Judul novel [My wife the farming transmigrasi]
Fu lichen saat ini hanya merasa perutnya mual, seakan mau muntah, dia melihat sekeliling merasa bahwa tempat itu sangat asing.
Tiba-tiba kepalanya sangat sakit, ingatan yang tidak dia miliki muncul secara tiba-tiba.
Pergi ke zaman kuno?
Secara tiba tiba mendapat istri dan anak?
Bagaimana kelanjutan cerita tersebut? jangan lupa like, komen, and vote😘
teer.id/onedea_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen 1003, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17(membeli kereta)
Keadaan Fu Lichen saat ini, dirasa punya uang yang banyak, Fu lichen pun datang ke penjual kereta, karena dia pernah berfikir untuk membelinya, karena menurutnya lebih baik pakai kereta untuk memindahkan barang-barangnya.
Juga alasan lainnya yaitu ia tidak punya waktu bolak-balik kerumah Fu Dahu, lebih baik membelinya sendiri. Dipenjual kereta ia pun disambut seorang pria dengan badan gemuk.
Dan ditanyai mau membeli kereta yang mana. Fu Lichen pun menjawab kereta yang sesuai untuk menarik barang barang berat, dan akhirnya pun ditunjukkan kereta yang lumayan bagus tetapi tidak terlalu mewah.
Karena pada dasarnya hanya ada keretanya saja, dan juga belum ada binatang yang menarik keretanya, Fu lichen pun langsung kepeternakan khusus untuk hewan. Disana ia melihat sapi, kerbau dan kuda.
Karena hal inilah kereta sangat langka didesa, karena jika hanya membeli keretanya saja sudah mahal seharga 10 tael perak, belum lagi hewan yang lebih mahal dari itu.
Sapi disini dihargai 45 tael perak, kerbau 40 tael perak dan kuda 60 tael perak hewan yang paling mahal di sini, kenapa kuda paling mahal diantara hewan disini? karena kuda bisa dipergunakan untuk hewan tunggangan selama perang. Fu Lichen pun memilih sapi, alasan memilih sapi karena susu sapi sangat bergizi, jadi ia akan mencoba memerah sapi itu, dan memberikannya kepada anaknya itu.
Setelah selesai ia pun pulang.
Diperjalanan kembali ia melihat banyak penduduk desa yang menanyainya dan mendatanginya .
"Fu Xiucai apakah ini keretamu?" tanya salah satu dengan penuh iri.
"Iya" jawab singkat Fu Lichen, dan langsung pamit pergi.
"Liat deh darimana datangnya uang sebanyak itu untuk membeli kereta?" tanya temannya.
"Pasti uang berjudi" jawab lainnya.
"Liat deh Fu Xiucai semakin tampan saja ya, punya uang lagi" seru ibu-ibu yang melihat Fu Lichen.
"Kalau memang tampan nikahkan saja anakmu dengannya" sambung ibu-ibu lainnya.
"Bener tu"
"Anakmu kan sudah cantik, pasti Fu Xiucai akan tertarik, lagian juga istri Fu Xiucai saat ini juga melahirkan seorang anak, perempuan lagi, jadi ini saatnya kesempatan yang bagus"
"Juga, aku lihat Fu Xiucai sangat sibuk pergi ke kota membawa barang dengan kereta Fu Dahu, pasti saat dikota dia menjual sesuatu, makanya punya banyak uang"
"Memang, aku juga pernah melihatnya, dan menanyakan kepada sepupuku dikota, katanya dikota ia menjual sebuah makanan bernama selai, dan itu harganya sangat mahal , uangnya saat ini pasti banyak" sambung ibu-ibu lainnya.
"Tapi..." kata ibu itu
"Tidak usah ragu lagi, liat tu Fu Xiucai membeli kereta, pasti dia saat ini sudah kaya, dan maharnya pun pasti banyak, kalau saja aku mempunyai anak perempuan, pasti akan kunikahkan dengannya" sesal salah satu dari mereka.
Ibu-ibu yang diduga bernama Fu Jing itu pun langsung memikirkannya, bagaimana dia akan memiliki banyak uang karena mahar yang diberikan Fu lichen. Dan ia pun langsung bergegas pulang untuk menemui anaknya di rumah.
Lagian juga dulu anaknya itu pernah naksir sama Fu Lichen, pasti sekarang dia juga mau dinikahkan Fu Lichen.
Fu Lichen yang tidak tahu menahu masalah itu pun kembali menuju kerumahnya. Tidak tahu saja kalau masalah dia membeli kereta itu sudah menyebar ke seluruh desa. Ada yang terkejut, iri, dan bahkan benci karena orang seperti Fu Lichen bisa membeli hal yang begitu mahal dan berharga.
