NovelToon NovelToon
Senyum Berbalut Luka

Senyum Berbalut Luka

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Romantis / Persahabatan / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: RahmaYesi.614

Nadia anak tanpa identitas yang mencoba tetap tersenyum menghadapi kejamnya dunia.

Nadia hanya ingin hidup nyaman, mengubur semua duka masa lalu untuk melanjutkan masa depan yang lebih baik. Namun, suatu hari Nadia menabrak mobil milik orang kaya, sehingga Nadia harus membayar ganti rugi sebanyak ratusan juta.

Mampukah Nadia membayar uang ganti rugi atau Nadia memilih mengakhiri perjalanan hidupnya?

Update setiap (Senin, Rabu dan Jum'at)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tatapan itu lagi?!

Pulang kuliah, Nadia dan Jeni langsung menuju studio foto tempat pengambilan foto katalog dengan koleksi fashion dari desainer yang baru merintis karirnya sejak satu tahun lalu. Kebetulan Jeni mengenal desainer itu yang menawarkan Jeni untuk mempromosikan pakaiannya di akun media sosialnya.

Ada beberapa pakaian yang mereka pakai untuk di foto. Jeni tentu saja sudah biasa berpose dengan berbagai gaya, sementara Nadia yang masih kaku, harus mengulang beberapa kali untuk bisa mendapatkan hasil seperti yang diinginkan.

Satu jam, dua jam, tiga jam berlalu, akhirnya pengambilan foto pun selesai. Kini dua sahabat itu sedang menghapus riasan mereka di ruang ganti.

"Lo langsung ke kafe, beb?"

"Iya, kenapa?"

"Sekalian aja nanti bareng gue."

"Bareng gimana? Kita kan gak searah."

"Nanti biar gue ngomong sama Kevin supaya mau ngantar lo ke Kafe dulu."

"Gak usah, beb. Gue bisa sendiri kok."

"Pokoknya lo bareng gue, titik!" tegasnya.

Nadia pun hanya bisa menghela napas sambil mengangguk malas.

Setelah mereka selesai menghapus make up dan berganti pakaian, mereka langsung keluar dari studio.

"Jemputan datang..." Jeni girang melihat mobil pacarnya yang baru sampai di depan studio.

"Sayang, maaf ya telat. Udah lama nunggunya?" Kevin menghampiri Jeni, tanpa peduli sekitar ia langsung mencium kening kekasihnya itu.

"Kita juga baru selesai kok." jawab Jeni dengan suara manja. "Eh iya, mau gak, kalau kita antar Nadia dulu ke tempat kerjanya."

Kevin menoleh kearah Nadia yang menatap lurus ke depan. Lagi-lagi, sorot mata Kevin menatap wajah itu dengan tatapan mencurigakan.

"Iya boleh. Tempat kerja yang mana nih, Nadia?"

Mendengar namanya di sebut sontak saja Nadia menoleh ke sumber suara. "Sky kafe." Jawabnya datar.

"Oh, Oke." lagi dan lagi Kevin menatap wajah Nadia. Tatapannya tidak terlalu tajam, juga tidak lembut. Tatapannya seperti tatapan seorang pria saat tertarik pada seorang wanita.

"Ya udah, yok kita berangkat sekarang." Kevin segera menyudahi tatapan itu sebelum Nadia ataupun Jeni menyadari.

Kevin membukakan pintu depan mobil, membiarkan Jeni masuk dengan melindungi kepala Jeni agar tidak terkena bagian atas mobil. Nadia sendiri membuka pintu belakang, lalu masuk ke mobil mewah itu.

"Kalian belum makan kan?" Tanya Kevin saat mobil mulai melaju.

"Belum. Aku lapar, makan dulu ya." rengek Jeni.

"Iya sayang. Terus Nadia?" tanya Kevin melirik Nadia melalui spion depan mobil.

"Lo ikut makan juga ya, beb. Jam kerja lo kan jam lima, sekarang jam empat aja belum. Makan dulu ya, gak boleh nolak." rengeknya pada Nadia.

"Iya terserah lo aja." sahutnya malas. Mau nolak pun percuma, Jeni pasti akan terus memaksa sampai Nadia setuju. Jadi, apa gunanya berdebat saat ini.

