NovelToon NovelToon
Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Militer / Cinta Seiring Waktu / Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Selingkuh / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Rindu Yuliana

Gisya Kayla Nursalsabila, seorang gadis pemilik 'Caca Bakery'. Ketika Ayahnya mengucapkan keinginan terakhirnya. Gisya hanya mampu menerima semua keinginan Ayahnya sebelum meninggal.
"Ayah, selamat Jalan Ayah. InshaAllah Caca akan memenuhi semua amanat Ayah." ucap Gisya dalam hatinya.

Perjodohannya dengan Zayn membawa Gisya pada luka hati yang mendalam. Zayn selalu menunda Rencana Pernikahan mereka.
"Maafkan aku Gisya, aku tidak bisa menikah dengan kamu. Aku mencintai oranglain, meskipun tak bisa dipungkiri aku juga ingin bersamamu." Batin Zayn.

Pada akhirnya, Gisya bertemu dengan Fahri. Seorang Tentara yang sama-sama dikhianati. Zayn menjalin hubungan dengan Santi, yang merupakan kekasih Fahri.

Gisya dan Fahri kemudian bertemu, dan menjalin sebuah hubungan.

"Mengalir aja ya, Bang! Gak usah saling genggam terlalu erat, takutnya nanti ada yang patah. Kalo Abang butuh aku, Aku akan selalu ada disamping Abang. Kalo Abang rindu, aku akan selalu ada disini. Dihati Abang. Hiduplah seperti sebelum kamu mengenal aku, Bang. Jangan jadikan keberadaanku sebagai beban dihidup kamu." Tutur Gisya.

"Abang yang harusnya berterimakasih, kamu sudah mau menjadi teman hidup Abang. You’re the one girl that made me risk everything for a future worth having. I just wanna say something, I Love you Gisya. That’s all." ucap Fahri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rindu Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Calon Ibu Persit

Makan malam berlangsung dengan hangatnya suasana kekeluargaan. Bunda Syifa merasa kasihan terhadap putrinya. Ketika yang lain berbincang-bincang dan bercanda tawa, Gisya malah menyibukkan diri membantu persiapan makan malam. Bahkan kedua sahabatnya, tidak menyadari itu. Mereka larut dalam kebahagiaan mereka masing-masing.

"Kuatkan hatimu, Fa. InshaAllah suatu saat nanti Caca akan menemukan kebahagiaannya." ucap Umma Nadia.

"Aku turut berbahagia untuk kalian, aku hanya mengkhawatirkan putriku. Lihatlah, dia menyibukkan dirinya sendiri. Aku tau seperti apa putriku," lirih Bunda Syifa.

Syauqi mendengar semua yang diucapkan oleh Bundnya, meskipun saat ini dia sedang menyimak perbincangan mereka.

"Bunda jangan khawatir, Uqi akan membuat Teteh bahagia," ucap Syauqi dalam hati.

Syauqi melihat Fahri yang sedang berada didekat Gisya. Syauqi ingin mengetahui apakah Fahri memiliki perasaan cinta terhadap kakaknya.

"Bang, hayuk gabung sama yang lain." ajak Syauqi.

Setelah Fahri meninggalkan Gisya, Syauqi malah menariknya keluar dari Toko. Dia mengajak Fahri berbicara di Warung Kopi yang berada dipinggir jalan.

"Loh, kok malah bawa Abang kesini?" tanya Fahri.

"Ada yang mesti Uqi bicarakan sama Abang,"

"Ada apa? Sepertinya kamu sedang ada masalah," tebak Fahri.

Syauqi menarik nafas, lalu menghembuskannya. Dia mulai bercerita.

"Dulu, Teh Caca adalah gadis yang periang. Bahkan setiap hari Uqi dan Teteh bisa berdebat 3x sehari. Tapi semenjak Ayah meninggal, dia bukan Teh Caca yang Uqi kenal. Dia berubah menjadi gadis yang lemah lembut dan hanya bicara seperlunya. Dengan sukarela, dia menerima permintaan Ayah untuk menikah dengan A Zayn. Setiap kali tanggal pernikahan sudah ditentukan, A Zayn akan meminta Teh Caca untuk menunda pernikahan mereka. Dan kejadian kemarin adalah ketiga kalinya. Ternyata bukan hanya itu, Teh Caca malah diselingkuhi. Padahal selama ini, dalam hidupnya Teh Caca tidak pernah berhubungan dengan lelaki manapun." lirih Syauqi yang menceritakan Gisya.

