NovelToon NovelToon
CINTA NAZIFAH

CINTA NAZIFAH

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:162.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mala Cyphierily BHae

Nazifah Elyana, gadis berusia 19 tahun yang harus menerima takdirnya yaitu menjadi istri kedua setelah dinodai oleh majikannya sendiri.

Apakah akan ada cinta setelah pernikahannya? Bagaimana perjalanan cinta Nazifah yang terpaksa menjadi simpanan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian Untuk Nazifah

Di ruang tengah, Vita yang sedang duduk bersantai di temani cemilan dan teh hangat itu melihat ke sampingnya saat Rima juga ikut duduk di sofa yang sama.

"Saya tau, kamu itu pura-pura hilang ingatan, bukan?" tanya Rima tanpa melihat ke arah menantunya.

"Selama mamah enggak bisa membuktikan, berhentilah bersikap bodoh! Atau mamah mau kehilangan Adam?"

"Dasar ular! Berarti benar dugaan ku selama ini! Semoga saja Adam segera dapat melihat wujud aslimu!" geram Rima seraya memperhatikan Vita yang memainkan kalung barunya.

Berkilau dan Rima semakin tidak menyukainya.

"Saya tau, kamu menyukai Adam hanya menyukai hartanya!"

"Ya, terus saja menduga! Bahkan Mas Adam tidak keberatan karena dia bisa memberikan apa yang ku mau dan bisa membuat ku bertahan di sisinya!" jawab Vita seraya bangun dari duduk.

Ia meninggalkan Rima yang juga berdiri, Rima menatap tajam pada Vita.

"Oh Tuhan. Berilah cinta yang tulus untuk anakku!" doa Rima dan doa itu di dengar oleh menantunya.

"Vita tulus selama keuangan mulus!" jawab Vita seolah mengejek Rima.

Mendengarnya, Rima menjadi sakit hati dan pergi meninggalkan ruang tengah itu, Rima memilih untuk duduk di balkon dan Titin mengantarkan teh hangat untuknya.

"Maaf, sepertinya anda memiliki masalah, Nyonya? Anda bisa menceritakannya pada saya," ucap Titin yang masih berdiri di depan Rima.

"Kamu tau, aku mulai ingin menyingkirkan wanita ular itu! Apapun caranya!"

"Nyonya Vita?"

"Ya, siapa lagi!"

"Maaf, Nyonya. Bagaimana kalau kita permainkan saja lebih dulu, kalau langsung di singkirkan... dia tidak akan begitu menderita!" usul Titin.

Ia merencanakan sesuatu untuk menghancurkan keluarga itu selagi ada celah dan Rima mengira kalau Titin benar-benar ada di pihaknya.

"Rencana apa itu?"

"Nyonya berjanji tidak akan marah? Saya punya satu rahasia dan saya mau Nyonya tidak membahayakan nyawa seseorang karena nyawanya begitu penting untuk menghancurkan Nyonya Vita."

"Apa maksud mu! Kenapa berbelit sekali!"

"Nyonya harus berjanji lebih dulu!"

"Ya, baiklah. Katakan!"

"Sebenarnya Tuan Adam memiliki wanita lain!"

"Hahaa. Kalau soal itu saya sudah tau, Nazifah bukan?"

"Apa? Bagaimana Nyonya tau? Tapi kenapa Nyonya diam saja?"

"Apalagi, Adam hanya menjadikannya sebagai mainan, siapa yang bisa ditipu, saya tau kapan Nazifah masuk ke kamar Adam dan kapan dia keluar dari kamar Adam!"

Titin pun menjadi diam.

"Lalu, apa rencanamu? Kamu pikir gadis lemah itu lawan Vita?"

"Dia lemah, tetapi, kalau kita ada di belakangnya, dia akan menjadi kuat! Biarkan mereka berseteru, lalu anda tidak repot lagi menyingkirkan Nazifah kalau Tuan Adam benar-benar jatuh cinta padanya, biarkan keduanya saling berperang!"

"Ide bagus! Licik juga caramu!" puji Rima seraya menyeruput teh hangatnya.

