NovelToon NovelToon
Kesepian

Kesepian

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:70k
Nilai: 5
Nama Author: A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿

"Qay,, kenapa kamu melakukan ini semua padaku,, apa kamu telah melupakan kenangan indah kita selama ini?"

"Lalu,, apakah kamu tidak berfikir,,, apa yang membuatku seperti ini? bukankah setiap perubahan selalu ada sebabnya?"

Djani dan Qaynaya adalah sepasang kekasih yang telah berpacaran selama 5 tahun, karena kesibukan masing-masing, sepertinya mereka mulai bersikap cuek terhadap pasangan mereka sendiri.

Saat hubungan mereka kembali membaik, masalah baru muncul lagi karena Qaynaya dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan Doni, yang merupakan sahabat Djani.

Setelah pernikahan Doni dan Qaynaya, apa yang akan dilakukan oleh Djani? apakah dia akan merebut Qaynaya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata

💜 6 bulan kemudian 💜

"Jangan!, lepaskan aku!"

Qaynaya terus meronta-ronta saat Djani menariknya dengan kasar kedalam kamar pengantin mereka, Qaynaya terus mencoba untuk melarikan diri.

"Ini tidak benar, tidak harus seperti ini, Djani aku mohon jangan lakukan ini"

"Kenapa?! sekarang aku suamimu, ini kewajiban mu dan hak ku, apa kamu masih belum bisa melupakan tubuh dan sentuhan Doni, sehingga kamu seperti ini?, tidak ada gunanya Qay, suami tersayang mu itu sudah aku lenyapkan, sekarang kamu sepenuhnya milikku!"

Qaynaya terus melawan, dia tidak mau melakukan malam pertama dengan cara yang seperti ini, malam pertama yang seharusnya penuh kebahagiaan, tetapi saat ini bagi Djani, malam pertama hanya lah sebuah pelampiasan dendamnya.

Qaynaya mengira di dalam hati Djani hanya ada kebencian terhadap dirinya, terbukti dengan selama ini Djani sering menyiksanya di kantor.

Djani telah berhasil menindih tubuh Qaynaya diatas ranjang, tanpa ampun Djani menarik kasar seluruh pakaian yang dikenakan oleh Qaynaya yang sekarang sudah menjadi istrinya tersebut.

Djani yang seperti sudah kerasukan, merasakan pening di kepalanya melihat tubuh indah Qaynaya, dengan semangat dia langsung melahap buah kenyal yang ada di dada Qaynaya.

"Aaaaaahhhhh" Qaynaya merintih, ini adalah pengalaman pertama untuknya, tetapi sepertinya ini akan menjadi malam bagaikan neraka baginya, karena Djani sangat kasar pada dirinya.

Qaynaya tidak bisa bergerak lagi, kedua tangannya terus di tahan oleh tangan Djani yang besar dan kekar, Qaynaya terus merintih karena Djani terus memainkan kedua buah kenyalnya.

Sepertinya Djani tidak kuat lagi menahan hasratnya, dengan cepat dia melepaskan celananya dengan satu tangan, karena satu tangan lain, dia pakai untuk mencengkeram erat kedua tangan Qaynaya.

"Djani tidak, jangan seperti ini, aku mohon" Qaynaya berurai air mata dengan terus memohon pada Djani untuk tidak berbuat kasar.

Tanpa memperdulikan teriakan, jeritan, rintihan serta permohonan dari Qaynaya, Djani terus melakukan apa yang dia inginkan, hingga dia merasakan sesuatu yang aneh saat Qaynaya semakin menjerit keras saat dia mencoba memasuki Qaynaya, sangat susah bagi Djani.

"Mungkin karena aku belum berpengalaman" batin Djani dan terus berusaha lebih keras untuk menjebol gawang Qaynaya, percobaan kedua tidak juga berhasil, dan semakin terdengar jelas jeritan memilukan dari Qaynaya.

"Ssaaakkiiittt" Qaynaya merintih dengan terus memejamkan matanya menahan sakit, Djani kaget dan menyadari sesuatu.

