Kehidupan Kinta seorang single parent yang memiliki dua orang anak. Setelah sekian lama ditinggal oleh suaminya dan menghidupi anak-anaknya seorang diri. Bertemu dengan Atta laki-laki petualang yang dicintainya dengan tulus namun ternyata dirinya hanya dipermainkan.
Bahkan tanpa berdosa lelaki itu mendekati sahabat dekat Kinta sendiri. Namun sakit hati terbalaskan karena ternyata Rani sudah memiliki seorang kekasih.
Dan Kinta pun dipertemukan dengan kawan lamanya yang menjodohkannya dengan Kakak laki-lakinya. Yang mencintainya dengan tulus.
Namun apalah daya Kinta begitu lama masih belum dapat melupakan Atta sepenuhnya.
Bahkan meskipun Kinta sudah menikah dengan Yusdi pun. Masih ada sisa-sisa perasaannya terhadap laki-laki petualang itu.
Dan akhirnya Atta muncul kembali di kehidupan Kinta dan ingin mendapatkan cintanya lagi.Bagaimana Kinta mempertahankan rumah tangganya bersama laki-laki yang selama ini telah mengobati lukanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delisa Sitari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 18 : Bertemu Kawan Lama
Hari ini sepulang kerja Kinta langsung pulang ke rumah seperti biasa. Tak banyak yang akan dia lakukan. Hatinya mencoba pasrah akan berpisah dengan Atta. Entah ia akan cepat melupakannya atau tidak. Yang dilakukannya malam ini hanya bermain sosmed di kamar. Salah satu kawan lamanya yang sudah beberapa tahun tidak bertemu mencoba menyapanya lewat inbox di facebook.
Beberapa tahun lalu dia memang berteman baik dengan kawannya yang bernama Reva itu. Karena sudah menikah Reva berhenti dari pekerjaannya bersama Kinta. Dan ponselnya yang berisikan nomor kontak Kinta telah hilang. Dan ia lama kehilangan komunikasi dengannya.
Mereka saling bertukar nomor handphone dan banyak bercerita. Karena tahu bahwa sahabat lamanya ini belum menikah lagi... ia pun ingin memperkenalkan dengan Kakak lelakinya dengan Kinta. Berharap kakaknya yang sudah menduda selama tiga tahun itu berjodoh dengan Kinta.
Sebenarnya Kinta juga ingin segera mendapat pengganti mantan suaminya dan memberikan sosok seorang ayah pada anak-anaknya. Namun selama ini ia belum menemukan pria yang cocok baginya.
Kinta nampak ragu dengan tawaran Reva. Karena di hatinya masih ada Atta. Lelaki yang tak mungkin jadi pendamping hidupnya. Tapi ia tak mau terus terpuruk dengan keadaan ini. Selain itu dia juga merasa tidak enak menolak permintaan Reva. Akhirnya ia menerima tawaran itu dan bersedia dipertemukan dengan kakak Reva yang bernama Yusdi.
Tapi karena lama mereka berdua tidak bertemu.... Mereka hanya membuat janji untuk bertemu berdua terlebih dahulu. Sekedar melepas rindu.
Esoknya... Sepulang kerja Kinta langsung menemui Reva di sebuah cafe. Mereka saling berjabat tangan dan berpelukan. Mereka saling bercerita dengan riangnya. Cerita tentang masa lalu mereka dan selama mereka tidak saling bertemu. Namun satu yang Kinta enggan untuk bercerita. Karena di dalam hatinya ia tidak akan menceritakan hal itu pada siapapun. Ya.... Soal Atta tentunya.
" Kamu sering Re nongkrong di sini ? " tanya Kinta di sela obrolan mereka.
" Ya cuma beberapa kali saja Mbak Kin. Sejak menikah aku jarang sekali pergi main sama teman-teman. Ya kita kan harus nurut sama suami..." jawab Reva.
Di sini Kinta adalah yang paling tua usianya dibanding teman-temannya. Senior kalau kata mereka. Wanita yang bijak, sabar, dewasa, dan bisa mengayomi yang lebih muda. Ya... Meskipun terkadang tidak bisa berpikir logika terhadap dirinya sendiri.