Bahkan orang-orang yang mempunyai sepupu dan putri berniat untuk menjodohkan dan menikahkannya dengan Fu Lichen, apalagi karna Su Lingyu yang tidak dianggap oleh Fu Lichen, kalau Fu Lichen mendengarnya pasti Fu Lichen akan tersenyum mencela.
.
Rumah Fu Jing.
"Fu Ning, Fu Ning kamu dimana?" sambil teriak-teriak memanggil nama anaknya itu.
"Ada apa bu berteriak-teriak begitu, apa ibu tidak malu ada tetangga yang mendengarnya" kata anaknya itu.
"Halah sudahlah, apa kamu pernah mendengar tentang Fu Lichen sekarang" tanya ibu Fu Ning.
Fu Ning yang mendengar itu pun langsung tersenyum malu tentang pertanyaan ibunya itu, pasalnya sejak ia bertemu pertama kalinya dengan Fu Lichen ia jatuh cinta pada pandangan pertama.
Tetapi karena semenjak orang tua Fu Lichen meninggal, jadi dia tidak lagi begitu mengukainya, pasalnya karena sikap Fu Lichen yang semakin berubah, walaupun Fu Lichen tampan, tapi sikapnya yang buruk membuat dia semakin jijik.
Apalagi mendengar dia judi dan menghambur-hamburkan uang peninggalan orang tuanya itu, ia jadi semakin tidak menyukainya, tetapi setelah beberapa hari terakhir dia mendengar kabar kembali tentang Fu Lichen.
Tetapi yang didengarnya saat ini bukan tentang kejelekan Fu Lichen tetapi tentang Fu Lichen mendapatkan uang yang sangat banyak, dan bahkan membeli barang-barang yang harganya tidak murah. Bukannya dia tidak pernah memikirkan untuk menyukai Fu Lichen lagi, tetapi karena Fu Lichen sudah mempunyai istri bahkan anak.
la juga sempat berbicara kepada kedua orang tuanya bahwa dia menyukainya, tetapi orang tuanya tidak setuju, jadi dia hanya bisa menyerah kembali.
Tetapi sekarang ibunya tiba-tiba membicarakan tentang Fu Lichen kembali bahkan dengan nada penuh kegembiraan, secercah harapan pun muncul dihatinya, berharap kalau ibunya akan menjodohkannya kepada Fu Lichen.
Apalagi kalau sekarang Fu Lichen kaya kembali, dan bahkan istrinya hanya melahirkan anak perempuan, jadi setelah dia menikah dia mempunyai fikiran akan melahirkan seorang anak laki-laki untuknya, pasti semua kasih sayang Fu Lichen akan didapatkannya.
Memikirkan itu saja sudah membuat hatinya berbunga-bunga.
"Iya bu sudah, ada apa?" tanya Fu Ning berpura-pura penasaran.
"Sekarang Fu Lichen sudah kaya raya, kata tetangga kalau Fu Lichen mendapatkan uang dari menjual barang yang namanya selai, dan itu harganya mahal dan banyak pembelinya" kata Fu Jing dengan antusias.
"Benarkah? kalau begitu sangat hebat" jawab Fu Ning sambil tersenyum.
"Bener tu, Fu Ning anakku apakah kamu mau menikah dengan Fu Lichen, karna dulu kamu menyukainya" tanya ibunya dengan penuh harap.
"Um" gumamnya sambil menganggukkan kepalanya dengan wajah bertemu merah.
"Kalau begitu aku akan mengundang màk jomplang Sun, karena dia sudah sangat berpengalaman dengan hal semacam ini"
"Um baiklah bu.., tapi.. apakah Fu Lichen mau denganku?"
"Halah jangan fikiran itu, pasti dia mau, kamu sudah dengarkan dengan kabar istrinya itu?"
"Iya bu.."
"Sudah sudah besok kamu harus berdandan yang cantik dan rapi agar Fu Lichen menyukaimu, ibu sekarang mau membujuk ayahmu untuk menujui hal ini, sekalian ibu akan berkunjung kerumah mak jomplang Sun untuk membicarannya" ucap tergesa-gesa Fu Jing.
Setelah ibu Fu Ning pergi, hati Fu Ning pun dipenuhi kegembiraan karena dia bisa menikahi Fu Lichen yang seorang sarjana.
Sebenarnya keluarganya saat ini sedang mendesaknya untuk menikah segera, tetapi karena keluarganya yang tidak kaya dan ibunya yang ingin mempunyai menantu yang kaya dan bergengsi, akhirnya sampai saat ini dia masih belum bisa menikah.
Dan akhirnya impiannya sudah tercapai, walaupun dengan Fu Lichen.