NovelToon NovelToon
Trio Detektif : Kasus Dingin

Trio Detektif : Kasus Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Anak Genius / Komedi
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Tim gabut generasi delapan dan tim gabut generasi sembilan


Sambungan GD 2, GD 3 dan The Buwono Family.
Tiga sepupu yang satu sekolah dan satu kelas di SMP PRC, dikenal memiliki jiwa kepo tinggi. Seperti hal para ayah mereka, Sheva Sasono, Kenzie Buwono dan Zane Sihasale, sering tidak sengaja terlibat ( melibatkan diri ) dalam kasus kriminal. Bersama tim ayah mereka, ketiganya saling bahu membahu memecahkan misteri.

Generasi ke delapan klan Pratomo
Generasi ke sembilan klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lagi?

TKP Galeri Seni yang terbengkalai

Ketiga ABG itu melihat galeri seni yang sudah terbengkalai. Kali ini mereka tidak sendirian karena ada Abraham, Darussalam dan Baby. Abraham memang memanggil dua rekannya karena tahu trio detektif hantu junior itu menerjang bahaya.

"Oke, mas Zane sama Baby ya?" pinta Baby dengan wajah sok imut.

"Boleh. Mas Darussalam sama Kenzie berarti," jawab Zane.

"Ayo masuk! Mumpung masih terang," ajak Kenzie.

"Asli, kalau bokap lu tahu lu nekad begini, bisa ngereog tahu!" omel Zane.

"Bokap ada hal penting yang bikin lebih ngereog," jawab Kenzie cuek.

"Apaan?" tanya semua orang dan arwah.

"Nyokap ditaksir kepala ME yang baru."

Sheva dan Zane melongo. "Serius?"

***

Ruang Kerja Daisy

"Jadi Anda tidak mau mengambil jenazah ayah Anda?" tanya Daisy saat menghubungi anggota keluarga jenazah pria yang belum diambil dari Medical Examiner RS Bhayangkara.

"Dokter Daisy, saya tidak keberatan mengirim biaya pemakaman tapi bukan kami yang urus. Ayah saya, selama hidupnya, tidak pernah ada. Dia bukan ayah yang baik dan sekarang, dia mati malah menyusahkan! Saya tidak minta dilahirkan! Tapi kalau memang dia sudah punya anak, seharusnya ada tanggung jawabnya! Lagipula, dia mati di rumah bordil kan? Memang tidak pernah mikir dia!" jawab anak perempuan korban pembunuhan di rumah bordil.

Daisy tidak menyalahkan anak perempuan itu karena rasa sakit hatinya lebih besar dari rasa cintanya pada ayahnya. Bisa jadi, dia tidak punya rasa apapun pada ayahnya. Mati begitu saja perasaannya.

"Baiklah jika Anda tidak mau mengurus pemakaman ayah Anda. Saya berikan perincian biayanya," ucap Daisy.

"Apakah banyak?" tanya gadis itu.

"Tidak." Daisy menyebutkan nominalnya. "Bagaimana?"

"Alhamdulillah tidak banyak. Saya akan segera mentransfer biayanya. Terima kasih Dok Daisy. Anda mungkin akan menganggap saya anak durhaka tapi saya tidak perduli."

"Tidak. Anda tidak durhaka. Segala hal pasti berhubungan dengan sebab akibat. Ayah Anda lah yang patut dibilang ayah durhaka karena tidak merawat dan mendidik Anda," jawab Daisy bijak.

"Terima kasih Dok Daisy. Hanya Anda yang tidak menjudge saya."

Setelah basa basi sejenak, Daisy menutup teleponnya. Mamat memandang boss nya.

"Dok, itu cuma seperempat dari biaya pemakaman," ucapnya.

Daisy tersenyum. "Sisanya aku yang bayar. Aku tahu anaknya sangat sakit hati, Mat. Nggak heran aku."

Mamat menggelengkan kepalanya. Bukan sekali ini Daisy mengeluarkan uang pribadinya untuk membayari biaya pemakaman jenazah yang tidak diambil keluarganya. Dulu ada dokter Wayan, tapi sekarang cuma ada Daisy.

"Banyak rejeki ya Dok," ucap Mamat.

"Aamiin. Soalnya buat isi debit jajan kita juga," gelak Daisy.

