NovelToon NovelToon
MUTIARA BUMI : Sang Kucing Putih & Sang CEO

MUTIARA BUMI : Sang Kucing Putih & Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:36
Nilai: 5
Nama Author: kawaichanopi

Mutiara Bumi: Sang Kucing Putih dan Sang CEO

Bai Xue adalah makhluk asing berwujud kucing berbulu putih cantik yang datang ke Bumi bersama empat temannya. Misi mereka adalah mengumpulkan Mutiara Energi untuk menyelamatkan planet asal mereka yang terancam punah. Mereka semua bisa berubah wujud menjadi manusia kapan saja.

Di Bumi, Bai Xue berubah menjadi gadis cantik berusia 20 tahun yang mungil, ceria, dan baik hati. Takdir mempertemukannya dengan Xiao Chen, seorang CEO muda kaya raya yang jenaka, tengil, agak ceroboh, dan memiliki keunikan: ia sangat alergi terhadap kucing.

Awalnya pertemuan mereka penuh insiden konyol, namun lama-kelamaan Xiao Chen mengetahui rahasia Bai Xue dan mulai jatuh hati padanya. Bersama teman-teman alien dan orang-orang kepercayaannya, mereka berusaha mengumpulkan energi sambil melawan musuh yang ingin mencuri kekuatan para alien dan menghancurkan perusahaan Xiao Chen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kawaichanopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan Di Balik Cahaya

Perjalanan menuju planet Xing Yun berlangsung selama dua minggu penuh. Di dalam pesawat antarbintang yang luas namun terasa sempit karena rasa penasaran dan kekhawatiran yang menyelimuti hati setiap penumpangnya, suasana berjalan dengan campuran antara harapan yang tumbuh dan kegelisahan yang tidak bisa disembunyikan. Jendela besar di sisi pesawat menampilkan pemandangan yang menakjubkan namun juga menakutkan: ribuan bintang berkelebat dengan kecepatan yang luar biasa, membentuk garis-garis cahaya berwarna-warni di tengah kegelapan angkasa yang tak berujung.

Xiao Chen sering berdiri termenung di dekat jendela itu, matanya menatap lurus ke depan seolah bisa melihat planet yang menjadi asal-usul separuh darahnya. Selama ini ia hanya mendengar cerita dan melihat gambaran rekaman, namun tidak pernah membayangkan suatu hari nanti ia akan benar-benar menginjakkan kaki di sana. Ada rasa bangga yang membuncah di dadanya, namun di samping itu juga ada rasa takut yang samar: apakah bangsa Xing Yun akan menerimanya? Apakah mereka akan melihatnya sebagai jembatan perdamaian, atau justru sebagai pengkhianat yang membawa cara asing yang bertentangan dengan keyakinan mereka selama ribuan tahun?

"Kau terlihat gelisah sekali," suara lembut menyapa dari samping. Bai Xue berjalan mendekat sambil membawa dua cangkir berisi cairan bening yang memancarkan cahaya samar. Ia menyerahkan satu cangkir itu kepada Xiao Chen. "Ini minuman penyegar energi. Dapat membantu menenangkan pikiran dan mengembalikan kekuatan."

Xiao Chen menerima cangkir itu dengan senyum tipis, lalu menyesapnya perlahan. Rasanya segar, sedikit manis, dan mengalir hangat ke seluruh tubuhnya, membuat ketegangan di bahunya sedikit berkurang. "Sedikit saja," akunya jujur. "Aku hanya membayangkan... seperti apa planet itu sebenarnya. Apakah udaranya sama seperti di Bumi? Apakah penduduknya ramah? Dan yang paling penting—apakah mereka akan mau mendengarkan penjelasan kita? Bagiku, cara damai ini terasa benar dan masuk akal, tapi bagi mereka yang sudah terbiasa dengan aturan dan tradisi selama ribuan tahun, mungkin ini terasa seperti omong kosong yang berbahaya."

Bai Xue berdiri di sampingnya, ikut menatap pemandangan luar jendela. Ia menepuk bahu Xiao Chen dengan lembut, tatapannya penuh keyakinan dan ketenangan yang menular. "Ingat apa yang selalu kau katakan? Kau adalah jembatan antara dua dunia. Itu bukan peran yang mudah, tapi itulah yang membuatmu istimewa. Kau tidak sepenuhnya asing, tapi juga tidak sepenuhnya sama dengan mereka. Justru karena kau berada di tengah, kau bisa melihat kedua sisi dengan pandangan yang adil dan tidak memihak. Jika ada orang yang bisa membuat mereka mengerti, itu adalah kau."

Sebelum Xiao Chen sempat menjawab, lampu di seluruh ruangan tiba-tiba berkedip-kedip samar, dan suara peringatan yang lembut namun jelas bergema dari sistem komunikasi pesawat. Sesaat kemudian, layar proyeksi di dinding menyala, menampilkan wajah Komandan Kael yang terlihat serius dan sedikit khawatir.

