NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAH DENGAN DUDA MUDA

TERPAKSA MENIKAH DENGAN DUDA MUDA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:11.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: karmela

Novel berseason

Season 1
1. Terpaksa menikah dengan duda muda
menceritakan kisah lala, anak sma yang harus menggantikan kakak sepupunya untuk menikahi suami dan juga merawat anaknya. Awalnya Dimas tak mencintai Lala, tapi seiring berjalanannya waktu dia mulai khawatir dan mencintai lala.

2. Ara-Alex Version.
Season 2 dari kisah ini menceritakan Ara, anak sulung Dimas yang terpaksa menikah dengan Alex. Duda beranak satu, Ali. Cek buku di diprofil ya guys.

3. My Baby.
Versi Lia dan Ali. Lia adalah kembaran Lio, anak Ara dan Alex yang awalanya dipaksa menikah dengan Nathan, yang tak lain adalah Ali yang mengalami kecelakaan pesawat bertahun-tahun silam. Ali ingin membalas dendam tapi dia malah jatuh hati pada Lia. Cek lebih lengkap diprofil guy.

Ada juga kisah cinta Bastian. Mantannya Lala dan kisah seru lainnya. Langsung cek diprofil aku aja ya guys.

Sekian dan terimakasih. Semoga kalian suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMBALI KE SEKOLAH

Lala sudah siap dengan seragam sekolahnya. Dia turun setelah tadi menyiapkan sarapan, mandi dan mengenakan seragam sekolahnya.

Dimas sudah ada di ruang makan dengan Ara yang duduk di kursi khususnya. Bibik datang dengan seorang baby sister muda, wanita, cantik. Lala pikir usinya sekitar 25 keatas. Masih muda kan?

"Mbak Lala, Mas Dimas ini Wiwin, 26 tahun. Dia babysister dari yayasan." Bibik mengenalkan Wiwin. Wiwin tersenyum dan menunduk seperti memberi hormat.

"Iya bik. Tunjukin kamarnya ya bik, tolong." Pinta Lala pada Bibik. Lala sedang mengambilkan makanan untuk Dimas. Dimas dan Lala tersenyum memandang satu sama lain.

"La, gak mau pindah sekolah?" Lala menaruh piringnya didepan Dimas, Dimas memandang Lala dan bertanya, masih karena kejadian kemarin.

"Gak usah mas. Kan udah mau lulus, nanggung " jawab Lala sambil menuangnkan minum.

"Ara makin pinter ya udah bisa makan sendiri." Lala menghampiri Ara yang sedang makan sarapannya sendiri, walau mulutnya belepotan. Lala mengambil tisu di meja dan mengelap mulut Ara. Mereka makan bersama.

Bibik mengantar Wiwin ke kamarnya. Wiwin mulai membuka koper dan memberskan semua pakaiannya. Menaruhnya dalam lemari. Sejak tadi Wiwin penasaran dengan Lala, gadis Sma yang menyuruh bibik.

"Win. mandi, ganti baju. Habis itu ke dapur ya." Perintah Bibik sebelum pergi.

"Iya bik " Wiwin.

Wiwin menbersihkan diri lalu ke dapur menemui bibik. Wiwih berdandan cantik dengan pakaian babysisternya. Bibik sedang makan disana. Dia menawari Wiwin untuk makan juga sebelum nanti harus bekerja. Wiwin pun mengambil makanannya dan duduk bersama Bibik untuk makan.

"Bik, yang gadis sma itu siapa?" Wiwin akhirnya bertanya pada bibik karena penasaran.

"Mbak Lala. Dia istrinya Mas Dimas lah. Siapa lagi?" Bibik menjelaskan sambil makan.

"ISTRI?" wiwin hampir tersendak karena kaget mengetahui istirnya anak sma. Bibik menuangkan minuman untuk wiwin.

"Anak mudaaa... kalau makan itu pelan-pelan." Wiwin segera meneguk minumannya. Dia masih tak percaya Lala, anaj Sma itu istri Dimas. Beruntungnya.

Lala dan Dimas sudah selesai makan. Ara juga sudah selesai makan. Lala membersihkan mulut Lala. Lala menbantu Ara minim susu dengan gelasnya. Biar nati gak ketergantungan botol kalau udah gede.

"Mas Dimas, Lala harus berangkat." Lala melihat jam di hpnya. Jam hampir menunjukan pukul 7. Sekolahnya masuk sekitar setengah delapan.

