WARNING ! JANGAN DI BOOM LIKE! KASIH JEDA WAKTU minimal 3 menitan.
Selamat membaca!
Julia, gadis baik hati yang mempunyai seorang sahabat bernama Dela, namun setiap Julia tertarik pada seorang lelaki, sahabatnya ini selalu menginginkan pria itu.
"Apakah aku harus merelakan Kevin untuk Dela? ataukah aku haru memperjuangkan cintaku?"
Saat Julia ingin memperjuangkankan cintanya, takdir berkata lain, karena Julia terkena penyakit. Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah Julia bisa sembuh dan berdampingan dengan Kevin, pria yang ia cintai? Atau kan Kevin akan bersanding dengan Dela, sahabat Julia? Skuylah simak kisah Cinta Julia dan Kevin.
jangan lupa like, komen and vote
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kado untuk kevin dan dela
***
06:20
"berhenti disini pak" titah julia.
pak supir pun menghentikan mobilnya di depan toko aksesoris..
julia pun turun dari mobil.. ia menghirup udara pagi yang masih agak segar.. ia mulai memasuki toko itu.
ia memilah milih barang-barang di toko itu.. sudah 1 jam lamanya tapi julia masih saja kesana kemari mencari barang yang cocok.
perhatiannya terpusat pada 1 barang.. ia memegang gantungan kunci berwarna biru..
"hihi.. aku ini.. seperti anak kecil saja. tapi tidak apalah.. ini bisa di gantung di gagang lemari.. yang biru untuk kevin.. yang kuning untuk dela.. heheh" gumam julia..
julia bergegas keluar toko setelah membayarnya di kasir..
"sekarang kita kemana nona." tanya pak supir..
"ke mall deh pak."
"aishh kenapa tidak beli aksesoris di mall saja kalau begitu nona.." pak sopir melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"tidak apa-apa pak.. aku hanya ingin beli disini. hehhe"
sesampainya di mall julia menuju tempat pakaian..
"mmm.. sepertinya ini cocok untuk dela.. " gumam julia sambil memegang dress selutut warna dominan hitam dan di kolaborasi pink.
"perfect!" ucap julia memutar mutar baju yang di pegangnya itu. kemudian ia menuju keryawan dan me-nota- baju tsb.
"giliran untuk kevin.. go!" ujar julia pada dirinya sendiri..
setelah beberapa lama julia akhirnya menemukan setelan kemeja putih, jas blue dark(dongker) dan celana blue dark.. tak lupa pula dasi yang sama warnanya dengan jas dan celananya.
"ini sempurna kevin.. pasti kamu terlihat tampan saat mengenakan setelan ini saat kamu menikah suatu saat.. itu sih kalau kamu tidak tambah BB.. heheh" batin julia tersenyum miris.
julia segera menota belanjanya dan membayarnya di kasir.
"pak.. ke tempat cetak foto ya." ucap julia saat memasuki mobil.
***
"huuffttt.. lelahnya.." julia merebahkan dirinya di ranjang..
"sayang" panggil ibu julia dari luar kamar.
"iya ma.. pintunya tidak di kunci." sahut julia.
ceklek. ibu julia pun masuk ke kamar julia.
"anak mama pasti lelah ya." ibu julia duduk di tepi ranjang dan mengelus kepala julia
"hehhe mama ini tau saja."
"sayang.. besok lusa kita cek ke RS ya.." ujar ibu julia
"hmm baiklah ma."
"ma.. coba lihat deh belanjaan julia.. bagus tidak" julia mengeluarkan belanjaan dari kantong plastik..
***
malam harinya
julia memandangi setelan jas untuk kevin..
"kelak saat kau mengenakan ini di hari pernikahanmu, kau pasti terlihat gagah dan tampan.. andai saja.. huuhh sudahlah.. menghayal saja aku ini" julia menyenderkan kepalanya di kursi kamarnya.
"aku akan menulis surat untuk mereka berdua. hehhe" julia pun segera mengambil pulpen dan buku.
"ayo mulai bekerja." julia pun menulis di atas lembaran putih itu.
kadang julia menitikkan air mata di sela kegiatan menulisnya itu.
bahkan sampai sesenggukan.. betapa malang nasibnya..
dulu ia pernah membanyangkan berumah tangga dengan orang yang di cintai, dan punya anak.. lalu menua bersama.. hingga maut memisahkan.. sayangnya sebelum menikah Julia harus di lamar kematian. begitulah yang di fikirkan julia.
"dela.. kau tau.. aku mencintai kevin.. tapi hikss.. andai saja aku tidak sakit, aku tidak akan rela melepasnya untukmu. sungguh keberuntungan tidak berpihak padaku." julia melipat surat-surat itu.
"cukup sampai disini saja perasaanku untukmu kevin.. semoga bahagia selalu" julia merebahkan dirinya di ranjang..
sedih bgttt, keren banget ceritanya
knapa mesri mati sich
knapa mesri mati sich
Thor, mau Baksonya yang pedas pakai lontong.
Eh, Julia kamu sakit apa