"Kita akan memasuki zona orbit luar planet Xing Yun dalam waktu sekitar satu jam," lapor Komandan Kael dengan suara tegas namun tenang. "Namun ada sesuatu yang tidak biasa terdeteksi oleh sistem pemindai kami. Sejak beberapa jam yang lalu, telah muncul lapisan energi tambahan yang menyelimuti sebagian besar wilayah atmosfer bagian luar. Ini bukan bagian dari sistem pertahanan standar yang biasa digunakan. Seolah-olah mereka baru saja mengaktifkan perisai khusus untuk menahan kedatangan tamu dari luar."

Ratu Lien yang sedang berdiskusi dengan Wu Gui di sudut ruangan langsung berdiri dan berjalan mendekati layar. Wajahnya yang biasanya tenang dan penuh wibawa kini berkerut rapat, matanya memancarkan kekhawatiran yang dalam. "Perisai tambahan? Itu tidak ada dalam prosedur normal. Sistem pertahanan utama Xing Yun hanya diaktifkan jika ada ancaman dari luar angkasa. Ini berarti Dewan Tertinggi sudah mendengar tentang keputusan kita dan telah bersiap untuk menghadapi kedatangan kita—bukan dengan tangan terbuka, melainkan dengan kewaspadaan yang berlebihan."

Benar saja, tepat saat pesawat mereka mulai melambat secara bertahap untuk memasuki atmosfer, suara sinyal keras dan tajam tiba-tiba memecah keheningan. Layar utama yang lebih besar langsung menyala terang, menampilkan wajah seorang pria tua berwajah kaku dan dingin, dengan mata yang tajam dan tajam seolah bisa menembus jarak ribuan kilometer. Itu adalah Ketua Dewan Tertinggi, pemimpin tertinggi yang memegang kendali penuh atas seluruh kebijakan dan kekuasaan di planet Xing Yun.

"Hentikan pesawat kalian segera! Tidak ada izin pendaratan yang diberikan untuk orang asing, apalagi untuk mereka yang dianggap telah mengkhianati hukum dan tradisi bangsa!" suara Ketua Dewan bergema keras di seluruh ruangan, penuh otoritas dan ancaman yang jelas. "Komandan Kael! Kau telah melanggar perintah tertinggi dan menyimpang dari jalan yang telah ditetapkan. Menyerahlah bersama para pengikutmu sekarang juga, atau seluruh armadamu akan dianggap sebagai musuh negara dan dihancurkan tanpa ampun!"

Komandan Kael berdiri tegak di hadapan layar, tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun meski sedang dihadapi oleh pemimpin tertinggi negaranya. Tatapannya tetap tegas dan penuh keyakinan. "Ketua Dewan, saya tidak melanggar perintah tanpa alasan. Saya telah melihat sendiri bukti yang nyata. Kami telah menemukan cara baru untuk menyelamatkan planet ini tanpa harus menghancurkan dunia lain dan menimbulkan pertumpahan darah yang tidak perlu. Izinkan kami mendarat dan menjelaskan semuanya secara langsung di hadapan sidang resmi. Dengarkan penjelasan kami sebelum mengambil keputusan yang akan menentukan nasib seluruh bangsa kita!"

"Cukup dengan omong kosong yang tidak berdasar!" bentak Ketua Dewan dengan suara yang semakin meninggi. "Keputusan telah diambil dan tidak dapat diubah lagi. Selama ribuan tahun, cara yang kita miliki adalah satu-satunya yang mungkin. Tidak ada jalan pintas, tidak ada cara ajaib yang bisa menyelamatkan kita dalam waktu singkat. Dan untuk memastikan tidak ada yang berani menghalangi pelaksanaan rencana suci ini, kami telah mengaktifkan Perisai Penutup dan mengirimkan pasukan khusus yang paling terlatih untuk menangkap kalian hidup-hidup. Serahkan Mutiara Inti dan benda-benda yang kalian curi, dan mungkin kami akan mempertimbangkan untuk memberikan hukuman yang lebih ringan."

Tiba-tiba, seluruh pesawat berguncang hebat seolah ditabrak oleh sesuatu yang besar. Lampu berkedip lebih cepat, dan suara peringatan bahaya mulai berbunyi terus-menerus. Wu Gui segera berjalan menuju panel kendali utama dan memeriksa data yang muncul dengan cepat di layar-layar kecil di depannya. Wajahnya berubah menjadi serius dan tegang.

"Ini masalah yang lebih besar dari yang kita duga," gumamnya sambil menunjuk ke titik-titik cahaya yang bergerak cepat di peta tiga dimensi. "Sistem pemindai menunjukkan ada lebih dari lima puluh pesawat tempur yang mengepung kita dari segala arah. Desainnya lebih canggih dan persenjataannya jauh lebih kuat daripada yang dimiliki pasukan biasa. Ini pasti pasukan khusus yang langsung dikendalikan oleh Dewan Tertinggi. Mereka sudah mempersiapkan semua ini sejak lama, bahkan sebelum kita sempat bernegosiasi."