"Ya udah. Saya juga. Sekalian saya anter aja." Dimas lagi, saya. Kalau sedang canggung formalnya suka keluar. Lala tersenyum dan ingat yang kemarin. Apa dia canggung karena kemarin.

"Kan beda arah mas kantornya Mas Dimas. Lala naik ojek aja biat cepet. Lala mau panggil bibik sama Wiwin dulu mau nitip Ara." Dimas mau menyangkal apapun alasannya dia ingin mengantar Lala. Tapi Lala keburu pergi ke dapur.

"Gimana bilangnya, orang mau anter" Dimas kesal dan menggerutu sendiri. Ara tertawa melihat Dimas yang seperti itu. Dimas mendekati Ara dan duduk disamping Ara.

"Ara ngetawain apa? Ara liat apa? Papa tau kenapa Ara suka sama Mama Lala. Papa juga." Dimas mengajak Ara berbicara. Ara hanya senyum-senyum memainkan sendok yang masih dia pegang.

Lala kembali dengan Bibik dan Wiwin, dia berhenti dan tersenyum mendengar ucapan Dimas pada Ara. Bibik juga ikut tersenyum mendengarnya. Tanpa sadar Dimas tak tau kalau mereka sudah disana.

"Mas Dimas." Sampai Lala memanggilnya. Bibik dan Wiwin ikut mendekat ke Ara. Mata Wiwin malah mencuri pandang ke arah Dimas.

'Ganteng, Kaya. Kok mau sama anak sma. Apa enaknya anak masih bau kencur.' batin Wiwin melihat Dimas.

"Mas Dimas mau berangkat kan?" Lala mengambil jas dan juga tas kerjanya Dimas. Lala memakaikan jasnya yang ada di kursi Dimas.

Lala mau mengantar Dimas keluat, biasanya dia menggendong Ara juga. Tapi Lala sudah pakai setagam sekolah, Ara habis makan. Takut seragam putih abu-abunya kotor. Lala pun menyuruh Wiwin untuk menggendongnya dan membawa Ara keluar. Diluar Dimas pamit ke kantor.

"Hati-hati Mas Dimas." Lala mencium tangan Dimas sebelum dia berangkat.

Dimas beralih pada Ara dan berpamitan pada Ara. Dimas mengajari Ara untuk mencium tangannya juga sebelum pergi. Dimas lalu mencium pipi Ara.

"Papa berangkat dulu ya sayangg..." Ara tersenyum mendengar ucapanan Dimas.

Dimas berangkat dengan mobilnya. Lala dan Wiwin kembali ke ruang makan. Lala mengambil tas sekolahnya. Dia meminta tolong bibik untuk membantu mangawasi Ara. Lala menghampiri Ara yang sedang bermain di deoan tv dengan Wiwin.

"Ara mama berangkat ya. Jangan rewel sama mbak Wiwik. oke!" Lala mencium pipi Ara dan bergegas pergi.

Ara keluar, dia sudah memasan ojek online. Ojek onlinya sudah sampi tepat setelah Lala keluar. Dia segera naik ojek. Ketika sampai didepan Dimas menghentikannya. Dia menarik Lala turun dan membayar ojeknya untuk pergi.

"Mas Dimas, ngapain?" Lala bingung menatap Dimas yang masih disana, gak ke kantor. Motor Dimas terpakir didepan pintu gerbang rumah itu. Kali ini Dimas gak pakai supir.

"Mau anter kamu. Biar bisa ngacem Tino langsung, biar gak ganggu kamu?" Dimas menggandeng Lala masuk dan membukakan pintu mobil. Lala duduk disamping Dimas yang menyetir.

-

Fitri dan Pipit sudah sampai di sekolah. Seperti biasa dia bersama dengan Rio dan Tino. Rio dan Tino menaruh motor mereka di parkiran sekolah sementara Fitri dan Pipit menunggu dua kekasihnya.

"Fit, kira-kira Lala jadi masuk gak ya? kan kemaren kita gak liat keadaan dia. Dia pulang aja gitu. Gak ngabarin." Pipit

"Iya. Gak tau juga Pit. Coba gue sms ya?" Fitri mengirim sms pada Lala.

-

"Mas Dimas gak mau pukul Tino lagi kan ya?" Lala melirik Dimas yang menyetir. Dimas terkekeh mendengarnya.

