NovelToon NovelToon
KUTUKAN KUYANG

KUTUKAN KUYANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Tumbal
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Teror yang mengguncang Desa Keramat sudah melahirkan kondisi yang mencekam bagi warga.

Dimana ada banyak anak-anak yang menghilang, wanita hamil, dan bahkan orang dewasa tak luput dari serangan tersebut.

Siapakah penerornya?

Ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Matinya Saksi

Subuh masih belum tiba. Tetapi satu kampung sudah terjadi kegaduhan.

Tak hanya itu, hal yang paling menyakitkan lainnya, bayi Uhung juga ditemukan meninggal, dengan Ubun-ubunnya yang berlubang!!”

Warga berhamburan ke rumah Uhung. Mayat bayi delapan bulan itu tergeletak di atas ranjang. Wajahnya pucat. Di ubun-ubunnya ada dua lubang kecil menghitam. Darahnya sudah kering, dan seperti dihisap oleh sesuatu makhluk yang bertaring.

Sementara di hutan, tubuh Uhung ditemukan oleh warga pemburu rusa.

"Lihat.. Ada mayat," ucap Apoi, saat lampu senternya menyorot ke arah sesok jasad yang tersangkut di dahan pohon kapur.

Lehernya mengalami patah. Dadanya cukup remuk. Matanya melotot ke bawah, seperti masih melihat sesuatu yang sangat mengerikan.

Apoi yang menemukan langsung melangkah mundur. Tangannya terlihat gemetar.

“Dia... Uhung. warga di hilir...” ucap Aloi dengan wajah memucat.

Kehebohan semakin menjadi. Ronda malam dihentikan. Ibu-ibu tidak lagi berani untuk keluar. Anak-anak dikurung di dalam rumah.

Sedangkan di Rumah Betang Damang Jaya

Dayang Sari masih terduduk di lantai. Di tangannya tergenggam sisa kalung manik darah.

Di depannya, tubuh Damang Jaya, sudah terbujur kaku diatas tikar pandan berduri. Tetapi dari mulutnya masih keluar asap tipis.

“Atok... bangun Atok...” isaknya. Dadanya cukup sesak menahan semua kegundahan yang terjadi.

Arkan melangkah masuk. Wajahnya penuh rasa sesal.. “Dayang... ini salahku. Harusnya aku jaga kamu lebih ketat lagi.”

Damang Jaya tiba-tiba membuka mata. Matanya sudah tidak lagi merah. Yang ada hanya lelah.

Ia menatap ke arah sang cucu yang menangis sesenggukkan.

Gadis itu merasa serba salah, sebab bagaimanapun saat ini ia hanya memiliki Damang Jaya saja sebagai keluarga. Sebab kedua orangtuanya sudah meninggal.sejak ia masih kecil.

“Dayang... sini...” panggilnya dengan suaranya yang serak.

Dayang Sari merangkak mendekat. “Atok... kenapa ini semua terjadi? Kenapa Atok minum darah sendiri? Kenapa Atok membunuh lagi”

Damang Jaya menarik napas yang sangat panjang. Darah di bibirnya dihapus.

“Karena kutukan ini... sudah ada sejak nenek buyutmu.”

Arkan dan Dayang Sari terdiam.

“Dulu...” Damang Jaya memulai ceritanya dengan suara yang sangat berat. “Nenek buyutmu, Induk Jarum, orang paling cantik di kampung ini. Tapi miskin. Suaminya mati kelaparan. Anaknya jatuh sakit.”

Damang Jaya terbatuk. “Dia datang ke Gunung Muller. Kemudian bertemu satu sosok perempuan berkepala tanpa badan. Namanya Kuyang Tua. Dia adalah Induk Jarum dan bertujuan untuk meminta kekayaan. Imbalannya adalah seratus tumbal. saru tumbal untuk setiap bulan. Harus dari darah cucunya sendiri.”

“Tapi dia ingkar. Setelah kaya, dia kabur. Kuyang Tua murka. Lalu mengutuk dia menjadi Kuyang. Tiap malam harus menyedot ubun-ubun bayi. Atau menghisap darah menstruasi, atau juga ibu hamil. Kalau berhenti satu malam, maka tubuhnya sendiri yang akan dihisap.”

Dayang Sari menutup mulutnya. “Jadi... aku...”

