{ Lanjutan dari cerita SAHABAT KU AYAH PUTRI KU tapi ini tentang Kanz dan Ana }
Kanz Altaf Siagian, seorang ketua OSIS di sebuah sekolah,ia memiliki wajah yang sangat tampan dan banyak di idolakan oleh kaum hawa .
Melihat dari latar belakang nama nya Kanz bukan orang sembarangan namun pria itu memilih untuk menutupi dan hidup seperti orang lain ,hidup yang damai itu tiba-tiba kacau setelah kehadiran wanita bar-bar .
Ariana Gauri Aleena nama wanita itu ,yang selalu membuat Kanz habis kesabaran nya namun siapa sangka berjalannya waktu keduanya semakin dekat.
Hingga terjadi sesuatu di antara keduanya saat acara puncak sekolah keduanya terpaksa harus hidup bersama !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan orang tua
Sekolah kembali di hebohkan setelah pertengkaran Kiara Ana dan Kanz kemarin kini kehadiran orang tua mereka pun membuat seisi sekolah semakin heboh .Kanz , Ana dan Kiara sendiri pun sudah berada di ruangan kepala sekolah.
" Dia yang lebih dulu Pak " Kiara menunjuk ke arah Ana yang hanya diam saja " Jadi yang harus keluar sekolah itu dia " Lanjut nya menatap sengit ke arah Ana ,namun wanita itu tetap tenang seolah tidak takut ada bahaya yang sedang menunggu di depannya nanti .
Tok ....tok ....
Ceklek
Pintu ruangan terbuka di mana seorang pria masuk bersama istri nya .
" Daddy ,mommy " Kiara langsung menghampiri orang tua nya " Sayang, kenapa tidak cerita semalam HM " Mommy Kiara mengelus wajah Kiara dengan lembut .
" Mana orang nya " Galaknya menatap putri nya , Kiara langsung menunjuk ke arah Ana .
" Oh jadi ...." Kanz langsung melindungi Ana saat melihat ibu nya Kiara mendekati Ana " Kamu siapa ? " Tanya nya menatap Kanz .
" Mommy bukan dia " Rengek Kiara manja " yang salah wanita gatal itu " Lanjut nya menatap Ana sinis .
" Jaga ucapan mu " Ujar Kanz datar .
" Apa hak mu meminta putri ku menjaga ucapan nya Hah " Bentak ayah Kiara.
" Lalu apa hak putri mu merendahkan pacarku " Kanz balas menatap ayah Kiara tajam .
" Maaf Pak,Bu lebih baik duduk dulu kita tunggu dulu orang tua Kanz dan Ariana baru kita bicara kan ya " Relasi kepala sekolah tenang .
" Saya tidak mau tahu kedua orang itu harus ke luar dari sekolah ini atau donasi yang selama ini saya kasih kan akan saya tarik " Ancam ayah Kiara serius .
" Jangan pak " Ujar kepala sekolah panik " Kita bicarakan dulu baik-baik ya " Lanjut nya pelan .
" Keluarkan Ana saja pak ,Kanz jangan " Ralat Kiara menatap Ana sambil tersenyum meremehkan.
" Kita bicara dulu baik-baik ya Nak Kiara " Ujar guru yang ada di ruangan itu .
" Saya tidak mau Bu ,dia harus di keluarkan . Apa ibu mau sekolah ini saya viralkan karena sudah memelihara seorang preman dan membiarkan menindas seorang siswa ? Ibu tahukan siapa Daddy ku "Ujar Kiara emosi .
Ingin sekali Ana tertawa keras namun otak kecilnya masih bekerja dengan baik begitu juga Kanz .
Tok ...tok ...
" Seperti nya itu orang tua mereka " Ujar kepala sekolah menatap salah satu seorang guru.
Ceklek
" Silahkan pak " Ujar seorang guru mempersilahkan masuk .
" Ayah ,Papa " Kanz langsung berdiri dari duduknya begitu juga Ana
" Maaf kami terlambat " Ujar Daniel santai lalu duduk di dekat Kanz begitu juga Felix yang duduk di samping Ana .
" Kiara minta maaf cepat " Titah ayah nya menatap putri nya .
" Daddy apa-apaan sih ,yang harusnya minta maaf itu wanita itu " Tunjuk nya pada Ana ,Felix langsung menatap putri nya yang hanya menaikan kedua bahunya" Bukan kah Daddy sudah bicara tadi mau keluar kan dia dari sekolah " Lanjut nya menatap ayah nya emosi .
" Daddy jangan aneh-aneh ya ,Kiara tidak salah " Ujar ibu nya tidak suka .
" Bagaimana kalau kita lihat dulu rekaman....."
" Tidak perlu pak , Kiara yang salah dia akan minta maaf " Potong Daddy Kiara .
" Daddy " Bentak Kiara emosi .
" Ana yang duluan Daddy, dia menampar Kiara kemarin ada saksi nya teman-teman Kiara " Lanjut nya berteriak .
" Daddy ....
" Mommy diam ,Kiara cepat minta maaf " Dengan sekali tarik Kiara langsung berlutut di depan Ana hingga membuat wanita itu kaget .
