NovelToon NovelToon
Perangkap Cinta Ceo Posesif

Perangkap Cinta Ceo Posesif

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:233.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Senja

Naomi harus menjalani hari-harinya sebagai sekretaris di perusahaan ternama. Tugasnya tak hanya mengurus jadwal dan keperluan sang CEO yang terkenal dingin dan arogan yang disegani sekaligus ditakuti seantero kantor.

Xander Federick. Nama itu bagai mantra yang menggetarkan Naomi. Ketampanan, tatapan matanya yang tajam, dan aura kekuasaan yang menguar darinya mampu membuat Naomi gugup sekaligus penasaran.

Naomi berusaha keras untuk bersikap profesional, menepis debaran aneh yang selalu muncul setiap kali berinteraksi dengan bosnya itu.

Sementara bagi Xander sendiri, kehadiran Naomi di setiap harinya perlahan menjadi candu yang sulit dihindari.

Akan seperti apa kisah mereka selanjutnya? Mari langsung baca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18 Bos Iblis

James sedang memeriksa jadwal sorenya di ponsel. Niatnya, sore ini dia akan mengantar Clara pulang, mungkin sekalian mengajaknya makan malam untuk memperbaiki suasana hati wanita itu.

Tapi, sebuah pesan masuk di ponselnya, menghentikan semua rencananya.

[Temui aku segera!]

Tidak ada nama pengirim, tapi James tahu siapa yang berani memberinya perintah seperti itu. James berdecak kesal. Gangguan lain datang.

“Sialan!” umpatnya pelan. James membatalkan niatnya untuk menemui Clara.

James mengirimi Clara pesan singkat bahwa dia ada urusan mendadak.

James bergegas ke mobil dan menuju ke sebuah tempat, sebuah kedai kopi tersembunyi yang biasa digunakan untuk pertemuan rahasia. Sesampainya di sana, seorang pria sudah duduk menunggunya di sudut ruangan yang agak remang.

Cerutu di tangan, dengan asap mengepul tipis, dipegang pria itu. Wajahnya dipenuhi kerutan, namun sorot matanya tajam dan penuh wibawa.

“Tuan Besar.” James membungkuk hormat, menundukkan wajahnya. James tahu betul siapa pria di depannya ini.

“Ck! Sudah lama aku menunggu, kamu terlambat lima menit!” ucap suara berat yang terdengar serak itu dengan penuh ketidaksabaran.

“Maafkan saya.” James menanggapi dengan patuh. Lalu, ia pun mengumpat dalam hati. “Dasar tua bangka! Aku hanya terlambat sebentar, kenapa dia begitu marah?”

Pria itu menyesap cerutunya. “Sudah berapa lama kamu bekerja dengan cucuku?” tanyanya, suaranya tenang namun mengandung ancaman.

“Hampir sepuluh tahun, Tuan,” jawab James, kepalanya masih menunduk.

Wajah pria itu mengeras. Dia menggebrak meja, sontak membuat James tersentak kaget.

“Dan selama itu kamu sama sekali tidak memberikan informasi apapun padaku, hah!” bentak Noah.

Ya, pria itu adalah Noah, kakek Xander.

Noah mendelik tajam pada James. “Aku perlu tahu wanita mana saja yang dekat dengan cucuku! Tapi mana? Satu informasi pun tidak aku dapatkan!” Rahangnya mengeras, menunjukkan betapa marahnya dia.

Meskipun sudah berumur, Noah masih nampak gagah dan tampan. Pesonanya belum hilang sama sekali. Apalagi aura dinginnya yang mematikan itu.

Noah adalah pendiri imperium bisnis yang juga menjadi tameng bagi bisnis gelap mereka, dan dia tak pernah main-main.

James tak bisa berkata-kata. Ia ingin menjawab, tapi fakta berbicara. Selama ini Xander tidak pernah dekat dengan satu wanita pun, setidaknya tidak ada yang signifikan untuk dilaporkan.

Noah menunjuk James dengan cerutunya. “Pokoknya aku mau kamu segera memberikan informasi akurat padaku! Kalau tidak, kamu akan tahu akibatnya!” ancam Noah dengan mata menyala.

“Baik, Tuan,” ujar James, pasrah.

James tahu, jika Noah sudah bicara seperti itu, tidak ada pilihan lain selain menuruti.

*****

Di kantor, Xander masih sibuk mengerjai Naomi.

Xander memang sengaja membuat gadis itu kesal.

Setelah insiden kopi tadi pagi yang berakhir dengan Naomi nyaris melempar cangkir, Xander merasa terhibur dengan ekspresi kesal Naomi.

“Tuan, ini sudah pukul lima sore, bolehkah aku pulang?” tanya Naomi, memberanikan diri, ia sudah lelah seharian di kantor, apalagi melayani Xander yang rewel.

“Tidak!” jawab Xander ketus, tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputer. “Jam kerjamu selesai setelah aku pulang!”

“Tapi karyawan lain sudah—”

“Apa kamu mau membantah ku?!” potong Xander, ia melotot ke arah Naomi. Tatapannya yang tajam, membuat Naomi langsung terdiam. “Selesaikan tugasmu dan segera berikan padaku! Jangan membuang waktu!”

