🌺 Arsenio Putra Atmadja * Bianca Mahendra 🌺
Judul sebelumnya "Aku Ingin Hidup Sekali Lagi!"
Sebuah janji sepuluh tahun lalu membawa Bee dan Arse bertemu kembali dalam situasi rumit.
Bee yang menjadi arwah karena koma mencari cara untuk kembali ke tubuhnya dan mempertemukannya dengan Arse sang penyelamatnya yang dianggapnya sebagai jodohnya kelak.
Hingga akhirnya Bee menyadari cara kembali ke tubuhnya adalah dengan menyadari perasaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Bule Mesum
...
Sesampai di gedung Atmadja Group, Arse segera memarkirkan mobilnya di parkiran khusus CEO. Bianca tampak terperangah melihat gedung menjulang tinggi dihadapannya. Mulutnya sampai melongo dan dia baru sadar sebenarnya siapa sosok Arse sebenarnya.
"Jadi dia CEO Atmadja Group yang sering dibicarakan Clara dan Sesil," gumam Bianca dalam hati. Kedua sahabatnya itu sering membicarakan sosok pria tampan yang menjadi idaman para wanita tapi sayangnya dia sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah, hari pertunangan Arse dan Bellena diperingati sebagai hari patah hati se Indonesia Raya. Bianca yang cuek tidak pernah menanggapi celotehan sahabatnya itu, ternyata sekarang justru dia terjebak pada sosok Arsenio sang CEO tampan dan kaya raya.
"Tampan sih.. tapi menyebalkan! Jika Clara dan Sesil tahu pasti akan illfeel," imbuhnya lagi.
Arse pun berjalan dengan gagahnya ke dalam gedung. Bianca hanya bisa mengekorinya dari belakang. Sampai di depan gedung Kyle dan para karyawan lainnya sudah berdiri menyambut kedatangan sang CEO Atmadja Group.
"Selamat datang Tuan," sapa Kyle.
"Hem," jawab Arse berwibawa. Semua karyawan menyapa dengan sedikit menundukkan kepala dan badan mereka. Arse, Kyle dan Bianca masuk ke dalam lift khusus dan menuju lantai paling atas menuju ruangan CEO.
"Agenda ku hari ini apa saja Kyle?" tanya Arse.
"Tidak ada Tuan hanya mengecek laporan dan menandatangani beberapa berkas"
"Baiklah.. persiapkan semuanya!" perintah Arse.
Arse pun melangkah menuju ruangannya setelah pintu lift terbuka. Di lantai atas memang khusus untuk ruangan CEO saja tidak ada ruangan lain dan yang boleh masuk hanya orang orang tertentu saja. Kyle memberikan laporan dan berkas yang perlu ditandatangani olehnya.
"Kyle.. Cepat hubungi Sam dan Chris, katakan secepatnya kesini!" perintahnya lagi.
"Baik Tuan.. Saya permisi."
"Hem."
Arse tampak serius membaca setiap laporan yang ada di mejanya sedangkan Bianca diam sejak tadi duduk di sofa sambil memandangi ruangan CEO yang mewah. Dia tidak berani mengganggu ketenangan Arse yang saat ini sedang bekerja. Dipandangi Arse lekat lekat ternyata saat bekerja dia lumayan juga tidak menyebalkan seperti biasanya.
"Aku tahu aku tampan tapi kau tidak perlu memandangiku seperti itu nanti kau bisa jatuh cinta padaku," Ucap Arse saat tahu Bianca sedang memperhatikannya.
"Cuih Najis deh! Amit Amit jabang kebo! jatuh cinta pada Bule Mesum sepertimu," Bianca yang kelabakan saat ketahuan sedang memandangi Arse pun seakan lupa dengan sikap lembutnya dan kembali ke sosok Bianca sesungguhnya.
"Oh.. jadi kamu mulai berani padaku ya!"
Bianca pun tersadar dengan kata kata yang baru saja dia ucapkan. Dia langsung datang menghampiri Arse di meja kerjanya dan bersimpuh di hadapannya.