“Iya. Kamu cicitnya. Garis darahnya turun ke kamu. Makanya kamu mewarisi kurukan tersebut.

Arkan mengepalkan tinjunya. Ia menatap Damang Jaya dengan tatapan penuh selidik . “Lalu Atok?”

“Aku dulunya muridnya Induk Jarum. Aku yang mengajarkan ibumu pesugihan." suaranya terdengar cukup berat.

Ia menatap lekat pada Dayang Sari. "Atok bersumpah akan menebus dosa itu. Makanya tiap ada yang mau jadi tumbal, atok menggantinya memakai darah aku sendiri.” Damang Jaya menunjuk duhung di sampingnya. “Tadi malam harusnya giliran kamu. Tetapi aku yang maju.”

Dayang Sari menangis sejadi-jadinya. “Atok bodoh... Atok...”

“Uhung mati karena dia melihat aku berubah jadi Kuyang. Dia harus dibungkam. Kalau tidak, satu kampung akan tahu dan membakar kita hidup-hidup.” Damang Jaya tersenyum pahit. “Sekarang sudah empat tumbal. Tinggal sembilan puluh enam lagi... atau aku yang akan jadi tumbal terakhir.”

Tiba-tiba angin berputar. Lampu mendadak mati lagi.

WUUUSSSHH!

Dari atap turun asap hitam. Berbentuk kepala wanita tua, rambut panjang, usus menjuntai, giginya runcing.

“CUKUP BERSANDIWARA!” suara itu menggelegar. “ANAK INI MILIKKU! BERIKAN DIA, ATAU AKU AMBIL SELURUH KAMPUNG INI!”*

Suara itu berasal dari Kuyang Tua. Yaitu Induk Jarum.

Damang Jaya berdiri. Meski tubuhnya lemah, ia mengangkat duhung (belati khas Kalimantan..

“Selama aku masih hidup, kamu tidak akan bisa menyentuh cucuku!”

“KAMU YANG MULAI! KAMU YANG AKAN MENYELESAIKAN!”

Kuyang Tua melesat. Tetapi sebelum sampai ke Dayang Sari, Arkan menubruk dan melindunginya.

SRIIIING!

Damang Jaya menusukkan duhung ke arah asap. Tetapi hanya tertembus bepaka. Tidak mempan untuk di musnahkan..

“Ambil sapu lidi, Dayang! pukulkan ke sosok itu, cepat!" teriak Damang Jaya.

Dayang Sari dengan tangan gemetar merangkak mengambil sapu lidi yang ada di atas kasur. Lalu mengayunkannya ke arah Induk Jarum yang berusaha menyerangnya.

Libasan ujung sapu yang tajam hampir saja mengenai organ tubuhnya. Kuyang Tua menjerit dan terpental. Asap hitam mengepul.

“SIALAN! AKU AKAN KEMBALI SAAT BULAN GELAP! SIAPKAN SEMBILAN PULUH ENAM TUMBAL, ATAU AKU BERIKAN KUTUKAN INI KE SELURUH KETURUNAN KAMU!”

Braaaak!

Asap itu pecah dan menghilang ke hutan.

Suasana mendadak hening.

Damang Jaya langsung ambruk. “Waktunya habis... Dayang... lari dari kampung ini... sebelum bulan gelap tiba...”

“Tidak Atok! Kita lawan bersamaan!”

Damang Jaya menggeleng. Tangannya memegang tangan Dayang Sari.

“Caranya cuma satu... putuskan rantai darah. Dengan mengorbankan... yang terakhir dari garis Induk Jarum.” Damang Jaya terlihat sangat berat.

Matanya menatap Dayang Sari. Lalu matanya terpejam.

BRAAAK!

Tubuh Damang Jaya mengejang. Kemudian tak bergerak lagi.

Yang tersisa hanya duhung, dan sebuah kalung manik hitam di dekat duhung.

Di luar, suara adzan subuh berkumandang. Tapi tidak ada yang menjawab. Karena satu kampung sedang berkabung untuk Uhung dan bayinya.

Arkan menggenggam pergelangan tangan Dayang Sari dengan erat. “Kita hadapi bersama. Aku nggak akan lepasin kamu.”

Dayang Sari menatap keluar jendela. Ke arah hutan.

“Atok... aku janji. Kutukan ini akan selesai di aku saja.” ucapnya dengan suara bergetar.

