Dikhianati oleh sahabatnya sendiri dalam misi rahasia, Xiao Su tewas dengan satu pertanyaan yang tak pernah terjawab.
“Kenapa…?”
“Karena kau menghalangi jalanku.”
Ia mengira kematian adalah akhir.
Namun saat membuka mata, ia justru terbangun di tubuh seorang gadis bangsawan yang dihina semua orang — Xiao Mei.
Wajah buruk rupa. Tubuh lemah. Keluarga penuh kepalsuan.
Saudari tiri yang menginginkan kematiannya. Tunangan yang memandangnya dengan jijik. Dunia kuno yang kejam dan penuh intrik.
Tapi mereka tidak tahu…
Jiwa di dalam tubuh itu bukan lagi Xiao Mei yang lemah.
Ia adalah Xiao Su. Seorang wanita modern yang tak akan membiarkan dirinya diinjak dua kali.
Kali ini, ia tidak hanya akan bertahan hidup — Ia akan mengubah takdir. Menghancurkan mereka yang meremehkannya.
Dan membuktikan bahwa bahkan wanita yang disebut “buruk rupa” pun bisa menjadi mimpi buruk bagi musuh-musuhnya.
Karena untuk kedua kalinya… Ia tidak akan mati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cute women, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MASALAH BARU
“Satu kesalahan bisa menelan banyak nyawa, satu langkah keliru dapat membangkitkan kegelapan baru."
HAPPY READING >.<……….
.
Seminggu setelah keberhasilan mereka menenangkan Kota Selatan, Xiao Mei duduk di teras kediaman resmi keluarga Xiao yang ada di pusat kota Kekaisaran. Rumah itu besar dan megah, dengan jendela tinggi, balkon luas, dan halaman yang cukup untuk menerima tamu serta mengawasi aktivitas kota. Dari sini, ia bisa melihat jalan utama yang perlahan bangkit dari kekacauan beberapa hari lalu.
Namun kabut pagi yang tipis masih menutupi sebagian kota, membuat hatinya tak sepenuhnya tenang.
Duke Wang berdiri di sampingnya, menatap kota dengan ekspresi serius. “Laporan dari pejabat kota menunjukkan ada ketegangan. Beberapa rumor tentang sabotase pangan beredar, pejabat mulai berselisih, bahkan ada ancaman langsung ke rakyat kecil, Mei’er,” ucapnya serius.
Xiao Mei mengerutkan alis. “Sabotase pangan? Maksudmu… ada pihak yang sengaja menahan distribusi beras dan persediaan makanan penting di ibu kota?”
Duke mengangguk. “Ya. Bukti awal menunjukkan ini bukan sekadar kesalahan biasa. Ada pihak yang ingin menimbulkan kekacauan, mungkin untuk melemahkan posisi Marquis Xiao. Jika dibiarkan, efeknya bisa menyebar ke seluruh Kekaisaran.”
Xiao Mei menarik napas panjang, matanya menatap jalanan dari balkon kediaman. Ia bisa melihat beberapa pedagang yang mulai menutup kios lebih awal, anak-anak yang jarang bermain di alun-alun, dan beberapa warga tampak saling berbisik curiga. “Kalau begitu kita harus bertindak… meski aku masih lemah setelah wabah kemarin.”
Duke menepuk pundaknya lembut. “Jangan khawatir. Kita akan perlahan membantu, dan aku pastikan kau aman. Tapi kita tidak bisa diam. Ancaman ini bisa menelan banyak korban kalau terlambat diatasi.”
Kabar dari Pusat Kota
Begitu turun ke jalan, suasana kota terasa lebih tegang. Jalanan biasanya ramai kini sunyi, aroma roti panggang dan rempah yang biasa menyeruak pagi ini hanya samar.
Bau asap dari dapur tertutup, suara kuda jarang terdengar, orang-orang menatap ke jalan sambil bergumam, dan sedikit adegan ibu-bapak menenangkan anak mereka.
Beberapa kios ditutup lebih awal, pedagang yang masih buka tampak cemas, dan anak-anak jarang bermain di alun-alun. Desas-desus tentang “stok beras hilang” dan “obat-obatan tercemar” membuat ketakutan meluas.
Xiao Mei menghampiri seorang pedagang tua yang duduk termenung di depan tokonya. “Apa yang terjadi, kakek?” tanyanya lembut.
Pedagang itu menunduk, suaranya gemetar.
Seorang ibu menatap pedagang lain sambil menanyakan stok beras, seorang anak kecil bertanya takut pada ibunya.
“Nona… beberapa malam terakhir, persediaan makanan di gudang kota… menghilang. Rakyat mulai saling curiga. Ada yang menuduh Marquis Xiao sendiri, ada yang bilang penyabot dari wilayah lain. Kami… kami takut keluar rumah.”
Hati Xiao Mei sesak. Ia menoleh ke Duke Wang. “Kita harus memastikan rakyat tidak panik. Kalau ketakutan ini terus menyebar, kekacauan bisa muncul sebelum kita mengetahui dalangnya.”
