NovelToon NovelToon
Keluargaku Adalah Hama

Keluargaku Adalah Hama

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Aminah dipaksa Bekerja banting tulang untuk kesejahteraan semua anggota keluarganya tapi tak pernah dianggap sama sekali.

Bahkan lelaki yang dia cintai dan dia bantu mencapai cita-cita nya pun menusuknya dari belakang dengan memanfaatkan dirinya,

Mampukah dia bangkit setelah semua kesakitan yang dia terima

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Sedangkan Aminah yang sudah berada di kontrakan baru akhirnya bernafas lega, dia harus lebih bersemangat lagi karena sudah terbebas dari keluarganya dan juga si Mokondo Fadil apalgi bosnya menempatkan dia bagian pergudangan toko dan dia yakin dia akan berada didalam ruangan sampai jam kerjanya selesai dan hanya keluar ketika dia pulang ke rumah.

Bosnya sengaja menempatkan dia dibagian gudang untuk mengadakan kemampuannya karena dia akan mengambil kuliah setelah ini, dia nantinya akan ditugaskan sebagai kepala gudang dan administrasi kantor nantinya dan kuliahnya pun setelah jam kerjanya.

Setelah mengurus keperluannya, dia bergegas untuk ke toko cabang dari toko sebelumnya.

Dia memiliki semangat baru untuk bekerja lebih keras lagi untuk menabung dan memikirkan masa depannya sendiri setelah ini, masalah keluarganya nantilah dia pikirkan lagi toh dia berada diluar kota yang tidak mudah dijangkau oleh keluarganya kecuali mereka berada di kota yang sama dengannya.

"Selamat pagi, saya Aminah yang ditugaskan oleh ibu bos untuk bertugas disini menggantikan Aditya sabagai staf gudang". Sapanya kepada karyawan lain dengan sopan dan ramah

Dia memang memakai pakaian kerja khusus toko yang memang semua karyawan memilikinya sebagai tanda bahwa dia adalah karyawan disana.

"Oh iya selamat datang Aminah, kamu bisa mulai bekerja hari ini, saya Aldo kepala distribusi tempat ini, salam kenal". Sapanya hangat.

"Terima kasih pak salam kenal". Ucapnya dengan sopan

Mereka memang sudah diberitahu jika akan ada karyawan baru yang akan menggantikan teman mereka yang resign karena pindah tempat tinggal dan mereka sengaja dikumpulkan untuk menyambutnya agar mereka bisa saling mengenal

"Kamu sudah bisa bekerja karena sistemnya sama ditempat kerjamu yang lama, kami harus menyiapkan yang lainnya semoga kamu betah dan juga kamu bisa bertanya kepada saya jika ada yang tidak kamu ketahui, kamu mengerti?".

"Mengerti pak Terima kasih, dan Terima kasih sudah menerima saya dengan hangat disini, tolong kerjasamanya".

"Sama-sama Aminah semoga kamu betah disini". Jawab mereka dengan kompak

Aminah mengangguk kemudian tersenyum dan mulai bekerja, kali ini dia ditugaskan management untuk mencatat barang bukan lagi sebagai kasir agar nantinya dia tidak bertemu dengan orang-orang yang mengenal Fadil dan juga keluarganya jadi bosnya menempatkannya didalam

Sedangkan Fadil yang kini bekerja menghela nafasnya kasar, gajinya sudah menipis karena gaya hidupnya yang cukup Hedon, walau gajinya besar tapi selama ini gayanya itu ditunjang dengan gaji Aminah dengan makan gratis begitu juga biaya transportasi dirinya berubah bensin dan biaya parkir.

Dia sering menjemput dan mengajak Aminah makan dan beruntung gadis itu yang membayarkan makanan dan juga bensinnya tapi setelah Aminah memutuskan dirinya dia cukup kesulitan dalam hal itu, uang yang dia hemat dari menipu Aminah dia belanjakan barang bermerek untuk menunjang penampilan nya.

"Sial sekali aku, coba Aminah tidak memutuskan aku seperti ini aku pasti bisa tetap menikmati makan gratis serta mendapatkan uang bensin setiap hari dan meminta barang untuk dibelikan oleh Rania, sekarang sudah susah kalau aku mau membelinya". Sungutnya dengan kesal.

"Kamu kenapa Fadil, kok wajah kamu lesu sekali?". Tanya sahabatnya itu yang sama dengan Fadil yang suka memanfaatkan gadis yang dikencani untuk meminta barang.