"Qay, apa kamu masih?" tanya Djani perlahan, walau dia tidak sanggup melanjutkan ucapannya, karena menurut dia itu sangat mustahil, bahkan Doni pernah mengatakan padanya, tentang tubuh indah Qaynaya yang setiap malam di cumbui nya, karena cengkeraman tangan Djani terlepas, Qaynaya lalu mendorong tubuh Djani dan langsung memiringkan tubuhnya.

Djani berhenti berusaha lalu turun dari ranjang, dengan pelan Djani menyelimuti tubuh Qaynaya dengan selimut, terdengar Qaynaya masih terus menangis sesenggukan, dia sangat mencintai Djani, dia juga bermimpi melakukan ini dengan Djani, tapi tidak seperti ini caranya.

Djani memakai kembali bajunya, dia ingin memastikan sesuatu, Djani keluar dari dalam kamar dan tidak lupa menguncinya supaya Qaynaya tidak bisa kabur, Djani menuju kamar disebelahnya, dimana Doni berada.

Djani ingin membalas dendam kepada Doni dengan juga melakukan hal ini pada Qaynaya, Djani sadar bahwa Doni juga sangat mencintai Qaynaya, jadi dia ingin membuat sakit hati Doni saat mendengar dia mencumbui Qaynaya.

"Apa yang terjadi?" tanya Djani pada Doni yang terlihat memerah matanya, dia tentu saja dari tadi mendengarkan teriakan dari Qaynaya, tetapi dia tidak kuasa untuk menolongnya.

"Dia sangat mencintaimu, aku tidak mengerti harus dengan apa lagi aku membuatnya mencintai diriku, aku sudah melakukan segalanya untuk nya, tetapi dihatinya hanya ada kamu"

"Jangan mengada-ada, bukankah kalian hidup bahagia?" tanya Djani masih tidak mengerti.

"Dia ingin terlihat bahagia di depanmu, supaya kamu mudah melupakan nya walau harus dengan cara dia dibenci olehmu, aku sudah melakukan dari yang paling halus sampai kasar, tapi dia terus bertahan, disisinya selalu ada pisau untuk mengusir diriku saat aku mendekatinya, dia selalu mengancam akan membunuh dirinya sendiri kalau aku menyentuhnya, dan benar saja, saat aku hanya memegang tangannya, dia mengiris pergelangan tangannya, untung saja waktu itu nyawanya masih bisa diselamatkan, dan iya benar seperti dugaanmu, dia masih bersih"

Djani tidak percaya mendengarnya, tubuhnya limbung membentur tembok, dia mengingat kata-kata jahat yang dia ucapkan pada Qaynaya, dia ingat betapa kejam sikapnya pada Qaynaya, Djani juga mengingat dengan kejadian yang baru saja terjadi.

Djani membentur-benturkan kepalanya pada tembok, dia tidak menyangka semua kejadiannya seperti ini, Djani mendekati Doni dengan pelan.

Bbuuuggghhhh

Doni memukul wajah Djani sesaat setelah Djani membuka ikatan tangannya, Doni menumpahkan segala perasaannya, dia sebenarnya adalah korban dari cinta yang tidak terbalas, cinta nya yang tidak terbalas saja sudah sangat menyakitkan, tetapi saat ini, dia harus mendengar jeritan dari cinta nya.

"Kalau kamu berani menyakitinya, aku akan kembali merebutnya!" teriak Doni setelah kembali memberikan bogem mentah pada Djani.

Tidak ada balasan apapun dari Djani, karena dia menyadari akan banyaknya kesalahannya pada Qaynaya, dia juga sangat bersalah melakukan hal ini pada Doni, sekarang dia baru menyadari, bahwa yang dia lakukan sungguh sangat kekanak-kanakan.

Djani kembali ke kamar hotel dimana Qaynaya yang sekarang telah menjadi istrinya berada, mendengar bunyi pintu terbuka, terlihat Qaynaya yang berada di balik selimut terus melingkarkan tubuhnya, Djani merasakan sakit dihatinya.

"Kamu pasti sangat ketakutan, maafkan aku" batin Djani.

Djani hendak mendekati Qaynaya dan ingin memeluk tubuhnya, tetapi saat menyadari keberadaan Djani, Qaynaya terus bergeser untuk menghindar.

"Maafkan aku, sungguh maafkan aku" Djani menangis mengingat semua kekejamannya pada Qaynaya.

