NovelToon NovelToon
Kamar No.11B

Kamar No.11B

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Contest / Rumahhantu / Eksplorasi-misteri dan gaib / Hantu / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: vikryviik

Ada apa di kamar 11B? Sejak Adi menempatinya, hal-hal tak biasa sering ia alami. Mimpi buruk kadang mengganggu tidurnya, bahkan sesosok wanita sering menghantuinya? Apa karena harga kost tersebut murah? Sampai-sampai Adi tak berniat pindah dari sana.

Atau ada hal lain? Yang membuatnya harus tetap bertahan demi menguak misteri yang terjadi.

Belum lagi, puluhan ekor kucing kadang mengganggu Adi. Seolah selalu memperhatikan dan mengawasinya.

Rasa takut bercampur penasaran menggelayut di kepala Adi. Dapatkah Adi menemukan jawaban tentang sesuatu yang mengganggunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vikryviik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part. 16

Alarmku berbunyi, aku bangun dan melaksanakan shalat subuh. Sampai saat ini, Bagas pun belum kembali ke kamarku. Kemana bocah ini? Pikiranku jadi kalut. Kubangunkan Yuda dan menyuruhnya menunaikan shalat subuh.

Kubuat dua cangkir kopi, aku duduk di ruang depan kamarku. Pintu kamar kubuka lebar-lebar. Suara kicauan burung terdengar samar. Langit masih gelap, jam di ponselku menunjukkan pukul 05:15.

"Bagas belum balik Di?" tanya Yuda sembari melipat sajadah.

"Belum nih Da. Kemana ya tuh anak? Gue jadi kepikiran nih." jawabku gelisah.

Yuda duduk di depanku. Mengambil secangkir kopi, meniupnya pelan dan menyeruputnya sedikit.

"Nanti juga balik, udah gede ini." jawab Yuda acuh.

"Iya sih. Tapi aneh aja Da, pergi nggak bilang, terus nggak bawa hape. Lo pikir deh, orang kayak kita-kita mana bisa pergi nggak bawa hape." ujarku.

"Bener juga si Di."

Lalu kami pun terdiam kembali.

Langit sudah terang, matahari pun memancarkan sinarnya mempesona. Aku dan Yuda hendak berangkat ke kampus. Hari ini kami masuk kuliah pukul 08:30, lebih santai dari hari biasanya.

Setelah mengunci pintu, kami pun bergegas. Seperti biasa, Nek Iyah sedang menyapu di bawah pohon mangga. Menyapaku ramah.

"Berangkat kuliah dek?" sapanya.

"Iya nek. Oh iya nek, saya mau titip kunci di Nek Iyah. Boleh ya?" ucapku.

"Oh, boleh boleh." jawabnya.

"Takutnya teman saya ke sini, karena tas sama bajunya masih di kamar saya nek." jelasku.

"Iya dek. Di kasih tahu saja ke temannya, kunci ada di saya ya. Nanti tinggal ketok pintu rumah saja." pinta Nek Iyah.

"Iya nek. Makasih banyak nek."

Aku pun undur diri bersama Yuda.

Pukul 13:15, mata kuliah Dasar Ekonomi Islam. Ini saatnya kelompok kami presentasi makalah. Dan, sampai saat ini Bagas tak kunjung datang. Terpaksa hanya aku dan Yuda mempresentasikan makalah. Pak Yayan sempat menanyai Bagas, Yuda beralaskan kalau Bagas tiba-tiba sakit subuh tadi dan tak dapat masuk kuliah hari ini.

Pukul 14:30 kuliah hari ini selesai. Aku dan Yuda berjalan di lorong lantai lima menuju lift.

"Da, kalau sampai besok Bagas nggak ada gimana?" tanyaku.

"Waduh, gimana ya Di? Bingung gue." Yuda garuk-garuk kepala.

"Tas, baju, sepatu, sama hapenya ada di kost gue Da. Kalau ortu Bagas telpon, gue harus jawab apa?" pikiranku berkecamuk.

"Udah, lo tenang aja dulu. Kita tanya ke ibu kost lo, barangkali liat. Atau warga sekitar kost lo. Yang penting, jangan ada yang tahu persoalan ini dulu. Oke!" Yuda memberi saran.

Aku setuju. Mungkin Nek Iyah lihat atau warga sekitar melihat Bagas tadi malam. Cuma ini jalan keluar satu-satunya.