" Daddy " Bentak mommy Kiara kesal menghampiri Kiara namun Daddy nya menahannya " Mommy diam saja ini urusan Daddy dan Kiara " Balasnya dingin menatap istrinya membuat wanita itu terdiam.
" Tapi Dad ...." Gerakan tangan Daddy Kiara membuat wanita itu terdiam .
" Seperti nya perusahaan Anda lebih penting di banding mental putri mu " Sindir Daniel menatap ayah Kiara .
" Berdiri Kak " Ana ingin membantu Kiara berdiri namun tangannya di tepis oleh Kiara .
" Tidak perlu sayang " Ujar Kanz menarik Ana untuk kembali duduk .
" Kiara tidak akan minta maaf " Kiara berdiri di depan Ana " Jalang ini yang lebih dulu menamparku kenapa harus Kiara yang minta maaf " Ujar Kiara keras .
" Ke luarkan dia pak, atau Daddy ku akan menarik uang yang selama ini dia berikan " Lanjut nya menatap kepala sekolah emosi .
" Di mana posisi nya " Ujar Daniel tenang .
" Kiara " Bentak Ayah nya .
" Tenang pak bisa bicara baik-baik " Ujar kepala sekolah.
" Saya tidak mau pak ,Ana harus di keluarkan di sekolah ini " Kekeh Kiara cepat .
" Perlihatkan di mana posisi nya ? " Ujar Daniel rendah .
Kepala sekolah menatap salah satu guru lalu mengaguk pelan .
" Apa setelah ini kamu masih bisa diam " Ujar Kiara tersenyum remeh,namun Ana hanya diam saja sambil tersenyum.
Tidak berselang lama layar di depan mereka nyala daftar nama-nama mulai berjejer dengan rapi .
Senyum Kiara semakin lebar saat melihat nama Daddy nya " Lihat bahkan Daddy ku menyumbang begitu banyak di sekolah ini ,jadi jangan harap kamu bisa bersekolah lagi di sini " Ujarnya menatap Ana .
" Kiara ...
" Daddy diam saja " Bentak Kiara sebelum pria itu kembali membuka suara.
Daniel tertawa kecil melihat nama yang ada di urutan 7 " Kamu sangat sombong gadis kecil ,bahkan Daddy mu tidak masuk 5 besar sebagai penyumbang terbesar" Ujar Daniel tersenyum miring .
" Lebih baik Om diam jangan ikut campur " Baru saja Kiara menyelesaikan ucapannya sebuah tamparan keras mendarat di pipi nya .
plak
" Daddy " Bentak sang istri " Kamu berani menampar putri ku " Lanjut nya menatap tajam suami nya .
" Dia pantas mendapatkan itu karena sudah mempermalukan Daddy " balas ayah Kiara tajam .
" Ke luar kan dia atau Ariana keluar dari sekolah ini dan pasti nya tidak ada lagi pemasukan untuk sekolah ini " Ujar Felix setelah lama terdiam.
" Tidak perlu ke luar ,Kanz dan Ana akan pindah dari sekolah ini " Ujar Daniel serius .
" Tidak ,jangan pak " Ujar kepala sekolah panik dan khawatir,jika tadi ayah Kiara mengatakan itu dia terlihat biasa saja tapi tidak kali ini .
" Saya akan mengeluarkan Kiara dari sekolah ini " Putus kepala sekolah di jawab anggukan kepala oleh guru yang ada di ruangan itu .
" Lo pak kenapa jadi Putri saya yang di luarkan, bukan kah Kiara sudah mengatakan wanita itu yang salah" Ujar ibu Kiara cepat.
" Maaf Bu ,jika ibu ingin menarik uang yang selama ini kalian donasikan kami akan kembali kan " Ujar kepala sekolah .
" Bapak tidak tahu ...
" Mommy diam " Bentak ayah Kiara emosi bahkan wajah nya sudah memerah menahan malu dan juga amarah .
" Kiara benci Daddy " Kiara langsung ke luar dari ruangan itu meninggalkan orang tua nya .
" Sayang tunggu " Sang ibu mengejar Kiara yang sudah berada di luar .
" Tuan ...maaf ...."
" Bawah istri mu ke luar Nak " Ujar Daniel serius .
" Iya Yah ,ayo sayang " Tanpa membantah Ana langsung menerima uluran tangan Kanz lalu keduanya ke luar dari ruangan kepala sekolah .
Hanum,Tasya dan teman-teman Kanz yang sejak tadi berada di depan ruangan langsung menghampiri kedua nya saat mereka sudah di luar .
" Ke kantin ,aku lapar " Ujar Kanz .
" Aku juga lapar tapi tidak bisa makan karena kamu di dalam " Ujar Faiz serius .
" Lebay " Ujar Radit dan Fauzi bersamaan.
" Kamu tidak papa kan ? " Ana mengaguk tersenyum" Kenapa tadi itu nenek sihir sama anaknya " Lanjut Tasya pelan namun Ana hanya menaikan kedua bahu nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Kanz dan Ana menjadi novel favorit kalian 😘 😘 ☺️ 😍 😍
Like
Koment
vote
Jangan lupa hadiah bunga dan juga ⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐
jawaban nya hanya Author yg tau 🤣🤣
lanjut thor 🙏🙏💪💪
melahirkan tidak di dampingi suaminya rasanya sedih banget 😭😭