NovelToon NovelToon
Bukan Pernikahan Ini Yang Ku Inginkan

Bukan Pernikahan Ini Yang Ku Inginkan

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Contest / Tamat
Popularitas:811.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: istna

Farel adalah seorang Ceo tampan yang bersikap dinggin bertemu dengan gadis cantik yang cuek bernama Nayla.
hal itu membuat pertengkaran bak kucing dan anjing jika mereka bertemu.
Namun karena takdir, mereka di satukan dalam ikatan cinta pernikahan.

Apakah mereka akan bersatu atau bahkan mereka akan berpisah?

Bagaimana kah kelanjutan nya?

Simak terus ceritanya ya

Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, dan vote nya ya readersku😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minggu yang tak diinginkan

Satu bulan berlalu dengan cepat.

Hari Minggu digunakan farel dengan bersantai di rumah. terlihat farel sedang berkutat dengan laptopnya di taman belakang rumah.

"Rel, ini mama bawa teh" kata Bu Rara sembari duduk di samping farel

"Makasih mah"

"Rel, kamu kapan nikah? udah waktunya loh"

"Iya. bentar lagi mah"

"Emang udah ada calon buat mama?"

"Belum"

"Gimana sih rel. kok ngomong nya bentar lagi tadi?"

"Biar mama tenang aja, lagian emang bisa langsung nikah besok?"

"Nggak kan. harus ada calon dulu ma. cari pasangan yang cocok dulu"

"Ya iya. mama tau. maksud mama, kan mama papa udah nggak muda lagi, udah mulai tua. pengen cepet-cepet nimang cucu"

"hembtz"

"Rel, mama mau kamu nikah sama anak temen mama"

"Ihhhh! apaan sih ma. Farel kan belum tau dia baik atau enggak"

"Rel, mama itu tau banget dia. dulu waktu kamu di luar negeri. dia sering mama ajak jalan, jadi mama tau betul sifat dan karakter nya"

"Nggak ma" farel masih kekeh

"Rel, mama yakin banget dia pasangan yang cocok buat kamu"

"No, mah"

"Sekali ini aja rel, nurut sama mama ya" pinta Bu Rara dengan sungguh sungguh

ih Mama ada ada aja pake jodohin segala, kalau orang nya nggak baik kan bahaya, Gimana ya?? farel berpikir cukup lama sambil menatap bunga di depannya

bismillah aja deh

"Iya udah deh ma, Farel nurut. tapi kalau orang nya ternyata nggak baik atau cuma mengincar harta aja, Farel ceraikan, mama nggak boleh ikut campur lagi"

"Iya nak, mama nggak akan ikut campur lagi"

"Minggu ini rel, kamu melamar dia" ucap Bu Rara tanpa basa basi

" brutrzzz.. "

Farel tersedak teh yang sedang diminum nya, karena terlalu terkejut

"Hah???, kenapa cepat banget ma?"

"Kan lebih cepat lebih baik rel"

benar benar di luar planning hidup gue

Farel terbengong

"Ya udah rel, mama ke dalam dulu ya, nemenin papa nonton TV"

"Iya" masih dengan bengong

Bu Rara pergi ke dalam kamarnya dan mengambil ponselnya dan menghubungi Bu Naya

"Jeng, Farel mau. yah, walaupun sedikit agak terpaksa, nanti kalau sudah tau Nayla juga nggak nolak"

Ting!!!

suara ponsel Bu naya yang di letakkan di meja makan berdering

"Mah, ada pesan tuh handphone mama" teriak Naila

"Siapa nay?"

"Nggak tau mah"

Bu naya berjalan mengambil handphone dan membuka pesan tersebut sembari tersenyum tanpa sadar

"Alkhamdulillah jeng, semoga Nayla juga bisa menerima"

"Semoga jeng"

"Oh iya, kalau acara tunangan nya kita Minggu ini aja gimana?"