Jeni tersenyum senang, tapi beberapa saat kemudian raut bahagia itu berubah curiga saat Kevin tiba-tiba menjawab panggilan dari seseorang.

"Apa."

(Lo dimana?) tanya Sean.

"Gue lagi di jalan, mau antar cewek gue pulang. Kenapa?"

(Lo kesini aja dulu, buruan! Sekalian bawa aja cewek lo. Penting banget!)

Kening Kevin mengerut, alisnya nyaris menyatu. "Apaan emangnya? Rio baik baik aja kan?"

(Pulang aja dulu. Pastikan lo bawa cewek lo juga, ada hal penting yang mau kita tanya sama cewek lo.) titah Sean sebelum mengakhiri panggilan itu.

"Siapa, sayang?" tanya Jeni penasaran.

"Sean. Dia suruh aku bawa kamu ke apartemen aku."

"Aku?!"

"Iya. Ada hal penting katanya yang berhubungan sama kamu."

"Apaan emangnya?!"

Kevin menggeleng cepat, kemudian satu tangannya mengelus kepala Jeni. "Gak usah khawatir. Mereka gak akan macam-macam. Mungkin ada yang mau mereka tanyakan ke kamu."

"Ya tetap aja, aku bingung kenapa mereka tiba-tiba mau aku datang ke sana!"

"Sayangnya saat ini aku juga gak tau, sayang."

Nadia di kursi belakang hanya diam sambil sedikit menguping pembicaraan sahabatnya dengan pacarnya.

Mobil Kevin melaju, kemudian mampir di restoran yang cukup mahal bagi Nadia. Mereka makan dengan lahap setelah Kevin mengatakan akan membayar makanan mereka.

Selesai makan, Kevin dan Jeni mengantar Nadia ke tempat kerjanya. Setelah itu barulah Kevin membawa Jeni ke apartemennya.

Saat tiba di apartemennya, Kevin terus menggenggam tangan Jeni. Begitu pintu terbuka, mata Kevin langsung menangkap dua sosok tinggi yang sedang mengacak acak dapurnya.

"Sayang duduk dulu ya!" ucapnya dengan raut wajah tidak suka.

Jeni duduk di sofa panjang nan mewah itu. Kevin langsung menghampiri Sean dan Bas. "Kalian ngapain!" Bisiknya dengan mengatup giginya agar meredam suaranya yang hampir berteriak.

"Masak sayur sup." jawab Sean santai.

"Halo Jeni!" sapa Bas yang malah meninggalkan Sean di dapur sendirian di interogasi oleh pemilik dapur.

"Hai, kak Bas." Jeni mendongak mengintip ke dapur. "Masak apa sih kak?"

"Oh, itu Sean lagi masak sayur sup."

Jeni mengangguk pelan. "Kalian memang suka ngumpul di sini sekalian masak-masak gitu ya kak?"

Bas tertawa pelan. "Sometimes."

"Seru ya."

Bas mengangguk sambil tersenyum. "Jeni sudah makan?"

"Sudah. Tadi kita mampir makan dulu sebelum ke sini."

"Sayang, tunggu bentar ya! Aku ke kamar dulu." pamit Kevin melangkah cepat menuju kamarnya dan Jeni hanya mengangguk bingung melihat pacarnya yang sibuk.

"Mau bantu masak!" tawar Bas yang ternyata malah membuat Jeni mengangguk senang.

Jeni melangkah mengekor di belakang Bas, mereka menghampiri Sean yang sedang memotong wortel.

"Mau masak apa kak?"

"Mau bikin sayur sup untuk Rio."

"Untuk kak Rio?"

"Iya. Rio semalam mabuk berat sampai pingsan hampir seharian, baru bangun tadi sore." celetuk Bas menjelaskan.

"Kak Rio pingsan karena kebanyakan minum?!"

Sean dan Bas mengangguk serentak, sebelum Sean kembali fokus pada tugasnya.

"Kirain orang seperti kak Rio gak akan pingsan hanya karena minuman." gumam Jeni tanpa peduli dua orang tinggi itu menatapnya.