Xiao Chen menggenggam liontin yang tergantung di dadanya dengan erat. Perlahan namun pasti, cahaya keemasan yang lembut mulai memancar dari balik telapak tangannya, menyebar ke seluruh tubuhnya dan membuatnya terasa hangat dan penuh kekuatan. Ia menatap layar yang masih menampilkan wajah Ketua Dewan yang penuh amarah, matanya kini tidak lagi menunjukkan keraguan, melainkan tekad yang membara.

"Jadi mereka benar-benar tidak mau mendengar sama sekali," ucapnya dengan suara tenang namun penuh kekuatan yang membuat semua orang di ruangan menoleh ke arahnya. "Mereka sudah menutup telinga dan hati mereka sebelum sempat mendengar penjelasan. Baiklah... kalau begitu, kita tidak punya pilihan lain selain membuat mereka mau mendengar dengan cara yang berbeda—tanpa harus berperang dan menimbulkan korban jiwa."

Ia menoleh ke arah Bai Xue yang berdiri di sampingnya, dan gadis itu langsung mengerti maksudnya. Senyum tipis yang penuh keyakinan terukir di bibirnya, dan cahaya putih yang bersih dan lembut mulai menyelimuti tubuhnya, menyatu dengan cahaya emas milik Xiao Chen hingga membentuk lingkaran cahaya yang indah namun kuat.

"Siap?" tanya Xiao Chen pelan.

"Selalu siap bersamamu," jawab Bai Xue tegas.

Ratu Lien melangkah maju dan berdiri di samping mereka berdua, sementara Wu Gui, Feng Huang, Hu Die, dan Tu Zi juga bersiap di posisi masing-masing. "Ingat aturan utama kita: kita tidak akan menyerang lebih dulu. Kita hanya akan mempertahankan diri dan menunjukkan kekuatan kita bukan untuk menghancurkan, tapi untuk melindungi dan membuka jalan bagi perdamaian."

Di luar pesawat, puluhan pesawat tempur mulai mendekat dengan kecepatan tinggi, mengarahkan ujung senjata energi mereka tepat ke arah pesawat yang mereka tumpangi. Namun tepat saat mereka akan menembakkan tembakan pertama, sebuah gelombang cahaya gabungan yang hangat namun sangat kuat meluas keluar dari pesawat Xiao Chen. Bukan sebagai serangan yang menghancurkan, melainkan sebagai energi penenang yang menyebar ke seluruh ruangan di sekitarnya. Dalam sekejap, sistem senjata di setiap pesawat pengepung mulai berkedip-kedip dan mati sementara, sementara para prajurit di dalamnya merasakan ketenangan yang tiba-tiba menyelimuti hati mereka, membuat rasa permusuhan yang sebelumnya mereka rasakan berkurang drastis.

"Ini bukan perang!" suara Xiao Chen dipancarkan melalui sistem komunikasi ke seluruh pesawat yang ada di sekitarnya, jelas dan terdengar oleh semua orang. "Kami datang ke sini bukan untuk membawa kerusakan atau kekacauan! Kami datang membawa harapan yang nyata dan cara yang bisa menyelamatkan seluruh bangsa kita tanpa harus mengorbankan kehidupan orang lain! Dengarkan penjelasan kami sebelum kalian melakukan kesalahan yang tidak bisa diperbaiki selamanya!"

Suasana menjadi hening sejenak. Tidak ada tembakan yang dilepaskan, tidak ada gerakan yang dilakukan. Namun tepat saat ketegangan mencapai puncaknya, sebuah pesawat kecil yang berbeda desainnya terpisah dari kelompok pengepungan dan terbang mendekat dengan hati-hati. Pesawat itu mengirimkan sinyal cahaya berwarna hijau, tanda damai yang diakui secara universal di seluruh wilayah antarbintang.

"Jangan tembak! Saya utusan independen yang tidak terikat pada Dewan Tertinggi! Saya ingin mendengar penjelasan yang kalian bawa sebelum mengambil keputusan apa pun!" suara pria yang terdengar bijaksana dan penuh rasa ingin tahu terdengar dari sistem komunikasi.

Semua orang di dalam pesawat saling berpandangan. Di tengah ancaman yang terasa begitu nyata dan bahaya yang mengelilingi mereka, ternyata masih ada harapan yang tersisa. Masih ada orang yang mau mendengar, masih ada kesempatan untuk membuktikan bahwa jalan damai itu bukanlah hal yang mustahil. Dan dengan hati yang semakin mantap, mereka menyadari bahwa perjalanan mereka untuk menyatukan dua dunia baru saja memasuki babak yang paling menantang namun juga paling penting.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!