NovelToon NovelToon
Adakah Cinta ?

Adakah Cinta ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Romansa-Percintaan bebas
Popularitas:63.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ralia Imutz

Menyakitkan jika mengingatnya, menyedihkan saat menjalaninya, mengecewakan saat melihatnya, itulah cinta.

"Naura ?" ucap orang tersebut memastikan orang dihadapannya ini

"Siapa ? hiks,,, hikss,,," tanyaku tidak mengenali orang yang mengajakku bicara

"Kamu Naurakan ? yang bermain bersamaku saat di panti asuhan ?" tanya anak itu lagi

"Deg !" Bayangan itu muncul, potongan mimpi yang terasa nyata itu hadir. Rasa sakit saat dipukuli oleh wanita yang ku anggap ibu, rasa menyalahkan diri karna tidak patuh, rasa yang menyesakkan dada

"Tidak, aku tidak bermain ke panti asuhan. Aku bukan anak yang nakal... hiks,,, hiks,,, " ucapku sambil menahan sakit diperut, ada perban dikepala menutupi luka yang cukup dalam dan besar serta beberapa lebam yang nyeri diwajahku

Itu semua ku dapatkan dari orang yang ku anggap tulus ternyata palsu, dari seorang yang ku anggap pelindung ternyata penjahat, Cinta dari segala bentuk itu menyedihkan Bukan ? Adakah Cinta yang tulus di dunia ini ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16_ Neng Comblang

Naura kembali keruangannya, karena shifnya sudah selesai. Kini saatnya dia pulang.

“Hai Nau, gimana kencannya sama dokter baru ?” Tanya Zahra sambil mengangkat alisnya

“Kencan apaan? orang kami lagi tugas kok, menangani pasien” ucap Naura sambil merapikan jasnya dan membuatnya kedalam loker

“Kencan ala dokter gitu Nau, kalau ada kesempatan ? seeet,,, langsung ketemuan. Kalau ada waktu luang ? Seeet,,, makan bareng. Kalau jam shifnya sama ? Seet, atur strategi biar dapat pasien sama. Hahaha” ucap Zahra tertawa dengan teorinya

“Seet,,,seet,,, pala lo gua santet mau ?” Tanya Naura

“Galak amat neng jadi cewe” ucap Zahra meledek

“Kalau ketemu orang yang modelan kayak lo ini mending digalakin biar gak mengonggong” ucap Naura

“Doog dong gue. Parah sih lo Nau ngatain temen” ucap Zahra

“Gua kan gak bila gitu sama lo. Udah ya gua duluan” ucap Naura yang kini sudah rapi dan siap pulang

“Eh tunggu, lo beneran nih gak mau ngejar si dokter ganteng ? baik lo Nau dia orangnya, gua sebagai sahabat satu-satunya elo merasa wajib untuk menjodohkan kalian berdua” ucap Zahra sambil mengajak Zahra untuk duduk dulu

“Baik darimana ?” Tanya Naura

“Menurut kacamata gua ya. Pertama, dia itu orangnya ramah dan sopan pas banget melengkapi elo yang jutek dan sombong. Kedua, dia itu tulus dan perhatian pas banget buat lo yang curigaan dan gak peka. Ketiga…. Em apayaa ?” ucap Zahra sambil memegang kepalanya

“Tuhkan gak ada lagi” ucap Naura

“Yakan baru sehari Nau gua mengamati, itu aja udah ketemu dua sebuah penemuan yang besar tau” ucap Zahra

“Lo mata-matain dia ?” selidik Naura

“Yupss…” ucap Zahra

“Lo tau siang tadi dia ada diruangan mana ?” Tanya Naura lagi

“of course” ucap Zahra

“Jadi lo yang kasih luch box ke dia atas nama gue ?” Tanya Naura

“Betul. Eh gimana boxnya dibalikin gak ?” Tanya Zahra sambil mengacungkan jempol

“Ijaaaah, ngapain lo berbuat gitu atas nama gua ?” Tanya Naura

“Ya gua kan Mak comblang, eh bukan Neng Comblang Nau. Hehehe” ucap Zahra sambil cengengesan

