Juna akhirnya mau berhubungan lagi dengan hal gaib yang hampir bertahun-tahun dia coba hindari, karena ada sesosok hantu cewek berseragam, Louise, yang sudah menjadi rahasia umum di SMA Ksatria Negara sering menampakkan dirinya kepada siapapun yang mencoba membicarakan dan mengusiknya.
Pada awalnya Juna tidak mengenali sosok itu sampai pada akhirnya dia mau mendengarkan Louise yang ternyata kakak sepupunya yang tewas ditangan pacarnya.
Dan Juna pun dengan dibantu Ariel, cewek yang bisa membuatnya merasa berani menghadapi Louise, mencoba memecahkan misteri tewasnya Louise, serta mencari dimana jasadnya dikubur.
Jangan lupa utk like, komen (biar aku bisa terus memperbaiki karya aku), dan vote yaaa.. thanks a lot!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caroline Gie White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyusun Rencana
Setelah berhasil membuat Juna menghabiskan bubur jagungnya, Ariel membawa Juna ke tepi kolam renang. Juna pasti butuh udara segar yang bisa memulihkan kondisinya.
Juna terlihat menghirup udara yang siang ini terasa adem. Ditambah sekeliling mereka banyak pohon-pohon yang bisa menyegarkan udara. Tangan Juna pun belum mau melepaskan tangan Ariel. Ariel hanya tersenyum sambil memainkan air di kolam renang dengan kakinya.
“Ada kabar apa di sekolah?”
“Kamu yakin kondisi kamu sudah siap buat dengerin aku?”
“Sekarang aku sudah enggak khawatir, kan ada kamu di samping aku.”
“Dewa dilengserkan dari ketua. Pecinta alam divacumin sama Alex buat sementara.”
Juna mendengus sinis. “Dia pantas mendapatkannya. Jadi Kenny yang naik jadi ketua?”
“Otomatis. Dan aku sudah tahu soal.. Louise.”
Juna menatap Ariel. “Kamu mau bantu aku, Riel?”
“Kalau aku enggak mau bantuin kamu dari awal, untuk apa aku di sini sekarang?”
“Aku serius. Karena aku mau.. bantuin dia.”
Ariel terkejut. “Kamu serius? Kan kamu bilang..."
“Kamu ingat kemarin aku di apartemen kenapa?”
“Kamu.. menangis. Sebenarnya ada apa sih, Jun? Kenapa kamu tiba-tiba mau ikut terlibat?”
Juna menghela nafas. “Ternyata Louise itu.. kakak sepupu aku, Riel.”
Ariel hanya bisa terkejut. Juna pun terdiam.
2 hari kemudian kondisi Juna benar-benar pulih. Dan itu semua berkat Ariel. Papapun sudah tidak mempermasalahkan Juna berhubungan dengan Ariel karena ia memang melihat sendiri kalau Ariel bisa membantu anak lelakinya.
Sewaktu di sekolah ia langsung mencari Kenny untuk mencari informasi lebih detail tentang Louise, karena Kenny kebetulan dekat dengan Louise sewaktu di organisasi dulu, sebelum Louise meninggal dan arwahnya menggentayangi setiap langkah Juna untuk meminta pertolongan untuk menyempurnakan kematiannya. Tapi masalahnya Juna tidak tahu dimana jasad Louise berada. Louise hanya memberikan beberapa petunjuk namun masih belum bisa terpecahkan oleh Juna.
“Ken..”
Kenny yang sedang berdiri di depan kelasnya sambil menatap beberapa anak yang sedang bermain basket, menengok dan melihat Juna. Iapun tersenyum.
“Bisa ngomong sebentar?” Tanya Juna.
Kenny pun mengangguk lalu meninggalkan beberapa temannya dan mengikuti Juna.
“Sebelum lo ngomong, gue minta maaf dulu sama lo soal...” Sahut Kenny waktu mereka memilih berbicara di taman belakang yang jauh dari keriuhan.
“Gue sudah enggak mikirin soal itu. Gue cuma mau tahu tentang Louise, Ken.”
“Kemarin Ariel menanyakan hal yang sama, sebenarnya Louise itu siapanya kalian?”
“Benar lo dekat sama dia?”
