NovelToon NovelToon
SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Karena suami dari putrinya miskin, seorang ayah rela menjual putrinya kepada pria lain untuk membayar hutang judinya. Tapi ayah brengsek itu tidak tau jika pria yang membeli putrinya adalah putra menantunya sendiri. Semua rasa bersalah dari perbuatan ayahnya itu ia tanggung sendiri kepada sang suami. Tapi herannya, suaminya tidak marah saat mengetahui jika istrinya dijual dan dihamili oleh pria lain. Apakah Gina Penelope akan memaafkan sang suami karena telah mempermainkannya? Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Gina dan suaminya setelah kejadian satu malam dengan pria lain? Baca novel ini dan dukung untuk jadi favorit ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NIAT KABUR MALAH PINGSAN

Hari sudah pagi, Abraham tidur disisi Gina dengan posisi duduk.

Rambutnya dielus lembus oleh sang istri saat Abraham masih tertidur pulas hingga terbangun.

"Morning" sapa Gina dengan ekspresi lebih segar dari sebelumnya.

"Morning, sayang" sahut Abraham.

"Kamu udah bangun" lanjutnya.

"Hmm..aku lapar" ucap Gina.

Abraham langsung mendudukan dirinya dan bertanya "Mau sarapan apa? Aku akan membawakannya".

"Burger double chicken and cheese, boleh" jawab Gina.

"Oke, aku belikan. Itu aja" tanya Abraham.

"Ya itu aja. Kamu juga belilah" jawab Gina.

"Siap Nyonya. Tunggu aku ya" ujar Abraham.

Gina mengangguk.

Lalu meminta Abraham sekalian memanggilkan perawat karena Gina ingin membersihkan tubuhnya karena terasa lengket.

Abraham menurut. Tak lama kemudian setelah suaminya pergi, 2 perawat datang sambil membawa baju pasien baru.

Abraham berjalan ke parkiran dan melihat Ben masih tertidur.

Tok..Tok..Tok..

Ia mengetuk kaca jendela sisi driver dimana Ben masih merebahkan dirinya.

Mendengar suara ketukan jendela, Ben langsung bangun lalu langsung membuka pintu.

Abraham masuk.

"Enak tidurnya? Puaskan?" sindirnya.

"Hehe maaf, Bos. Ternyata perjalanan California ke Seattle membuatku teler" jawab Ben.

Abraham hanya tersenyum menyeringai.

"Jika melihat wajah bos pagi ini sepertinya semua sudah baik baik saja dan tanda leher yang bos perlihatkan sudah menunjukkan kabar baik" celetuk Ben sambil memberikan senyuman menggoda.

"Ck.. anak kecil diam saja, ini tanda cinta orang dewasa" sahut Abraham mengalihkan pembicaraan agar tidak mengarah ke gigitan manusia di lehernya.

"Tapi Istri ku sangat baik dengan menerimaku kembali dan ternyata istriku sangat pintar mengenaliku malam itu, Ben. Dia tau bahwa pria di hotel itu aku" dengan wajah sumringah.

Ben menoleh ke arah bosnya tidak percaya.

"Keren memang, Nyonya" pujinya.

Meskipun Ben tidak sepenuhnya mengerti apa yang dialami oleh sang bos bersama sang istri, ia memberikan respon senang.

"Oh ya, pergi ke MCD, istriku mau burger" ucap Abraham lalu mobil mulai berjalan.

Abraham terlihat sangat bahagia.

Tanpa Abraham sadari ternyata Gina merencanakan kabur lagi dengan bantuan Jesica. Mengetahui siapa Abraham sebenarnya membuatnya merasa kecil dan takut akan keluarga sang suami yang sangat berbeda dengan kehidupannya.

Ia tidak ingin menjadi menantu yang tidak diinginkan dan membuat suaminya hidup susah dengannya.

Tadi saat ia bangun terlebih dahulu, ia mengirimkan pesan kepasa Jesica untuk membantunya kabur dari sang suami.

Jesica pun langsung berangkat ke rumah sakit. Diam diam masuk keruangan Gina saat Abraham sudah pergi dan Gina sudah dibersihkan oleh perawat.

"Kamu yakin mau kabur dari suamimu?" tanya Jesica.

"Hmmm..iya.." jawab Gina.

"Aku tidak ingin menjadi penghalang bagi kehidupan aslinya. Dia orang kaya dan keturunan bangsawan Inggris, Jes. Aku tidak pantas bersamanya" lanjutnya.

"Hmmm..tapi anakmu adalah keturunannya juga..ia berhak mendapatkan pengakuan dari ayahnya. Dan aku lihat meskipun Abraham terlihat pemaksa, posesif padamu, tapi dia benar benar mencintaimu" bujuk Jesica yang tiba tiba tidak rela jika Gina melepaskan suami kaya.

"Kamu kesini mau membantuku kabur atau membujukku untuk tinggal sih, Jes?" kesal Gina.

"Hehehe, maaf kan. Hanya saja, di kehidupan dewasa ini, mendapatkan pasangan kaya, tampan, dan mencintai kita itu langka" balas Jesica.

Gina menghela nafas panjang.

"Jadi mau membantuku atau tidak? Jika kamu tidak mau membantuku kabur, aku bisa pergi sendiri" ucapnya.

"Mau mau.." timpal Jesica.

"Yaudah, ayo bawa aku pergi dari sini" minta Gina dan sahabatnya itu mengangguk.

Namun saat akan keluar rumah sakit, suara ambulance datang.

Keluarlah 1 orang terluka parah dan 1 orang lagi terluka ringan.

"Bos! Bangun Bos!" seru 1 orang yang terluka ringan.