Fahri hanya terdiam, ternyata yang dialami Gisya tidak mudah. Fahri yakin, luka hati Gisya jauh lebih dalam.

"Ternyata sedalam itu luka hatimu. Aku rasa, aku sudah mulai jatuh hati padamu. Tapi aku takut membuatmu tersakiti kembali." Lirih Fahri dalam hati.

Syauqi memperhatikan Fahri yang termenung.

"Apa Abang menyukai Teh Caca?" tanya Syauqi yang membuat Fahri gelagapan.

"Abang pertamakali melihat Caca di Lampu Merah. Abang kira dia gadis yang aneh. Dia menikmati hujan dengan ceria, disaat yang lain berteduh. Lalu kami bertemu lagi di Rumah Makan Padang Uda Kris. Abang mulai merasa penasaran dengan Caca. Sampai akhirnya, Abang dan dia sama-sama menjadi korban pengkhianatan. Jujur, abang menyukai Caca. Melihat ketegasannya dalam bersikap, kesabarannya dalam menghadapi masalah. Itu membuat Abang sangat menyukainya." tutur Fahri mengungkapkan isi hatinya.

"Apa Abang gak berniat untuk menjalin hubungan dengan Teh Caca?" tanya Syauqi.

Fahri menatap Syauqi, dia melihat banyak harapan dalam matanya.

"Abang dan Caca masih dalam proses penyembuhan luka hati kami. Abang gak mau, Caca hanya menganggap Abang menjadikannya pelarian. Biarlah semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Abang juga takut, jika nantinya akan menyakiti hati Caca kembali. Karena pekerjaan Abang sebagai seorang Abdi Negara yang wajib memprioritaskan tugas Negara dalam hidup Abang." Jelas Fahri pada Syauqi.

"Semoga Allah memberikan Abang dan Teh Caca kebahagiaan yang terbaik." do'a tulus Syauqi.

Gisya yang sudah menyiapkan makan malam keheranan karena Syauqi dan Fahri tidak ada disana.

"Bun, Uqi kemana?" bisik Gisya pada Bundanya.

"Eh, gak tau Ca. Bunda anteng ngobrol daritadi sama Umma. Coba cari diluar," pinta Bunda Syifa.

Gisya pun keluar mencari Syauqi, dia melihat adiknya itu sedang berbincang serius dengan Fahri.

"Uqii, makan duluu!" teriak Gisya pada Syauqi.

"Bang, ayo kita makan dulu." ajak Syauqi.

"Duluan aja Qi, lagian kakakmu itu cuman panggil kamu." ucap Fahri.

"Ciee Abang ngambek," ledek Syauqi lalu menghampiri Gisya.

"Loh kok sendirian? Bang Fahri nya gak diajak?" heran Gisya yang melihat Uqi berjalan sendiri.

"Katanya Abang gak dipanggil, jadi gak ikut." bisik Uqi meninggalkan Gisya.

"Dih, gitu aja ngambek. Kayak anak kecil aja," gerutu Gisya lalu menghampiri Fahri.

"Bang, ayo makan dulu! Udah ditunggu sama yang lain." ajak Gisya pada Fahri.

"Kirain Abang mah gak diajak, orang yang dipanggil cuman Uqi aja." ucap Fahri lalu meninggalkan Gisya.

"Yee, masa Tentara ambekan gitu. Malah ninggalin lagi!" gerutu Gisya.

Melihat Fahri masuk bersama Gisya, membuat jiwa jahil mereka meronta-ronta. Terlebih Gisya masuk dengan wajah yang ditekuk.

"Nah, itu yang ditunggu-tunggu dateng juga! Kenapa mukanya ditekuk gitu Ca?" tanya Febri.

"Kayaknya gagal melepas kerinduan," celetuk Yuliana.

"Wah, jadi Nak Fahri sudah punya Calon Ibu Persit juga yaa?" tanya pak Burhan yang merupakan orangtua Andi.

"Asik! Dinda ada temen dong jadi Ibu Persit," celetuk Andi.

"Kalo Uqi sama Bunda mah udah Lampu Hijau, iya gak Bun?" Ledek Syauqi yang langsung dipelototi Gisya.

