Cerita ini mengisahkan tentang seorang gadis sederhana.
Gadis itu bernama Erlyen.
Dia adalah seorang gadis biasa dari keluarga sederhana, ia merupakan anak angkat dari Pak Suherman alias Paman David dan Ibu Alexa alias Victoria.
Karena sebuah kecelakaan, akhirnya dengan terpaksa ia menikah dengan Putera seorang pengusaha ternama di kota itu.
Walaupun ia telah menikah dengan anak pengusaha terkenal ia tak pernah sombong. Padahal banyak sekali netizen yang berkoar koar di luar sana dengan majas sarkasme yang sangat menyakitkan hati.
Pria yang telah menjebaknya dan membuatnya menikah muda itu adalah atasannya sendiri dialah Albert Jonathan, putera dari pengusaha ternama di kota itu.
Awalnya ibu Jonathan alias Ibu Johanna menyetujui Albert menikahi Erlyen karena ia merasa berhutang budi pada gadis itu,tetapi berjalannya waktu sang mertua semakin menunjukkan rasa tidak sukanya pada Erlyen sehingga sering dia mencaci maki serta menyiksa Erlyen.
Erlyen tak pernah membalasnya, ia hanya diam dan pasrah pada nasibnya.
Sampai suatu ketika Albert terjebak perselingkuhan dengan mantannya, akibat kejadian itu Erlyen putus asa dan pergi meninggalkan Albert entah kemana!!
Apa yang harus di lakukan oleh Albert agar Isterinya kembali ke pelukannya?
Apakah perpisahan adalah jalan terbaik bagi merek
Yuk! Teman baca ceritanya biar tidak penasaran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kresentia Bano Kehi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
** Penculikan **
Setelah semuanya beres, pawang ular pun sudah membereskan ular ular itu dari kejauhan tampak seulas senyum penuh arti yang mendalam dan senyum kemenangan di bibir seksi milik pria tampan yang bernama Leonard Horowitz.
Saking sibuknya mereka tidak menyadari kalau Erlyen sudah hilang dari kamar Adrian dan Pak Jayadi.
Ketika Pak Jayadi, Albert dan Adrian memasuki kamar, kamar dalam keadaan berantakan dan koper serta tas milik Erlyen tetap di atas tempat tidur tapi pemiliknya entah kemana.
Albert merasa ada yang tidak beres dengan istrinya itu.
"Erlyen!" panggil Albert menggema di dalam ruangan kamar itu tapi tak ada jawaban sama sekali.
Pak Jayadi dan Adrian pun kaget dan langsung berlari ke arah kamar mandi dan balkon tetapi mereka tidak menemukan apapun.
"Erlyen!" panggil Albert lagi tapi tetap saja tak ada jawaban.
Pak Jayadi langsung menyambar ponselnya dan melihat sekelilingnya untuk mendapatkan cctv dan ternyata cctv di semua sudut kamar tempat Erlyen sengaja di matikan oleh seseorang.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Albert sambil memegang kepalanya.
Pak Jayadi pun menelepon semua anak buahnya dan mengerahkan semuanya untuk mencari Erlyen.
Aku sangat panik dengan keadaan itu, bagaimanapun juga isteriku harus ditemukan malam ini!
Albert berlari ke kamar mereka mungkin ada petunjuk tetapi semuanya nihil, ia tak menemukan apapun di kamar itu.
"Bagaimana Pak apa yang akan kita lakukan sebelum 24 jam Erlyen tidak kembali aku gak akan bisa tenang Pak tolong Pak!" ucap Albert sambil memegang tangan Pak Jayadi.
"Tenanglah Nak kita akan mengerahkan semua orang orang kita baik bodyguard bayangan maupun bodyguard terlihat, kita pasti menemukan nak Erlyen." ucap pria tua itu sambil melepaskan kacamatanya.
"Kemana dirimu Isteriku?" ucap Albert sambil mengelus dadanya.
Adrian pun mondar mandir ke sana ke mari, mereka benar benar pusing dengan keadaan rumit seperti ini.
