Rara, Seorang gadis muslimah yang hidup diperantauan harus bisa bertahan hidup dan menyelesaikan pendidikannya dengan kuliah sambil bekerja. Berharap bisa kerja di tempat yang nyaman, Rara malah dipertemukan dengan Adimas (Duda ber anak 1) Majikan yang dingin dan galak. Akankah cinta mereka bersemi dan berujung bahagia???
Ikutin ceritanya yahhhh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bodyguard Cantik 17
Setelah selesai sholat jumat Adimas dan bagas menghampiri Rara, dilihatnya Rara yang tengah tertidur didalam mobil.
"Pa kak rara tidur"
"Iyaa, mungkin dia capek" Adimas melihat rara yang meskipun dalam keadaan tidur tapi tetep cantik.
Bagas dan Papanya masuk kedalam mobil,
"Ra,,,, rara"
Rara hanya mengeliat kecil saat adimas memanggilnya. Bagas yang melihat papanya membangunkan kak rara pun tertawa geli.
"Papa pelan banget banguninnya. Coba keras dikit"
"Raraaaaaa bangun" Adimas sedikit meninggikan suaranya.
"Eh iya pak bangun" Rara terbangun dari tidurnya dan melihat didepan wajahnya ada adimas yang menatapnya.
"Kamu ngantuk yaa??" Adimas kembali ke posisi depan.
"Hehe sedikit".
"Sedikit apanya kak?? wong tadi di panggil papa tapi kak rara gak bangun".
"Hah?? Maaf yaa heheh".
"Kamu kan belum sholat, cepet masuk ke masjid terus sholat dulu".
"Iya pak". Rara turun dari mobil dan masuk kedalam Masjid.
.
.
Beberapa menit kemudian rara keluar dari masjid dan masuk kedalam mobil.
"Sudah??"
"Sudah pak".
Adimas menjalankan mobilnya meninggalkan masjid.
Diperjalanan Adimas melihat ada grand opening sebuah Cafe di pinggir jalan. Adimas pun membelokkan mobilnya dan mampir ke Cafe.
"Pa kita mau kesini??"
"Iya, kita makan disini ya. Ini kayaknya yang punya temen lama papa, baru buka cabang baru". Adimas keluar dari mobil bersama bagas namun Rara masih belum keluar.
"Kamu gak keluar??" Adimas membuka pintu mobil.
"Gak usah pak, ini kayak cafe mahal. Nanti saya malah malu-maluin bapak aja".
"Udah cuek aja. Cepetan keluar" Perlahan Rara keluar dari mobil. Ketiganya nampak berpenampilan biasa saja. Adimas mengajak Bagas dan Rara masuk kedalam Cafe dan memesan meja untuk ketiganya.
Nampak dari kejauhan seorang pria yang gagah dan tampil sempurna layaknya pembisnis besar tengah berjalan menyapa para tamu yang datang.
Adimas, bagas dan Rara tengah menikmati makanannya. Pria itu menghampiri Adimas....
"Hallo tuan, selamat datang di Cafe kami"
Adimas melihat kearah pria itu.
"Dimas"
"Alex. Apa kabar??"
"Brooo lama banget gak ketemu kamu. Aku kira siapa tadi, Aku baik, kamu gimana??". keduanya bersamalam dan saling mengadu bahu.
"Aku baik juga".
"Sekarang kau beda banget ya"
"Kenapa?? kelihatan biasa aja??"
"Meski penampilah biasa aja, tapi tetep jadi pria terganteng sekampus dulu kan hahaha".
"Kamu bisa aja".
"Eh ini sama siapa kesini??"
"Ini anakku Bagas, dan ini namanya Rara".
"Hallo Bagas, Hallo Rara. Senang bertemu kalian"
Bagas bersalaman dengan pak Alex namun Rara hanya tersenyum saja.
"Cewek baru bro??" Alex berbisik kepada Adimas.
"Bukan".
"Jangan bohong kamu. Boleh lah seleramu bro". Alex masih berbisik kepada Adimas dan hanya mereka yang mendengar.
"Aku turut berduka atas kejadian yang menimpa keluargamu bro".
"Iya terima kasih".
"Ya Udah kalian nikmati aja yaa makanan disini. Aku mau lanjut menyapa yang lain".
"Iyaaaaa".
"Rara,,,, hati-hati, Adimas itu diam-diam menghanyutkan. Kamu harus siap tenaga extra kalau sama dia hahaha". Alex langsung ngacirrrr meninggalkan Meja Adimas.
"Hoiiiii ngomong apa sih kamu". Adimas nampak malu karena ucapan Alex.
"Gak usah didengerin, kalian lanjut makan".
Rara yang masih gak ngerti dengan maksud ucapan Alex pun hanya diam dan tak memikirkannya, Ia malah asyik menghabiskan makanannya bersama bagas. Sementara Adimas yang merasa malu dan jadi terlihat kikuk.