"Kenapa Neng combalang ?" Tanya Naura

"Karena gua belum punya anak, mana mau gua jadi emak-emak tanpa anak" ucap Zahra menjelaskan

“Mau Mak comblang atau Neng comblang terserah, tapi yang pasti gua gak setuju ya kalau dijodoh-jodohin kek gini” ucap Naura pura-pura kesal

“Nau, gua lakuin ini semua buat kebaikan lo. Bira lo gak kesepian, biar lo gak jones lagi dan rela jadi obat nyamuk gua” ucap Zahra

“Kan enak ada obat nyamuknya Jah, biar kalian gak macam-macam” ucap Naura dengan dingin

“Ambooi si jones satu ini. Lo gak tau gimana rasanya lagi jatuh cinta, kalau ada yang membuntuti itu rasanya gak bisa membuat dunia serasa milik berdua tau” ucap Zahra menggoda Naura

“Biasanya gua dikacangin, dunia emang tidak bisa kalian berdua kuasai ya ! bagaimana dengan makhluk hidup yang lain ?” ucap Naura yang menanggapi candaan Zahra dengan serius

“Haduuuh, jangan bicara kenyataan Nau. Gua lagi halu tau ! pletak !” Zahra yang kesal menjitak dahi Naura dengan jarinya

“Aduuh, sakiiit tau” ucap Naura sambil mengelus dahinya

“Udah sana lo pulang, jangan lupa singgah dulu dibagian Onkologi ambil tempat makan gua ! inget ! kalau enggak gua gak mau lagi ajak lo jalan” ancam Zahra

“Yaah, kan jadwal kita minggu ini mau ngemall bareng Jah” ucap Nuara

“Ya makanya ambilin wadah makan gue, kalau enggak gua jalan ama pacar gua” ucap Zahra

“Haiih, okedeh…” ucap Naura terpaksa

“By jonees….” ucap Zahra kemudian keluar lebih dulu karena shiftnya masih ada

“Humm, nambah kerjaan aja sih punya temen kaya dia” keluh Naura sambil menghembuskan nafas kasar. Namun jika di ingat hanya Zahra yang paham dan tahan dengan sikap dirinya selama ini, mungkin keluhan Zahra lebih banyak ketimbang dirinya pikir Naura

“Tapi kalau gak ada tu orang, gua gak tau mall kayak gimana ? tempat makan yang enak dimana ? taman yang kerena dimana ?” batin Naura lagi sambil melangkah menjalankan tugasnya

Setibanya didepan unit keperawatan, Naura menanyakan keberadaan Aydin

“Permisi, saya ingin bertemu dengan Dokter Aydin” ucap Nuara

“Sudah buat janji sebelumnya ?” Tanya perawat tersebut sambil menatap sinis

“Sa,,,saya dokter disini. Ingin bertemu karena ada urusan” ucap Nuara merasakan hawa kecumburuan disana

“Ooh, dokter kok gak pakai jas putihnya ?” selidik Perawat tersebut

“Em, jam shiff saya sudah selesai hari ini” jawab Naura seadanya

“Oooh, kalau urusan luar kerjaan harusnya gak perlu nanya kesini” ucap si Perawat

“Ya kalau gak mau kasih tau bilang dari awal !” gumam Naura kesal kemudian pergi begiutu saja

“Eh apa kata lo tadi ?” teriak si perawat yang mendengar gumaman Naura

“Bodo amaaaat” batin Naura sambil terus berjalan menuju ruangan ponakan Aydin siang tadi

“Naura ?” sapa seseorang dari belakang

“Siapa ?” Tanya Naura berbalik

“Gua Aydin. Kamu mau kemana ?” Tanya Aydin segera menghampiri Naura

“Sedang mencari dokter, kebetulan bertemu disini. Saya mau ambil box makan siang tadi Dok” jawab Naura langsung pada intinya

“Tuuh kan benar dari kamu, jangan bikin aku bingung atuh Nau. Aku keliling nyari nama Naura tau-taunya Naura yang dimaksud ada dihadapan” ucap Aydin

“Sorry, mana wadahnya ?” Tanya Naura tidak menatap wajah Aydin yang sepertinya kesal sambil menadahlan tangannya