**
Di sebuah kamar di sebuah villa terletak di pinggiran kota itu, Erlyen masih belum sadar akibat obat bius yang di hirup nya.
Gadis itu masih meringkuk dalam keadaan lemas, karena ia belum makan dari saat mereka pulang jalan jalan itu.
Seorang pria tampan, berwajah tegas dan bermata biru serta dadanya bidang dan sangat seksi menatap wajah cantik yang masih tertidur pulas di atas ranjang besar itu.
"Kamu harus tahu bahwa apapun yang aku mau aku pasti akan mendapatkannya dengan berbagai cara, kamu harus tahu itu gadis cantik, aku gak akan pernah nyakitin kamu asal kamu mau menemaniku melewati hari hari kesepian ku ini!" ucap Leonard sambil tersenyum sinis.
"Angga !" Panggil Leonard.
"Iya Boss!" sahut Angga sambil berlari mendekati Leonard.
"Tolong belikan makanan untuk gadis ini!" ucap Leonard sambil memberikan beberapa lembar uang pada pria setengah jadi itu.
"Baik Tuan!" ucap Angga sambil melangkah pergi.
"Cantiknya, bidadariku!" ucap Leonard sambil menggenggam erat tangan mungil Erlyen dan juga mengelus pipi gadis itu dengan lembutnya.
"Betapa aku sangat mencintaimu, maaf aku bukan psikopat seperti yang orang lain katakan hanya saja aku sangat menyukai makhluk Tuhan yang cantik seperti dirimu dan dengan cara apapun aku pasti akan mendapatkannya walaupun gadis itu sudah ada yang memiliki." ucap Leonard sambil tersenyum tipis dan menunduk serta melabuhkan sebuah ciuman hangat pada kening Erlyen.
Satu jam kemudian Erlyen perlahan membuka matanya dan dalam pikiran Erlyen apapun yang terjadi padanya tadi hanya sebuah mimpi sehingga ia tak perlu takut secara berlebihan.
Ketika membuka matanya secara perlahan ia melihat senyum pria tampan itu tersungging di bibirnya yang seksi dan pria itu seakan sedang menutup matanya.
Dengan sekuat tenaga, Erlyen pun bangun dari tidurnya.
"Selamat malam Nona Erlyen!" sapa pria itu sambil berjalan mendekati Erlyen.
"Si... siapa Kamu?" tanya Erlyen dengan suara terbata bata.
"Sudah bangun dari mimpi yang indah? ah...hmm perkenalkan aku Leonard kamu bisa memanggil aku Leo atau Leonard terserah kamu!" ucap Leonard pada Erlyen.
Erlyen membuka lebar kedua matanya sambil melihat dengan jelas pria tampan di depannya itu.
"Ka.. kamu?"ucap Erlyen terbata.
"Jangan takut aku tak kan pernah menyakiti wanita yang aku sayangi!" ucap Leonard dengan acuh.
"Bagaimana mungkin?" ucap Erlyen lagi dan mencoba bangun dari tidurnya tetapi langsung terjatuh lagi ke tempat tidur karena kepalanya masih terasa pening.
"Jangan bangun dulu kalau kamu masih pusing!" ucap Leonard sambil menuangkan wine pada gelasnya dan menyesap dengan senyum kemenangan.
"Apa maksudmu menculik aku Tuan? Apa kesalahanku?" ucap Erlyen berani tapi tetap menjaga suaranya agar tidak terdengar marah.
"Kamu gak punya salah sayang!" ucap Leonard sambil berdiri dari tempat duduknya dan langsung berjalan ke arah pintu dan keluar entah kemana.
"Salah kamu adalah karena hatiku sudah terpaut oleh cantiknya dirimu sayang."ucap Leo lagi.
"Suamiku tolonglah aku!! Ya Tuhan apa kesalahanku hingga aku diculik seperti tawanan saja?" ucap Erlyen dalam hatinya.
Ia pun menangis karena sangat kesal dengan kejadian yang menimpa dirinya.
"Ya Tuhan tolonglah aku, aku tak tahu harus bagaimana?" ucap Erlyen dalam hati kecilnya.