“Dia seangkatan sama gue, kita diklat bareng, jadi enggak mungkinlah kalau gue enggak dekat sama dia.”
“Dan lo enggak merasa aneh atas menghilangnya dia?”
“Gue sudah berusaha mencari informasi apapun tentang dia, tapi gue enggak mendapatkan apa-apa, Jun. Sebenarnya ada apa?”
“Dan Dirga enggak bilang kalau dia kemana?”
“Dia cuma bilang kalau Louise ke luar negeri tapi dia enggak tahu detailnya kemana.”
Juna terdiam. Pintar banget dia menyembunyikan ini semua.
“Lo bisa bantu gue enggak, Ken? Lo ungkit lagi tentang Louise ke Dirga atau Dewa.”
“Gue bakal bantu lo, tapi jujur sama gue, Louise itu siapanya lo?”
Juna menatap Kenny lalu menghela nafas. “Dia kakak sepupu gue, Ken. Dan dia.. sudah meninggal.”
“Apa lo bilang? Enggak mungkin. Jangan bercanda lo, Jun.”
“Gue serius, dan gue yakin banget ini ada hubungannya sama Dirga. So please, help me to find the truth.” (Jadi tolong bantu gue untuk cari tahu yang sebenarnya)
Kenny masih terkejut dan tidak percaya sama apa yang ia dengar. “Kalau emang lo benar, gue bakal bantu lo.”
“Thanks, Ken. You will help us a lot.” (Lo amat sangat membantu kita.) Juna tersenyum menatap Louise yang tanpa Kenny tahu, duduk di sampingnya.
Setelah berbicara dengan Kenny, Juna berjalan menuju kelasnya yang masih ada di lantai 3. Dari arah koridor, ia bisa melihat ke arah lantai 4 dan ada Louise sedang berdiri di sana. Namun kali ini ia tidak menatap ke Juna seperti yang biasa ia lakukan. Ia menatap ke arah tembok pembatas antara laboratorium dan perpustakaan.
Juna berhenti sejenak di pinggir koridor lantai bawah sambil mendongak ke atas.
Apa mungkin jasadnya ada di sana? Tapi kenapa dia sering ke sekre juga?
Juna pun kembali berjalan dan dari jauh ia melihat Dewa yang berjalan ke arahnya. Mereka pun berhadapan.
“Ada yang mau gue omongin.”
Dewa sedikit menepi ke pinggir koridor. Juna pun mengikutinya. Kalaupun mereka mesti berkelahi, pasti banyak orang yang akan memisahkan mereka. Jadi Juna tidak merasa khawatir kalau Dewa akan membalas pukulannya waktu itu.
“Kenapa? Pasti lo senang bangetkan lihat keadaan gue sekarang.”
Juna tersenyum sinis sambil melihat ke lapangan. “Keadaan lo sekarang bukan salah gue, tapi karena kelakuan lo sendiri. Gue yakin Alex sudah lama mengincar lo dan kebetulan lo salah memilih Ariel dan permainan busuk lo terbongkar. Tapi gue salut lo masih ada di sekolah ini setelah apa yang lo dan kakak lo lakukan.”
Dewa sontak menoleh ke Juna yang belum menatapnya. “Apa maksud lo? Kenapa lo bawa-bawa kakak gue? ”
Juna menoleh sambil tersenyum sinis. “Serapat apapun kalian menyembunyikan bangkai, pasti bakal kecium juga. Dan satu lagi, tonjokan gue waktu itu bukan karena lo sudah mengejek gue di depan orang banyak, tapi karena gue enggak rela lo jadikan Ariel korban lo dan kayanya itu pun masih kurang buat membalas lo. Gue yakin pasti ada waktunya buat lo menerima akibat dari perbuatan lo dan kakak lo. ”
Juna lalu berbalik pergi meninggalkan Dewa yang terdiam dengan tangan terkepal.
Apa maksud dia ngomong kaya gitu? Darimana juga dia kenal Dirga? Apa mungkin dia sudah tahu soal sepupunya?
To be continued....
Author : Terimakasih yang sudah mampir. Like dan komen kalian sangatlah berarti 🙏
Boleh gak kakak thor?
Setan beneran itu keknya
Nama Zafrannya bagus ☺☺
Kek nama anime