NovelToon NovelToon
Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Nikahmuda
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: adelita

Delina Azzahra Gustia, gadis 21 tahun yang paling anti dengan yang namanya duda, harus menghadapi kenyataan pahit... ancaman dari ayahnya.

"Kalau kamu masih bangun siang terus, Bapak nikahkan kamu sama duda!"

Ancaman itu selalu ia anggap angin lalu.
Sampai suatu hari... semuanya berubah.

Sebuah kejadian konyol yang tak pernah ia bayangkan-kepeleset, lalu jatuh tepat di atas seorang pria asing-membuat hidupnya jungkir balik.

Lebih parahnya lagi, warga memergoki mereka dalam posisi yang... tak bisa dijelaskan.

Pria itu adalah Muhammad Agam Alfariz. Seorang gus berusia 30 tahun.

Dan sialnya... dia adalah tipe pria yang paling Delina benci. Namun karena fitnah yang terlanjur melebar, satu keputusan harus diambil.

Menikah...

Dalam semalam, Delina yang anti duda... justru sah menjadi istri seorang gus mantan duda.

Hidupnya yang dulu bebas, kini berubah total.

ig: adelgustian_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

KE ESOKKAN HARINYA.

Terdengar suara adzan subuh dari masjid, Agam terbangun terlebih dahulu. Ia baru sadar, ini bukan kamarnya. Dia meras kasur nya bergerak, dilihatnya ternyata ada Delina.

Lelaki itu baru ingat, mereka habis melangsungkan pernikahan. Ia beranjak dari kasur memunguti sisa-sisa pakaian yang berserakan semalam, sehabis mandi mereka langsung tidur tidak menghiraukan pakaian mereka.

Diletakannya didalam keranjang, ia mendekati Delina menggoyangkan bahu perempuan itu pelan.

" Lin, bangun. Sudah subuh." Panggil Agam.

" Engh.... Bentar dulu Mak, masih ngantuk." Ucap Delina mmbalikan tubuhnya ke arah berlawanan .

Agam menggeleng-geleng melihat kelakuan Delina, dibiarkan saja dulu Delina. Sampai lelaki itu keluar kamar mandi nanti.

" Saya mandi duluan." Ucap Agam ia mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi.

Tidak butuh waktu, Agam sudah keluar dari kamar mandi.

Lelaki itu mlhat Delina masih bergelung dengan selimutnya.

" Delina, bangun." Panggil agam.

" Nanti dulu Om. " Sahut Delina lirih.

" Saya sudah kasih keringanan tadi, kalau kamu belum bangun juga. Saya cium sekarang."ancam Agam.

Delina masih tidak bergeming juga.

" Berarti kamu setuju saya cium." Ucap Agam pria itu mendekatkan dirinya memegang bahu Delina tapi Delina membuka matanya duluan dan mendorong agam hingga jatuh ke lantai.

BUGH....

" IHH, OM MESUM! " Pekik Delina, ia langsung berlari ke kamar mandi.

BRAK...

Terdengar suara pintu yang ditutup kencang dari dalam, membuat Agam terkekeh pelan melihatya.

Kurng lebih 10 menit Delina keluar dari kamar mandi, dilihatnya sudah tidak ada orang.

" Dimana duda satu itu?" Gumam Delina ia tidak memperdulikannya.

Setelha sholat subuh dia keluar kamar,menghampiri Mak Nurlela memasak.

" Mak\~ masak apaan?" Tanya Delina memeluk mamaknya itu dari belakang.

" Lepas, Lin. mamak mau aduk nasi gorengnya." Ucap mak Nurlela.

" Kamu sudah punya lakik masih aja bangun siang. " Gerutu Mak Nurlela mulai merepet.

" Kan aku kecapekan mak, semalam acaranya aja sampai jam berapa baru selesai. "Rengut Delina.

" Dimana Bapak? " Tnya Delina celingak-celinguk tidak melihat kehadiran Bapaknya.

" Ke masjid sama suamimu,  sana siapkan makan nya dimeja makan. Sebentar lagi mereka plang." Ucap Mak Nurlela dituruti wanita itu.

Siang harinya, drama part satu telah dimulai.

Dimana Delina merengek-rengek tidak mau ikut Agam untuk pindah rumah.

" Udah dong Lin, malu sama suami mu itu loh! " Jengah Mak Nurlela mendengar tangisan histeris anaknya itu palagi selalu menempel padanya seperti perangko.

Bahkan Pak Roslan menggeleng-geleng kepala, melihat tingkah anak bungsunya. Mak Nurlela mengepak pakaian Delina dalam koper cukup besar.

" Mak, aku kan cuman pindah ke rumah seberang aja. Kenapa semua baju ku diangkut sii? Masa aku diusir dari rumah... " Tanya Delina.

" IYa, Mamak usir kamu dari rumah. Belajar mandiri sama suami mu."

" Ihh, mamak jahat banget. Pak\~\~\~ "  rengek Delina.

" Bapak gak ikut campur Lin. " Ucap Pak Roslan.

" Kan cuman pidah kesebrang rumah aja loh Mak."

" Kata siapa kalian pindah ke rumah Aldo? Nak, Agam ada bilang sama kamu?" Tanya mak Nurlela berkacak pinggang.

" Gak ada sii Mak, tapi kan bener dong.dia kan dinas disini." Jawab Delina.

" Loh, kalian pindah kerumah dinas nak. Kyaknya Agam belum bilang sama kamu." Ucap pak Roslan.

" Ishh, jahat banget duda satu itu... Gak kash tahu aku.." kesel Delina.

" Duda-duda gitu suami mu loh Lin." Ejek Pak roslan.