Tiba tiba ia mendengar langkah kaki menuju ke kamar itu, ia pun bangun dari tidurnya dan berjalan ke arah pintu itu dan menguncinya, matanya nanar mencari cari kemungkinan ada cela untuk kabur tetapi tak ditemukan apapun cela untuk keluar.
"Aku harus bagaimana?" gumam Erlyen perlahan.
Tiba tiba pintu di gedor gedor tapi gak dibuka oleh Erlyen.
"Buka pintunya atau saya dobrak!" ucap Leonard.
"Iya dobrak aja gak apa apa kan yang punya rumah kamu bukan aku!" ucap Erlyen sambil tersenyum tipis dan duduk dengan hati bergetar.
Terpaksa Leonard mendobrak pintu dan ia pun melesat masuk ke dalam kamar itu.
"Kenapa kamu mengunci pintunya?Mau kabur? Gak akan aku biarkan kamu kabur!" ucap Leonard dengan tatapan tajam.
"Please lepaskan aku, suamiku dan keluargaku pasti mencari cari aku sekarang please!!" ucap Erlyen dengan terisak isak.
"Apa kesalahanku?" ucap Erlyen sambil menangis sekuat tenaga hingga ia pun pingsan lagi.
Leonard pikir, Erlyen menipu dirinya dengan sengaja pingsan sehingga tak dipedulikannya.
Ia malah menyesap wine di gelas itu sampai tandas.
Menjelang pagi, Leonard mendekati Erlyen dan ternyata Erlyen belum juga bangun ia pun memegang kening gadis itu ternyata sangat panas seketika Leonard panik.
Ia pun menelepon Angga dan Angga pun menelepon Dokter yang biasa menangani keluarga Leonard Frederick Horowitz.
Dokter Fino pun datang menemui Leonard sambil melihat keadaan Erlyen.
Dari hasil diagnosa menunjukkan kalau Erlyen tertekan dan sementara hamil 2 Minggu.
"Jadi dia hamil Dok?" tanya Leonard dengan alis terangkat ke atas.
"Iya dia hamil!" ucap Dokter Fino dan seketika Leonard meninju tembok di dekatnya sampai tangannya berdarah.
"Maaf tuan ini resepnya, silahkan di tebus biar dia cepat sembuh dan perkembangan janinnya bagus!" ucap Dokter Fino lagi dan memberikan resep itu pada Angga.
"Biarkan dia istrahat ya jangan mengganggunya karena ia akan terus tertekan dan akan mempengaruhi perkembangan janinnya!" ucap Dokter Fino sambil pamit pada Leonard.
"Terima kasih Dokter!" ucap Leonard sambil mempersilahkan Dokter Fino diantar oleh Angga sampai ke depan pintu.
"Hmm, Tuan Angga ngomong ngomong siapa gadis itu?" tanya Dokter Fino lagi.
"Maaf Dokter gadis itu diculik oleh Tuan Leonard karena terlalu terobsesi dengan kecantikan gadis itu Tuan." ucap Angga dan akhirnya ia pun menceritakan semuanya pada Dokter Fino.
Dokter Fino hanya bisa manggut manggut dan merasa kasihan dengan Erlyen.
"Baiklah ada apa apa jangan lupa menelepon aku ya? aku pasti membantu!" ucap Dokter Fino dan berlalu pergi.
Angga pun melangkah pergi kembali ke kamar dimana Erlyen di rawat oleh Leonard.
"Tuan saya pamit dulu besok saya kesini lagi pagi pagi!" ucap Angga pamit.
"Angga besok kamu handle semua kegiatan ya aku masih harus menjaga Erlyen dulu aku takut dia kenapa kenapa!" ucap Leonard sambil menyelimuti tubuh Erlyen dengan selimut dan mengurangi suhu AC.
"Baiklah Tuan Angga Pamit dulu ya?" ucap Angga dan pergi meninggalkan Leonard bersama Erlyen.
** Cukup segini dulu ya ceritanya, jangan lupa like, komentar dan vote ya **
Terima kasih 🙏🥰