Ia mengambil batu manik hitam dan juga duhung. Lalu menggenggamnya dengan erat.

Arkan menatap ke arah luar. Di ujung sana, terlihat keramaian di rumah Uhung.

"Kamu tahu dimana letak kelemahan kutukan ini?" tanya Arkan dengan wajah penuh selidik.

Dayang Sari menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu. Tetapi akan berusaha mencari tahu," jawabnya. Lalu menatap jasad sang Atok.

"Kita harus mengumumkannya kepada warga, jika atok sudah meninggal," bulir bening jatuh sudut matanya.

Arkan mengangguk pelan. Lalu berhalan menuju pintu utama. "Aku akan memberitahu Pak Taslim dan yang lainnya, jika rumah ini juga berduka," ucap Arkan. Lalu berjalan menapaki anak tangga dan menyusuri keremangan fajar yang mulai menyingsing.

Di rumah Uhung, suara tangisan mulai terdengar saling bersahutan.

1
Siti Yatmi
aduh..pas tegang..eh udahan....
neni nuraeni
semoga Arkan tidak ketauan dan segera mndptkn 2 minyak,,, 💪💪 Arkan 💪💪💪pula buat kak thornya biar upnya dbnykin🤭,lnjutt
FiaNasa
semangat Arkan kau pasti bisa
tati st🌼🌼
ayo semangat arka kamu pasti berhasil
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
neni nuraeni
semoga Arkan berhasil,semangat Arkan,, semngt juga buat kak thor nya
Siti Yatmi
ayo arkan semangat kamu pasti bisa..💪 author cantik juga yg semangat yah up nya...😍
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuttt
neni nuraeni: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
FiaNasa
baguslah sudah ada titik terang untuk bisa melepaskan kutukan itu
tati st🌼🌼
🧡🧡🧡🧡🧡
tati st🌼🌼
katanya dlm sebulan gak bakal.minta tumbal dulu,dasar iblis janji palsu
neni nuraeni
iiihhh sllu deh bikin aku pnsrn Bae kak thor mah🤭🤭,, lnjuttt lahhh
FiaNasa
klau cuma ngomong aja mau cari jalan kluar tanpa bertindak mana bisa Arkan,,dr awal cuma ngomong terus tp gak ada tindakan
FiaNasa: udah tak siapin gayung ni thor buat getok si arkan😅😅😅
total 2 replies
neni nuraeni
kuyang oh kuyang kau meresahkan sekali,,, pengen tak bakar kau kasian dayang
neni nuraeni: betul itu kak 😂😂tapi jijay juga kali kak😁😁
total 2 replies
Desyi Alawiyah
Damang Jaya meninggal?

Semoga Dayang Sari dan Arkan menemukan cara agar bisa memutus mata rantai kutukan itu..

Kasihan kan Dayang Sari kalau harus jadi Kuyang terus 😭
neni nuraeni
ih tatut.. semoga mereka bisa menemukn cara agar dayang terlepas dr kutukan itu
Anggita.🤗
Syng sekali, gadis ko jd kuyang😫, mungkin kh ilmu hitam itu diturunkan dri kakek buyutnya ya.
Secara ilmu hitam itu katanya turun temurun, dan harus punya pewaris, isshh geri juga ya. 😫
Anggita.🤗
Saya dulu juga pernah diganggu kuyang thor, saat ber 2 sm ank ku yg waktu itu msh balita drumah.
Sumpah deh takut bngt, waktu itu aku lg haid, pas waktu hampir tengah malem diganggu.
Nafas nya berat dan nyaring,😫persis diatas atap dikamarku.

Saking takut nya aku baca ayat kursi, Allhamdulillah dia pergi juga, dan trdengar dia jatuh.
Anggita.🤗: betul bngt.
total 2 replies
Anggita.🤗
Wahh ada bahasa daerah nya, atau bahasa Banjar🤭thor, kalimantan selatan merupakan suku Banjar.
Sya sendiri punya suami orang Banjar, tetapi saya asli suku Dayak, salam persahabatan dan salam sehat thor ku. ☺
Anggita.🤗: oh gitu🤭
total 2 replies
V3
smg Arkan menemukan cara nya untuk memutuskan kutukan itu 🤗
V3
hmmmm ..... Damang Jaya pdhal di percaya sbgi panutan warga tp mlh Dia sndri yg JD Kuyang nya 😔😱😱😱😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!