NovelToon NovelToon
Aura Story

Aura Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Afria Lusiana

[Sequel dari Novel "My Poor Wife"]

"Dulu kau seenaknya acuh, mengabaikan rasa hingga membuat aku tersiksa. Kini, kau kembali dan meminta untuk mengulang segalanya. Maaf, bagiku cinta tidak sebercanda itu"

"Ra. Please, kita bisa mulai semua dari awal lagi" Ucap Kevin memohon.

"Nggak bisa kak Kevin. Karena semuanya udah nggak kaya dulu lagi"

_______________________________________

"Lupakan segala hal yang telah menyakitimu, dan bahagialah bersamaku" @Faris Ananda Putra.

Aura, pernah menyukai seorang senior di kampusnya. Namun, gadis itu di sia siakan begitu saja. Hingga saat Aura telah melupakan segalanya, dan memulai kehidupan baru dengan seorang yang mencintai Aura dengan tulus, Kevin tiba tiba datang kembali ke dalam hidupnya. Meminta untuk mengulang segalanya.

Apakah Aura akan goyah dan kembali bersama Kevin? atau bertahan bersama Faris, seorang pria yang tulus mencintai Aura?


Copyright © Afrialusiana.
Dont copy my story. Ingat dosa!!

Jangan lupa Follow ig Author @Afrialusiana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afria Lusiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berantakan

Sepasang sepatu pantofel terdengar berbunyi nyaring di dalam ruangan yang tampak sepi. Sepasang kaki kini melangkah masuk dari pintu depan Apartemen Faris. Netranya tampak memperhatikan suasana sekitar yang terdengar hening. Hingga mata laki-laki itu membulat saat dirinya sampai di ruang tengah. Lebih tepatnya di sofa bed yang ada di depan televisi.

Pria yang tidak lain adalah Faris, seketika mengerutkan keningnya dalam, saat pria itu memperhatikan suasana Apartemennya yang biasa terlihat bersih, sekarang justru sebaliknya. Berantakan, bahkan terlihat seperti kapal pecah.

Sampah makanan berserakan dimana-mana. Pun, dengan Aura yang tampak tertidur pulas di sofa dengan remot tv masih setia ia genggam di tangan.

Sejenak, Faris moleh ke arah jam yang menempel di dinding. Dilihatnya waktu sudah menunjukkan pukul 23.00. Kepala Faris menggeleng diikuti dengan bibir yang melengkung membentuk sebuah senyuman sembari memperhatikan seorang gadis yang kini menjadi pusat perhatiannya. Faris benar-benar tidak pernah menyangka, bahwa gadis yang selama ini ia sukai, ternyata mempunyai kebiasaan buruk seperti yang ia lihat saat ini.

Menaruh tas kerja di atas meja terdekat, Faris segera membuka jas hitam yang semula melekat di tubuhnya. Pria itu menaruh jas tersebut di atas meja yang sama. Sedikit melipat lengan kemeja putih yang saat ini ia kenakan, Faris perlahan mendekat ke arah Aura.

Pria itu kini berdiri di samping sofa tempat dimana Aura saat ini tertidur lelap dengan posisi tangan ia rentangkan tak tentu Arah.

Faris menatap Aura sejenak, sebelum pria itu mengangkat tubuh Aura, memindahkan

gadis itu ke dalam kamarnya. "Berat banget" Bibir Faris berucap pelan.

"Awas lo ya. Gue cakar-cakar juga tuh muka lo kalo nanti kita ketemu lagi" Racau Aura saat Faris baru saja hendak keluar dari kamarnya. Sesaat setelah pria itu membaringkan Aura ditempat tidur.

Faris menghentikan langkahnya sejenak, pria itu meneloh ke arah belakang, melirik Aura yang saat ini tengah mengoceh tidak jelas dengan mata yang masih terpejam.

"Apa lo liat-liat? Gue congkel juga tuh mata lo mau?" Racau Aura seolah gadis itu melihat jelas bahwa Faris saat ini tengah memperhatikan dirinya. Padahal, mata gadis itu masih tampak tertutup rapat.

Kening Faris berkerut dalam, diiringi dengan gelengan kepala serta seulas senyuman yang terpancar dari bibirnya, sebelum pria itu benar-benar keluar dari kamar tersebut untuk kembali ke kamarnya.

***

Saat waktu menunjukkan pukul 00.00. Faris kembali keluar dari kamarnya. Tujuan utama pria itu saat ini adalah ruang tengah. Untuk apa lagi jika bukan untuk membersihkan semuanya. Membersihkan ruangan yang sebelumnya ia tinggalkan dengan sangat bersih, namun sudah seperti kapal pecah saat dirinya kembali.

Meskipun sebenarnya Faris benar-benar merasa lelah akan pekerjaannya yang cukup banyak seharian di di kantor siang tadi, namun karena sedari kecil, Yasmin selalu mengajarkan kedua putranya hidup bersih, membuat Faris memilih membersihkan Apartemennya itu terlebih dahulu. Karena pria itu tidak akan sabar hanya untuk menunggu besok pagi. Malam ini semuanya harus bersih kembali. Fikir Faris seperti itu.

Satu persatu sampah makanan yang bertebaran di lantai Faris bersihkan, ia pungut satu persatu untuk di masukkan kedalam kantong kresek yang saat ini ia pengang. Faris tampak menyapu, serta menata kembali dengan rapi barang-barnag yang sempat berserakan dan berantakan akan ulah Aura.