"Ini semua karena mu, Nyonya!" batin Titin. Ia pun membayangkan wajah keponakannya yang terkurung di rumah sakit jiwa. Itu semua adalah ulah Rima yang tidak ingin reputasi keluarganya rusak dan menjadi gunjingan kalangan para elit.

****

Di rumah Nazifah.

Adam dan Nazifah baru saja kembali dari rumah sakit. Adam menuntun Nazifah turun dari mobil dan membawanya masuk ke rumah.

Adam berpikir mencarikan asisten rumah tangga untuk menemani dan membantu Nazifah di rumah.

Adam pun menghubungi Vino dan meminta Vino untuk mencarikan asisten.

Dengan cepat Adam meminta Vino untuk mengantar orang itu ke rumah Nazifah, Adam mengirimkan alamat rumahnya.

Kecurigaan Vino pun terjawab sudah saat mengetahui Adam menyimpan wanita lain di rumah itu.

"Mas, maukah malam ini saja menginap di sini?" tanya Nazifah seraya menyajikan kopi untuk Adam yang sedang duduk di sofa ruang tengah.

"Tidak bisa, Zifah! Nanti kapan-kapan aku akan usahakan!" jawab Adam seraya meraih secangkir kopi hangat tersebut.

"Nanti akan ada yang menjagamu! Kamu jangan capek-capek! Ingat kata dokter!" lanjut Adam.

"Aku enggak capek karena pekerjaan, tapi ada yang membuatku lebih capek, Mas."

"Apa itu?" tanya Adam seraya menatap Nazifah.

"Nunggu kabar dari kamu!"

"Jangan manja, kamu tau posisi kita masing-masing, hubungan kita sembunyi-sembunyi, aku harap kamu mengerti!"

Nazifah hanya bisa menarik nafas dalam lalu pergi meninggalkan Adam masuk ke kamar, Nazifah mengira kalau Adam akan mengejarnya lalu membujuk.

Tapi lain kenyataannya. Adam justru pergi dari rumah itu tanpa permisi.

Dari jendela kamarnya, Nazifah dapat melihat kalau Adam sedang menerima panggilan telepon.

"Mungkin itu Mbak Vita!"

Nazifah pun duduk di ranjang seraya mengusap perutnya yang masih rata.

"Bahkan dia pergi tampa pamit sama kita, Nak!"

Nazifah pun berbaring sampai tertidur dan beberapa saat kemudian, Nazifah mendengar suara dari luar kamar, itu membuatnya teringat kalau belum mengunci pintu rumahnya.

Nazifah sudah berpikiran yang bukan-bukan. Takut ada maling atau rampok yang masuk ke rumahnya. Namun, lain kenyataannya karena ternyata itu adalah Adam yang sedang menyiapkan makan malam khusus untuk Nazifah. Adam ingin memberikan sedikit perhatiannya untuk Nazifah.

Ya, Adam pergi dari rumah untuk mencari makan malam.

Bukan hanya ada Adam, tetapi, ada seorang wanita paruh baya yang sedang membereskan isi kulkas yang sekarang sudah terisi penuh.

"Mas," lirih Nazifah yang berdiri di pintu kamar, pintu kamar itu langsung bertemu dengan ruang makan dan dapur.

"Kamu udah bangun, sini makan!" perintah Adam dan Nazifah yang tersenyum itu pun mendekat.

"Makasih! Aku kira-" ucap Nazifah dan ucapan itu terpotong karena Adam tidak suka Nazifah yang selalu mengira-ngira.

"Sudah ku bilang, jangan suka menduga-duga! Belum tentu sama dengan apa yang kamu pikirkan!"

"Iya," jawab Nazifah. Ia merasa senang karena ternyata Adam begitu perhatian.

Di sela-sela makannya, Adam mengingatkan pada Nazifah untuk selalu menutup pintu juga menguncinya.

"Iya," jawab Nazifah seraya memakan makan malamnya.

"Terimakasih," ucapnya.

Setelah itu, Adam pamit pada Nazifah karena hari sudah malam.

"Ingat semua pesanku!" kata Adam.

"Iya," jawab Nazifah.

Setelah itu, Nazifah pun masuk ke rumah tidak lupa mengunci pintu.

