NovelToon NovelToon
Menjadi Antagonis, Tapi Suamiku Terlalu Protektif

Menjadi Antagonis, Tapi Suamiku Terlalu Protektif

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: ayu gerimis

Aku terbangun dan menyadari dirinya telah berpindah menjadi Freya, tokoh antagonis yang kejam, sombong, dan ditakdirkan berakhir tragis — dibenci semua orang, diceraikan dengan hina, dan mati muda. Yang lebih menyulitkan: aku memiliki suami, pria tampan namun dingin yang dalam cerita aslinya tak pernah menyayangi Freya dan justru ikut menghancurkannya.

Aku bertekad mengubah takdir. Aku tak ingin berakhir mati. Namun setiap kali aku mencoba bersikap jahat sesuai watak asli Freya demi tidak dicurigai, sang suami justru bersikap sebaliknya.

Orang lain mencela aku? Ia langsung membela dengan tajam.
Aku hanya sedikit terluka? Ia panik seolah nyawaku terancam.
Aku mencoba menjauh? Ia justru menarikku masuk ke dalam pelukannya dan melarang pergi.

"Siapa pun yang berani menyakiti isteriku, harus siap menghadapi aku," ucapnya dengan sorot mata tajam yang tak pernah kulihat dalam cerita aslinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu gerimis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Jejak yang Tertinggal & Rahasia Tersembunyi

Malam itu, Arga sama sekali tak pulang. Begitu meninggalkanku, ia langsung memerintahkan seluruh tim penyelidik pribadinya bergerak — menyisir setiap sudut lokasi kejadian, memeriksa rekaman CCTV, dan melacak keberadaan Laras serta orang-orang yang bersamanya. Ia takkan tidur tenang sebelum menemukan bukti yang bisa membebaskanku dan membongkar seluruh kebohongan itu.

"Semua detail, sekecil apa pun, jangan ada yang terlewat," perintahnya tegas lewat telepon, suaranya rendah namun penuh tekanan. "Laras menyusun ini terlalu rapi. Itu justru kelemahannya — dia pasti menutupi sesuatu yang terlupa."

Sementara itu, di sel tahanan yang dingin dan sempit, aku duduk memeluk lutut, menatap lantai beton yang kusam. Rasa takut masih ada, namun tekadku jauh lebih kuat. Aku bukan Freya yang dulu lemah dan tak berdaya. Aku adalah wanita yang dicintai Arga, dan kami berjanji untuk bertahan bersama.

Hingga fajar menyingsing, Arga terus bekerja tanpa henti. Dan tepat saat matahari mulai terbit, sebuah petunjuk penting akhirnya ditemukan.

"Tuan Arga! Kami menemukan sesuatu!" seru salah satu penyelidik dengan napas memburu, wajahnya tampak bersemangat sekaligus serius. "Di lokasi kejadian, di balik tumpukan semak yang tak terlihat jelas... ada pecahan kaca botol dengan sidik jari — bukan Nyonya Freya. Dan ada jejak sepatu ukuran yang berbeda dengan milik Nyonya. Selain itu, rekaman CCTV di jalan utama menunjukkan mobil yang sama dengan yang terlihat di gerbang rumah Anda kemarin — mobil yang dikendarai Laras, berhenti tepat di lokasi kejadian sebelum waktu peristiwa itu terjadi."

Arga mencengkeram kertas berisi laporan itu erat, matanya menyala penuh harapan. "Itu belum semuanya, Tuan. Kami juga melacak rekening Nona Laras. Ada transferan besar yang masuk beberapa hari terakhir — dari rekening yang tidak terdaftar atas nama pribadi. Sepertinya... dia tidak sendirian dalam hal ini. Ada pihak lain yang mendanai dan merencanakan semuanya."

Dahi Arga berkerut dalam. "Pihak lain?"

"Benar. Sumber uang itu berasal dari kelompok yang dulu pernah bersaing dengan perusahaan keluarga Anda — kelompok yang dulu pernah dikalahkan oleh ayah Anda. Mereka memendam dendam sejak lama, dan sepertinya Nona Laras... hanyalah alat yang mereka gunakan untuk menghancurkan Anda, dan melalui Anda — menghancurkan Nyonya Freya sebagai sasaran empuk untuk melukai hati Anda."

Darah Arga mendidih, namun ia tetap tenang, menyadari betapa besar bahaya yang sebenarnya mengancam kami. Jadi ini bukan sekadar dendam pribadi Laras. Ini adalah rencana jahat yang jauh lebih besar — serangan terhadap keluarga Pratama, dan aku menjadi sasaran paling lemah yang bisa mereka gunakan untuk menghancurkan Arga dari dalam.

"Bawa semua bukti ini ke pengadilan dan ke kantor polisi sekarang juga," perintah Arga tegas, bergegas mengambil kunci mobil. "Dan cari tahu siapa dalang di balik semua ini. Aku takkan membiarkan satu pun dari mereka lolos."

Tak lama kemudian, di kantor polisi, bukti-bukti itu diserahkan. Sidik jari, rekaman CCTV, serta jejak keuangan yang menghubungkan Laras dengan pihak lain — semuanya menunjukkan dengan jelas bahwa aku dijebak. Petugas yang sebelumnya bersikap dingin kini mulai menyadari kesalahpahaman itu.

Saat pintu ruang tahanan terbuka, dan Arga berdiri di sana — tampak lelah namun matanya bersinar bahagia — rasanya seakan beban berton-ton terangkat dari pundakku.

"Freya..." bisiknya pelan, melangkah mendekat dan membuka pintu sel itu. "Kau bebas. Semua tuduhan dicabut. Mereka menyadari kau dijebak."

Aku berlari ke pelukannya, air mata tak kuasa menahan jatuh kembali — kali ini bukan karena kesedihan, melainkan karena rasa syukur yang tak terlukiskan. "Kau berhasil... kau menemukan kebenarannya, Arga."

"Bukan aku saja," jawabnya lembut sambil mengusap punggungku. "Kita berdua. Karena kau tetap bertahan meski keadaan terasa mustahil. Dan sekarang... kita belum selesai. Kita harus menghadapi dalang di balik semua ini. Ancaman sebenarnya belum hilang."

Aku mengangguk, menatapnya dengan keyakinan penuh. "Aku siap. Selama kita bersama, aku tak takut pada siapa pun."

Namun di tempat tersembunyi, jauh dari jangkauan kami, seseorang menatap laporan yang baru saja diterimanya dengan wajah dingin dan penuh amarah. Rencananya gagal. Tapi ia tak berniat menyerah.

 

Lanjut ke Bab 18? 😱 Dalang di balik layar mulai bergerak sendiri! Ancaman berubah menjadi jauh lebih berbahaya dan pribadi! Mau dilanjutkan? 🔥

1
Irsyad
wah keren
Ayu Gerimis: makasiii KK Irsyad udah mampir dan suka yaa 🥰"
total 1 replies
septia19
di tunggu kelanjutannya besti 😍
Ayu Gerimis: siap 👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!