam aku takut." Bunga menangis dan memeluk Adam. "Tenanglah, ada aku disampingmu." Adam menenangkan Bunga. Intan melihat Adam yang memeluk Bunga kemudian menghela nafas.

Tidak lama kemudian Edi kembali. "Semua ruangan aman, sepertinya rumah baru ditinggalkan." Kata Edi. "Jadi begitu." Balas Adam. "Adam apakah zombie itu akan mengejar kita." Tanya Edi. Mendengar kata Edi ekspresi Bunga dan Intan menjadi jelek. "Aku menebak zombie evolusi berkulit putih hanya mengincar manusia yang berevolusi." Balas Adam menebak.

"Mengapa kamu berpikir seperti itu." Tanya Intan. "Zombie berkulit putih itu meremehkan kita, Bukankah dia tersenyum mengejek kepada kita sebelumnya." Balas Adam. Bunga dan Intan merinding mengingat senyum zombie berkulit putih.

"Kruukk." Adam mendengar sebuah suara. "Adam aku lapar." Kata Bunga tersipu malu. "Pak Edi, apakah ada makanan tersisa disini." Tanya Adam. "Oh, aku tadi menemukan dua bungkus mie instan." Balas Edi. "Baiklah, kamu makan saja dulu mie instan. Nanti aku akan mencari makanan." Kata Adam mengelus rambut Bunga. "Oke." Bunga tersenyum.

Sementara itu di suatu tempat Ratih yang tangannya berlumuran darah menangis. "Kak Doni aku akan membalaskan dendammu. Suatu saat aku akan membunuh para zombie itu." Ratih menggertakan giginya kemudian berlari dengan sangat cepat.

1 jam kemudian Adam yang sedang duduk berdiri. "Kamu mau kemana." Tanya Bunga. "Aku akan kembali ke rumahku dan mengambil makanan." Balas Adam kemudian mengambil pedang di sebelahnya. "Ahh, itu bahaya Adam." Bunga terkejut.

"Tenanglah, aku akan baik-baik saja." Adam tersenyum dan mengelus kepala Bunga kemudian pergi. Melihat Adam pergi Edi berkata. "Kamu tidak perlu khawatir, jika hanya zombie biasa Adam akan mudah mengalahkan mereka." "Aku tahu, tapi aku tetap khawatir." Balas Bunga.

Adam saat ini sedang berlari dan menebas setiap zombie yang dia temui. "Aku pasti level up setelah membunuh puluhan zombie hari ini." Kata Adam tersenyum dan terus berlari. Tidak lama kemudian Adam tiba di depan rumahnya, dan melihat tidak ada zombie sama sekali. "Seperti dugaanku, zombie itu pasti mengincar manusia evolusi." Gumam Adam. "Aku tidak tahu, apakah tidak menjadi manusia evolusi nasib baik atau buruk." Adam menghela nafas kemudian masuk ke dalam rumahnya.

Adam mengambil semua makanan dan menaruhnya ke dalam ransel besar. "Benar, kenapa aku tidak memeriksa rumah Doni. Mungkin disana juga ada makanan." Adam kemudian membawa ransel dan berjalan menuju rumah Doni di depan rumahnya.

"Pasti mereka tidak ada yang selamat." Kata Adam saat masuk ke dalam rumah yang hancur, dan melihat bercak darah di lantai. "Apa mereka juga menjadi zombie." Adam bergumam. Adam mulai berkeliling ruangan dan akhirnya menemukan beberapa mie instan. "Sayang sekali, aku hanya menemukan 5 mie instan." Adam menghela nafas namun tetap mengambil mie instan dan menaruhnya di ranselnya.

"Benar, mengapa aku tidak melihat statusku terlebih dulu." Kata Adam kemudian melihat statusnya di aplikasi smartphone special.

Nama : Adam Javier

Usia : 23 tahun

Level : 8 next level (10/80) exp

Kekuatan : 7

Agility : 7

Vitalitas : 17

Stamina : 4/7

Reflek : 7

Poin : 4

"Bagus, aku level up." Adam tersenyum melihat dirinya level up. "Aku akan menambahkan 1 poin di kekuatan, 1 poin di agility, 1 poin di vitalitas, dan 1 poin di reflek." Kata Adam kemudian menambahkan poin.

