NovelToon NovelToon
Hati Yang Kau Lukai

Hati Yang Kau Lukai

Status: tamat
Genre:Patahhati / Poligami / Menantu Pria/matrilokal / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:137k
Nilai: 5
Nama Author: Rasti yulia

Romantisme kehidupan pernikahan Adinda Rahma dengan Bayu Aji Brata mulai terusik kala lelaki itu kehilangan pekerjaannya. Kehidupan sempurna dengan menjadi istri seorang laki-laki penyayang harus sirna ketika Bayu mulai berubah. Lelaki itu mulai sering pulang dalam keadaan mabuk dan berubah menjadi lelaki yang sedikit kasar. Tidak sampai di sana, ketentraman Dinda semakin diusik oleh kehadiran sang mertua yang justru membuat jantungnya berdenyut nyeri atas ucapan-ucapan yang terlontar dari bibirnya.

Terhimpit oleh keadaan, membuat Dinda memutuskan untuk ikut bekerja membanting tulang dengan menjadi asisten rumah tangga di ibu kota. Semua ia lakukan untuk bisa kembali memperbaiki kualitas hidupnya bersama Bayu. Namun siapa sangka jika gaji yang ia peroleh digunakan oleh Bayu untuk foya-foya dan memikat hati wanita-wanita di luar sana.

Apakah Dinda akan bertahan dengan setia yang dibalas luka? Atau ia lepaskan semua untuk menemukan asa dan bahagia lainnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasti yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Terkejut

Sonya memacu motor matic yang dikendarainya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan beraspal di siang hari ini. Panas terik pancaran sinar matahari yang terasa menyengat pori-pori kulit sungguh tidak ia pedulikan sama sekali. Setelah disidang di rumah Pak RT, akhirnya ia mendapatkan sebuah penyelesaian, yakni ia harus mengganti rugi semua uang yang telah dikeluarkan oleh ibu-ibu komplek untuk sebuah berlian limited edition yang ditawarkan oleh Angelica. Saat ini, tidak ada tempat bagi Sonya untuk berkeluh kesah selain kepada Bayu, sang putra.

Sonya mengarahkan laju motornya memasuki sebuah gang yang akan mengantarkannya ke kediaman Bayu. Tak selang lama, wanita paruh baya itu pun tiba di depan sebuah bangunan dengan desain minimalis yang didominasi oleh cat berwarna putih-abu itu. Ia mematikan mesin motor dan bergegas memasuki area dalam rumah.

"Bayu .... Bayu .... Bayu ... tolong Ibu Nak. Tolong Ibu!"

Di ruang tengah Sonya berteriak lantang memanggil nama sang putra. Wanita itu sedikit keheranan karena kondisi rumah terlihat begitu sepi. Ia mengedarkan pandangannya ke arah sekeliling, mencoba mencari di mana keberadaan sang putra dan sang menantu.

"Ibu!"

Suara bariton yang tiba-tiba muncul dari arah tangga, membuat Sonya terhenyak. Ia berbalik badan dan nampak anak dan menantunya menuruni tangga dengan membawa koper.

"Bayu!" pekik Sonya. Wanita itu berjalan mendekat ke arah sang putra dengan kerutan di dahinya, sebagai isyarat bahwa ia dihinggapi oleh tanda tanya. "Ini apa-apaan Yu? Mengapa kamu dan istrimu menggeret koper seperti ini? Mau kemana kalian? Apa kalian mau liburan?"

Bayu dan Dinda saling bertatap netra dan sama-sama membuang napas sedikit kasar. Sepasang suami-istri itu seakan kebingungan bagaimana caranya menjelaskan perihal kepelikan hidup yang tengah mereka hadapi. Namun, bagaimanapun juga mereka harus menyampaikan kabar kurang baik ini kepada Sonya.

"Tidak Bu, aku dan Dinda tidak berencana untuk liburan. Kami akan pindah rumah," ujar Bayu menjelaskan.

"Pindah rumah?" tanya Sonya memastikan dan hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Bayu.

"Ya Tuhan ... Ibu benar-benar bangga padamu Yu. Kamu pasti akan pindah ke rumah yang jauh lebih mewah dan lebih besar daripada rumah ini bukan? Itu artinya kamu bekerja maksimal sehingga membuat atasanmu puas terhadap kinerjamu dan pada akhirnya kamu diberikan fasilitas rumah yang jauh lebih segalanya dari ini. Benar kan?"

Sejenak, Sonya seakan lupa bahwa kedatangannya ke rumah Bayu dengan membawa ujian kehidupan. Ia yang sebelumnya menampakkan wajah yang dipenuhi oleh kekalutan kini seakan sirna dan berubah dengan binar-binar bahagia. Bahagia karena bangga akan keberhasilan yang diraih oleh sang putra. Ia benar-benar bangga dengan apa yang menjadi hasil didikannya selama ini.

Bayu berdecak lirih sembari memijit pelipisnya yang sedikit berdenyut nyeri. Ucapan sang ibu justru semakin menyeretnya ke dalam perasaan kikuk yang tiada bertepi.

"Bukan Bu. Aku dan Dinda tidak akan pindah ke rumah yang jauh lebih besar dan mewah. Kami akan pindah ke rumah Dinda."

Sonya terhenyak dengan dua bola mata yang membulat sempurna. "Pindah ke rumah Dinda? Maksud kamu apa Bay? Kamu sudah gila? Mengapa kamu malah justru pindah ke rumah Dinda yang persis dengan gubuk derita itu?"