"Ih itu mata mau copot Neng!" celetuk Jafran.

"Kalian cocok loh, gak langsung aja pengajuan, Ri?" tutur Pak Burhan.

"Do'akan saja yang terbaik untuk kami Om," jawab Fahri singkat.

Gisya terdiam mematung mendengar ucapan Fahri.

"Ayo duduk, katanya tadi ngajakin makan." bisik Fahri.

"Duduk Ca! Malah bengong, ambilin tuh makanan buat Bang Fahri," ucap Yuliana.

Gisya yang gugup langsung duduk dan mengambilkan makanan untuk Fahri. Setelahnya dia tersadar dengan apa yang dilakukannya. Dia menjadi pusat perhatian semua orang.

"Nih, Abang ambil aja makanannya sendiri," gugup Gisya yang membuat semua orang menahan tawanya.

"Tanggung, tinggal ambilin lauknya Ca. Itung-itung latihan aja." Goda Fahri yang membuat pipi Gisya merona.

Mereka makan dengan sangat lahap, masakan Gisya memang sangat enak. Mereka sampai tidak menyisakan sedikitpun makanan. Setelah selesai makan, mereka melanjutkan obrolan dengan keluarga Andi.

"Jadi sudah sampai mana persiapan pengajuan nikah kalian?" tanya Pak Burhan.

"Surat-surat dari kantor sudah selesai semua. Akta kelahiran, Ijazah, SKCK milik Dinda juga sudah. Tinggal tes kesehatan, foto gandeng memakai seragam PDH tanpa lencana dan Dinda foto memakai baju Persit. Setelah itu baru kita bisa melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu Pembinaan Mental, Menghadap kesatuan baru kita bisa Menikah secara Sipil." tutur Andi menjelaskan.

"Busett dah banyak banget persyaratannya," celetuk Yuliana.

"Ya memang begitu Nak Yuli, kalo menikah dengan seorang Abdi Negara. Suatu saat nanti juga Nak Uqi akan mengalaminya." ucap Pak Burhan.

"Kalo nikah sama pilot, ada persyaratan gitu juga gak sih Pan?" Tanya Andi pada Jafran.

"Iya, Om juga ingin tau," ucap Pak Burhan.

"Nggak ada sih Om kalo persyaratan, cuman kalo calon istri mungkin sama persiapannya. Menyiapkan mental, karena Pilot kan tergantung jam terbang Om. Seperti aku, dalam seminggu bisa berapa kali terbang. Pasti akan jarang pulang, apalagi jarak Bandung-Jakarta. Kadang aku juga harus menetap beberapa hari di Kota Tujuan. Resiko kerja juga kan sangat besar. Ini aja mau nikah, aku harus ngambil cutinya sebentar-sebentar. Jadi gak bisa bantu persiapan." Jelas Jafran.

"Ya kita sama-sama saling mendo'akan saja, biar semuanya dilancarkan dan diberi keselamatan. Bapak juga mendo'akan supaya Nak Fahri bisa segera pengajuan." ucap Pak Burhan yang membuat Fahri tersedak minumannya.

Gisya menepuk pelan punggung Fahri.

"Makanya kalo minum itu Bismillah dulu," ucap Gisya.

"Kalo kupinang dengan Bismillah mau, Dek?" Goda Fahri.

"Dih, dibilangin malah ngeledek begitu." kesal Gisya.

"Kalo serius gimana?" tanya Fahri.

Gisya diam tak bisa berkata-kata. Perkataan Fahri itu diartikan Gisya sebagai candaan semata.

"Yee, si Caca malah ngelamun!" tegur Jafran.

"Apaan sih Jafraann, ganggu aja ih!" kesal Gisya.

"Itu ente ditanya sama Bang Fahri, kalo ibaratkan dipinang dengan Bismillah begimana? Diterima gak tuh?" celetuk Jafran.

"Terima aja udah, gengsi amat sii bilang iya aja," gemas Yuliana pada Gisya.

"Loh, kan lagi ngomongin kalian. Kenapa jadi nyasar ke aku?" kesal Gisya meninggalkan mereka.

"Kalian sih! Becandanya kelewatan deh, Ah!" kesal Bunda Syifa lalu menyusul Gisya.