"Aahh." Adam berteriak saat merasakan aliran listrik dari smartphone specialnya. "Aku merasa jauh lebih kuat, mungkin aku setara dengan para petarung mma." Adam tersenyum merasakan perubahan dirinya. "Baiklah, aku akan kembali. Aku takut Bunga dan yang lain khawatir." Kata Adam kemudian pergi.

Beberapa menit kemudian Adam kembali. "Aku kembali." Kata Adam menaruh ransel yang dia bawa di lantai. "Adam syukurlah kamu baik-baik saja." Bunga tersenyum dan memeluk Adam. "Uhuk." Intan terbatuk. Mendengar Intan yang terbatuk Bunga tersipu dan melepas pelukannya.

"Ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian." Kata Adam melihat Bunga, Edi dan Intan. "Bicaralah nak." Balas Edi. "Mungkin mereka semua telah menjadi zombie. Aku baru saja masuk ke dalam rumah Doni, dan tidak menemukan siapapun bahkan mayat mereka." Kata Adam. Mendengar kata Adam Bunga, Edi dan Intan menghela nafas.

"Aku ingin meninggalkan kota Jember, apa kalian ingin ikut." Kata Adam melihat Bunga, Edi dan Intan. "Pasti aku ikut." Bunga mengangguk. "Mengapa kamu ingin pergi, situasi di kota-kota pastilah sama. Tidak ada yang aman." balas Intan. "Aku tahu, tapi setelah melihat zombie tadi. Aku punya firasat kota Jember tidak akan bertahan melawan para zombie." Kata Adam. "Ahh." Bunga terkejut.

"Baiklah nak, aku dan cucuku ikut pergi denganmu." Kata Edi tersenyum. "Baiklah, besok pagi kita akan berangkat. Saat ini kita beristirahat lebih dulu." Balas Adam.

Beberapa jam kemudian Adam melihat langit mulai gelap dan berjalan menuju sebuah ruangan. Saat masuk ke dalam ruangan, Adam melihat Bunga yang sedang berhias di depan kaca. "Oh, apa setiap mau tidur kamu selalu berhias." Tanya Adam.

"Tidak, aku hanya ingin berhias saja." Balas Bunga tersenyum dan menaruh semua make upnya. "Meski tidak berhias kamu tetap cantik menurutku." Adam tersenyum dan mencium bibir Bunga. Bunga tersenyum bahagia dan memeluk Adam.

Keesokan harinya Adam terbangun dan melihat Bunga tidak ada di sampingnya. "Oh, kamu sudah bangun. Aku selesai membuat sarapan untukmu." Kata Bunga saat masuk ke dalam kamar dan melihat Adam terbangun. "Oh, apa Edi dan Intan sudah bangun." Balas Adam. "Sudah, mereka berdua menunggumu untuk sarapan bersama." Kata Bunga.

1
Luken
hiatus
Reza Aditiya
bodoh knpa malah balik ke markas,MC punya kelebihan knpa ga di gunain buat farming heran gw
Reza Aditiya
di shop banyak senjata api yg mempan terhadap hewan mutasi udah di permuda malah ga beli atau seenggaknya belajar menembak gitu hadeh sia sia punya smartphone canggih
Reza Aditiya
kocak MC knpa ga beli senjata padahal punya coin
uwa_botak
Luar biasa
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
Renji? kan aku memang sepertinya pernah membaca cerita ini tp buka Adam namanya
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
wkwkwk🤣🤣 insting monyet tertarik pada pisang 😁
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
kecepatan Ratih
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
iri dia 😅😅😅
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
sepertinya kamu benar Adam🤭
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
asli aku pernah baca yg mirip banget dengan ini..
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
oke.. next
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
oke.. meskipun sepertinya aku pernah membaca yang semacam ini tp aku suka genre ini.. next
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
kaya gak asing cerita nya... aku pernah baca cerita mirip ini
Crow.
copas ya?
Crow.
bjirr malah jual acc
Vincent Da Vinci
harga daging hanya 1coin sahaja, kenapa sibuk nak cari makanan lagi dengan coin ada 1k lebih. jln cerita bagus, tp gaya penulisan buruk.
Vincent Da Vinci
banyak kelemahan, coin x tunjuk, lepas tu poin x pernah bertambah walau membunuh banyak zombie, Dari awal mula hanya 4 poin sahaja 🤮🤮🤮
Darken Knight
Renji siapa?
ɪᴛs ᴍᴇ, 𝕱𝖎𝖎
Bersyukurlah karna bisa menjadi salah satu manusia dalam hitungan jari tersebut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!