NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Tergadaikan

Pernikahan Yang Tergadaikan

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:55.7k
Nilai: 5
Nama Author: Freya Alana

“Jadilah anak yang tegar dan baik hati.”

Begitu kalimat yang selalu terngiang di telinga Nafisa Salsabila. Sedihnya, dirinya tidak ingat siapa yang mengatakan karena memori akan masa lalunya hilang.

Nafisa menapaki jalan hidup berpegang pada nasihat itu. Menghadapi kematian ibunya, hadirnya ibu tiri yang kejam, hingga dirinya yang menjadi korban penculikan.

Nafisa tumbuh menjadi wanita yang tegar dan baik hati seperti pesan yang selalu diingatnya.

Ketegarannya diuji ketika usaha suaminya, Reno Barlian, mengalami kebangkrutan dan harus meminjam dana yang sangat besar dari pengusaha Zayn Malik.

Pernikahan Nafisa dan Reno tergadaikan saat ternyata Reno tidak bisa membayar cicilan. Nafisa menjadi jaminan dan harus bekerja di rumah Zayn Malik.

Akankah Reno menebus kembali Nafisa atau malah menggantinya dengan perempuan lain untuk menjadi istri sekaligus ibu untuk anak-anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Freya Alana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasangan Sampah

Hadir di persidangan, Nafisa didampingi oleh Maryam, Mbok Mi, Lasti, Mikail, dan para bodyguard Maryam yang ikut merasa geram dengan kelakuan Reno Barlian.

Meski Zayn sangat tidak setuju Maryam melibatkan diri dalam masalah Nafisa namun tetap saja Maryam dan pasukannya berangkat untuk mendukung Nafisa.

Reno datang bergandengan tangan dengan Dela. Seakan tidak ada masalah, mengangguk sekilas ke arah Nafisa lalu duduk agak jauh.

Mikail sebagai pengacara tidak ingin Nafisa bicara dengan Reno. Berkali-kali kliennya berusaha untuk bicara dengan Reno namun selalu gagal dengan cara yang menyakitkan dan memalukan.

Cadar berhasil menyembunyikan air mata. Jantung berdebar keras menahan rasa sakit melihat kemesraan Reno dan Dela.

Sidang pertama ini hakim akan memeriksa berkas dilanjutkan dengan upaya mediasi. Pengacara Reno sudah menegaskan tidak ada rujuk.

Nafisa pun seperti dipaksa menelan pil pahit. Kini ia hanya berharap untuk mendapatkan hak asuh atas Aurelie dan Milo.

Sebelum masuk ke ruang sidang, Maryam berkata kepada Nafisa, “Nak, harus tegar. Meski ini sangat menyakitkan.”

Maryam meraih jemari Nafisa yang terasa dingin dan gemetar.

“Kamu bisa. Percayalah Allah sedang menyiapkan cerita indah untukmu,” ucap Maryam meyakinkan wanita rapuh di hadapannya.

Begitu masuk ruang sidang, untuk pertama kali Nafisa dan Reno duduk berdampingan.

Reno menjawab semua pertanyaan dengan tenang dan lugas. Menunjukkan kemantapan darinya untuk berpisah dari Nafisa.

Mediasi pun dilalui tanpa banyak percakapan. Reno hanya menjawab seadanya ketika Nafisa membuka percakapan. Dan akhirnya mereka akan lanjut ke sidang berikutnya.

Keluar dari ruang sidang Reno langsung menemui Dela tanpa ada basa-basi pada wanita yang sudah menyertainya bertahun-tahun, melayani dan membesarkan putra-putrinya.

Seakan Nafisa bukanlah siapa-siapa.

Dengan sorot terluka, Nafisa menatap ke arah Reno yang langsung merangkul Dela begitu keduanya bertemu. Laki-laki itu mengelus kepala wanita yang sedang mengandung bayinya dengan penuh kasih sayang.

“Nafisa, yuk, pulang,” ajak Maryam yang tak ingin Nafisa lama-lama melihat aksi bucin Reno dan Dela.

Nafisa mengangguk kemudian mengikuti Maryam. Diapit oleh Mbok Mi dan Lasti, lutut Nafisa terasa lemah ketika melewati Reno dan Dela yang seperti sengaja menunggunya lewat.

Kedua manusia tak tahu diri itu tertawa bercanda dan saling menggoda.