Duke mengangguk. “Kau benar. Kita mulai menyelidiki gudang dan pejabat yang bertanggung jawab atas distribusi. Aku juga mengirim pengawal rahasia untuk memantau gerak-gerik mencurigakan.”
Menyelidiki Ancaman
Selama beberapa hari, Xiao Mei dan Duke berkeliling kota, berbicara dengan rakyat, menenangkan ketakutan mereka, dan mengumpulkan informasi.
Mereka menyusuri gang sempit, memperhatikan tanda-tanda sabotase, pengawal rahasia mengintai gerak-gerik mencurigakan, dan perasaan Xiao Mei saat melihat ketakutan rakyat.
Beberapa pegawai gudang tampak gugup saat diperiksa, sementara rumor tetap berkembang di setiap gang dan lorong kota.
Seorang pegawai muda berbisik pada Xiao Mei, “Nona… aku melihat beberapa orang malam-malam masuk ke gudang. Mereka memakai kain hitam, membawa karung besar, lalu menghilang ke gang-gang sempit dan lorong kota.”
Xiao Mei mencatat setiap detail. “Kau yakin itu bukan pencuri biasa?”
Pegawai itu menggeleng. “Tidak, Nona… mereka bergerak sangat terorganisir, tahu kapan patroli pergi. Ini jelas bukan perampokan biasa.”
Duke menatap Xiao Mei serius. “Ancaman ini lebih besar dari yang kita kira. Bukan hanya sabotase, tapi bisa jadi ada pihak yang ingin melemahkan seluruh pemerintahan Marquis.”
Xiao Mei menggenggam tangan Duke sejenak, mencari ketenangan. “Kita harus cepat. Kalau rakyat kehilangan kepercayaan, kekacauan bisa menyebar.”
Selama penyelidikan, mereka juga menemukan beberapa surat misterius yang berisi ancaman samar dan kode-kode aneh yang mungkin menunjuk pada dalang di balik sabotase.
Bahkan beberapa pejabat tinggi terlihat bertemu diam-diam di lorong belakang, menimbulkan kecurigaan akan konspirasi lebih luas.
Tanda-tanda Bahaya
Malam itu, Duke dan Xiao Mei duduk di balkon kediaman, lampu kota yang berpendar di kabut, bunyi aneh dari gang-gang sempit, atau bayangan mencurigakan yang terlihat dari kejauhan.
Bisa juga menambahkan monolog internal Xiao Mei tentang kemungkinan dalang atau rencana mereka berikutnya.
memandang kota yang berpendar samar di bawah lampu minyak. Angin malam dingin, tapi mereka tetap waspada.
“Mei’er,” kata Duke pelan, “pengawal yang kuberikan tugas menyusup ke pasar dan gudang sudah mulai melapor. Mereka akan memberi tahu setiap gerak-gerik mencurigakan.”
Xiao Mei menatap kota yang tampak tenang, tapi hatinya tetap tegang. “Aku merasa ada sesuatu yang lebih besar di balik ini… bukan sabotase biasa. Seperti dalang yang menunggu dari bayang-bayang untuk membuat gerakan besar.”
Duke mencondongkan tubuhnya. “Aku merasakan hal yang sama. Siapapun yang menentang rakyat… tidak akan kubiarkan lolos.”
Tiba-tiba, terdengar gaduh dari jalan utama. Kerumunan kecil berkumpul, wajah warga panik.
“Marquis Xiao mengirim pejabat baru! Tapi… beberapa karung beras hilang dari gudang kota!” teriak seorang warga.
Xiao Mei dan Duke segera turun ke jalan. Anak-anak menangis, pedagang menutup kios, warga berbisik cemas.
Seorang ibu memeluk anaknya. “Apakah kita akan kelaparan? Mereka… mereka mengambil makanan kita…”
Xiao Mei mengangkat tangan menenangkan.
“Tenang! Kita akan menemukan dalangnya. Jangan panik.”
Duke menatap kerumunan, matanya tajam.
“Kau dengar semua itu? Setiap langkah mereka diperhatikan. Ini perang bayangan.”
Di sisi lain, beberapa pejabat yang dicurigai tampak gelisah, menatap satu sama lain diam-diam, menandakan bahwa konspirasi ini lebih dalam dari yang terlihat.
Xiao Mei menarik napas dalam, menatap kota yang mulai sedikit tenang. Ia tahu ancaman ini baru permulaan.
“Duke… kalau ini sudah sampai sini, mungkin masalah lain sedang menunggu di wilayah Timur. Kekeringan… atau sesuatu yang lebih buruk.”
Duke mengangguk, matanya memantul cahaya lampu kota. “Kau benar. Kita harus bersiap. Besok… kita pergi ke Timur.”
Rakyat masih cemas, tapi keberanian Xiao Mei dan Duke memberi secercah harapan.
Bayangan kota yang gelisah menjadi latar dari misi baru mereka—misi yang akan menguji strategi, keberanian, dan kecerdikan mereka.
Langkah mereka menuju wilayah Timur akan membawa mereka ke tantangan berikutnya…
BERSAMBUNG.......
______________________________________
HAI GUys hari ini double up yaaa
Met soree