NovelToon NovelToon
Sandra Abyasya

Sandra Abyasya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:183
Nilai: 5
Nama Author: Nafras

Sandra yang merupakan anak ke 2, ia selalu saja merasa iri dengan Kakak sambungnya Naura.
Akankah mereka akan Baikan?
Buku ke 2 dari "Naura Abyasya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putra

" Sepertinya aku telah mengerti dengan arah pembicaraan Kakak ini, pastinya Kakak mengingat hubungan Kakak yang ditentang oleh Mami dan juga Papi kan?"

" Kakak hanya takut kisah cintamu akan berakhir seperti kakak, dahulu kami sama-sama berjuang tapi karena suatu aspek dia cucu pergi dan tidak mau berjuang lagi bersama dengan kakak. Padahal awalnya kakak hanya berpura-pura jatuh miskin, tapi dengan drama itu akhirnya Kakak mengetahui kalau pacar Kakak itu ternyata bukanlah cewek baik-baik padahal kakak sudah berusaha untuk memperjuangkan kisah kami."

" Sandra bukanlah jadi seperti itu Kak, dan aku sangat yakin kalau dia pasti akan bisa melewati semua rintangan dan ujian yang diberikan oleh keluarga kita."

" Sepertinya kau sudah sangat jatuh hati kepada Sandra, sehingga kau sudah sangat yakin dan percaya padanya kalau dia pasti akan selalu memilihmu ketimbang harta atau apapun itu."

" Dan aku juga harus menyiapkan diriku sendiri kak, karena kisah dari Paman juga harus menjadi pelajaran kan."

" Paman yang dulu memilih untuk bersanding bersama dengan istrinya yang dari kalangan bawah, tetapi karena suatu aspek tiba-tiba saja dia meninggalkan istri dan juga anaknya hingga akhirnya ia memutuskan untuk kembali bersama dengan keluarga besar kita."

" Itu yang sedang Kakak singgung Putra, sudah cukup biarkan bibi saja yang mengalami kisah seperti itu. Jangan sampai ada lagi garis keturunan keluarga ini yang harus menderita, kau masih ingat wajah Putri dari bibi yang tampak sangat bersedih ketika bibi meninggal karena tidak mendapatkan perawatan."

" Tentu saja aku masih mengingatnya Kak, dan bahkan hal itu juga yang membuat aku sangat membenci paman. Karena dia membiarkan putrinya harus seperti seseorang yang tidak memiliki ayah, aku masih mengingat putrinya harus bekerja ke sana kemari untuk mencari biaya perobatan ibunya."

" Jujur saja saat ini kakak merasa penasaran bagaimana dengan kondisinya, karena sudah lama kita juga tidak bertemu dengannya."

" Apakah kakak sudah mendapatkan kabar keberadaan Putri Paman itu?"

" Kakak juga sedang menyelidiki Di mana keberadaan sepupu kita itu, dan kakak berharap dia akan baik-baik saja."

" Aku pun juga berharap dia baik-baik saja dan mau bersama dengan kita kembali ke keluarga, karena walau bagaimanapun dia adalah keluarga kita."

" Tetapi dia juga harus sanggup menghadapi keluarga besar kita yang tentunya akan menentangnya, dan ayah kandungnya sendiri yang tidak mengakuinya."

" Aku masih tidak menyangka kalau kita memiliki paman yang sangat mengerikan Kak, paman kita itu tega meninggalkan putrinya sendirian. Apakah dia tidak takut dengan hukum karma, takutnya putrinya sudah menjadi seorang pengusaha sukses dan nantinya akan menjatuhkan Ayah kandungnya sendiri."

" Semoga saja hal yang kau katakan itu tidak akan terjadi Putra, kalaupun memang dia ingin membalas dendam kepada ayah kandungnya itu. Setidaknya dia jangan sampai menyakiti keluarga besar kita, karena takutnya nanti dia akan kalah ketika mendapat serangan dari keluarga besar."

" Aku masih mengingat opa yang begitu sangat keras kepala, dan bahkan dulu opa sendiri yang meminta Paman untuk meninggalkan istri dan juga anaknya itu. Aku hanya takut kalau oppa akan melakukan sesuatu kepadanya Kak, Dia adalah seorang gadis dan sebenarnya sangat berbahaya jika dia harus menghadapi ini semua sendirian."