" Kan doa bapak, bilang aku nikah saama duda terus. Beneran nikah sama duda aku." Gondok Delina.

" Gapapa, tapi idup mu terjamin. " Ucap Pak Roslan.

Mak Nurlela menyikut suaminya itu, secara tidak langsung menyalahkan suaminya yang memang suka asla bicara, sehingga putri merka beneran mendapatkan suami berstatus duda.

Agam yang memang berdiri didepan pintu kamar menggaruk kepalanya meskipun tak gatal. Melihat reaksi keluarga Delina yang terlalu berlebihan. Pak Roslan menghampiri Agam , pria tua itu mengajak dan merangkul menantunya keluar dari kamar.

" Bapak titip Delina, mulai hari ini dan seterusnya tugas Nak Agam yang menjaganya. Tolong bimbing dia, meskipun dia terkadang suka kekanakan, manja tapi dia cukup dewasa. "

" Bapak jangan khawatir, sya akan menjaga Delina dengan baik." Jawab Agam.

" Kalau kamu merasa sudah tidak perasaan dan merasa hampa,kembalikan Delina kepada saya. Sebagaimana kamu memintanya dengan baik, seperti itu juga caraya kamu kembalikan dia kesaya."

" Saya tidak akan marah, jika kamu akan berpikiran seperti itu. Saya tahu, dlam hubungan rumah tangga pasti ada lika liku nya bosan kebahagiaan  nya pasti terasa. Bapak harap,  kalian bisa melewti bersama hingga menua."

" Karena Bapak tahu, takdir seseorang tidak semua sama. Ada yang berjodoh sampai tua bersama pasangan nya, ada yang ditinggal duluan ada juga yang bercerai hidup. Jadi bapak tidak akan marah atau memukul karena semuanya sudah allah atur dan rencanakan gimana baiknya takdir seseorang."

" Insya allah Pak, saya akan memulai kembali dan merajut masa depan sya bersma Delina. Andaikan dia memang mau berjuang bersama saya. Akan saya usahakan."

" Bagus, Bapak suka dengan pendirian mu sebagai lakilaki ." Ucap Pak Roslan bangga.

Mak Nurlela keluar dari kamar di ikuti Delina yang sudah menarik kopernya.

" Sudah siap semuanya?" Tanya Pak Roslan.

" Sudah Pak. " bukan Delina yangmenjawab melainkan Mak Nurlela.

Mak Nurlela dan Pak Roslan mengantar keduanya hingga depan pintu rumah. Ada rasa tak rela diwajah Delina saat itu juga.

" Mak\~pak\~ aku baklan kangen....hiks..." Isak Delina memeluk orang tuanya.

" Astaga Lin, kamu juga pindah gak jauh-jauh amat. " Ucap Mak Nurlela keheranan.

" Tapi kan tetap beda rasanya." Ucap Delina segagu.

" Sudah-sudah, sana ikut suamimu." Ucap Pak Roslan.

" Mak, Pak pamit dulu ya. Nanti kita sering main-main kesini." Ucap Agam menyalami keduanya.

" Iya, terserah kalian saja. Toh, Mak sama Bapak didatangin boleh gak juga gapapa." Ucap Mak Nurlela.

" Gak bisa gitulah, kita hrus setiap hari kesini om." Ucap Delina mengusap air matanya.

" Iya lin,kita setiap hari kesini." Ucap Agam tersenyum  tipis.

" LOh, loh... Kok panggilan nya masih Om. Ganti dong." Protes mak Nurlela.

" Gant apaan? Kan bagus Om, dia kan sudah tua."jawab Delina.

" Yang romantis dikitlah, kalian kan sudah menikah. Mau sampai kapan om teurs? Nanti dikira ponakan." Sahut Pak Roslan.

" Iya nanti, bakalan diganti Pak, Mak.Delina masih belum terbiasa biarkan saja dulu." Jawab Agam.

" Benar juga "

" Kami pregi dulu. " Jawab Agam, ia membawa koper Delina. Di ikuti Delina dari arah belakang.

" Kabarin kalau sudah sampai rumah diinas. "

" Iya Mak. " Jawab Delina dari dalam mobil yang mulai meninggalkan perkrangan rumah orang tua Delina.

" Bener-bener sepi sekarang rumah kita pak, anak-anak kita sudah pada nikah semuaan." Ucap Mak Nurlela.

" Tinggal kita berdua, Nul sama Enong tadi malam langsung pulang. Eh sekarang, Delina juga ikut sama suaminya pulang."

" Kita nikmatin hidup aja berdua Pak, sambil berkebun. " Ucap Mak Nurlela.

"IYa, mak. Sepi banget, biasanya denger teriakan Delina menggelegar." Ucap Pak Roslan ia menatap pintu kamar anak perempuan nya.

Biasanya pintu itu selalu terbuka, mulai hari ini tidak akan terbuka mungkin dalam beberapa bulan atau tahun kemudian. Karena sang pemilik kamar telah ikut bersama suaminya.

" Sudah-sudah, kok makin mellow aja kita harus kekebun Pak. Banyak pesanan dari keluarga Besan." Ucap Mak Nurlela menyadarkan suaminya itu yang tengah menggalaukan anak kesayangan nya.

" Oh iya, Bapak lupa. Sebentar, Bapak panaskan motor dulu." Ucap Pak roslan keluar rumah.

1
Dhika Bundanya Dedeg Afnan
bagus lanjut lgi donk
Eu Angel Lie
kena omongan ortu dapat duda ya🤣
Aimee Aiko
kok lama kelanjutannya
Anime aikō-kā
p
Aimee Aiko
kok lama gak muncul" lanjutannya
Adelita0305: Malam ini mimin update ka ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!