Jesica mengenal suara pria itu dan menoleh.

"Loh..pria itu kan asisten suamimu" ucapnya pada Gina yang sudah terdiam terpaku melihat baju pria yang didorong menggunakan brankar.

Jesica langsung menutup mulutnya, saat menyadari jika yang dipanggil bos oleh pria yang terluka tadi adalah suami Gina.

"Astaga!" ucapnya.

Gina langsung mengurungkan niat untuk kabur. Ia berlari menyusul brankar yang dimasukkan di ruang operasi.

Ben terlihat terpukul dan menangis melihat bosnya terluka parah.

"Apa...apa yang terjadi pada suamiku?" tanya Gina pada Ben yang belum ia kenali sebagai asisten sang suami.

"Mobil kita tadi ditabrak oleh truck yang datang entah darimana saat keluar dari MCD. Karena bos terlalu antusias membawa burger untuk Nyonya, sabuk pengamannya tidak dipakai sampai membuatnya keluar dari kaca depan mobil saat tabrakan berlangsung" jelas Ben.

Seketika tubuh Gina lemas dan akan jatuh pingsan lagi namun ditanggal oleh Jesica.

Perawat yang di sekitar langsung membantu Gina kembali keruangannya.

"Kamu harus mengobati luka mu juga" ucap Jesica kepada Ben.

"Aku hanya memikirkan bosku. Tubuhku tidak masalah" sahut Ben.

"Tidak masalah? coba lihat keningmu yang sudah mengucur darah? Lalu tanganmu juga kena serpihan kaca? Ayo kuantar ke UGD" ajak Jesica.

"AKU TIDAK MAU! JANGAN PAKSA AKU!" seru Ben menolak ajakan Jesica.

"DASAR KERAS KEPALA! TERSERAH! AKU TIDAK PEDULI PADA BOCIL SEPERTI MU!" balas Jesica lalu meninggalkan Ben menyusul Gina.

Ben duduk didepan ruang operasi.

Gina kembali ke kamarnya dan dipasang infus setelah tadi dilepas saat dibersihkan perawat karena sudah habis.

Wanita hamil ini tak sadarka diri karena syok melihat kondisi suaminya dimana malah ia berniat kabur meninggalkan pria itu.

Jesica menemani Gina hingga sadarkan diri.

"Kamu sudah sa.." belum juga Jesica selesai berbicara, Gina langsung memaksa ingin turun brankar.

"Eh..jangan turun dulu. Tubuhmu masih lemah" tahan Jesica.

"Aku..aku ingin melihat suamiku" minta Gina dengan mata yang sudah berkaca kaca.

"Gin, aku sahabatmu. Aku gak mau kamu dalam keadaan dimana membahayakan dirimu sendiri dan janinmu" bujuk Jesica.

"Ta..tapi suamiku terluka.." lirih Gina.

"Aku tau..dokter sedang menyelamatkannya" sahut Jesica.

Gina tak bisa menahan rasa kekhawatirannya.

Jesica pun memeluk wanita itu yang menangis karena hampir saja berbuat bodoh dengan meninggalkan suaminya.

"Kamu tenang saja dulu disini, aku akan mencari info keadaan suamimu" ucap Jesica.

"Jika kamu ingin menemani suamimu, kamu harus kuat dulu" lanjutnya.

Gina mengangguk setuju.

Setelah beberapa saat menenangkan diri, Gina pun kembali tenang. Jesica melepaskan pelukannya.

"Tunggu disini, jangan kemana mana. Biarkan infusnya habis dulu" ingat Jesica.

"Aku akan mencari tau kondisi suamimu" lanjutnya dan Gina mengangguk.

Jesica pun keluar ruangan dan berjalan menuju ruang operasi.

Ia masih bisa melihat Ben terduduk didepan ruangan dengan luka yang belum diobati.

Jesica menghela nafas kesal karena pria yang lebih muda darinya itu sungguh susah diatur.

"Dasar pria keras kepala" ucapnya namun ia tetap menghampiri.

"Pergilah ke UGD, biar bos mu aku jaga" ujar Jesica.

Ben menoleh kearah sumber suara.

"Kamu lagi kamu lagi...kenapa kesini hah?" sinisnya.

"Aku menjenguk sahabatku, emang gak boleh? Tadi aku dan Gina gak sengaja ngelihat kalian terus Gina pingsan pas tau suaminya kecelakaan" sahut Jesica apa adanya.

Ben menatap Jesica penuh curiga.

"Udah, kamu gak usah curiga sama aku. Aku kesini gak ada niat lain selain mencari kabar suami Gina. Kayaknya operasi belum selesai ya?" tanya wanita itu.

"Semua gara gara aku, jika aku fokus menyetir, mobil kita tidak akan ditabrak dari samping" jawab Ben dengan suara penuh penyesalan.

"Sudah sudah..dipikirkan nanti saja rasa bersalah mu, lebih baik aku antar kamu ke UGD sebentar untuk mengobati lukamu agar saat bosmu keluar kamu bisa menemaninya" bujuk Jesica.

Ben bis melihat wanita didepannya ini benar benar berniat membantunya. Akhirnya ia mengangguk.

"Kamu tunggu sini saja, biar aku ke UGD sendiri. Kabari aku jika bosku sudah selesai operasi dan aku masih ke UGD" ujar Ben dan Jesica mengiyakannya.

Ben pun pergi ke UGD sedangkan kini Jesica menunggu didepan ruang operasi.

1
Yesi Yesi
ah suka ma cerita nya♥️♥️
lanjut thor
SariRani: Terima kasih banyaaaaak mbak yesi 🥹 agak pesimis karena dikit banget yg suka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!