Qaynaya membeku saat mendengarnya, tetapi dia belum berani untuk berbalik badan untuk menghadapi suaminya itu, terdengar tangisan Djani semakin keras, terdengar seperti seorang yang sangat frustasi.

"Maaf, maafkan aku" hanya itu yang terus diucapkan oleh Djani, dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya karena silau oleh lampu, sekarang posisi Djani terlentang di atas ranjang, dia tidak berani untuk kembali mendekati Qaynaya, karena Djani sadar kalau Qaynaya pasti sedang takut padanya.

Qaynaya tidak tau apa yang telah terjadi, dia hanya diam dan masih membelakangi suaminya, dia takut kalau Djani kembali berbuat kasar padanya.

"Maaf, maafkan aku" kata itu terus keluar dari mulut Djani hingga suaranya lemah tidak terdengar lagi setelah waktu menjelang tengah malam, Qaynaya yang masih terus waspada menyadari bahwa Djani sudah tertidur, dengan perlahan Qaynaya keluar dari dalam selimut, tadi setelah Djani pergi keluar untuk menemui Doni, Qaynaya telah memakai bajunya kembali.

Qaynaya dengan perlahan melihat kearah Djani, terlihat suaminya itu telah tertidur dengan satu tangan nya masih berada di wajahnya, sementara tangan yang satu lagi telah terkulai disamping kepalanya, Qaynaya kaget saat melihat ujung bibir Djani yang berdarah, karena rasa sayangnya pada Djani, Qaynaya mendekati Djani dan membelai pipinya.

Djani terbangun karena sentuhan dari Qaynaya, melihat suaminya yang terbangun, Qaynaya kaget dan berniat untuk segera menjauh kembali.

"Aaaakkkhhhh!" Qaynaya berteriak kaget saat tiba-tiba Djani dengan cepat bangun dan langsung mendorongnya hingga terlentang, Qaynaya kembali panik dan terus memukuli Djani yang mendekati nya, tetapi detik berikutnya Qaynaya hanya bisa terbengong-bengong.

Djani menahan sakit karena dipukuli oleh Qaynaya, ditambah sakit karena tadi dia dipukuli oleh Doni, Djani lalu tiduran disamping Qaynaya, tetapi hanya itu yang dia lakukan dan tidak melakukan hal lain lagi, Qaynaya terdiam mematung tidak berani bergerak sedikitpun.

"Maafkan aku, sekarang tidurlah" ucap Djani lalu memejamkan matanya, sementara Qaynaya menjadi bingung dengan cepatnya perubahan suaminya.

1
վմղíα | HV💕
baru Alex terdiam setelah tau siapa orang tua Aron
վմղíα | HV💕
qay teringat masa muda dia mendengar cerita anak dia
վմղíα | HV💕
qay sangat sabar menjawab pertanyaan anaknya
վմղíα | HV💕
sudah lupa mas jawab 😂
վմղíα | HV💕
guru mata duitan dikasih sogokan langsung bungkam.
վմղíα | HV💕
Aron terlalu takut kalau ayah dia dalam bahaya.
mom mimu
dua 🌹🌹 penyemangat meluncur, semangat terus kak 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
dua iklan mendarat kak, semangat terus 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
aku mampir lagi kak 🤗🤗🤗
վմղíα | HV💕
masih bisa tertawa kamu pak tunggu saja kelanjutannya 🤭
վմղíα | HV💕
tunjukkan kau siapa Djani biar mereka tau😂
վմղíα | HV💕
bagus Djani kamu hebat 👍
վմղíα | HV💕
guru apa seperti itu, masak murid nya baku hantam diam saja.
վմղíα | HV💕
gitu baru bagus Aron kamu harus melawan.
վմղíα | HV💕
teman Aron minta ditabok mulutnya.
վմղíα | HV💕
Aron terlalu lemah, Djani pasti membuat perhitungan kepada teman Aron yang mengejek dia.
վմղíα | HV💕
Aron mencoba membuat mama dia tidak terlalu kepikiran.
վմղíα | HV💕
mesranya mereka jadi iri melihat Djani sama Qay 😂
վմղíα | HV💕
Qay selalu berpikir positif tidak mau berburuk sangka
վմղíα | HV💕
3 iklan meluncur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!