"Boleh?" Dimas malah sok nantang.

"Ihh. Gak lah. Jangan, gak enak aku sama Fitri. Pokoknya jangan. Kalau Mas Dimas antar aku cuma buat pukul Tino lagi mending aku turun disini." Lala kesal mendengar ucapan Dimas. Mulutnya sudah maju untuk protes pada suaminya itu, yang meminta izin untuk mukul Tino, pacar sahabatnya. Dia mau bilang apa ke Fitri.

"Gak, bercanda. Kasian anak kecik masak aku pukul. Kecuali kalau keterlaluan lagi." Dimas melirik Lala. Dimas malah tertawa puas melihat ekspresi ketakutan Lala dan kekesalannya.

Lala lega. Dia mendapat satu sms dari Fitri. Sepanjang jalan Lala sibuk membalasnya. Tak lama mobil Dimas berhenti didepan sekolah, Fitri dan Lala sudah disana sengaja menunggu Lala.

"Lala, lo gak papa kan?"

"Lo udah sehat kan?"

Fitri dan Pipit langsung memeluk Lala ketika dia keluar dari mobil Dimas. keduanya melotot melihat Lala yang diantar Dimas. Dimas keluar dan menyapa kedua sahabatnya.

"Tolong jagain Lala ya?" Dimas mengatakan itu pada Fitri dan Pipit, keduanya saling melirik bingung. Mereka hanya mengangguk menjawabnya. Tepat ketikan itu Tino datang dengan Rio. Dimas langsung menatap Tino begitu juga Tino yang tak gentar menatap balik Dimas.

"Iya mas. Pasti kita jagain Lala." Fitri dan Pipit.

"Tenang aja om, di sekolah aman." imbuh Rio.

"Iya. Tolong jagain ya." Dimas menepuk bahu Rio dan Tino. Lalu dia kembali ke mobil. Lala hanya tersenyum melihat sikap Dimas. Rasanya ingin sekali berterimakasih pada Kak Tania dan Tuhqn katena sudah mengubah Dimas jadi lebih manis. Dimas pergi dengan mobilnya.

-

Flashback

Dimas menarik Lala kepelukannya. Lala kaget dan bingung ada apa dengan Dimas.

"La, pindah sekolah aja! Aku gak mau Tino kurang ajar sama kamu." Lala malah makin terisak dalam pelukan Dimas. Dimas mencoba menenangkannya.

"Lala aku... Aku rasa... Aku sudah mulai menyukai kamu. Tolong jaga diri baik-baik." Dimas. Lala yang menangis perlahan berhenti mendengarkan seksama ucapan Dimas.

1
Shifa Burhan
novel paling menjijikan yang pernah kubaca
Shifa Burhan
hebat pikiran mi Thor

lala merasa tidak enak pada bastian tapi lala sama sekali tidak peduli sama perasaan suaminya

hebat pemikiran mu Thor, hebat sekali

dari sini bisa disimpulkan Thor pola pikir mu kau lebih mementingkan perasaan pria lain dari pada perasaan suami mu

pola pikir kayak gini kau bawa kedalam novel, dan kau bangga

miris
Siti Halimah
bikin penasaran ceritanya
Citra Silvia
bagus ceritanya
Rety Paputungan
lanjut penasaran sama si wiwin pelakor
Wirda Wati
lsnjuut
Wirda Wati
punya suami aneh...
Wirda Wati
Dimas emang lebay...
Wirda Wati
Jadi laki laki itu legowo....
Wirda Wati
👍👍
Wirda Wati
dak,Dig,dug,dertt
Wirda Wati
👍👍👍👍
ARA
😂😂😂😂😂😂😂
ARA
papa jangan ciumin "lala".. #typo
ARA
😂😂😂😂😂😂😂
Nunggu 40 hari aja dah jumpalitan lha ini 1 atau 2 th.
Ga kuku😂😂😂
ARA
Lala kadang2 ye wkwkwkk.. Terima tamu ya jangan di kamar tidur gitu lhoo.. Ga etis😒
ARA
Niko dan Eki#typo
ARA
Maunya bapake itu sih😁
ARA
Rempong amat sih bu Lek.. Ntar juga diumumin nama jagoan ya lala & Dimas.. Kayak gini nih ga sadar ngulik hati yg lagi adem 😒
ARA
😂😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!