NovelToon NovelToon
Dia Adalah Aku

Dia Adalah Aku

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Chicklit / Tamat
Popularitas:78.3k
Nilai: 5
Nama Author: Serra R

Jenita Claudia Andini, gadis berusia 24 tahun. Diharuskan untuk kembali ke kota C, demi memenuhi wasiat sang eyang.

Jenita yang sejak kecil besar dan tumbuh bersama mamanya. Terpaksa menutupi identitas dirinya di kota S. Disana dirinya dikenal sebagai Ceo Claudia. Seorang Ceo yang terkenal tegas dan dingin. Berbeda jauh dengan sifat nya sebagai Jenita yang lemah lembut.
Misteri kematian sang papa yang menjadi semangat nya untuk tetap bertahan di kota C. Bahkan dirinya masih harus dihadapkan dengan perjodohan yang baru diketahuinya setelah dirinya kembali ke kota C.
Bagaimana kisah Jenita Claudia yang mempunyai peran berbeda?
Bagaimana juga dengan perjalanan cintanya dengan sang tunangan yang lebih memilih dirinya sebagai Claudia bukan sebagai Jenita?
Mampukah dirinya bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Tepat ketika jam menunjukkan pukul 9 pagi, Alex memutuskan untuk mencari hotel untuk menyegarkan tubuhnya barang sejenak. Ada beberapa hal yang harus diselesaikan nya dengan segera. Setelah mendapat kabar bahwa kamar hotelnya telah siap, Alex dengan segera melajukan mobilnya. Kali ini dirinya mengendarai mobilnya sendiri dan menyuruh Rendy untuk kembali fokus pada tugasnya mencari titik terang keberadaan Jenita.

Bukan perkara mudah bagi Alex yang memang terkenal keras dan arogan. Namun dirinya sadar betul semua tak bisa dipaksakan sesuai kehendaknya. Entah mengapa, dua hari ini sikapnya sedikit bisa dibilang manusiawi hingga dia pun sempat makan bersama dengan para bawahannya tadi pagi sebelum dirinya pergi masuk ke dalam kamar hotelnya.

Sesampainya dikamar, Alex tak lantas benar-benar mengistirahatkan badannya. Dia menghubungi Aldi untuk meminta nomer kontak Santi, yang dia tahu gadis itu adalah sekertaris Claudia di kota S.

"Ada apa? tumben sekali kamu meminta nomer kontaknya." Bukannya segera memberitahu, Aldi yang merasa anehh dengan kebiasaan Alex yang beda tentu melayangkan pertanyaan.

"Ya Tuhan. Ayolah aku tak punya banyak waktu untuk bercanda sekarang." Alex mendengus.

"Aku sedang berada di ruang rapat saat ini. Dan semua itu karena ulahmu yang pergi begitu saja."

Alex memijit pangkal hidungnya. Dia yang pergi secara terburu-buru kemarin siang dari kantornya memang tak sempat memberitahukan pada Aldi hingga pagi ini.

"Jenita diculik." Ucapnya pelan.

Tentu saja Aldi menganga mendengar jawaban pelan dari bos sekaligus sahabatnya tersebut. Jadi hal itu yang membuat Aldi memutuskan untuk segera pergi ke kota C sendirian bahkan tanpa memberitahu dirinya. Tapi bukannya Alex sangat membenci Jenita? bukannya itu berita bagus ketika Jenita benar-benar diculik dan seharusnya Alex merasa senang untuk itu. Tapi mengapa nada bicaranya seolah dirinya sedang bersedih.

"Bukankah itu bagus? kamu membencinya bukan. Lalu apa hubungannya dirimu meminta nomer kontak sekertaris Nona Claudia?"

"Jenita dan Claudia orang yang sama."

"Apa?" Spontan suara Aldi yang meninggi karena kagetnya membuat suasana rapat yang tadinya sedikit hening karena dirinya meminta waktu sebentar untuk mengangkat panggilan dari bos nya tersebut menjadi canggung.

Beberapa pasang mata menatap ke arah Aldi dengan bingung. Lelaki yang sama ketatnya dalam urusan pekerjaan, namun masih terlihat senyum ramah di bibirnya dibandingkan dengan sang bos.