Beberapa langkah melewati mantan suami dan istrinya, Nafisa berhenti. Mikail langsung waspada. Pengacara itu tidak mau kliennya nekat kemudian menyerang Reno dan Dela. Itu bisa berakibat fatal.

Nafisa menoleh ke arah Reno dan Dela. Tak sengaja bersitatap dengan suami yang sudah menalaknya.

Wanita itu mencari apakah masih ada sisa rasa untuknya.

Namun tak ada sorot bersalah, hanya tatapan dingin. Sekejap kemudian Reno mengajak Dela pergi menuju kendaraan.

“Nafisa, udah nggak usah dianggep laki-laki bejat seperti itu,” cetus Mbok Mi sambil merangkul pundak Nafisa yang semakin kurus.

“Mbak Nafisa, apa saya hajar aja si belegug itu?” Sambung Pak Lingga, bodyguard yang juga suami Mbok Mi.

“Eh jangan. Ayo jalan lagi, buruan,” sahut Mikail. Bukannya takut, bahkan menghajar Reno sampai mati pun dia sanggup, hanya pastinya Nafisa tidak menginginkan itu. Belum lagi pertempuran hak asuh belum dimulai.

Nafisa menghela napas matanya terpejam erat. Berusaha mengatasi rasa sakit yang terus mendera.

***

“Ibu Nafisa pergi meninggalkan anak-anak yang masih balita selama berbulan-bulan. Tentunya ini sangat tidak bagus bagi tumbuh kembang anak. Apalagi hanya menitipkan pada tetangga.”

Nafisa mendengarkan pengacara Reno yang sibuk membeberkan kesalahannya di sidang berikutnya.

Berulang kali Nafisa menggeleng sambil menatap dengan pandangan masygul ke arah Reno. Bisa-bisanya laki-laki itu menimpakan semua kesalahan padanya.

Mikail berbisik, “Mereka ingin merusak anggapan hakim atas kamu. Nanti aku akan beberkan kejadian yang sesungguhnya.”

Giliran Mika, pria itu menyalakan layar TV di persidangan.

“Bapak dan Ibu hakim yang saya hormati. Dalam waktu tiga bulan, Ibu Nafisa memang bekerja sebagai perawat Ibu Maryam Malik. Tapi itu bukan seratus persen atas kehendaknya. Ibu Nafisa adalah gadai atas hutang dimana Penggugat Reno Barlian saat itu tidak mampu membayar. Saya serahkan bukti-bukti perjanjian hutang dan cicilan yang terus tertunggak.”

Mikail menatap tajam ke arah Reno yang juga membalas dengan pandangan yang sama.

Mika melanjutkan lagi, “Jika sedari tadi pengacara penggugat membeberkan keburukan Ibu Nafisa, maka saya ingin Bapak dan Ibu Hakim melihat sosok Reno dan Dela yang sebenarnya.”

Nafisa menatap heran karena pembelaan ini tidak dibicarakan sebelumnya.

Mika menunjukkan foto-foto kebersamaan Reno dan Delo yang diambil dari tangkap layar CCTV hotel-hotel tempat mereka memadu cinta.

Ada juga video CCTV saat keduanya tidak bisa menahan hasrat hingga melakukannya di dalam kendaraan yang terparkir di basement.

Mata Nafisa terbelalak melihat tanggal-tanggal kejadian yang bahkan jauh sebelum usaha suaminya mengalami masalah.

Mikail terus menunjukkan foto dimana Reno dan Dela berciuman, berangkulan, saling membelai di lift, lobby, sebelum masuk ke kamar hotel.

Bahkan Mikail menunjukkan bukti sewa penthouse untuk Dela. Ada beberapa foto yang memperlihatkan Reno datang dan Dela membukakan pintu unit untuknya.

Nafisa menggeleng-geleng. Tak percaya melihat bahwa Reno sudah membodohinya sejak lama.

Jika awalnya Nafisa merasa terluka dengan perceraian sepihak oleh Reno. Kini ia merasa jijik teramat sangat.

Di tempat duduknya, Reno memandang lurus ke arah hakim. Rahangnya mengeras menahan marah. Demikian juga dengan Dela yang hari itu ada di kursi penonton.

“Jadi Bapak dan Ibu Hakim. Manakah yang lebih layak untuk mengasuh Aurelie dan Milo? Seorang istri sekaligus ibu yang rela menjadi gadai atas hutang suaminya yang bejat atau ayah yang diam-diam membuang istri dengan dalih hutang demi bisa menikahi pacar gelapnya?”

