Tak menyangka, setelah sampai di kota dan belum lagi bekerja . Tini malah salah masuk kamar ,dia tidak tau kalau ternyata kamar yang dia masuki adalah kamar milik tuan muda disana .
"Kau cari mati ya ? "
"Mau menjebak ku ?"
"Siapa yang menyuruh mu?"
Tini jelas ketakutan, pria tinggi besar didepan nya ini begitu menakutkan. Walaupun wajah nya tampan ,tapi hanya dengan satu tangan saja dia bisa mencengkeram leher tini dengan kuat membuat tini sulit bernafas . Apalagi kini wajah mereka sudah cukup dekat ,tanpa memberi kesempatan tini untuk menjelaskan nya. Pria yang memiliki tubuh kekar dan besar itu pun langsung meraup bibir tini ,mencium nya dengan kasar membuat tini kewalahan dan hampir mati karena tak bisa bernafas .
Bagaimana kisah selanjut nya? yuk langsung mampir 💁♀️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SK(Penempatan)
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Bik Karsih tak mempermasalahkan semua nya lagi, dia bersikap tak ada apa pun yang terjadi karena dia percaya kalau Mina bisa menjaga dirinya dengan baik. Dia hanya bisa berdoa ,kalau ucapan Mina benar .
Semua tamu undangan yang hadir saat acara ulang tahun tuan muda Cendana sudah kembali pulang, mereka menggunakan mobil keluarga mereka masing masing dan kini villa itu kembali tenang .
Bahkan kedua tuan muda itu sudah kembali ke rumah masing masing, kini villa itu hanya di tempati oleh bik Karsih dan para pelayan yang siap di kirim ke beberapa tempat karena sudah ada pembagian nya dari nyonya besar cendana termasuk Surtini dan Mina.
Surtini dan dua lainnya akan berada di rumah keluarga Cendana, sedangkan Mina dan yang lainnya akan di tempat kan di rumah keluarga kaya lainnya. Bik Karsih tidak ingin anak nya ikut bekerja ,dia hanya ingin Mina melanjutkan kuliah nya di kota ini karena dia cukup mampu akan hal itu.
"Kamu pikirin lagi ya min,jangan ikut bekerja. Ibu ingin kamu memiliki tamatan yang baik, bukan seperti ibu yang hanya tamatan SD saja " ucap bik Karsih dengan pelan ,dia tau kalau Mina telah memutuskan untuk bekerja seperti yang lainnya tapi dia ingin Mina mendapatkan yang terbaik apalagi dia mampu untuk melanjutkan sekolah anak nya.
"Bu.....aku ingin bekerja, untuk apa punya tamatan tinggi. Toh ujung ujung nya bakalan di dapur juga, ngurus suami sama anak . Lagian aku kan ngak nikah sama tuan muda kaya raya ,yang harus diliat bibit ,bobot sama tamatan nya" ucap Mina, dia tak ingin pusing mengurusi pelajaran dan tak pernah berpikir untuk bisa menikah dengan pria kaya .
Bagi nya yang terpenting adalah memiliki uang dari hasil sendiri ,karena Mina yakin kalau dia memiliki uang sendiri maka tak perlu lagi meminta pada ibu nya yang selalu di tanya untuk apa uang itu . Dia juga ingin belajar mandiri, membeli segala keperluan nya dengan hasil keringat nya sendiri dan yang paling penting halal.
"Bu....aku kerja sama Tini ya ,jangan pisah kan kami " ucap Mina ,dia merasa lebih dekat dengan Tini setelah beberapa hari bersama di kampung dan di villa ini
Apalagi dari jaman sekolah dulu ,mina pernah sekelas dengan Tini walaupun tak dekat tapi sesekali mereka sering satu kelompok. Kini Mina ingin lebih dekat dengan Surtini ,dia tak ingin mencoba dekat dengan yang lainnya .
"Ck....itu bukan ibu yang atur Mina ,kamu bisa bekerja di perusahaan kalau kamu memiliki tamatan yang tinggi " ucap bik Karsih, dia masih mencoba merayu putri nya agar mau melanjutkan sekolah nya. Walaupun dia tau kalau ujung ujung nya wanita akan berada di dapur, tapi paling ngak mina bisa mendapatkan pria yang baik yang bisa mengangkat derajat mereka .
