Langit Maharaja dan Nezha Calista dua teman yang tidak pernah terpisahkan,
Pertemanan mereka sudah lama sejak SD hingga kini mereka duduk di kelas 12 SMA.
Mereka Siswa/i yang terpopuler di sekolah nya.
Langit yang terkenal nakal dan jahil selalu membuat Nezha darting. Namun Langit teman yang paling baik di antara teman-teman lainnya, dan Nezha tidak pernah terganggu sama sekali dengan kelakuan teman baiknya itu.
Akankah seiring berjalan nya waktu mereka tumbuh perasaan cinta atau memang selama itu mereka memiliki perasaan satu sama lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziwa Syifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KTBK.18
Sudah satu minggu sejak kejadian di markas, Langit tak biasanya menjadi seorang pendiam di kelas maupun di rumahnya.
Seminggu ini, Nezha merasa kesepian dengan tingkah diamnya Langit.
Tak ada kejahilan dan kenakalannya, atau tingkah konyolnya, Nezha tak suka itu.
Langit berdiam diri di bangku paling pojok, sambil merokok di kelas sebelum jam pelajaran di mulai dengan kebiasaan sehari-harinya tetap tidak berubah, yang berubah di mata Nezha itu, yang saat ini sedang melirik dengan ekor matanya diam-diam ialah tingkah jahil kepadanya.
"Nezh, habis pulang sekolah kita main ke cafe yang lagi viral, yuk." ajak Dewi membuyarkan perasaan betenya, Nezha menatap sekilas namun mengangguk tanpa gairah.
Dewi menyadari sikap temannya akhir-akhir ini bertanya-tanya?
"Loh, kenapa sih, Nezh?" Nezha tetap fokus dengan membaca bukunya. "Nggak apa-apa, emang kelihatannya gwe kenapa?" balik tanya Nezha membuat Dewi memutarkan matanya malas jawabannya sangat tidak suka.
"Gwe, nanya. bukan loh balik tanya sama gwe, loh ahk nggak asik!" balas Dewi kesal.
"Loh, lagi marahan yah sama si Langit, Nezh?" Nezha tak menyahut ia sangat galau gimana mau jawab, ia merasa tidak melakukan kesalahan yang salah itu Langit temannya kenapa berubah menjadi diam dan menciptakan perasaan bete kepadanya.
*****
Sepulang sekolah, Nezha tak langsung pulang ia akan pergi ke cafe yang di tuju teman sebangkunya, Dewi.
Dewi menggandeng Nezha berjalan beriringan, gelak tawa saling melempar canda.
Saat mereka asik bercanda dan tertawa, Langit menghadang jalan mereka dengan wajah dinginnya mereka terdiam dan bertanya-tanya.
"Mau kemana?" tanya Langit dingin.
"Yah, suka-suka gwe, lah." balas Nezha dengan cetus, kenapa sekarang dirinya yang marah kepada Langit yang berusaha mendiamkan pertemanannya.
Langit menukik tajam, jelas dia harusnya yang marah dan sakit hati, kenapa sekarang terbalik.
"Awas! minggir." sembari menyingkirkan tubuh jangkung Langit namun tak akan mengindahkan tubuhnya menggeser sejengkalpun di depan Nezha.
Dewi hanya menyimak dan melongo, tentu saja Nezha dan Langit bertengkar sudah seperti pacaran.
Nezha dan Dewi pergi meninggalkan Langit yang berusaha ingin mencegahnya, namun dengan sikap gengsinya yang tinggi tak bisa merubahkan sikap dinginnya.
Nezha berjalan dengan sedikit lebih cepat, hingga Dewi tak bisa berjalan dengan normal ia terseok-seok dan pasrah tangannya di gandeng Nezha membawanya ke mobil miliknya.
"Loh, harus cerita sama gwe, Nezh." di sela-sela langkahnya Dewi menjadi penasaran pertengkaran berteman mereka.
****
15 menit perjalanan, Nezha dan Dewi sampai di cafe S'Zsa yang katanya Viral di sosmed.
Mereka duduk di bangku di ujung, di sana sudah banyak pelanggan yang ramai ternyata hanya anak-anak muda-mudi.
Setelah memesan pesanan Nezha kembali ke kursinya.
"Loh, tahu darimana, cafe yang ternyata isinya cuman anak-anak seumuran kita, Dew?" tanya Nezha sambil mengedarkan pandangannya di sekililingnya cuman anak-anak sekola.
"Disini cafe berkedok club, luarnya ajah cafe, dalemnya ajah club." balas Dewi setengah berbisik.
Nezha menyipitkan matanya curiga, Dewi yang paham maksud temannya hanya meringgis.
"Loh, negatif mulu." sangkalnya."Tapi kok viral di sosmed sih, Dew. harusnya ini Cafe tersembunyi." ucap Nezha.
"Yah, itu makanya cafe ini viral. bukan cafenya ajah yang viral tapi pemilik cafe ini." balas Dewi setengah berbisik, mereka duduk berdampingan sehingga pembicaraan mereka tidak di curigai pelanggan yang lain.
"Lah, emang kamu tahu siapa pemilik cafe ini, Dew?" Dewi mengangguk. "Siapa?"
"Permisi, ini pesanannya." seseorang pelayan perempuan mengantarkan pesanan mereka dengan sopan.
Dewi dan Nezha membantu menghidangkan makanannya dengan canggung.
Setelah kepergian pelayan tadi Nezha bertanya yang sempat tertunda tadi, namun langsung di jawab dengan Dewi membungkam penasaran Nezha.
"Zsa, Zsa?" Dewi mengangguk. "Katanya ini dari ayah tirinya yang tidak di ketahui para tetangga." balas Dewi.
Nezha tahu Dewi tetangganya Zsa Zsa, dan Zsa Zsa adalah sepupunya dari Langit tentunya ia berteman sangat dekat sebelum kepindahan sekola Zsa Zsa di luar kota.
"Tapi kok, si Langit nggak pernah cerita sepupunya punya Cafe semewah ini?" ada perasaan kesal kepada Langit tak pernah tahu bahwa ini Cafe sepupunya, apakah jangan-jangan Langit temannya juga sering main kesini.
"Loh udah berapa kali? ke Cafe ini Dew." tanya Nezha yang entah ingin tahu keseharian Langit sering main kemana.
"Pasti, curiga sama si Langit?" tanyanya. "Yah, kan gwe temannya, emang nggak boleh curiga sama temen sendiri apalagi gwe temen dari kecil." sangkal Nezha.
Tanpa sengaja Nezha melihat Bintang bersama teman-temanya sedang asik mengobrol, tempat perkumpulannya tak jauh dari mereka.
Dan lebih mengikis penglihatannya kepada seseorang yang barusaja masuk seorang diri.
penampilan formal seperti akan pergi ke kantor.
"Papah!!" gumam Nezha dengan suara tertahan dan dalam ada rasa sakit, cinta pertamanya kini menciptakan kehancuran ibunya, sekarang ada di Cefe ini, jelas ia bertanya-tanya sedang apa sesiang ini apalagi papahnya di jam segini seharusnya sedang bekerja di luar kota.
"Nezha!!"
authornya seneng bgt bikin naira kesusahan kayanya, ntar di bar naira diketemukan sm ibunya, nebak aja sih
minta maaf tu yg tulus tante, anak sm emaknya sama saja