"Lebih cepat lebih baik, ngikut aja jeng.

nanti aku kasih tau nayla perlahan jeng. pasti dia bisa menerima"

"Oke jeng*"

"Kenapa sih ma, senyam senyum nggak jelas?" tanya Naila heran

"Eg, nggak apa apa nay"

"Mama aneh"

tinnnn..

terdengar suara klakson mobil memasuki rumah

"Siapa nay?"

"Nggak tahu mah, tamu papa kali"

Terlihat sepasang kekasih memasuki ruang tamu

"Asalamualaikum mah, selamat pagi" sapa Salma sembari mencium punggung tangan Bu Naya

"Oh, kamu nak. selamat pagi waalaikumsalam" ucap Bu Naya kegirangan

"Kok kesini nggak ngobrol dulu, kan bisa mama siapin makanan yang banyak"

"Ah mama kaya siapa aja yang Datang"

jawab Kevin sudah duduk di ruang tamu

"Nggak kerja nay?" tanya Salma

"Nggak mbak, hari Minggu refresh fikiran dulu"

"Oh ini hari Minggu ya? kok mbak lupa"

"Nahhhloh mbak, dikasih apa sama kak Kevin, bisa pelupa gitu"

"Dikasih cinta nay" jawab Kevin berbisik ke telinga Nayla, dan menghempas tangan kevin

"Ih najong, mulai bucin"

"Nggak apa apa, kan udah halal" jawab Kevin sembari mengecup kening Salma, sengaja memperlihatkan keromantisan pada Nayla

Nayla melihat sekilas ke mereka, sambil memutar bola matanya dan mematikan TV nya. dan beranjak ke kamar

"Tidur ahhhh" Kata Nayla beranjak ke kamar

"Yeeeee, sono! dasar jomblo akut" ejek Kevin

Nayla merebahkan tubuhnya di kasur.

Tinggg!

suara handphone nya berbunyi

*Radit : nay, jalan yuk!

nayla : males ah

Radit : emang nggak bosen apa?

Nayla : bosen sih

Radit : ya udah ayok keluar cari angin

Nayla : ya udah, gue mandi bentar

Radit : oke, nanti gue jemput ya nay*

Nayla tak mempermasalahkan dan segera menyambar handuknya dan bergegas mandi

*satu jam kemudian*

tinn!!

terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumah

"Permisi Tante, saya Radit. Nayla nya ada Tante?"

"Oh Nayla ada, tunggu sebentar ya. Tante panggilin dulu. silahkan duduk nak Radit"

"iya Tante"

"Nayyyyyy..." teriak Bu Naya di depan pintu kamar Nayla

"iya mah"

"Ada nak Radit nay di bawah"

"Iya, bentar lagi nay turun"

tak lama kemudian nayla turun dari kamar sudah siap dengan slingbag, kaos Casualnya dan Rok mini selutut berwarna putih nya.

"Mah, Nayla pergi dulu ya"

"Iya, pulang jangan malam malam nay"

"Mau kemana lo?" tanya Kevin dari belakang

"Pengen tau aja, suka suka gue donk"

kata Nayla sembari meninggalkan Kevin

"Radit permisi tante"

"Iya dit, hati hati ya"

"Iya Tante"

Meraka pun hanya berkeliling mall

setelah beberapa jam berkeliling akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang

"Dit, capek nih! ke kafe makan yuk, pegel nih"

"Boleh, yuk"

mereka memasuki kafe dan mulai memesan makanan

Farel yang kebetulan sedang berada di mall bersama Rekhan pun melihat keberadaan Nayla.

"Han, itu Nayla kan sama Radit?"

sambil menunjuk ke arah mereka

"Mana?"

"Itu di depan"

"Oh iya, Nayla sama Radit. kenapa emang nya?"

"Ya nggak apa apa sih, memastikan aja"

Farel terus melihat ke arah Nayla yang sedang makan selang tiga baris depannya

"Nay, Kenapa kamu belum punya pacar?"

tanya Radit

"Ya nggak apa apa, enak gini aja" jawab Naila enteng

"Kamu nggak suka gitu, sama temen kerja kantor?"