Rentetan pertanyaan meluncur bebas dari bibir Sonya dan membuat hati Dinda seakan ditikam oleh pisau tak kasat mata. Sebuah ucapan yang tidak seharusnya keluar dari bibir sang mertua karena sungguh terasa begitu menyayat jiwa.

"Bu maaf, tapi tidak seharusnya Ibu mengatakan bahwa rumah milikku adalah gubuk derita karena rumah itu dibangun oleh almarhum ayahku dengan penuh perjuangan. Dan di dalam rumah itu selalu ada bahagia dan tidak ada sedikitpun penderitaan."

"Cih ... kamu ini memang sudah gila Din. Bahagia dari mana? Rumah persis kandang ayam seperti itu saja kamu bangga-banggakan. Apa yang kamu lakukan sampai-sampai Bayu mengikuti kemauanmu untuk pindah ke gubuk derita itu hah? Padahal sudah jelas lebih terjamin hidup di rumah ini."

"Tapi Bu ..."

Tok ... tok... tok ...

Suara pintu yang diketuk membuat ucapan Dinda terpangkas. Tiga orang itu sama-sama menoleh ke arah sumber suara dan bergegas menuju pintu depan. Perlahan, Bayu membuka pintu dan terlihat tiga orang berbadan kekar, berdiri di teras rumah.

"Selamat siang Pak Bayu," ucap salah satu pria berbadan kekar itu.

"Siang Pak. Maaf, Anda-Anda ini siapa ya? Dan ada kepentingan apa Anda datang kemari?"

Bayu sedikit keheranan dengan kedatangan tiga pria yang nampak begitu asing di penglihatannya. Tiga pria ini persis debtcollector yang sedang menagih hutang.

"Maaf Pak Bayu, saya dan kedua teman saya ini diutus oleh pak Anton. Hari ini merupakan hari terakhir pak Bayu dan keluarga menempati rumah ini. Dan kami harap pak Bayu dan yang lainnya segera pergi dari rumah ini."

"Tunggu, tunggu, tunggu .... ini maksudnya bagaimana Pak? Mengapa putra saya diminta untuk meninggalkan rumah ini?"

"Maaf Bu, kalau untuk hal itu saya tidak tahu karena saya hanya diutus oleh pak Anton agar pak Bayu segera meninggalkan rumah ini."

Sonya terkesiap. Buru-buru ia menautkan pandangannya ke arah Bayu. "Bay, ini sebenarnya ada apa? Mengapa kamu diusir dari rumah ini? Ada apa ini Bay, ada apa?"

Bayu menghela napas panjang untuk kemudian ia hembuskan perlahan. Ia usap wajahnya kasar. Ia tidak pernah menyangka bahwa puncak karirnya hanya bisa ia rasakan dalam waktu yang sekejap saja.

"Perusahaan tempat Bayu bekerja kolaps Bu. Hal itulah yang membuat pak Anton menutup perusahaan. Dan itu artinya mulai satu minggu yang lalu, Bayu adalah pengangguran."

"Apa? K-kamu pengangguran?" pekik Sonya dengan raut wajah yang dipenuhi oleh keterkejutan.

Jantung Sonya berdetak kencang tiada beraturan seakan memompa darahnya lebih cepat. Tiba-tiba saja rasa pening menyerang kepalanya. Dunia yang ada di sekelilingnya seakan berputar-putar. Gelap, semakin gelap hingga akhirnya....

Brukkkk!!!

"Ibu!!!!"

.

.

. bersambung...

1
Evy
Ajak petugas hotel dong setidaknya 2 orang.. untuk dijadikan saksi tentunya...
Evy
Pintar juga Erlan.kukira akan dibiarkan pembantunya mengikuti istrinya yang tak ber Akhlak itu.
Evy
Kena tuh di Maya kena kadalin..
Evy
Benar benar ya itu Emak dan anak...
Evy
Astaga... kelakuan istri mu Erlan..
Evy
Asisten Erlan sangat peka...
Evy
kok eanm bulan Thor ..dibab atas 4 bl kemudian dan ada dibab berapa gitu kan ada juga 6 bulan kemudian.berarti Dinda nikah nya udah1tahun dong.
Evy
Rumah dijadikan tempat zina...Bapak gak ada Akhlaq..
Evy
Anak dan ibu sama2 mudah kena tipu.tidak berkaca pada pengalaman ibunya yang ditipu sahabat..eh Bayu si Anak juga dengan mudah mau memberikan modal kepada teman lamanya.
Evy
sudah satu tahun menikah kok usia Dinda tetap tidak berubah..
Nur Adam
lnhut
Erni Saman
wow, akhirnya erlan mengeluarkan isi hatinya, kau akan bahagia dinda jika menikah dgn tuan erlan
Erni Saman
kenapa erlan pingsan ya mungkin pengaruh karena burung pipitnya baru di terapi oleh mak erot
Erni Saman
Alhamdulillah tuan Erlan dtng, inilah cinta sejatinya, kau akan menyesal bayu, yg sdh mencampakkan istri sebaik Dinda
Erni Saman
mimpi jdi kenyataan
Erni Saman
ingat maya nanti kamu jga akan di khianati seperti dinda, kau akan menyesal tdk menghiraukan nasehat ibumu
Erni Saman
sdh pasti si bayu kaget dan kehadiran dinda
Erni Saman
saya suka dinda berpisah dgn bayu, si laki" pembohong dan penghianat dan bersatu dgn Erlan
Mugiya
mampir
💞🖤Icha
Belum up lagi mbak Rasti..sehat selalu
semangat berkarya good job 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!