"Cariin gue perempuan dengan gaji gede dong atau anak orang kaya gitu supaya bisa dimanfaatin, Aminah sudah tidak bisa diharap ini".

Sahabatnya bernama Evan ini mengerutkan keningnya melihat sahabatnya itu, bukannya Aminah sangat mencintai dia kenapa bisa dia diputusin seperti itu

"Loh memangnya Aminah kemana dan kenapa?, bukannya dia itu suka banget sama kamu yah, kok bisa tidak bisa diharap lagi?".

Dia mengkerut kan keningnya menatap sahabatnya itu dengan wajah yang penuh kebingungan.

Fadil mendengus kesal setiap kali mengingat Aminah yang memutuskannya, dia sial sekali karena tidak bisa mempertahankannya untuk tetap menunjang hidup mewahnya

"Dia sudah memutuskan aku dan pergi entah kemana, dia sadar jika selama ini aku manfaatin dan memorotinya, ayolah tolongin gue, gue susah ini mau beli barang". Ucapnya dengan memelas

Evan nyaris tertawa jika sahabatnya yang punya harga diri setinggi langit ini bisa diputuskan juga apalagi hanya sekelas Aminah yang pegawai toko.

"Tenang saja, teman pacar gue itu anak orang kaya, kamu bisa poroti dia jika sudah mengambil hatinya, apalagi dia anak satu-satunya, kalau kamu bisa menikah dengannya hidup mu terjamin bro".

Jiwa Mokondo Ardi meronta-ronta, dia sangat senang mendapatkan target yang sangat bagus untuk dia manfaatkan apalagi anak orang kaya, hidupnya pasti terjamin kedepannya tanpa harus bekerja keras, ibunya pasti akan sangat senang jika mendengar kabar itu karena ibunya sangat ingin memiliki menantu kaya raya yang bisa dikuras hartanya

"Ya sudah kalau begitu, cepatan kasih tahu gue nomornya dan juga orangnya kapan gue bisa ketemu dia? ". Ucapnya dengan wajah berbinar licik.

Evan terkekeh pelan melihat sahabatnya ini sangat antusias, mereka beruntung dikaruniai wajah tampan dan pekerjaan yang mapan, mereka bisa menggaet perempuan kaya dan menaklukkan mereka.

"Tenang saja, kita harus memanfaatkan gadis-gadis itu, jangan lupa kita harus menabung untuk masa depan kita dan membeli barang sesuai yang kita mau". Ucapnya tertawa keras

"Tentu, mereka hanya mahluk bodoh yang bisa kita manfaatkan sesuka hati".

Keduanya tertawa pelan menyadari betapa hebatnya mereka selama ini memanfaatkan rasa cinta gadis-gadis bodoh yang begitu terpikat dengan ketampanan dan juga pekerjaan mereka.

" Tapi bro, dia orangnya sangat susah ditaklukkan, menurut pacarku itu dia orangnya sangat pemilih jadi kamu harus pintar mengambil hatinya".

"Kamu yakin bicara seperti itu pada penakluk para gadis? ".

Fadil tertawa keras seakan begitu menyanjung dirinya yang menurutnya sangat hebat itu, dia sudah banyak menaklukan para gadis dengan segala profesi dan tak ada satupun yang menolaknya hanya Aminah yang berani memutuskannya seperti itu.

"Kamu tahu kan bagaimana aku bisa menaklukan para gadis jadi serahkan saja padaku, gadis itu pasti akan takluk pada pesonaku". Ucapnya dengan sombong.

Evan terkekeh pelan menepuk pundak sahabatnya dengan bangga karena mereka memang sama.

"Bagus bro, aku tunggu kabar bagusnya jangan lupa traktir aku jika berhasil yah, hidupmu terjamin bro jika kamu menikah dengannya secara dia anak satu-satunya dan pewaris keluarganya, jika kamu bisa masuk keluarganya, kamu akan kaya raya".

Ardi tertawa pelan bayangan hidup mewah akan menantinya, dia tersenyum licik dibalik paras tampannya itu.

"Tentu, kamu ornag pertama yang akan ku kabari jika berhasil, tenang saja aku pasti traktir kamu".

"Mantap Bro".

Keduanya kembali tertawa seakan sudah mendapatkan seisi dunia, terutama para gadis kaya.

"Aku pasti mendapatkan nya, hidup ku terjamin".

1
Anime aikō-kā
Keluargaku Adalah Hama
Test Baru
kak kok belum up lagi 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!