Meninggalkan Jeni dan dua pria itu di dapur, Kevin justru melotot tajam saat pintu kamarnya terbuka, ia dikejutkan dengan pemandangan yang tidak menyenangkan. Rio bertelanjang dada duduk di ranjang yang berantakan. Pakaian kotornya berserakan dimana mana.

"Gila, lo masih di atas kasur gue!"

"Ya elah, pelit amat. Gue baru juga merasa baikan." sungutnya melangkah turun dari ranjang.

"Mandi sana!"

"Iya, iya."

Rio meraih pakaiannya yang berserakan dilantai. "Pinjam baju dong. Ini semua kotor, bau muntah."

Kevin mendengus kesal, tapi meski begitu ia segera mengambil pakaian untuk Rio. "Nih!" Melempar pakaian tepat ke wajah Rio. "Cepat mandi sana! Gue gak mau cewek gue nyium bau busuk di badan lo."

"Anjir. Mulut lo pedas amat!"

"Cepat sana! Ah berisik." titahnya sambil mendorong tubuh Rio masuk ke kamar mandi.

Begitu Rio ke kamar mandi, Kevin langsung membereskan kekacauan di kamarnya. "Umur aja yang tua! Kelakuan seperti bocah TK."

Sebenarnya sudah biasa kamarnya berantakan seperti ini oleh ketiga sahabatnya, tapi malam ini beda. Ada Jeni, pacarnya. Ia gak mau pacarnya malah mengira dia jorok saat melihat semua kekacauan seperti ini. Terlebih, ini pertama kalinya Jeni datang ke apartemennya.

Bersambung...

1
Miranda.
adit langsung gassin aja. soalnya nasib Nadia terlalu kasihan untuk berjuang sendirian/Frown//Frown/
THE GIRL COOL😑
aduhhhh jangan nangis nanti aku ikut nangis😭😭🥺🥺🥺🙏🙏
kenzi moretti
astaga teganya
Miranda.
feeling seorang sahabat memang kadang tepat
Melissa McCarthy
nadia kalo didunia nyata udah aku angat jadi sodara deh kasian banget
Arni Arlinawati pratiwi
bagus sih mengasuh anak yang di telantarkan, tapi.. ada tapinya nih, kalo emang gak mampu gak usah di paksain kasian anaknya! mampu pun harus benar benar persetujuan bersama ga boleh kayak gini.. lebih baik serahin anak yang telantar nya ke panti asuhan.. /Smile/
Arni Arlinawati pratiwi
ini ngurus anak bukan ngurus ayam.. yang realistis aja sama emak mah nak! hahh... /Doubt/
꧁𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱𝓡𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲꧂
Adit naksir Nadia nih
naws
oalah. jadi dulu segitunya ya sama rio.
dia sampe makan nasi pecel terus demi nurutin kesukaannya rio 🥴
naws
wkwk manjur banget trik si mama.
tapi bener itu yo, kamu harus upgrade diri biar lauran jatuh cinta lagi /Facepalm/
naws
ih si jeni kok jadi sejahat ini sih sama nadia 🥲
Mochi
tiap nanya selalu jawabnya tanya bagian administrasi😭
bioin tambah galau.
My_Lucia
Hm... galau dia
My_Lucia
Nadia kapan di kasih cowok Thor? 🤭
kasian banget dia, kalau ga jadi tempat curhat .. ya, jadi obat nyamuk
My_Lucia: Astagaa... PO 🤣🤣
wahh... pasti ini yang terbaik dari yang terbaik 🤭
total 2 replies
My_Lucia
Emmm... penasaran sama si Kevin ini
M. T🌻
cerita dan alurnya bagus
Miranda.
ceritanya bikin gemes dan kesel. sang MC terus²an diperas sama ibu dan saudara² tirinya. tanpa pernah bisa membalas sebab dia sendiri tak punya sanak saudara kecuali keluarga tirinya.
Miranda.
lah? lu ibunya? masa minta sama anaknya sih?😡😡
Miranda.
bukannya nomornya udah kmu blokir ya Nadia?🤔🤔
Miranda.
tiga tempat? gokil sih ngatur waktunya kek gimana itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!