NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak Sama CEO Es, Malah Hamil Anaknya

Nikah Kontrak Sama CEO Es, Malah Hamil Anaknya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kentos46

Aluna butuh 3M buat nebus utang kakaknya. CEO es batu Arsen Asmara nawarin nikah kontrak setahun. Syaratnya gampang: Tidur pisah ranjang, dilarang jatuh cinta.

Tapi semua berantakan gara-gara satu malam salah kamar. Aluna hamil anak CEO paling ditakuti se-Indonesia.

Pas foto mereka satu selimut viral + saham anjlok 12%, Arsen bukannya marah malah pasang badan hajar mantanku. Katanya ini cuma kontrak... tapi kenapa ciumannya bikin jantungku mau copot?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kentos46, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pintu yang Dibuka Arsen

Brak!

Suara benturan keras kembali terdengar dari luar penthouse.

Aluna refleks mundur selangkah.

Jantungnya berdetak terlalu cepat sampai telinganya berdenging sendiri. Di luar, suara Bima makin kacau. Laki-laki itu benar-benar seperti kehilangan akal sehat.

ALUNA! GUE CUMA MAU NGOMONG!

BUKA PINTUNYA!

Security terdengar berusaha menahan.

Pak, Anda nggak bisa masuk!

Namun Bima malah makin emosi.

MINGGIR LO!

Aluna langsung menggigit bibir bawahnya kuat-kuat.

Dia tahu sifat Bima kalau lagi marah.

Nekat.

Dan sekarang laki-laki itu sedang mabuk.

Arsen masih berdiri tenang di dekat ruang tengah dengan lengan kemeja tergulung sampai siku. Tatapannya dingin banget ke arah pintu utama penthouse.

Semakin diam laki-laki itu...

semakin bikin takut.

Arsen... jangan bikin masalah lagi, bisik Aluna pelan.

Tatapan Arsen langsung beralih ke arahnya.

Masalahnya sudah datang duluan.

Suara benturan kembali terdengar keras.

Brak!

ALUNA!

Napas Aluna makin nggak tenang.

Dia takut Bima kenapa-kenapa.

Tapi di sisi lain...

dia juga takut Arsen benar-benar kehilangan emosi malam ini.

Dan entah kenapa, instingnya bilang kalau dua laki-laki itu ketemu sekarang, hasilnya nggak bakal baik.

Namun sebelum Aluna sempat ngomong lagi, Arsen berjalan ke arah pintu.

Langkahnya tenang.

Pelan.

Tapi justru itu yang bikin suasana makin mencekam.

Arsen!

Aluna refleks nyusul cepat lalu nyentuh lengan laki-laki itu.

Jangan...

Langkah Arsen berhenti.

Tatapannya turun ke tangan Aluna yang masih menggenggam lengannya.

Kamu takut saya mukul dia?

Aluna diam.

Karena jawabannya iya.

Dan Arsen langsung bisa baca itu dari wajahnya.

Beberapa detik laki-laki itu cuma diam sambil menatap Aluna dekat banget.

Lalu...

perlahan ekspresinya sedikit melunak.

Masuk kamar, ulangnya pelan.

Aku nggak mau kalian berantem.

Saya juga nggak mau dia teriak-teriak depan rumah saya kayak orang gila.

Deg.

Rumah saya.

Kalimat sederhana itu entah kenapa terdengar beda sekarang.

Karena tanpa sadar...

tempat ini mulai terasa seperti rumah mereka berdua.

Namun sebelum suasana makin aneh, suara Bima kembali terdengar brutal dari luar.

LO PIKIR LO MENANG, ARSEN?!

Tatapan Arsen langsung dingin lagi.

Dan detik berikutnya...

kunci pintu penthouse diputar pelan.

Mata Aluna langsung melebar.

Arsen?!

Pintu terbuka.

Dan Bima hampir jatuh ke depan karena tadi terus mendorong dari luar.

Laki-laki itu kelihatan kacau banget. Rambut berantakan. Mata merah. Bau alkohol langsung masuk ke dalam ruangan.

Namun begitu melihat Arsen berdiri tepat di depannya...

ekspresi Bima langsung berubah.

Sinis.