“BOHONG!” Teriak Reno tiba-tiba.

“Saya … saya tidak merencanakan untuk membuang Nafisa. Hanya, hanya saja saya sudah tidak mungkin lagi bersamanya,” sambungnya tiba-tiba melirih.

Nafisa pun akhirnya angkat bicara.

“Saya sudah ikhlas untuk berpisah dari Reno Barlian. Awalnya saya memang mempertanyakan karena saya adalah istri yang tiba-tiba diceraikan, jadi saya punya hak untuk bertanya. Sekarang saya hanya berjuang untuk hak asuh anak.”

Sikap Nafisa langsung berubah. Kini suaranya terdengar lebih tenang dan mantap. Rasa cintanya pada Reno menguap begitu saja melihat pengkhianatan.

Baginya sekarang pria itu tidak lebih dari sampah.

“Dengan apa kamu akan membiayai anak-anak, ha? Kamu berpenghasilan pun tidak,” sinis Reno.

Nafisa hendak menjawab namun hakim mengetuk palu.

“Harap tenang. Biar sidang ini yang akan memutuskan,” sela hakim ketua.

Amarah bergemuruh di dada Nafisa. Kelemahannya adalah dia tidak berpenghasilan. Rumah pun tak punya jika tidak diberi tumpangan oleh Maryam.

Mikail paham dengan kelemahan Nafisa di sisi finansial, namun kegeramannya pada Reno dan Dela membuatnya ingin terus memperjuangkan hak Nafisa.

“Bapak dan Ibu Hakim, seperti yang tadi disampaikan pengacara penggugat, Aurelie dan Milo perlu kehadiran ibu kandung mereka. Meski saat ini mereka dilimpahi dengan kesenangan materil, namun kasih sayang seorang ibu kandung tidaklah mungkin tergantikan. Dan bukannya klien saya melalaikan kewajibannya sebagai ibu atas Aurelie dan Milo. Berikut adalah call log video call dari Ibu Nafisa ke anak-anak selama bekerja di rumah Ibu Maryam Malik.”

Mikail menyerahkan bukti-bukti yang mematahkan argumen pengacara Reno Barlian.

Setelah hakim membaca, pengacara Reno berdiri dan menyampaikan, “Bagaimana pun, tergugat tidak memiliki penghasilan. Meski rumah yang ditinggali Pak Reno adalah atas nama Bu Nafisa, namun sampai kapan bisa bertahan?”

Laki-laki itu maju untuk menyambungkan hapenya dengan layar TV.

“Bapak Reno sudah menikah dengan Ibu Dela. Saya hanya ingin menunjukkan betapa sebagai Aurelie dan Milo sangat menyayangi ibu sambungnya. Aurelie dan Milo tidak kekurangan apapun bersama Pak Reno dan Ibu Dela.”

Tenggorokan Nafisa tercekat ketika melihat kedua anaknya terlihat akrab dan menunjukkan rasa sayang pada Dela. Video saat Dela menyuapi Milo, menyisiri Aurelie, bermain di taman, bahkan tertidur di karpet ruang tengah. Tidak mungkin itu semua settingan, terlebih terhadap Milo yang sangat ekspresif.

Jika dibandingkan, menonton video Dela dan anak-anaknya jauh lebih menyakitkan dari foto dan video pengkhianatan Reno. Air mata membasahi bulu mata lentik Nafisa.

“Jadi yang mulia, marilah kita berpikir untuk anak-anak. Bersama Pak Reno dan Ibu Dela, kedua anak ini mendapatkan sosok lengkap baik dari sisi cinta dan finansial. Memang mereka memulai dengan salah, namun hal itu tidak berarti bagi anak-anak sepanjang mereka dilimpahi dengan cinta dan bisa terpenuhi kebutuhan tumbuh kembang.”

Pengacara Reno sengaja menekankan pada sisi finansial. Titik kelemahan Nafisa.

Ketiga hakim undur diri untuk berdiskusi.

Reno berjalan mendekati tempat duduk Nafisa.

“Ikhlaskan anak-anak bersama Abang. Mereka akan lebih baik. Abang dan Dela akan mengatur mereka untuk mengunjungimu sesekali,” ucapnya angkuh.