Aku dan Yuda pun pergi ke rumah Nek Iyah. Yuda memarkir mobil tepat di samping rumah mungil depan kost. Kami keluar dari mobil dan melewati rumah tersebut, kulihat belasan bahkan puluhan ekor kucing berkerumun di depan rumah.

"Idiiihh, rumah mbak itu pelihara kucing banyak amat ya!" gumam Yuda.

"Iya. Apa nggak bau ya rumahnya?" aku menimpali.

Kucing-kucing itu mengeong saling sambut, membuat bising. Aku membuka gerbang, Yuda masuk lebih dulu. Aku masuk menyusul Yuda, ketika badanku berbalik hendak menutup gerbang, pemandangan aneh baru saja kulihat.

Tiba-tiba, puluhan ekor kucing di depan rumah itu menghilang. Wushh. Bagai di sulap. Tak nampak seekor pun. Aku yang penasaran kembali keluar, dan menghampiri rumah tersebut.

"Di, Di. Lo ngapain sih?" panggil Yuda.

"Da, sini Da!" teriakku.

"Kenapa?"

"Sini buruan! Cepet Da." panggilku.

Yuda pun datang menghampiriku.

"Kenapa sih Di?" tanya Yuda.

"Lihat. Lihat deh!" tunjukku ke depan rumah.

"Lihat apaan Di?"

"Itu kucing nggak ada. Lo tadi lihat kucing kan Da?" tanyaku.

"Hah, Kok bisa nggak ada. Kemana tuh kucing-kucing?" tanya Yuda bingung. Aku pun keheranan.

"Tadi pas gue mau tutup gerbang, tiba-tiba tuh kucing langsung hilang Da." jelasku.

Yuda tak menjawab. Tak berkata. Sore ini kami di buat heran oleh puluhan ekor kucing yang menghilang sekejap mata.

1
Dewii Ratna Daffa'rizkiansyah
iya nih kek badrun y kmna gak muncul2..
Mila Karmila
aneh ya kok semuax bengong bukan membunuh si merah mlh santai santai aja gimn sih ceritax g paham aq
Mila Karmila
ha ha ha jagox kalah
Mila Karmila
mn tika
Mila Karmila
mana ilmu di cemen
Mila Karmila
bukanx mau ambil mustika lupa yaaaa
Shankara Senja
bukan tokoh utamanya yg ga peka.taoi penulisnya ga peka sama konent pembaca
Shankara Senja
si adi lemot apa bodoh ya..secara lulusan pesantren gtu loh..kecuaki orang biasa..hapalan doa untuk apa jg pasti diajarkan..apa penulis yg kurang paham
Wiwit
koq Adi ga ada nanya yg ada perempuan d rmh mang Ujang, koq ceritanya ngambang trus
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
ujang gmn?
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
perasaan udah jelas banget... kalau si adi bakal di jadiin tumbal si kunti *merah* tapi karna punya jimat pengganti nya si wati..... masa adi masih ga paham juga... padahal udah di kasih tau dan dapat petunjuk banyak bangat (dari mimpi).
cumi cumi kecil🦑🌸🌈👑
itu mereka ga ada kepikiran buat cari si bagas di rumah mba kunti apah?
KATAKURI
Jujur gua benci sama wanita kayak Kemala ini!!!! asli!!!!
Achiek
adi... adi..... cara pikir mahasiswa kok gitu sih.... yg diincar bkn hny loe... tika dan nyokap kemala kan diincar juga....
Achiek
lho bknnya nyai asih blm meninggal saat keguguran... dan dikuburkan bkn disekitar rumahnya.... ini crt kok jd mundur maju.... belibet nggak jelas....
Achiek
bodoh.... kok bs sich thor sosok bodoh dijadikan aktor utama....
Aris Setyawan
si guntur emang g berguna,,malah nambah masalah
Aris Setyawan
bentar2 dengkul lemas,, aslinya adi punya nyali g sich
Aris Setyawan
selain adi yg pekok,, ternyata anak ponpes satunya juga g kalah pekoknya...hehehehe..
Aris Setyawan
ne cerita nya adi tokoh utama yg g peka,, katanya lulusan ponpes kok g peka,, katanya nyaman dikost ternyata merasa dihantui,, nyamannya dimana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!