"Ah maaf. Sepertinya rapat kita tunda dulu sehabis makan siang. Ada beberapa hal yang akan saya bahas kembali dengan Tuan Alex. Jadi silakan kembali ke bagian masing-masing." Aldi segera membubarkan rapat bulanan yang dihadiri para kepala devisi di perusahaan Alex.

Sepeninggal para anggota rapat, Aldi segera melangkah masuk ke ruangan Alex. Dimana tempat itu adalah tempat teraman menurutnya untuk bicara hal penting dengan sang bos.

"Jika ada yang mencari ku atau Tuan Alex, katakan untuk saat ini kami sedang ada kesibukan." Pesannya ke pada sekertaris yang berada di sisi ruangannya tersebut sebelum melangkah masuk ke ruangan Alex.

Kepanikan di wajah Aldi membuat tanda tanya besar di benak para karyawan nya. Apalagi rapat bulanan yang tak pernah ada penundaan karena Alex selalu meminta laporan yang tepat waktu, detail dan efisien. Namun begitu tak ada seorangpun yang berani bertanya pada asisten pribadi bos mereka itu.

*

*

*

Aldi tertegun beberapa saat ketika dirinya mendengar cerita Alex. Dia yang terkenal dengan kejelihannya pun merasa bodo karena tak bisa mengenali penyamaran Jenita sedari awal.

Seperti yang Alex pinta. Aldi segera menghubungi Sinta dan menanyakan keberadaan gadis itu. Dia juga menghubungi beberapa orang yang dia rasa bisa membantunya saat ini. Namun demikian sesuai perintah Alex dirinya tak ingin berita ini tersebar karena takut akan membahayakan nyawa Jenita.

Sementara Sinta menghubungi Andrian dan memintanya untuk menemaninya menemui Alex di sebuah restoran yang terdapat di hotel tempat Alex menginap.

Pada awalnya gadis manis itu mengatakan bahwa dirinya sedang berkunjung di kota C karena berpikir Aldi menghubungi nya karena masalah pekerjaan. Kebetulan kerja sama antara perusahaan Alex dan Claudia sedang berjalan. Namun ketika Aldi menyebutkan tentang tujuan Alex memintanya bertemu barulah Sinta mengiyakannya.

Tepat di waktu makan siang Sinta beserta Andrian terlihat memasuki restoran. Seorang karyawan mengarahkan mereka ke sebuah privat room.

Tatapan Alex jelas saja tertuju pada kehadiran Andrian. Dengan sorot matanya seolah dia bertanya siapa lelaki tersebut dan untuk apa Sinta mengajaknya datang.

"Tuan Alex." Sinta menjabat tangan Alex

"Ini adalah Chef Andrian guru les sekaligus rekan bisnis yang membantu usaha Jenita di kota ini. Dia juga yang beberapa hari ini membantu ku untuk mencari keberadaan Jenita." Sinta langsung berkata ada intinya. Dia tau, tatapan Alex seolah keberatan dengan kehadiran Andrian diantara mereka.

"Alex, tunangannya Jenita."

Baik Sinta dan Andrian terkejut dengan pengakuan Alex. Bahkan keduanya sampai saling berpandangan.

"Jenita?" Sinta mencoba bertanya dan Alex mengangguk mantap sebagai jawaban.

"Jenita atau CEO Claudia." Pengakuan Alex selanjutnya kembali membuat keduanya. Tak menyangka jika Alex benar sudah mengetahui siapa Jenita sebenarnya.

"Aku mengajak bertemu disini bukan untuk membahas hal itu. Tapi untuk membahas mengenai penculikan yang terjadi pada Jenita." Alex menjedah ucapannya.

"Tanpa sengaja aku menempatkan beberapa orang untuk mengawasi Jenita. Dan dari sana aku mendapatkan kabar bahwa dirinya menghilang. Tapi aku nggak mengetahui alasan menghilang nya dirinya. Menurut laporan terakhir Jenita sedang mengantarkan pesanan. Dan sialnya lagi, anak buahku hanya mengikutinya sampai disana di tempat terakhir yang dirinya tuju."