Keinginan yang terbaik untuk sang anak ,tapi tetap saja semua nya tergantung pada Mina . Dia juga tak ingin memaksakan kehendak pada Mina, dia tau kalau anak nya keras kepala dan selalu menjawab sesuai dengan keinginan nya .
"Aku ngak butuh itu bu ,aku cuma ingin bekerja bersama dengan Tini. Aku sudah mulai terbiasa dengan nya ,bisa kan bu?" ucap Mina dengan tatapan mata manja nya, dia ingin ibu nya menempatkan nya bersama Tini dimana pun .
"Ck.....nanti Ibu usahakan " jawab bik Karsih dengan kesal ,dia tak bisa memaksa Mina untuk tetap melanjutkan sekolah nya karena dia tau bagaimana sifat anak nya sedari dulu.
"Aku mencintai ibu .....sayang ibu " ucap Mina sambil memeluk tubuh bik Karsih, dia tau kalau ibu nya ingin yang terbaik untuk nya hanya saja dia tak ingin belajar lagi .
Mina memang tak pernah mau belajar lama lama,dia merasa bosan harus membaca dan menghafal pelajaran karena dia tau kalau dirinya tidak sepintar anak lainnya. Dia lebih memilih menjadi wanita biasa dengan otak yang standar saja, jika memang harus menikah nanti . Dia juga ngak ingin memiliki suami yang kaya ,yang penting bisa di andal kan dan lebih pintar dari nya .
Akhirnya, mina akan ikut bersama ibu nya ke keluarga Cendana. Dia di tempatkan di paviliun belakang bersama dengan Surtini, paviliun yang di tempati oleh Tuan muda cendana karena memang dari awal setelah remaja . Gara tak pernah ingin berada satu rumah dengan kedua orang tua nya ,rumah nya yang luas membuat kedua orang tua nya membuatkan paviliun yang cukup besar disana.
Ada ruang kerja ,ruang tamu dan beberapa ruangan lainnya . Biasa nya ada empat sampai lima pelayan yang berada di paviliun belakang ,mereka membersihkan rumah ,memasak dan siap di panggil untuk membantu apa pun disana .
Awal nya Gara ingin pindah ke tempat lainnya, yang tak dekat dengan kedua orang tua nya hanya saja Kedua orang tua Gara tak ingin anak nya menjauh dari mereka . Mereka ingin Gara tetap dalam jangkauan nya ,walaupun mereka ingin Gara memiliki wanita yang bisa dia bawa ke paviliun belakang.
"Sekarang kita berangkat " ucap nyonya besar pada bik Karsih, sebagian pelayan yang di bawa dari kampung nya sudah di jemput oleh teman teman sosialita nyonya Cendana sehingga hanya meninggalkan enam orang lainnya yang akan di bawa oleh keluarga Cendana
"Kamu sudah atur semua nya kan bik?" tanya nyonya besar cendana dengan tegas ,tak ada senyuman ataupun raut wajah marah nya karena nyonya besar itu hanya ingin semua nya berjalan lancar .
"Sudah nyonya ,sudah di atur semua nya. Sebagian di paviliun belakang dan sisa nya di rumah utama " jelas bik Karsih, mereka tidak satu mobil dengan mina,Surtini dan pelayan lain nya .
Nyonya besar pun mengangguk, dia tersenyum puas . Merasa pekerjaan bik Karsih semua nya benar,tak pernah ada yang salah dalam pekerjaan bik Karsih itu. Apalagi selama ini bik Karsih selalu memberikan yang terbaik dalam melayani keluarga Cendana, dia malah senang karena bik Karsih selalu merekomendasikan warga di kampung nya ingin menjadi pelayan di rumah mereka mau pun di rumah teman teman nya .
Hampir semua nya bagus, bik Karsih tak pernah mengecewakan nya. Bik Karsih juga sudah mereka anggap sebagai keluarga, tak pernah menuntut banyak dari keluarga Cendana.
"Bik....Mina Jadi melanjutkan kuliah nya ?" tanya nyonya besar ,dia tau siapa saja keluarga bik Karsih selama ini. Hanya ada mina dan adik nya ,bik Warni yang pernah ikut membantu bik Karsih saat acara keluarga Cendana.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