***

Ruang Kerja Divisi Kasus Dingin Polda Metro Jaya Jakarta

"Jadi si Akbar Maulana dipanggil si pengusaha dan kacang ijo untuk mengkurator artifak yang ditemukan di Gunung Kawi. Sementara tim arkeologi Unair dan Unibraw yang punya surat kuasa dari departemen budaya, diusir begitu saja?" tanya Dean Thomas.

"Benar Oom Dean. Pengusaha itu memang dikenal licin. Asalnya dari Bali dan memang terlihat jaringan pasar gelap artifak. Sekarang dia tinggal di Yogyakarta. Dia juga punya beking arwah dari Gunung Kawi dan sudah menumbalkan istri serta anaknya. Sekarang dia tinggal sama pacar-pacarnya yang kemungkinan akan ditumbalkan juga nantinya," jawab Cristiano.

"Siapa nama pengusaha itu?" tanya AKBP Rosita.

"I Gusti Kadek Giyarsa."

AKBP Rosita mulai mencari tahu siapa orang itu dan wajahnya memucat. "Semuanya ...."

"Gimana Ros?" tanya dokter Wayan.

"Pria bernama Kadek Giyarsa itu adalah anak mantan wakapolda Bali, I Gusti Ngurah Wahyu." ( siapa itu, bisa baca Lucky Daisy ).

Wajah Dean Thomas dan dokter Wayan langsung melongo. "Kok bisa?"

***

Medical Examiner RS Bhayangkara Jakarta

Daisy sudah bersiap-siap untuk menjemput Elina di sekolah. Putrinya itu memang banyak kegiatan ekstra kurikuler di sekolah dan itu atas permintaannya. Elina suka ikut kendo, menari tradisional dan taekwondo. Sementara Kenzie lebih suka dengan olahraga. Kendo, taekwondo, basket, volly ... Semua dicobanya. Sekarang malah sedang diajari pelan-pelan untuk belajar menembak bersama Zane dan Sheva.

"Dok Daisy ... Sudah mau pulang?" tanya dokter Adiwilaga.

"Iya. Mau menjemput putri saya. Permisi Dok," jawab Daisy terburu-buru keluar dari gedung ME.

Mamat yang keluar belakangan dan menutup pintu ruang kerja Daisy, menatap wajah kepala ME yang baru.

"Pak, bukan saya mau ikut campur. Tapi cara Anda, sangat ketara mengejar dok Daisy. Ingat Pak, beliau sudah menjadi istri dokter Lucky! Maaf, tapi Anda tidak ada apa-apanya dibandingkan Dok Lucky," ucap Mamat. "Tidak hanya cinta tapi juga materi."

Dokter Adiwilaga menoleh ke arah Mamat. "Kamu sudah ikut campur itu!"

"Hanya mengingatkan. Keluarga Dok Daisy itu Mafioso. Apapun bisa terjadi dan dilakukan!" lanjut Mamat dengan wajah serius. "Saya sudah bekerja dua puluh tahun disini dan sangat tahu betapa mengerikannya keluarga Mafioso Italia. Jadi sebelum Anda menyesal, jangan aneh-aneh! Jangan bilang saya belum memperingatkan Anda."

***

Galeri Seni tidak terpakai

Kenzie bersama Darussalam berjalan ke halaman belakang sambil menyorotkan senternya. Dia juga menyibak ilalang yang mulai tinggi dengan baton yang selalu dibawanya.

"Mas Kenzie cari apa?" tanya Darussalam.

"Cari bukti yang bisa dibuktikan," jawab Kenzie cuek.

"Ya ampun ... Mirip Dok Lucky kalau begini," kekeh Darussalam.

"Kan daku anaknya," cengir Kenzie. "Tidak ada peti kayu ... tidak ada petunjuk di belakang. Kok nggak ada apa-apanya ya?"

"Bisa jadi sudah dibawa semua," celetuk Darussalam.

"Tapi kan dikasih garis polisi," ucap Kenzie yang semakin besar hanya bisa mendengar tapi tidak bisa melihat arwah. Macam Opa Raiden Park nya.

"Malam kan bisa saja datang. Polisi tidak berjaga dua puluh empat jam kan?" ujar Darussalam.

"Iya sih ...." Kenzie melihat ke arah kamar mandi di belakang dan mulai berjalan ke arah sana. Mendekati kamar mandi, Kenzie pun berhenti. "Mas Darussalam ... Kok baunya seperti ...."