"Benar, ada seorang pemesanan yang meminta Jenita untuk datang mengirim kan pesanannya sendiri. Dan itu Marni yang menerima pesanannya. Aku juga sudah mengecek alamat yang tertera disana namun ternyata alamat yang dimaksud merupakan rumah kosong dan sudah lama tak berpenghuni." Andrian menambahkan.

"Kalian bantu aku!! bantu aku untuk tetap meredam semuanya sementara aku dan anak buahku bergerak. Ku rasa ini bukan hal simpel dan aku yakin Jenita tetap aman hingga saat ini."

"Dari mana kamu yakin?" Sinta tak lagi memanggil Tuan karena pembicaraan mereka sudah tak menyangkut masalah kantor.

Alex mengeluarkan wig dan kacamata Jenita yang semalam ditemukannya. Kedua benda yang sangat dikenali oleh Andrian maupun Sinta.

"Orang orang ku sedang menelusuri jejaknya. Ini ditemukan di sebuah gudang yang terletak dipinggiran kota."

"Pinggiran kota?"

"Benar, dan aku terlambat. Kedatangan ku semalam sangat terlambat, seperti nya Jenita telah dipindahkan ke tempat lain. Mobil Jenita berada di lokasi pertama di halaman samping di dalam taman. Jika kalian tak masuk maka keberadaan mobil tersebut tak akan pernah kalian temukan. Untuk saat ini sebaiknya kita tetap bersikap tenang."

Sinta yang sempat menangis dengan apa yang dialami sahabatnya tersebut kemudian mengangguk mengerti dengan apa yang Alex rencanakan, begitupun dengan Andrian yang mendukung rencana Alex.

*

*

*

TO BE CONTINUE

1
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺OnyAchmad
Cerita yang menarik dan luar biasa 👍
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
Begitu banyak duka dan luka. Demangat Thor 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼 Terima kasih 🙏
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS࿐
Wow, dah end 😁
ᵇᵃˢᵉ™
Akhirnya happy ending, makasih k ry 🤗
ㅤㅤ💥爱你的钥匙 Serra࿐: sama"🤗terimakasih sudah ngikuti cerita ini sampai tamat🙏
total 1 replies
Nuraini Aini Aza
ternyata banyak misteri yang belum terungkap,tetap semangat thor
𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Ony👏❁︎⃞⃟ʂ E𝆯⃟🚀
Sukses selalu untuk karya2nya kak thor
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
memberikanku bukan membrikan ku
kulupakan bukan ku lupakan.
Semangat Thor 😁😁😁
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
awowok buat Hermawan 🤣🤣🤣
Nuraini Aini Aza
masih penasaran sebenarnya yg jahat itu Dira atau papanya sih??
🦁R14n@
segitiga sama kaki wkwkwkkwk
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
weh sudi yak bukan sudih 😁
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
ramah tamah ya 😁
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS࿐
weh keren Rya. 👍🏼👍🏼👍🏼💪🏽💪🏽💪🏽💪🏽
Lely Su
disekap slm puluhan thun disiksa,itu sh bukn prbuatan manusia lg, tp binatang yg sadis...jgn smp ujung nya cm dipnjra 1,2 thn doang si hermawan..di rajang tubuhnya pun blm setimpal dgn apa yg adh dilakukan pda ikbar,,bner bner biadab,,awas sj kl hkumanya cm pnjra tnp mndptln siksaan spt yg diterima ikbar slm puluhan thun,,
Lely Su
psti dkang slma ini hermawan

dn ayu hg dira ga tau ttg rahasia hermawan,, psti ayah jenita msih hidup dn di sekap slm brtahun thun
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
Wkwkwk keluarga toxid. Nggak bapak, nggak ibu, nggak anak semua minta dipenjara 🤣🤣
Lely Su
bukanya anggia njatuhkn sesuatu,,apa jenita ga mlhat
Lely Su
menuritku musuh dlm selimut adlh paman hermansah si angkat nenek sulastri
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
Knp gak ada yg komen yak pdhal ini kisahnya menarik lho 😁😁😁
Semangat Rya 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
🎸RACCOON🎷RAJURA ⚜️
Kelamaan dalam sangkar ntar karatan lho 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!