" Tetapi jika kita membantunya itu juga akan sangat sulit Putra, karena orang tua kita saja juga selalu patuh kepada opah."

" Sepertinya kita harus menyadarkan opa terlebih dahulu mengenai hal ini kak, agar opa mau menerima sepupu kita itu."

" Tapi tetap saja kita harus mencari tahu di mana keberadaan sepupu kita itu terlebih dahulu, kemudian setelah itu kita baru berusaha untuk meyakinkan opa."

" Jujur saja aku takut kalau dia sudah tidak ada di dunia ini, karena sampai begitu lama dia tidak pernah muncul ke permukaan dan menunjukkan siapa jati dirinya."

" Kau jangan berkata yang aneh-aneh Putra, Kakak yakin dia pasti baik-baik saja."

" Semoga saja dia memang baik-baik saja di luar sana, tapi tunggu ini apa hubungannya dengan Sandra?"

" Tentu saja Ini semua ada hubungannya Putra, kau tidak ingin anakmu nantinya mengalami nasib seperti sepupu kita itu kan yang tidak diterima oleh keluarga besar kita."

" Semoga saja kejadian seperti itu tidak akan terjadi pada keluarga kecilku Kak, dan aku berharap orang tua kita juga sudah terbuka dan mau menerima Sandra."

" Jujur saja akan sangat sulit Putra, apalagi sebelumnya orang tua kita juga telah menolak pacar Kakak hingga akhirnya dia bunuh diri."

" Dan itu juga yang membuat Kakak sampai detik ini masih belum memiliki pendamping, karena Kakak masih patah hati dan bersedih ketika mengingat momen pacar Kakak itu bunuh diri."

" Yang kau katakan itu memang sangat benar Putra, sampai saat ini Kakak masih trauma mengingat pacar Kakak itu yang tiba-tiba saja bunuh diri. Awalnya Kakak merasa marah dan penasaran juga mengapa pacar Kakak tiba-tiba memutuskan untuk bunuh diri, tetapi setelah Kakak mengetahui alasannya Kakak semakin terkejut dan sangat kecewa dengan keluarga besar kita."

" Lalu apakah kakak tidak ada niatan untuk membuka hati?"

" Untuk sementara waktu Kakak masih belum ingin membuka hati Putra, kakak hanya ingin menenangkan diri terlebih dahulu hingga menemukan seorang gadis yang mau menerima kakak apa adanya. Dan kakak berharap keluarga kita tidak akan menentang hubungan Kakak lagi, karena kakak sudah trauma dengan kisah itu semua."

" Baiklah aku akan mendengarkan keputusan Kakak itu, semoga saja dalam waktu dekat Kakak bisa bertemu dengan seorang gadis yang bisa meluluhkan hati kakak."

" Amin..." ucap mereka serentak

...🐴🐴🐴...

Prima saat ini sedang berbincang dengan sang adik yaitu Salman, Iya membicarakan rencananya yang ingin melamar Naira. Tentunya hal itu membuat Salman sangat bahagia, karena Ia memang sudah menganggap Naira seperti kakak kandungnya sendiri bukan selayaknya pacar dari Prima.

" Menurutmu kapan waktu yang tepat untuk melamar Naira?"

" Kakak beneran dalam waktu dekat ingin melamar Kak Naira?"

" Kau tidak setuju ya jika aku melamar Naira?"

" Kata siapa aku tidak setuju jika Kakak melamar Kak Naira, Aku justru sangat setuju dan bahagia sekali."

" Kakak sudah bisa menebaknya sih kalau kau pasti akan sangat bahagia ketika mendengar kabar ini, apalagi kau begitu sangat dekat dengan Naira."

" Aku memang sudah menganggap Kak Nayla seperti kakakku sendiri, dan itu sangat berbeda ketika dulu Kakak bersama dengan mantan-mantan kakak."

" Naira memiliki sifat yang baik dan begitu penyayang, jadi menurut Kakak wajar saja jika kau dan Naira sangatlah cocok."

" Jujur saja aku lebih menyayangi Kak Naira daripada kak Prima, karena Kak Naira lebih mengerti aku daripada kak Prima."

" Jujur saja kakak tidak masalah jika kau memang lebih menyayangi Naira, karena menurut kakak Naira memang pantas disayangi."

1
Naim
bingung sama alur ceritanya
Nafras(Ig:nafras03): silakan lihat buku pertamanya ya kak
judulnya "Naura abyasya"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!