"Maafkan aku Tuan, mulutku memang tidak bisa dikontrol dan maafkan aku karena sebelumnya tidak mengetahui Tuan itu siapa," lirih Bianca.
Arse yang melihat Bianca bersimpuh dan minta maaf sebenarnya tidak tega tapi kali ini dia harus tegas agar Bianca tidak bertindak semau udelnya.
"Berdirilah! Aku harap setelah kau bertemu dengan paranormal itu kau bisa minta bantuan padanya dan jangan melibatkanku lagi!"
"Baik Tuan aku janji tidak akan mengganggumu lagi" Bianca berbicara seraya menegakkan badannya kembali.
"Kau tau kau itu membuang waktumu yang berharga seharusnya aku sekarang sudah bercocok tanam dengan Bellena kekasihku," desah Arse frustasi mengingat tubuh molek Bellena.
Bianca memutar bola matanya malas, dia juga mengerti apa yang dimaksud Arse. "Dasar Bule Mesum!" umpat nya dalam hati.
"Aku mendengarnya! Kau mengumpat ku dalam hati bukan?" Ucap Arse seraya memicingkan matanya ke arah Bianca.
"Ten.. Tentu saja tidak Tuan, itu memang kebutuhan biologis Tuan jadi aku minta maaf," Bianca berdusta, kenyataannya dia mual melihat Arse dengan tingkat kemesuman maksimal. Walaupun dia sekarang gentayangan tapi sebagai wanita dia juga sangat malu mendengar kata kata vulgar seperti itu.
Arse enggan menanggapi dan mulai menyelesaikan pekerjaannya.
Satu jam kemudian akhirnya dia selesai, bertepatan dengan itu kedua sahabatnya pun tiba.
Sam dan Chris tampak kesal Arse meminta datang diwaktu yang tidak tepat karena mereka sedang sibuk sibuknya mengurus pekerjaan masing masing.
"Awas kalau tidak penting aku akan tarik semua sahamku!" ancam Chris saat dirinya baru sampai diambang pintu.
"Tenanglah.. duduklah dulu! ini bukan penting lagi tapi masalah hidup dan matiku," Arse bicara dengan penuh penekanan yang mana membuat Sam dan Chris saling bertatapan.
"Kau tau aku ada rapat penting yang membahas proyek milyaran jadi ku harap sebanding," Ucap Sam.
"Masalah apa sih?" tanya Chris.
"Masalah junior ku!" jawab Arse.
Sam dan Chris saling pandang setelah itu menatap tajam Arse yang duduk di depannya.
"Dia tidak bisa diajak bercocok tanam lagi karena ada pengganggu Tengil," imbuh Arse.
"Jadi itu hal pentingnya, Sialan! Aku bahkan membatalkan rapat ku untuk mendengar omong kosongmu!" Sam tampak kesal dengan ulah Arse.
"Apa sih maksudmu?" Chris bertanya karena kurang mengerti apa yang dimaksud dengan Arse.
"Paling main sebentar karena jarang dipakai!" sindir Sam.
"Sialan tentu saja bukan karena itu, Junior ku itu sangat perkasa!" jawab Arse bangga.
"Terus masalahnya apa?"
"Hem. Aku bingung menjelaskannya tapi yang jelas aku ingin bantuan kalian mencari paranormal yang terhebat."
Sam dan Chris makin dibuat bingung dengan perkataan Arse.
"Aku tau kalian pasti bingung tapi bantulah aku demi junior ku ini!" Arse tampak memelas.
Bianca yang dari tadi melihat interaksi tiga pria bule itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mengacak rambutnya kasar.
"Tiga Bule Mesum! " pekiknya dalam hati.
...
makin kesini makin kesana
endingnya bikin termehek-mehek.. 😭😭😭
wes g usah banyak komen, intinya cerita ini luar biasa banget..
jangan dilewatkan untuk dibaca.. 🥰🥰🥰
sehat2 terus ya kak..
jgn capek untuk terus berkarya...
mau lanjut baca oh my bee😘😍🤩🥰