"Nggak ada"

"Bos kita mungkin, kan dia ganteng tuh"

elah dit, bos Lo itu kan siluman. walaupun seganteng apa, tetep gue nggak suka

"Nggak!"

"Lo sendiri kenapa nggak punya pacar?"

"Gue masih suka bebas aja, kalau ada pacar kan di atur atur"

"Iya si bener, gue juga setuju tuh"

dan tanpa sengaja Nayla melihat Farel di depannya agak jauh memandang dirinya. seketika Naila pun tak sadar saling memandang.

"Iya kan makanya itu nay"

Radit yang menyadari Nayla melamun segera menepuk pundak nya.

"Eh, nay!!!!"

"ah eh, iya bener" jawab Naila terkejut

"Mikirin apa sih"

"engg.. enggak ada"

"eh, dit udah mau sore nih pulang yuk"

"Keenapa buru buru?"

"Ya gpp "

"Ya udah deh"

Radit pun menuju kasir untuk membayar makanan nya.

Farel yang menyadari Nayla dan Radit akan pulang pun segera menghadang

"Hai dit," sapa Farel setengah berteriak dari tempat duduknya

"Loh pak Farel di sini?"

"Ayolah, kita diluar jam kerja, panggil aja Farel"

"ah bapak masa panggilnya gitu, kan nggak enak jadinya"

Nayla berdiri membelakangi mereka sembari memutar mutarkan bola matanya

"kalian mau kemana, sini duduk dulu, ngobrol dulu santai sama kita"

lah, ini orang mau nya apa sih. gi*a kali duduk disitu bareng dia.

"Bentar aja yuk nay"

Farel tersenyum penuh kemenangan

"boleh deh, sebentar kan" jawab Nayla terpaksa

Mereka berbincang-bincang dengan santai, sedangkan Nayla mengalihkan rasa bosan nya dengan bermain handphone. tiba tiba...

Farel yang melihat Nayla bermain handphone dengan sengaja menginjak kakinya sangat keras tanpa sepengetahuan yang lain

"awwwwwww" teriak Nayla keras. dan memandang ke Farel yang di depannya

"eh, kamu kenapa nay. nggak baik berteriak di depan khalayak umum" kata Farel mengedipkan mata nya

"Kenapa nay?" tanya Rekhan

"Nggak apa apa, tadi baca chat reflek teriak aja"

Farel tersenyum lagi.

"kurang ajar banget tuh cowok.

keras banget lagi" Nayla sambil memegangi kakinya

"rasain, emangnya enak" farel tersenyum penuh kemenangan

1
Ida Marlina
ok
Ifa Lai
suka sama ceritanya 👍👍👍😍😍😍
Beby Mochy
Bagusnya lagi Recruitment atau tim HRD
Nurul Hidayah
seru. aja
AbyGail
Kerennn
tsaqila
baca Novel yang kedua yuk "MELODY FIOLYN" YUk yuk
Amalia Mandasari
aku mampir..
Baca Part awal kayaknya seru..
Endang Pudjiastuti
salah penulisan
re
Love and like
mega keyna
haisss,,, ANEHHHHH masa boss ngk bawa senjata,,,,
Anhi Nurdiani
mampir
Dwi
kok ulang sih tapi judul nya beda
Alyaa
semangat ya thor, jngan lupa mampir di cerita ku ya ><
Dian Lestari
Nayla nya kok lemah bgt ya, biasanya orang yg omongannya suka ketus itu tahan banting
Dian Lestari
Naila pun nggak bisa apa2, bisanya cuma marah2 doang
Rita Ratnawati
terlalu datar ceritanya bosan
Huriyahade
baru enak bacanya puas... gak gantung ceritanya
Huriyahade
acara nya kok. jam kerja ya... gak ada hari minggu gitu
LYTIE
Semangat ya thorr. Salam sayang ya. Terima kasih sudah mampir di novelku Putra Mahkota dan Chen Xiao Ran ^~^
Delizaziony
Naila judes amat sih, Thor. Tapi aku tetep suka sama ceritanya kok, Thor.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!