Kisah seorang wanita karier Eriska yang dijodohkan oleh ayahnya birowo dengan seorang lelaki yang baik hati namun sederhana.
Eriska yang seorang wanita karier menolak dijodohkan hanya dengan lelaki biasa sedangkan dia adalah pemilik hotel bintang 5 yang begitu terkenal. Namun, sebelum Papa nya meninggal, Ia ingin melihat anaknya menikah dengan pria pilihannya yaitu Dito Aditya anak sahabat lamanya. Dito hanyalah seorang anak pemilik peternakan sapi.
Namun Papa nya tidak habis ide untuk membuat Eriska setuju dengan perjodohan ini hingga akhirnya Eriska mau menikah dengan Dito.
Awal pernikahan Eriska begitu tidak perduli pada Dito bahkan tidak menghargainya sebagai suami. Ia hanya menganggap pernikahan nya sangat Terpaksa. Namun Dito sangat sabar menghadapi Istrinya yang angkuh.
Setelah menikah banyak kejadian yang membuat nya berubah menjadi lebih baik dengan bantuan Dito.
Bagaimana kisah cinta antara Eriska & Dito ??? Jangan lewatkan setiap episode nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 18
Hari sudah sore, Tiba saatnya Dito Dan keluarga berpamitan untuk pulang.
"Birowo, kita pulang dulu ya. Jaga dirimu baik-baik". Ujar Aditya memeluk Birowo.
"Om kami pulang dulu ya, jaga kesehatan". Dito memeluk Birowo.
"Eriska, Om Dan keluarga pulang dulu ya. Jaga kesehatan Dan jaga Papa mu". Ujar Aditya.
"Iya Om hati-hati dijalan". Eriska mencium tangan Aditya.
"Saya permisi". Ujar Dito kepada Eriska
"Hemmmm". Ujar Eriska.
"Kami pamit dulu ya. Kalau ke Bandung jangan lupa main kerumah Tante". Raisa memeluk Eriska.
" iya Tante". Ujar Eriska
Merekapun pamit pergi.
Ada perasaan aneh dari hati Eriska. Ia merasa hangat dengan keramaian yang ada. Ia selalu merasa sepi didalam rumah. Karena itu Ia selalu sibuk di hotel atau pergi ke pub bersama kawan sosialita nya.
Keesokan hari nya, dipagi hari Eriska turun dengan berpakaian kaos Dan celana panjang. Tidak seperti biasanya
"Loh Eriska, Kamu gak ke hotel?". Tanya Birowo.
"Oh nggak Pah, Aku lagi males". Ujar Eriska
"Tumben". Tanya Birowo.
"Ya Aku capek setelah acara lamaran kemarin. Yasudah Aku jalan dulu ya mau kerumah Jessica". Ujar Eriska
"Yasudah Hati-hati". Ujar Birowo.
"Surya". Teriak Eriska
"Iya Nona. Anda mau keluar?". Tanya Surya
"Iya berikan kunci mobil". Ujar Eriska
"Nona tidak mau diantar?". Tanya Surya
"Saya ingin pergi sendiri". Ujar Eriska
"Tapi Nona, bahaya anda pergi sendiri". Ujar Surya khawatir
"Sudah berikan kunci mobilnya". Eriska merampas kunci mobil nya.
Eriska pun masuk kedalam mobil Dan melajukan mobil sport nya.
" Cih! Memang Aku anak kecil yang harus diawasi terus". Gerutu Eriska.
Eriska berkendara sangat jauh. Entah Ia ingin pergi kemana. Pergi ke Rumah Jessica hanya kebohongannya.
3 jam berkendara, Eriska sampai. Ia mengenakan jaket, topi, Dan masker untuk menutupi dirinya.
Ia turun dari mobil.
Suasana nya sangat sejuk Eriska merasakan kesejukkan itu.
Ia berjalan ke suatu tempat.
10 menit berjalan, Ia telah sampai di Makam Mamanya. Di Puncak kampung yang sama dengan tempat tinggal Dito.
Tertulis di Makam dengan Nama Anjani Putri.
Eriska membuka topi Dan masker nya.
"Mama". Eriska menangis.
"Mama, Aku merindukanmu. Maafkan Eriska yang tidak pernah datang setelah kematian Mama". Eriska masih rrus meneteskan air mata.
"Mama, sekarang Aku sudah sukses menjadi wanita karier yang hebat. Sejak 5 tahun ini Aku sudah memiliki beberapa hotel bintang 5. Mama pasti bangga kan ??? Mama Papa menjodohkan ku dengan Dito. Mama, Papa sangat kejam. Ia memaksaku menikah dengan Dito. Padahal Aku tidak mau. Kalau Mama disini pasti Mama akan membantuku untuk menolak perjodohan ini kan??? Mama Aku rindu pada Mama". Eriska menangis sampai tersedu-sedu.
"Eriska". Seseorang dari belakang memanggil Eriska.
Eriska menoleh Ia terkejut siapa yang ada di belakangnya.
" Dito". Ujar Eriska terkejut.
Eriska mengusap air matanya, berdiri dan hendak pergi.
Saat Eriska hendak pergi, Dito menarik tangannya lalu memeluknya.
Eriska menangis dipelukkan Dito. Dito hanya menenangkannya.
Dito selalu datang ke pemakaman Mamanya setiap hari. Untuk bercerita atau hanya membersihkan makam.
Makam Mama Dito & Eriska di komplek pemakaman yang sama. Iya, karena itu adalah kampung halaman mereka.
kenapa pelukannya sangat hangat??? Seperti pelukan Mama. Ahhhhh Sial, kenapa Aku menangis dipelukan nya??. gerutu Eriska dalam hati.
Eriska melepas pelukannya Dan mendorong badan Dito.
"Jangan mencuri kesempatan dalam kesempita". Ujar Eriska ketus.
Dito hanya tersenyum.
Eriska pergi terburu-buru.
Dito menarik tangan Eriska.
"Tunggu". Ujar Dito
"Mau apa lagi?". Tanya Eriska dengan wajah kesal.
"kamu tidak mau mampir dulu?". Tanya Dito
"Tidak! saya mau pulang". jawab Eriska ketus.
"Setidaknya makan siang dulu". Ujar Dito
" Tidak, terimakasih saya mau pulang". Eriska tidak ingin ada seorangpun tahu dia ke makam Mamanya.
Dito tahu watak Eriska, Dia tidak ingin ada orang tahu keberadaannya.
"Tenang, Aku tidak akan bilang siapapun Kamu kesini". ujar Dito
loh kok Dia tahu maksudku. ujar Eriska dalam hati merasa kaget.
Eriska pun tidak menolak lagi Dan pergi bersama Dito.