“Ada di loker aku. Mau ambil sekarang ?” Tanya Aydin

“Ya, saya mau pulang dok” ucap Naura berbicara formal dengan Aydin

“Ayo ikut aku Nau” ucap Aydin membimbing didepan

“Baik dok” jawab Naura membuntuti

“Nau, kok rasanya kaku banget ya kalau kamu ngomong formal gitu. Jangan panggil Dok, panggil nama aja” ucap Aydin

“Hm….” Respon Naura dingin

“Oke kita mulai dari awal. Hai namaku Aydin Ilker murat, panggil aja Aydin. Salam kenal ya” ucap Aydin mengambil tangan Naura dan menyalaminya

“Hm, Naura. Salam kenal” ucap Naura dengan cepat kemudian segera menarik tangannya

“Sorry Nau” ucap Aydin yang terbiasa berjabat tangan saat bertemu

“Mana wadah makan saya ?” Tanya Naura membahas kembali tujuan utamanya

“Oh, ada didalam. Mau masuk ?” tawar Aydin

“Saya menunggu disini saja Ay” ucap Naura

“Okedeh, tungguin ya. Gak lama kok” ucap Aydin segera masuk kedalam ruangan dokter Ontologi

“Nau ini, makasih ya atas makan siangnya” ucap Aydin tak berapa lama kemudian

“Kok berat ?” Tanya Naura mengeluarkan tempat makannya

“Anu, itu ada cake dari aunty Dinda. Katanya sebagai ucapan terimakasih karena sudah memberiku makan siang” ucap Aydin

“Oooh, terimakasih” ucap Naura kembali memasukkan wadah tersebut

“Saya duluan Ay” ucap Naura tanpa menunggu jawaban Aydin segera berlalu

Diperjalanan Naura keluar dari rumah sakit dirinya merasa ada seseorang dibelakang yang mengikuti, Naurapun menoleh.

“Hm ?” respon Naura saat melihat siapa yang ada dibelakangnya

“Kamu ngikutin saya ?” Tanya Naura berhenti melangkah

“Tidak kok, kebetulan saya mau kedepan rumah sakit untuk menunggu pasien” ucap Aydin kini berjalan disamping Naura

“Ooh” ucap Naura kemudian melanjutkan melangkah

“Sore dokter Naura” sapa Ali saat berpapasan dengan Naura

“Sore” balas Naura masih dengan menunduk dan menghindar sehingga membuat dirinya mendempet Aydin

“Maa,,, maaf...” ucap Naura yang sadar jarak dirinya dan Aydin terlalu dekat

.

.

.

See you next episode ya 😉~~~

Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣

1
NOVIA
aku lupa cerita.a😂
Nurul Indarti
lah kok mandek lagi thor....
Puspa Dewi kusumaningrum
aduh thooor,aq lupa2 ingat jln critanya ini🤦
Puspa Dewi kusumaningrum: 💪💪💪💪💪
total 2 replies
kavena ayunda
lanjut donk thor
Puspa Dewi kusumaningrum
gk dilanjut lg thor
💕 istri mas hanif💕
dinda nikah sm siapa thor
Riza Maulanan
kenapa nggk lanjut tor
Syasee See
kak adakah cinta kapan update nya kak?
Akubolomu
Kpan dilanjut?
Syasee See
lanjut thor
Ssaeda Aditia
apa derya lupa sama naura kan pernh ktmu dirumah sakit kenalan lagi
Kirana di Nabastala
smungut up .. Thor...
tak enteni iki🤭
meski menanti sedikit membuat hati galau😬
Peni Khairunnisa
lanjutt
olizfarida olizfarida89@gmail.com
lanjut thorrrr💪💪💪
ꪶꫝNOVI HI
lanjut
ꪶꫝNOVI HI: sama..
total 4 replies
Akubolomu
Yeay
Akhirnya
NOVIA
makin seru.... lanjut thor
Syasee See
lanjjt thor,pinisirin ini.gk sabar nunggh lanjutannya
olizfarida olizfarida89@gmail.com
good job bunda naya ayo selesaikan msalahnya biar kelar😍😍😍
Puspa Dewi kusumaningrum
😅😅😅😅😅😅😅
sama2 tua kekanak kanakkan sumua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!