Alicia Roses hidup di panti asuhan sejak dia berumur lima tahun, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.
Bibinya Melinda Stone merampas seluruh harta warisan milik Alicia dan membuang Alicia kecil ke panti asuhan.
Hidup selama dua puluh lima tahun dengan membawa dendam, untuk memuluskan rencana balas dendam nya Alicia menerima lamaran dari pria yang sangat terobsesi dengan nya.
Revano Ace Draco pria gila yang memiliki kekuasaan mengerikan di dunia gangster.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
...****************...
Malam semakin larut di kota.
Di dalam kantor polisi pusat, suasana terasa tegang.
Albert Stone, suami Miranda, berdiri di depan meja seorang penyidik senior. Wajahnya tampak keras dan penuh kemarahan yang ditahan.
Di tangannya terdapat berkas laporan kecelakaan putrinya, Devne Stone.
Albert menatap polisi itu dengan tajam.
"Jadi maksud Anda"
"Putri saya hampir mati, dan Anda tidak punya apa pun?"
Penyidik itu menarik napas pelan sebelum menjawab dengan nada profesional.
"Kami sudah memeriksa lokasi kecelakaan, Tuan Stone."
"Namun ada masalah."
Albert menyipitkan mata.
"Masalah apa?"
Penyidik membuka sebuah tablet dan menunjukkan laporan teknis.
"Semua CCTV di sepanjang jalan pegunungan tempat kecelakaan terjadi, mati total."
" Kemungkinan karena cuaca buruk akhir akhir ini."
Albert langsung menegakkan tubuhnya.
"Mati?"
"Ya."
Penyidik melanjutkan.
"Sekitar dua puluh menit sebelum kecelakaan."
"Kamera lalu lintas, kamera pengawas pribadi, bahkan sistem pengawasan milik pemerintah."
Albert menatapnya dengan tidak percaya.
"Anda ingin mengatakan semua itu kebetulan?"
Penyidik menggeleng.
"Kami tidak mengatakan itu."
"Tapi tanpa rekaman, kami tidak bisa memastikan apakah ini kecelakaan biasa atau ada pelaku lain"
Ia berhenti sejenak.
Albert melanjutkan dengan suara dingin.
"....atau percobaan pembunuhan."
Penyidik tidak menjawab.
Itu sudah cukup sebagai jawaban.
Albert mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Siapa yang berani melakukan ini.., kurang ajar..!"
Ia menggumam dengan marah.
" Bermain main dengan keluarga Stone."
" Akan ku cari dia dimanapun orang itu berada."
Putrinya adalah calon model terkenal, kebanggaan keluarga.
Keluarga Stone memiliki kekuatan besar di dunia bisnis.
Menyerang Devne sama saja dengan menantang keluarga mereka secara langsung.
Albert membanting berkas itu ke meja.
"Jika polisi tidak bisa menemukan pelakunya, biar ku cari dengan pengaruh dunia bawah."
Ia menatap penyidik itu dengan dingin.
"Aku akan menemukannya sendiri, kalian tidak becus."
Tanpa menunggu jawaban, Albert langsung berbalik dan berjalan keluar dari kantor polisi.
Beberapa menit kemudian.
Albert berjalan menuju mobilnya di area parkir kantor polisi.
Udara malam terasa dingin.
Ia membuka pintu mobil dengan kasar.
Namun sebelum sempat masuk.
Ponselnya berdering.
Nama yang muncul di layar adalah:
Gabriel Stone
Albert langsung menjawab.
"Gabriel.., bagaimana kondisi adikmu"
Suara putranya terdengar dari ujung telepon.
Tegang.
"Ayah, di mana sekarang?"
"Di kantor polisi."
"Aku baru saja selesai bicara dengan penyidik."
Gabriel tidak menunggu lama.
" Kondisi Devne sangat parah, dan ibu juga pingsan sekarang."
"Ayah, cepat pulang, aku menemukan sebuah petunjuk penting"
Albert mengerutkan kening.
"Ada apa?"
Suara Gabriel terdengar lebih serius.
"Ada sesuatu yang masuk ke email ibu."
Albert berhenti membuka pintu mobil.
"Email?"
"Email apa?"
Gabriel menjawab pelan.
"Email misterius."
Albert merasakan firasat buruk.
"Apa isinya?"
Beberapa detik Gabriel tidak menjawab.
Seolah ia sendiri masih tidak percaya dengan apa yang dibacanya.
Kemudian ia berkata dengan suara rendah.
"Ayah.."
"Orang itu mengatakan."
Albert langsung berkata tegas.
"Gabriel. Katakan sekarang."
Gabriel akhirnya membaca isi pesan itu.
"Pesannya berbunyi.."
"Pewaris asli keluarga Roses sudah kembali."
"Aku akan mengambil kembali semua yang menjadi milikku."
Beberapa detik dunia terasa sunyi bagi Albert.
Matanya perlahan menyipit.
"Apa?"
Gabriel melanjutkan.
"Nama pengirimnya tertulis jelas di akhir pesan."
Albert menggenggam ponselnya lebih kuat.
"Siapa?" suara Gabriel hampir berbisik.
"Alicia Roses." jawabnya terus terang.
Albert langsung membeku.
Nama itu seperti hantu dari masa lalu yang tiba-tiba bangkit kembali.
Beberapa detik tidak ada suara dari Albert.
Lalu ia berkata pelan.
"Tidak mungkin.., pastikan dengan jelas pengirim email itu,"
Gabriel berkata lagi.
"Ayah aku sudah berkali-kali memastikan namun tidak bisa dilacak"
"Ayah.., Apa Alicia masih hidup?"
Albert menatap kegelapan di parkiran kantor polisi.
Wajahnya berubah keras.
"Jika email itu benar, akan ada bencana yang terjadi kedepannya"
Ia masuk ke mobilnya dan menyalakan mesin.
"berarti masalah lama kita sudah kembali."
Suara mesin mobil meraung saat Albert melajukan mobilnya keluar dari parkiran.
Di dalam pikirannya hanya ada satu pertanyaan.
Jika Alicia Roses benar-benar kembali
maka perang lama keluarga Roses dan Stone
baru saja dimulai lagi.
" Kali ini siapa yang akan menang ?"
...****************...