Naomi menunduk lemas dan kembali ke meja kerjanya. Ia menarik napas dalam-dalam, berusaha menahan kekesalan.

Tadi soal kopi saja sudah membuatnya hampir menyerah bekerja di sini, dan sekarang, Xander membuat ulah lagi.

“Dasar bos iblis!” umpatnya dalam hati.

“Tunggu!” seru Xander, tiba-tiba.

Naomi berbalik malas. “Ya?”

“Pesankan aku makanan dulu. Aku lapar,” ucap Xander, ia menarik dompet dari sakunya lalu melempar black card ke arah Naomi. “Dan pakai ini.”

Naomi menangkap black card itu dengan canggung. Ia menatap Xander, lalu dengan tegas berkata, “Saya menolak!”

Xander mengernyit. Alisnya terangkat. Jarang sekali ada yang berani menolaknya. “Apa katamu?”

“Nanti Anda pasti akan protes lagi dan marah-marah tidak jelas,” lanjut Naomi, ia memberanikan diri. “Jadi, Anda minta karyawan Anda yang lain saja untuk membelinya!”

Jika Naomi yang membelikan, Xander pasti akan rewel dengan rasa atau kualitas makanan itu.

Sebuah senyum tipis, nyaris tak terlihat, muncul di bibir Xander. Ia tidak menyangka Naomi akan menjawab seperti itu.

“Aku akan memakan apapun yang kamu beli,” ucap Xander, nadanya sedikit lebih lembut dari biasanya. “Cepat sana, aku benar-benar lapar!”

Naomi memicingkan mata, menatap Xander. Ia merasa ada yang aneh dengan Xander.

Kenapa tiba-tiba dia bersikap manis? Tapi rasa laparnya mengalahkan keraguan itu.

Kesal, Naomi pun segera melangkah keluar untuk membeli makanan.

“Dasar bos menyebalkan! Aku harap dia tersedak nanti!” umpat Naomi, ia berjalan cepat melewati koridor yang sepi.

Naomi bahkan bergumam sendiri di lift.

“Ganteng sih, tapi kelakuannya... haduh! Kopi minta ini itu, sekarang makanan juga. Kayak bayi gede aja! Semoga aja dia sakit perut habis makan ini!” Naomi terus mengomel, tak menyadari bahwa senyum tipis di bibir Xander justru semakin lebar setelah Naomi pergi.

1
Asihfitr
oh ternyata Diego dari kecil udh begini
baca dulu kisah anaknya sblm baca ini
Asihfitr
ternyata ada novel khusus ortunya Diego kn ini malah udh baca novel anak cucunya duluan tp yg ini blm🤣
Senja: Heheh ndak papa kakak
total 1 replies
Ririn Nursisminingsih
halah jual mahal kmu naomi lagian udah nikah yaa itu kewajiban istri nyebengin suami..
Evi Lusiana
egois kau naomi,udh sah jd istri tp msih sok jaim
Evi Lusiana
bocah gendeng d kira dady ny org bodoh ap
Evi Lusiana
siap² kau james kna amukan sander
Evi Lusiana
lo yg aneh pak CEO klo lo gk bucin sm naomi ngapain lo bela²in dateng mlm²
Vicentia Retno Utari
saudaeanta Xander y Naomi
Vicentia Retno Utari
seru nih kayaknya ceritanya...
Mochimolala
lain di mulut lain di hati ck ck ck der Xander😒
mrsdohkyungsoo
thankyouuu
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
SESON 3 KELUARGA FREDERIK
XANDER FREDERICK
ISTRI NAOMI
XANDER ANAK KE 2 DARI NATHANIEL DAN MILEA
NICHOLAS FREDERICK
ISTRI SNOWY.,(SALJU)
NICHOLAS ANAK DARI NATHANIEL DAN MILEA🥰🥰
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
xander .naomi .orang tua diego.nenek kakek alex.
Karsa Sanjaya
harusnya pake kata oleh bukan dengan GK tau ini typo atau GK soalnya d novel novel lain jg sama yg d gunakan dengan bukan oleh
kalo pake kata dengan berarti yg yg d jodohkan kakek nya bukan s xander
Senja: 😭 maaf kak banyak typo belum sempat revisi
total 1 replies
Karsa Sanjaya
koq kaya dh pernah baca ceritanya tpi pas liat tgl bulan dn tahunnya ini novel baru
sedangkan kalo dh d baca dah ada tanda nya
Retno Palupi
🤣🤣🤣🤣
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🤭🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Terus gimana dgn Nick? udah punya anak belum ya?
Senja: Sudah, anaknya ada cerita sendiri “Dijual paman dibeli mafia arogan🙏
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Kok aku pernah baca alur kayak gini, Tapi versi dewasa cowoknya,Atau apa itu benar Diego anak Xander dan Naomi ya🤔🤔🤔
Senja: Iya kak , diego anak mereka heheh,
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Aneh udah SAH udah punya SARANG,kenapa malah di buang sia2 bibit unggulnya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!