“Sampai kapan harta bisa membeli cinta yang tulus? Reno Barlian, saya akan terus berjuang hingga anak-anak bersama saya,” jawab Nafisa dingin lalu mengalihkan pandangan dari mantan suaminya.

Tak berkata lagi, Reno berbalik kemudian duduk di samping Dela. Tak lupa mengecup istrinya lalu mengelus perut dengan lembut.

Nafisa sudah tidak peduli lagi pada pasangan sampah yang sibuk mengumbar kasih sayang.

Selang setengah jam hakim kembali.

Mikail berbisik, “Apapun keputusannya, jangan bertingkah ekstrim. Jangan sampai mereka melihat kamu sebagai ibu dengan emosi labil, ngerti?”

“Argumen mereka tidak salah. Demi anak-anak mungkin aku akan menerima kekalahan. Namun aku akan bangkit dengan kekuatan penuh, memastikan aku adalah ibu yang layak lebih dari pada wanita bernama Dela,” bisik Nafisa membalas Mikail.

Hakim ketua membacakan putusannya.

“Menimbang bukti-bukti yang ada dan mendengar keikhlasan Saudari Nafisa untuk bercerai, maka kami mengabulkan permohonan tergugat. Adapun hak asuh Aurelie dan Milo untuk sementara jatuh ke tangan Ayah, mengingat saat ini Tergugat belum mampu secara finansial. Namun, sebagai ibu, tergugat tetap berhak bertemu dengan anak-anaknya.”

Nafisa berusaha menguatkan diri. Sementara wajah Reno dan Dela langsung sumringah.

“Dalam satu tahun kami akan mengevaluasi apakah Tergugat sudah layak mendapat hak asuh karena bagaimana pun anak-anak yang masih balita lebih baik bersama ibu kandungnya,” lanjut Hakim Ketua.

Hakim menatap ke arah Reno.

“Satu-satunya alasan kami memberikan hak asuh adalah karena alasan finansial. Anda dan istri baru Anda bukanlah panutan yang baik bagi anak-anak. Anda membangun rumah tangga baru di atas bara api zinah.”

Wajah Reno berubah pias sementara Dela berubah merah padam, terlebih beberapa pengunjung sidang mulai memandangnya dengan jijik.

Termasuk Maryam dan pasukannya.

“Pastikan Tergugat mendapatkan hak seminggu sekali bertemu dengan anak-anaknya.”

Dengan itu Hakim mengetuk palu dan menutup sidang.

Maryam langsung maju untuk memeluk Nafisa.

“Ibu akan bantu kamu. Semangat, masih ada peluang buat kamu untuk berkumpul dengan anak-anak.”

“In syaa Allah, Bu. Bismillah. Terima kasih.”

Nafisa memeluk erat Maryam, begitu pula wanita yang sudah menganggap Nafisa sebagai putrinya.

Reno berjalan mendekati Nafisa lalu berdehem.

“Nafisa, aku ..,” ucapnya.

Tak ada air mata, tak ada lagi luka.

“Ren, seminggu dari sekarang, saya akan menemui anak-anak.”

Lalu wanita bercadar itu pun meninggalkan mantan suaminya.

“Nyaho lu, makanya jangan sembarang celap celup,” ucap Lasti ke Reno dengan nada geram.

“Sssh, Mbak, nggak ada gunanya ngomong sama sampah,” bisik Nafisa menggandeng Lasti lalu meninggalkan ruang sidang.

Nafisa sempat melirik Dela yang menatapnya dengan wajah murka.

“Iyo bener, apalagi itu perempuannya. Cantik juga enggak, modal ngengkes doang,” balas Lasti.

“Sssh, Lasti!” Tegur Mikail.

“Heh perempuan munafik. Reno nggak akan tergoda kalau dia puas sama kamu!” Teriak Dela marah mendengar ucapan Lasti yang terakhir.

Tak ayal pengunjung sidang yang masih berada di ruangan menyorakinya.

“Uuuu kalimat kuncian pelakor,” balas seorang Ibu.

“Tadinya mau jatuhin ibu kandung, tapi gagal malah aibnya kebuka. Gusti Allah nggak tidur, Mbak,” teriak pengunjung yang lain.

Reno gegas menggandeng Dela keluar dari ruang sidang.

“Reno!” Panggil Nafisa.

Reno terjingkat.

“Jaga anak-anakku. Jangan sampai ada luka sedikit pun,” ucapnya tenang.