Jadi akhirnya keluar juga CEO hebat.

Sunyi.

Security langsung tegang di belakang.

Sedangkan Arsen cuma berdiri santai dengan tatapan datar.

Pulang.

Bima ketawa miring.

Enak aja. Gue mau ngomong sama Aluna.

Tatapan Arsen makin dingin.

Dia nggak mau ketemu kamu.

Bima langsung nyengir sinis.

Atau lo yang nggak mau gue ngomong sama dia?

Suasana langsung makin berat.

Aluna yang berdiri beberapa langkah di belakang Arsen mulai panik sendiri.

Karena aura dua laki-laki itu benar-benar nggak sehat sekarang.

Bima akhirnya melihat ke arah Aluna.

Dan wajahnya langsung berubah emosional.

Luna...

Suara laki-laki itu mendadak lebih pelan.

Kayak memohon.

Aku cuma mau ngobrol.

Aluna langsung menegang.

Karena jujur...

melihat Bima seperti ini tetap bikin hatinya nggak nyaman.

Bagaimanapun, mereka pernah saling sayang dulu.

Namun sebelum dia sempat bicara, suara Arsen terdengar dingin.

Lihat saya.

Bima langsung noleh kesal.

Kalau kamu datang ke sini buat bikin dia takut... saya nggak akan diam lagi.

Tatapan Bima langsung tajam.

Takut? Yang bikin hidup dia hancur siapa?!

Aluna refleks kaget.

Sedangkan Bima mulai bicara makin emosional.

Semenjak kenal lo hidup dia jadi berantakan! Dihina netizen! Dibuntutin wartawan! Lo pikir itu bahagia?!

Sunyi.

Kalimat itu nusuk tepat ke titik paling sensitif.

Karena sebagian dari ucapan Bima memang benar.

Dan itu bikin Aluna perlahan menunduk.

Namun detik berikutnya...

suara Arsen terdengar rendah banget.

Kalau hidup sama saya berat... saya yang akan tanggung.

Deg.

Tatapan Aluna langsung naik cepat.

Arsen masih berdiri di depannya.

Tegak.

Tenang.

Dan entah kenapa...

punggung laki-laki itu terasa sangat besar malam ini.

Bima malah ketawa marah.

Lo sok jadi pahlawan sekarang?

Tatapan Arsen nggak berubah sedikit pun.

Minimal saya nggak ninggalin dia waktu susah.

Deg.

Kalimat itu langsung bikin wajah Bima berubah.

Karena memang itu kesalahan terbesar yang pernah dia buat.

Luna...

suara Bima mengecil lagi.

Gue nyesel.

Aluna menggigit bibir bawah pelan.

Dadanya sesak.

Tapi anehnya...

bukan karena masih cinta.

Melainkan karena semuanya benar-benar sudah berubah.

Kalau dulu dia mungkin bakal luluh.

Tapi sekarang...

hatinya justru lebih tenang berdiri di belakang Arsen.

Aku udah capek, Bim.

Suasana langsung sunyi.

Mata Bima membeku menatap Aluna.

Aku nggak mau balik ke hubungan yang bikin aku nangis terus.

Suara Aluna pelan.

Tapi jelas.

Dan untuk pertama kalinya sejak datang...

emosi di wajah Bima perlahan runtuh.

Laki-laki itu terlihat sadar.

Sadar kalau dirinya benar-benar kehilangan Aluna.

Namun beberapa detik kemudian, Bima malah ketawa kecil pahit.

Jadi lo beneran pilih dia?

Aluna diam sebentar.

Lalu perlahan...

dia mengangguk.

Dan detik itu juga...

tatapan Arsen berubah sedikit.

Sangat tipis.

Tapi cukup buat jantung Aluna langsung kacau sendiri.

Karena entah kenapa...

laki-laki itu terlihat senang.

1
MayAyunda
keren kak👍👍
kentos46: makasih kak kalau sukaa 😍
total 1 replies
Suhirno Cilok
Lanjut.👍
kentos46: sudahh yaa kak
total 1 replies
kentos46
makasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak yaa
kentos46
punya cerita lain ga kak
Clarice Diane
semangat kak💪
kentos46: makasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!