" Jadi istri solehah dong... " puji Kinta bermaksud meledek sahabat lamanya itu. Karena yang dia tahu dulu Reva adalah gadis yang bandel dan semaunya sendiri.
" Aih... Harus dong... Tapi maksudnya memuji atau meledek nih ? " tanya Reva dengan mimik yang sangat lucu.
" Ha... ha...ha... Ya.... Semacam itu lah.... " ujar Kinta sambil tertawa.
Reva pun merajuk namun tidak serius. " Huh ... Dasar... Masih saja ya seperti dulu." ujarnya.
Kinta pun tersenyum melihat ekspresi Reva.
" Lalu kapan Mbak Kinta mau ketemuan sama Mas Yusdi ? " tanya Reva berharap.
" Emmm.... Kapan ya... Gampang lah nanti aku atur waktunya. " jawab Kinta sambil berpikir.
" Bener ya... Ya aku sih tidak memaksa Mbak. Kalau cocok kan apa salahnya. Aku sangat berharap loh Mbak Kinta mau jadi iparku. Kan kita jadi sering ketemu. Dan aku yakin Mbak Kinta bisa membahagiakan Mas Yus. " harap Reva.
Kinta mengangguk dengan senyum manisnya. Kawan lamanya ini menilainya sebagai wanita yang baik dan percaya bisa membahagiakan saudara laki-lakinya. Itu adalah suatu penghargaan baginya. Masih ada orang yang mempercayakan kebahagiaan seseorang padanya. Dalam hati ia berkata... Yah... Apa salahnya dicoba...
Dia hanya butuh waktu untuk segera melupakan Atta dari hidupnya. Mengubur dalam-dalam rasa cintanya. Toh kalau dia merasa tak cocok dengan Yusdi.... Reva tak mungkin memaksakan perasaannya.
Lumayan lama dua orang sahabat itu bercengkrama hingga tak terasa hari sudah hampir larut malam. Setelah dirasa puas melepas rindu... Akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing. Reva pulang dengan harapan besarnya akan mempunyai kakak ipar seperti Kinta, yang juga sahabatnya sendiri. Sedangkan Kinta dengan angan-angan yang belum pasti akan menuju ke mana arah kelanjutan hidupnya.
Sesampainya di rumah Kinta mencoba menimbang-nimbang permintaan Reva. Haruskah dia mengabulkannya. Apa dia harus menerima perjodohan dari sahabatnya ini agar bisa dengan segera menghapus Atta dari kehidupannya. Bukankah itu namanya pelarian ? Bukankah berarti ia memanfaatkan kehadiran Yusdi sebagai alat untuk melupakan Atta ? Apakah nantinya ia harus menikah dengan seseorang yang tidak dicintainya dan hidup dalam rumah tangga yang masih menyimpan bayangan lelaki lain....
Sungguh teganya jika ia melakukan itu. Tidak.... Dia tidak boleh melakukannya. Dia harus mempunyai sebuah rumah tangga yang harmonis, bahagia, saling mencintai, dan memberi ayah yang terbaik untuk anak-anaknya. Itu yang dipikirkannya sekarang.
Sementara Reva.... Yang sebelumnya sudah mengatakan niatnya pada kakaknya.... Mencoba menunjukkan fotonya bersama Kinta tadi waktu di cafe. Ia pun memberikan nomor handphone Kinta pada Yusdi. Memang Yusdi telah lama menanti seorang wanita yang bersedia menjadi istrinya. Dan ibu bagi putri semata wayangnya. Yang saat ini masih duduk di kelas 2 SD.
Sebelum bertemu Kinta, Reva sudah menceritakan tentang sahabat lamanya itu pada Yusdi. Menunjukkan foto-foto lama mereka. Dan meyakinkan kakaknya itu Kinta adalah wanita yang sangat baik, dan mungkin cocok untuk dijadikan istri dan ibu untuk anaknya.