Dela berbalik hendak menyerang Nafisa.

“Brengsek! Kamu pikir aku tega nyakitin Aurelie dan Milo? Bajingan kamu!” Teriaknya membabi-buta.

Mikail langsung melindungi Nafisa dengan para bodyguard yang juga bersiaga.

“Satu sentuhan saja ke Nafisa, kita akan berhadapan. Kamu tau siapa saya, Del.”

Reno gegas menarik Dela untuk menjauh.

Nafisa dan rombongan menunggu hingga dua makhluk itu keluar dari ruang sidang.

“Semangat, Mbak Nafisa. Saya juga dulu pernah kalah tapi kemudian saya usaha. Sekarang anak-anak udah sama saya.“

“Semangat, Mbak Nafisa. Pasti bisa!”

Terenyuh dengan dukungan sesama ibu-ibu, Nafisa mengucapkan terima kasih dan bertekat tidak akan lama terpuruk dalam kesedihan.

***

1
Arif Alfian Aariz
belum ada karya baru lagi tho?
freya alana: Siaaaap 👍🏻
total 3 replies
Arif Alfian Aariz
maling teriak maling
freya alana: Iyah, bikin kzl aja yah
total 1 replies
neny
Luar biasa
freya alana: Makasi kak 😍
total 1 replies
Shifa Burhan
novel karya wanita
*pemeran utama wanita adalah inti dari segalanya, posisinya tidak akan tergantikan dan pada akhirnya hanya tentang kebahagiaannya

*PEBINOR akan selalu dipandang istimewa, dan sangat berpeluang besar merebut istri orang, dan pada akhirnya dia akan bahagia

*suami awal, selalu dipandang sumber masalah, dia akan dapat karma, walaupun akhirnya diberi kesempatan bahagia

*wanita lain yang cari masalah dengan pemeran utama wanita akan dicap pelakor, dilaknat, dipandang murahan dan akhir binasa, jangan harap dapat kesempatan bahagia

fack
di novel pemeran utama wanita, sebenar tidak ada namanya pemeran utama pria, karena posisi ini bisa saja digantikan pria mana pun, tapi yang paling berpeluang besar adalah PEBINOR,
freya alana: Aku bingung mau balas apa kak 😅. Anyway makasi dah mampir ya …😍😍😍
total 1 replies
freya alana
Makasi kaaak 😍
Ibu negara
Luar biasa
freya alana
Makasi ya udah mampir 💕
Yunia Spm
waw... bidadari surga ya....
Yunia Spm
wkwkwwkwkwkwkwkwkwk.....
mas bro mas bro pada saingan ni ye...
Yunia Spm
Luar biasa
Yunia Spm
saya juga masih semangat baca cerita nya dengan air mata yg mengucur deras 😭
freya alana: Sedih yaaa …
total 1 replies
Yunia Spm
astaghfirullah....

mbak freeya kok jadi gini....
Yunia Spm
keren
langsung cari judul yg lainnya
Dewi Dama
kenapa sih...ada novel kekerasan...sadis...jd mals baca nya
Yunia Spm
bau bau aneh sudah tercium....
Nurgusnawati Nunung
Terima kasih ya thor... semoga hasil penamu sll bettambah penggemarnya. sukses, semangat dan sehat selalu
freya alana: Aamiin aamiin ya Allah. Makasi Kakaaak 💕💕💕
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
Udah kebayang pasti akan muncul... kasihan Cinta klau munculnya hanya utk membawa petaka... semangat dan sehat selalu ya thor
freya alana: Xixixi, mamanya Cinta ada di ujuuung
total 2 replies
Aisyah farhana
jodohnya anak kecil yg brilian bang Reno selamat kembali jadi suami, selamat berbahagia semuanyaaaa
freya alana: Makasi kakak. Sehat n bahagia selaluuu 😍😍😍
total 1 replies
🔵♨ˢᶜ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ as⏤͟͟͞R¢ᖱ'D⃤zc❖
wah tamat...jodohnya Reno ternyata era

makasih yah kak,ceritanya bagus
semoga Makin sukses
karya karya berikutnya lebih bagus lagi
freya alana: Makasi Kak, aamiin ya Allah. Sehat dan bahagia selalu yaaa 🌹🌹
total 1 replies
Aisyah farhana
jangan ada yg gila gilaan lagi kak yahhh plisssssssss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!