COVER FROM PINTEREST
-
-
-
Dia adalah pembantu di rumahku dan aku sangat mencintainya. Pernah kami menjadi sepasang kekasih. Tidak ada satu pun yang mengetahui hal ini meski keluargaku sudah menganggapnya sebagai pribadi yang baik, tapi dia mengkhianatiku. Aku merasa, hanya aku yang mencintainya, sementara dia..., tidak
5 tahun berlalu. Aku tidak bisa melupakannya meski aku sudah memiliki kekasih yang cantik dan juga sepadan denganku. Bahkan detik-detik pernikahanku, aku mendapatkan kenyataan bahwa aku pria yang mandul, aku bukan pria yang sehat dan tidak akan memiliki keturunan, tapi yang kupikirkan tetap 'dia'. Apakah dia akan menerima pria sepertiku? Pria yang bahkan tidak akan bisa membuatnya hamil seumur hidupnya, tapi aku menertawakan diriku sendiri. Kenapa aku harus memikirkannya? Aku kan tidak akan menikah dengannya. Kenapa juga aku peduli akan pendapatnya tentang kekuranganku.j
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzieraHill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Nayla datang ke kantor Andrian tanpa sepengetahuan siapa pun. Nayla segera ke ruang di mana kontrol CCTV kantor Andrian berada karena dia sungguh mencurigai apa yang terjadi di antara Andrian dan Salsa pada hari Salsa menghilang tidak jelas kemana.
“Maaf Mbak, tapi Bapak tidak bilang sama sekali kalau Mbak akan datang. Kami tidak bisa mengizinkan siapa pun tanpa izin Bapak.”
Nayla menghela nafasnya. “Kalian tahu kalau saya adiknya Pak Andrian?”
Mereka semua menganggukkan kepala karena sejak tadi Nayla tertahan oleh semua penjaga ruangan yang katanya sangat terjaga kerahasiaannya. Mereka punya tanggungan yang sangat besar ketika bekerja di ruangan yang penuh CCTV itu.
“Ayah saya pemilik perusahaan ini bukan Kakak saya. Kakak saya hanya jadi penerus saja dan saya datang ke sini atas perintah Ayah saya! Sudah! Kalian semua minggir atau mau saya laporkan ke Ayah saya?” kata Nayla dan mereka semua pun takut atas ancaman Nayla.
Mereka semua mengikuti langkah Nayla dari belakang dan kepala ruang kontrol tersebut memberanikan diri untuk bertanya apa yang ingin Nayla lihat.
“Kalau begitu ada yang perlu saya bantu, Mbak?”
“CCTV ruangan Pak Andrian yang mana?” tanya Nayla.
“Ini Mbak,” kata Feri sang kepala ruangan.
“Oke kalau begitu kalian bisa keluar semua. Biarkan saya sendiri di ruangan ini.” kata Nayla dan mereka semua menuruti perintah Nayla karena Feri pun mendorong tubuh anak buahnya agar keluar.
Setelah memastikan semuanya keluar. Nayla langsung memeriksa apa yang terjadi dua hari yang lalu. Tepat pada jam makan siang Nayla melihat ada seoang wanita yang nampaknya tidak pernah dia kenal.
“Siapa dia?” batin Nayla. Dia tidak begitu suka dengan pakaian sang wanita yang begitu ketat lalu wanita itu memijat punggung kakaknya dan sebagai perempuan pun Nayla tahu kalau tatapan wanita lebih pantas seperti tengah menggoda. Anehnya, Andrian pun tidak menolak pijatan punggung itu membuat Nayla semakin heran dan tiba-tiba saja video itu langsung loncat di mana Andrian sedang merapikan laptopnya dengan kemeja yang agak berantakan tanpa mengenakan jas.
Nayla mengepalkan tangannya. Jelas sekali ada yang memotong video itu. Apa benar-benar ada sesuatu yang ditutupi oleh Andrian. Lalu, siapa wanita tadi yang bersama Andrian. Andrian tidak pernah mengatakan apapun tentang wanita itu. Nayla pun segera keluar dari ruang kontrol CCTV tanpa bicara apapun. Dia tahu kalau orang-orang ruangan pun pasti sudah tutup mulut tentang video yang dihapus itu. Jadi, percuma saja jika dia bertanya tentang apa isi potongan video itu sampai harus dihapus.
……………………………………………………………..
Yoga melihat Salsa yang sedang memasukkan baju ke dalam tas.
“Kenapa kau memasukkan baju ke dalam tas? Kau mau kemana?”
Salsa merasa tertangkap basah dengan Yoga padahal tadi dia sudah memastikan bahwa orang rumah sudah pergi semua.
“Aku…,”
Yoga menarik tas yang Salsa pegang. “Kau akan kemana?!”
“Aku sudah tidak berhak tinggal di sini Yoga. Mas Andrian tidak menyukai keberadaanku dan Nayla sangat mencintaimu Yoga. Aku tidak mau menjadi sesuatu yang tidak diinginkan di sini.”
Yoga tahu pengakuan cintanya setahun yang lalu pastinya menjadi beban tersendiri untuk Salsa, tapi sampai sekarang pun Yoga tidak bisa berhenti mencintai wanita seperti Salsa.
“Aku ikut,” kata Yoga menaruh tas Salsa di atas ranjang lalu pergi keluar dari kamar Salsa membuat Salsa segera mengikutinya dari belakang.
“Yoga! Aku mohon! Tolong jangan seperti ini! Biar aku saja yang pergi!”
………………………………………………………..
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA^^
makasih❤
klu sya mah mna kuat ...
kepergian salsa dari rumah Adrian ngak ngaru terhadap orang tua Adrian yg kata nya udah nganggap salsa keluarga sendiri,, Adrian juga ngak peduli atas kepergian salsa yg kata nya masih cinta,,,,Aurel masi mendominan cerita nya