.
Setelah mereka selesai makan siang, Adimas mengajak bagas dan rara untuk pulang kerumah.
Selama perjalanan pulang, Rara dan bagas bercerita kemana-mana sementara Adimas hanya menjadi pendengar setia. Sampailah mereka di rumah.....
Begitu mereka masuk kedalam rumah, Rossa langsung berhamburan menyambut Adimas.
"Kak dimas dari mana?? kok gak ngajak aku??"
"Kamu kok udah pulang??"
"Memangnya kenapa?? kan yang punya perusahaan juga kakak iparku".
"Kami kekamar dulu ya pak".
Rara mengajak Bagas masuk kedalam kamarnya.
"Jaga sikapmu Rossa!!, Jangan pernah kamu bertindak semaumu kalau kamu gak mau aku usir dari sini".
Rossa langsung ngambek dan berlari kekamarnya, sementara Adimas tak menghiraukan Rossa juga masuk kedalam kamarnya sendiri.
.
.
Didalam kamar Bagas...
"Kak, papa pasti kesel banget sama tante".
"kakak rasa juga gitu".
"Biasanya mama selalu buatin papa es lemon tea kalau papa lagi marah-marah".
"Memangnya itu bisa membuat marahnya papa hilang??"
"Kata mama sih gitu. Kak rara mau gak buatin untuk papa?? kalau bagas yang buat, bagas gak bisa kak. Pleaseeeee demi bagas kak".
"Tapi kamu yang nganter ya. Kak rara yang buat".
"Emmm iya deh".
Rara dan bagas menuju dapur untuk membuatkan Es untuk papanya. Setelah beberapa menit jadilah Es lemon tea untuk Pak adimas.
Bagas dan rara berada didepan pintu kamar papanya.
"Kak rara aja deh yang kasih. Bagas takut".
"Aduhh kok kakak sih. Kamu kan anaknya, gak mungkin papamu marah".
"Ahh takutttt".
"Aduhh kalau kak rara nambah takut ".
Terjadilah saling lempar kata antara bagas dan Rara karena mereka takut mengantarkan minuman itu kepada Adimas. Mendengar kegaduhan didepan pintu kamarnya, Adimas membuka pintu kamarnya dan melihat Bagas dan rara tengah memegang nampan bersama.
"Papa"
"Kalian kenapa??"
"Ini kak rara buatin es buat papa".
"Anu pak, ini karena bagas yang menyuruh".
Rara dan bagas saling menoleh sementara Adimas menatap keduanya bergantian.
"Jadi ini untuk saya?" Adimas bertanya kepada Rara
"Iya pak". Adimas mengambil gelasnya.
"Terima kasih" Adimas akan masuk kedalam kamarnya.
"Bapak sudah gak marah yaa??"
"Memangnya siapa yang marah??"
"Kata bagasss..." Rara menoleh kebagas namun bagas sudah kabur duluan.
"Kata bagas apa??"
"Aduhhh bagas kemana lagi... Itu pak maksud saya, engg" Rara berbelit untuk menjelaskan kepada Adimas, malah kini Adimas memojokkannya.
"Kamu perhatian banget ra"
"Aduhhh bukan gitu maksudnya pak. Tadi bagas bilang... kalau bapak marah, kasih aja es lemon tea nanti marahnya ilang" Rara nampak ketakutan karena adimas begitu dekat dengannya.
"Es Lemon tea gak bisa ngilangin amarah saya Ra"
"Pak tolong jangan begini pakk. Saya takut" Rara gemeteran saat Adimas menguncinya di dinding.
"Kamu belum pernah kayak gini??"
"Belum.... " Rara menjawabnya dengan suara bergetar.
Adimas melihat sikap Rara yang ketakutan begitu jadi semakin suka. Ia pun melepaskan Rara,
"Maaf yaa,, aku menakutkanmu"
Situasinya jadi canggung.....
"Saya permisi dulu pak" Rara langsung berlari meninggalkan Adimas, Sementara dari kejauhan nampak Rossa melihat kejadian tadi. Ia pun menjadi marah.
"Sial, ternyata pembokat itu suka sama kak dimas. Aku gak akan pernah rela dia bersama wanita lain!! Bertahun -tahun aku menantikan saat ini, malah cecunguk itu seenaknya merusak rencanaku!!".
Gumamnya lirih.
.
.
Dikamar Rara....
"Ya Allah, kenapa pak adimas tadi kayak gitu ya... Aku kok jadi deg deg an gini.. Huh!!!" rara membuang nafasnya.
"Kok aku jadi inget omongan pak Alex tadi yaa..... Hiiiiiiiii ngeriii" Rara bergidik sendiri mengingatnya.
.
.
.
Kira-kira apa sihh maksud dari perkataan Alex??🤭
Jawab dong yang tauuuuu🤗
.
Jangan lupa Like, coment dan vote yaaaa😘
tinggal ngmng doang jg..🤦