Mereka merasa bersalah, terutama Fahri. Dia berniat mengejar Gisya dan Bundanya. Ternyata Gisya dan Bundanya malah duduk di Taman yang tidak jauh dari Toko. Fahri memilih mendengarkan obrolan ibu dan anak itu dibalik pohon.

"Caca sayang, mereka cuman bercanda Nak. Jangan dimasukin kedalam hati. Caca kan tau sifat mereka seperti apa." tutur Bunda Syifa menangkan putrinya.

"Caca gak marah sama mereka Bun. Caca cuman malu, Caca baper sama omongan Bang Fahri. Caca takut Bun, Caca takut jatuh dalam pesona Bang Fahri terlalu dalam. Sekarang, Caca akan pasrahkan semuanya sama Allah Bun." lirih Gisya.

"Nak, Caca putri Bunda satu-satunya. Bunda mengerti perasaan kamu yang masih terluka. Tapi jika tidak diungkapkan, bagaimana Fahri akan tau perasaanmu? Bunda lihat keseriusan Fahri dalam berucap, hanya saja kalian masih sama-sama terluka." ucap Bunda Syifa.

"Maka dari itu, Bun. Caca percayakan semuanya pada Allah, jika memang Bang Fahri jodoh Caca maka kami akan bersatu." ucap Gisya.

"Tikung dia dalam setiap sholat malammu, sebut selalu namanya dalam do'a. Jika berjodoh dia bisa saja langsung menjadikanmu Ibu Persitnya," ucap Bunda Syifa dengan suara lantang karena melihat Fahri yang bersembunyi dibalik pohon.

"Apaan sih Bunda! Kenceng banget ngomongnya, malu dilihatin orang yang lewat," gerutu Gisya.

"Aku akan sebut namamu dalam Do'aku. Aku akan sholat Istikharah, jika sudah mendapatkan jawabannya. Aku akan langsung pengajuan ke kesatuan. Nantikan aku, Gisya Kayla Nursalsabila" Batin Fahri.

1
Ara Dhani
aku datang kembali Thor, gak bosen bolak balek baca
Rindu Yuliana 🌸: terimakasih banyak masih mendukung author 🙏🤗
total 1 replies
Tsaqib Hasbi
ini bab yg paling membuat aku nangis,
Tsaqib Hasbi
emang nikah siri gk pake wali,sampai orang tua febri tidak tahu
Tsaqib Hasbi
aku sneng baca kisah ini, romantis, tp ,pas cerita panasnya d skip.👍 bagus,jd ku rasa yg belum nikah pun aman baca kisah ini
alvika cahyawati
kehilangan. ke2 ortu memang sedih tp semua itu. kita kembalikan. pd yg kuasa amien
alvika cahyawati
padahal aku ini udah baca novel untuk kesekian kali nya tapi. ngk bosen baca nya.
w komahoks
meleleh hati adek bangggg🤭
citra marwah
oalaaaa trnyata nasib mirda kaya nasib fahri🥺
citra marwah
19 thn wah wah...mnding skrg chandra 23 jdi agak turun dkit lah perbedaan usia nya,16 thn perbedaan nya...nnti Elmira 20 thn chandra 45 waduuh udh bapak2 bgt😄
citra marwah
klo part ebiw kok melow trs ya🥺
citra marwah
🤣🤣🤣🤣
citra marwah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣Saking panik nya dia mau lahiran sendiri x🤭
Danny Muliawati
lebih baik bgt ca tau dr awal dr pd tau sdh menikah nyesel nanti
Dewi Ink: Hallo ka, ijin sharing🙏 karya Novelku yang berjudul:
180 Hari Menjalani Wasiat Perjodohan.
Siapa tahu suka, terimakasih😊
total 1 replies
Lina Astika Sari
anakmu lah baba.. masak anak meng😂😂😂
Lina Astika Sari
😂😂😂.. jadinya huruf hijaiyah ya baba jafran😁
Lina Astika Sari
😂😂😂😂.. sukak bener deh uqiii..
panik komandan fahri😁
Lina Astika Sari
aku pun gak sanggup kehilangan mas andi thor😭.. menggingatkanku dg alm. adekku😭
Lina Astika Sari
sauqiiiii maliiiiikkkk.. sukak gemes deh sama uqiiiiiii😂
Lina Astika Sari
ngakak aku di part ini.. bisa pulak pak dankinya begurau😂
Ati Rohayati
ending nya sad ya 😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!