"Mayat!"

***

Sementara itu, Sheva dan Abraham kembali menyusuri dalam galeri yang cukup luas itu bersama Zane dan Baby. Mereka berpencar guna mencari petunjuk yang baru namun tetap saja tidak ada yang signifikan untuk menambah data.

"Tidak ada yang baru ...." Sheva melihat ke arah dinding yang mencurigakan. Gadis remaja itu pun mendekati dan betapa terkejutnya dia kalau ternyata ada ruang rahasia di sana.

"Wow! Ketutup sama wallpaper!" serunya.

Tiba-tiba Kenzie masuk dengan langkah tergopoh-gopoh.

"Zane! Sheva! Hubungi bokap kalian! Ada mayat lagi!" seru Kenzie.

Zane dan Sheva menoleh cepat. "APAAAAA? MAYAT LAGI?"

***

Yuhuuu up malam yaaaaaa gaeeesss

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Andriani Rahmi
uang ❎ yang ✅
semangat berkarya mbak Hana...jangan lupa istirahat dan healing..
Hana Reeves: haaaiiissshh keyboard aku 😄😄😄
total 1 replies
Murti Puji Lestari
lha kok nekat tenan tho, kasih mental ala mafioso dok, biar tahu rasa
Murti Puji Lestari
belum tahu saja siapa yang kamu hadapi, dasar jelantah
Ibu² kang Halu🤩
bahh, makin terang benderang aja nih pebinor satu. bolehlah di bongkar aibnya lagi sama dok Lucky atau datangin aja Dylan, kak Hana 😀😀🤗 greget aku tuh sama pebinor satu ini😤😤😤
Murti Puji Lestari
mo makan orang mode on, jangan ganggu 🤣🤣🤣🤣🤣
mama_im
dia kalo nekat deketin daisy siap siap aja semua aib terbongkar 😏😏😏
awesome moment
jotos wae, dok luck. tim hore n utk penindasan dan penganiayaan utk pebinor. klo g ckp dgn dikasih mental yo hrs bin kudu dijotos. qt dukung utk urusan mengamankan pebinor
Hana Reeves: pebinor yg diterima cuma Aa Toro dan Winston 😄
total 1 replies
Teuing Saha🙃
Keknya minta dibanting deh si Jelaga🤣🤣 atau mending dikirimi mbak Lilis aja🤣🤣
Marsiyah Minardi
Haduhhh si Jelaga golek molo tenan iki
Hajar aja lah Dok Lucky 😄😄
Elsa Fanie
lah kok Yo masih golek molo tho Yo Yo ,,,harus d kasih apa lagi ni s jelaga 🤦🤦🤦🤦,Kenzie nti d hukum sama pak lucky LG lho 😁😁💪💪💪trio detektif semoga dapat petunjuk
beybi T.Halim
hadehhhh... enaknya diapain yah si jelaga ini makin lama., sok ganteng sok sibuk,sok dekat sok iyee,hadeuh...tak pites lama lama
Noey Aprilia
Pdhl dktr gabut udh ngsih pringtan,tp knp y tu orng msh ngeyel aja???
udh kthuan aibnya,msih usaha buat jd pebinor.....cckkk....ga tau malu....🙄🙄🙄
Bapau hijau Bapau hijau
hmm novel trio detektif ya...dulu aku ngebayangin bisa masuk ke markas mrk kyknya seru
diyah
pagi2 sudah disuguhi pebinor🤣🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Punya satelit sendiri 😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣pokoknya My istri gue dah.
Noey Aprilia
Ha...ha....
blm tau dia kl mslh aib mh urusn gmpang,tnggal mnta tlong sm kluarganya....wasalam dehhh.....😛😛😛
Ichy Fitri
lho ya jangan macam2 sama menantu mafia dan menantu Pratomo. apalah aib Yang segitu doang maahh
Faizah Muzdalifah
Kok aku pingin Dylan turun gunung buat suntik mati pakai racunnya Dewi Racun istrinya inspektur megure omnya si Yakuza jadi lupa namanya 😅😅😂😂
Hana Reeves: Dirandra dan Tora
total 1 replies
Ibu² kang Halu🤩
yaa ampunn, my istri gue gak tuhh dok Lucky 🤩🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!