****

Keesokan paginya, Nazifah kedatangan tamu yang kehadirannya selalu ia tunggu, tamu itu adalah orang tuanya sendiri.

Bibi yang baru semalam berada di rumah itu mengetuk pintu kamar Nazifah pagi-pagi sekali, ia ingin memastikan apakah benar orang yang berada di depan rumah itu adalah ibu dan bapak dari majikannya.

Nazifah pun segera keluar untuk memastikan dan benar saja, Nazifah segera membuka pintu rumahnya, terlihat Supardi sedang menurunkan barang bawaannya dari travel.

"ibu, bapak, cepat sekali?" tanya Nazifah yang tak menyangka kalau pagi ini mereka akan sudah berada di Jakarta.

"Kami khawatir, jadi kemarin langsung mencari travel!" jawab Mirah seraya membawa Nazifah masuk.

"Ini rumah kamu?" tanya Mira seraya memperhatikan rumah sederhana itu, tetapi, bagi Mirah rumah itu sudah cukup bagus.

Setelah itu, Nazifah meminta pada Bibi yang belum ia ketahui namanya itu untuk membantu Supardi membawakan barang-barangnya.

Supardi juga membawakan makanan kesukaan Nazifah yaitu talas dan bekerja daun-daunnya. Nazifah angat menyukai sayur daun talas buatan Mirah.

"Ya ampun, ibu, bapak, kalian sampai repot-repot!" kata Nazifah.

"Enggak repot, kok. Sudah jangan berisik nanti ganggu suami kamu yang masih tidur!" kata Mirah seraya menutup pintu rumah Nazifah.

"Mas Adam enggak pulang, Bu. Dia sibuk sama kerjaan di luar kota!"

Mirah dan Supardi pun percaya dan merasa tenang karena mereka akan menggantikan Adam untuk menjaga Nazifah selama menantunya disibukan dengan pekerjaan.

Sampai kapan Nazifah dapat merahasiakan status yang sebenarnya?

Bersambung.

1
Erni Ramadan
😂😂
Dedeh Rokayah
Luar biasa
Key Evllyn
kok tiap akhir kalimat pakenya tanda seru si?? jadi aga gimana bacanya, harusnya pake titik/koma. soalnya kalo tanda seru buat kalimat penegasan🙏🏻
Nopita Arfiantie
bagus
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Terima kasih, kak. Jangan lupa mampir di karya yg lainnya, ya 🙏☺☺
total 1 replies
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
kacau ni anak...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
kampret...berhayal ternyata
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Hahahaahaaa 🤣🤣🤣
total 1 replies
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
nahhh loo...d gorok baru tau rasa lu😂
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
tin Titin...yg slh itu ponakan km lah...gmn sich...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
yaelahhh pak..ada2 aja...mn mau orang nazifah cintanya sm Adam..
lagian..nazifah jg hamil...
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: 🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈
total 1 replies
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
serakah...mngkin jika suatu hari fizah pergi br nyadar dia...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
aduhhh..jgn dulu dech zifah...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
di nikahin pastinya...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
mampir lg ak Thor..
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Terima kasih, kak. Jangan lupa mampir di Suamiku Takdirku, juga, ya, kak🙏😇☺
total 1 replies
Risa Virgo Always Beau
ceritanya menarik semangat jadi penasaran kelanjutan ceritanya
Risa Virgo Always Beau
baru pertama baca sudah tertarik jadi penasaran kelanjutan ceritanya
Lena Sari
hadeuhhhhhh..laki2berdaster rupanya,gakpunya pendirian.
Ima Yuliantina Tony
najis
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
₦⑂. Ⓙυ☂€✘
Terimakasih atas karyanya Thor...
Di tunggu karya² bucin selanjutnya🥰

Semangat mbk Mal😍😍
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Terimakasih bnyak kk 🤗🤗
total 1 replies
𝐀⃝🥀ᴍᷟᴀᷧᴄᷱᴇᷧ_ᷢᴘᴀᴘᴜᴀ
MENJADI YANG KE DUA BELUM TENTU SELALU BAIK APALAGI PASTI ADANYA KECEMBURUAN DARI YANG PERTAMA, SEMOGA NAZIFAH DAPAT MENEMUKAN KEBAHAGIANNYA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!