" Hei... Senyum-senyum sendiri. Liatin apa sih " tegur Reva keesokan paginya. Melihat kakaknya fokus pada ponselnya dan sedang tersenyum sendiri.
Yusdi terkejut dan salah tingkah dibuatnya. Dimatikannya layar ponselnya agar adik bawelnya itu tak melihatnya. " Apaan sih... " gerutunya.
" Iiihhh.... Mas ini.... Pelit sekali. Liatin apaan sih ? Sampai senyum-senyum sendiri gitu. Awas kebablasan loh...." goda Reva. Karena dia coba menebak dalam hati yang dilihat kakaknya adalah foto Kinta. Karena sekian lamanya menduda, baru kali ini dia melihat Yusdi tersenyum sendiri dengan terpesona.
" Aku masih waras Re... " sahut Yusdi kesal. Adiknya itu memang jahil dan suka menggodanya.
" Eh.... Siapa yang bilang Mas gila ? " Reva menggodanya lagi.
" Ayoo.... Nih sudah siap sarapannya... Jangan bercanda terus. Re... panggil suamimu. " sahut Ibu Tatik.
Ibu Tatik adalah Ibu kandung Reva dan Yusdi. Beliau pun sudah mengenal Kinta. Dulu saat Reva belum menikah Kinta pernah beberapa kali mengunjungi rumahnya. Tanpa pernah bertemu Yusdi karena dia sudah menikah dan tinggal di rumahnya sendiri bersama istrinya.
Reva pun segera menuju kamarnya mengajak suami dan putrinya untuk sarapan. Agung, suami Reva dan Kiki putri mereka telah siap dengan seragam masing-masing. Agung dengan seragam kerjanya. Dan Kiki dengan seragam sekolahnya.
Yusdi pun memanggil Nanda, putrinya untuk sarapan juga. Kiki dan Nanda bersekolah di sekolah yang sama dan sekelas pula.
Berbeda dengan Kinta yang telah ditinggalkan ayahnya, Reva dan Yusdi masih memiliki orang tua yang lengkap. Ayah mereka sudah tidak bekerja karena penyakit stroke yang dideritanya. Hanya saja masih bisa berjalan normal, sedangkan tangan kirinya yang tidak bisa digerakkan. Dan bicaranya sangat lambat.
Yusdi sendiri memiliki usaha mebel yang cukup maju. Meskipun tidak sesukses pengusaha-pengusaha milyarder yang mempunyai rumah seperti istana dan gedung-gedung mewah bertingkat. Namun penghasilannya cukup untuk segala kebutuhan anak dan orang tuanya.Tanpa kurang suatu apapun. Dan masih bisa menyisihkannya untuk menabung.
Yusdi lelaki yang baik. Taat beribadah dan sayang serta sangat perhatian pada keluarga. Yah... Setidaknya lelaki yang cocok untuk dijadikan suami. Hanya saja mantan istri yang sudah diceraikannya dulu kurang bisa bersyukur dan memilih berselingkuh dengan teman kerjanya sendiri. Dan membuat Yusdi tidak bisa menerima itu. Siapa coba yang bisa menerima pasangannya berkhianat....
Sejak itu Yusdi menilai semua wanita hanya bisa melihat uang dan harta. Hingga dia enggan menikah lagi. Tapi dengan melihat wajah lembut Kinta di foto, dan mendengar cerita tentang bagaimana wanita itu dari adiknya....Dia mulai bisa membuka hati dan menilai Kinta adalah wanita yang berbeda.
Dimulailah perjalanan cintanya yang baru. Meskipun usia tak lagi muda.
mampir juga ya ke CSku
Like ku udah melayang tuh
Ditunggu feedback nya ya 😁
salam "ANGKASA: Salam penghuni bumi"
baca juga cerita ku Choice Of Love ❤
sebenarnya sy berharap kinta menemukan jodoh lain selain yusdi yg menurutku tdk tegas dan sering salah langkah..tp bukan berarti kembali dg atta
-AKU BUKAN LESBIAN.