Faris mengerjakan semuanya dengan senang hati meskipun saat ini kelelahan melanda dirinya. Pria itu sama sekali tak peduli bahkan saat waktu istirahatnya menjadi berkurang.

Faris mendudukkan tubuhnya sesaat di atas sofa setelah menyelesaikan semunya. Nafas pria itu tampak terpacu dengan cepat diiringi oleh keringat yang ikut bercucurah dari dahinya.

Sesaat, bayangan Aura terlintas di fikiran Faris. Bibir pria itu tersenyum. Faris fikir selama ini Aura adalah seorang gadis yang sangat bersih dan rapi. Namun siapa sangka, hal itu berlaku oleh Aura hanya ketika gadis itu berada diluar rumah. Namun, saat di dalam rumah, seperti inilah jadinya. Gadis itu selalu berlaku seenaknya. Dan hal itulah yang membuat Aura selalu bertengkar dan berdebat dengan Hafis sang kakak saat gadis itu dirumahnya.

***

"Tumben bangun pagi"

Aura menoleh ke arah belakang. Langkah kaki Aura yang sebelumnya hendak menuju dapur, terhenti saat rungunya menangkap jelas suara seseorang dari ruang tengah saat Aura melewati tempat tersebut.

"Kenapa? Ada masalah?" Ketus Aura tersenyum miring. Gadis itu menatap Faris dengan tatapan tidak suka.

Aura juga berbicara tanpa merasa bersalah sedikitpun. Gadis itu bahkan sama sekali tidak menyadari, akan tempat yang semalam ia buat berantakan, sekarang sudah rapi kembali.

"Idih jutek amat sekarang mbak. Semalam mau nyakar siapa?" Seru Faris sedikit tertawa.

"Nyakar si Ca..."

"Si Ca? Ca siapa?" Tanya Faris memastikan.

"Si kampret. Hooh, si kampret" Sahut Aura salah tingkah.

"Si kampret? Kampret siapa?" Tanya Faris bingung.

"Udah ah, pengen tau aja deh urusan orang" Ketus Aura. Gadis itu berlalu tanpa permisi hendak menuju dapur.

Namun, langkah Aura kembali terhenti saat dirinya baru menyadari akan sesuatu yang ia rasa berbeda. Aura memutar tubuhnya kembali. Gadis itu melangkah, mendekat ke arah Faris. Aura berdiri dengan jarak hanya dua meter dari tempat Faris berada. Gadis itu tampak memikirkan hal yang ia rasa mengganjal dalam fikirannnya. Hingga, mata Aura membulat saat dirinya mengingat akan sesuatu.

"Kenapa tempat ini jadi bersih?" Ucap Aura pelan dan sedikit ragu sembari memperhatikan suasana sekitar ruang tengah Apartemen Faris tersebut.

"Ini semua kak Faris yang beresin?" Tanya Aura antusias.

"Beresin apaan?" Sahut Faris pura-pura **** sembari memperhatikan sekeliling.

"Ini..." Aura menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Apa kemaren aku mimipi? Perasaan kemaren ini Apartemen berantakan banget deh, kenapa sekarang jadi bersih gini?" Lirih Aura pelan. Namun masih terdengar jelas ditelinga Faris. Pria itu hanya diam, menyembunyikan senyuman yang nyaris tak terlihat.

"Kamu kenapa sih? Kesambet?" Tanya Faris.

Aura masih tampak kebingungan memikirkan sesuatu. "Hmm yaudahlah bodoamat"

Aura memutar tubuhnya kembali. Gadis itu bergegas menuju dapur, berniat untuk menyiapkan sarapan pagi ini. Aura sengaja melakukan hal itu untuk membalas rasa bersalahnya kemaren pada Faris karena telah bangun kesiangan.

Namun, mata gadis itu kembali di buat membulat seketika, saat dirinya kembali mendapati beberapa makanan yang sudah tertata rapi di meja makan. Merasa tidak percaya, Aura kembali melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Memastikan bahwa hari ini ia tidak lagi bangun kesiangan.

"Ini jam gue yang salah apa gimana ya?" Celetuk Aura masih tampak berfikir. Namun, ia rasa ia bisa memastikan bahwa waktu benar-benar masih pukul 06.00 pagi. Tapi Faris sudah menyiapakan semua ini. "Luar biasa". Fikir Aura seperti itu.

Tak berselang lama, saat Aura masih tampak bengong di tempat, Faris datang dari ruang tengah, mengambil segelas air putih untuk ia minum.

"Ngapain bengong? Kesambet baru tau rasa" Ucap Faris sembari menyenggoh bahu Aura saat pria itu hendak kembali ke ruang tengah.

Namun, lamunan Aura seketika buyar saat mendengar suara laki-laki tersebut. Aura menatap Faris sejenak.

"Ini semua kak Faris yang masak?" Tanya Aura memastikan.

Faris menganggguk santai. "Sepagi ini? Apa jangan-jangan delivery? Dan selama ini kak Faris boongin aku. Karena sebenarnya kak Faris gabisa masak?" Ucap Aura seolah mengintrogasi.

.

.

.

.

Vote nya kurang banyak nih😭 Ayo dong vote sebanyak-banyaknya biar makin semangat up juga akunya🙄

1
Ana
aku ngerasa ikut sakit rasanya 😢😢nyesek banget padahal ka Faris yang ngerasain
Yume Nijino
keren thor best banget, the rill, the best 👍💯
Yume Nijino
parah keren tutor dong, aku bikin sepi bah 😭
Ilan Irliana
enk'y di cintai drpd mncntai..
Haslinda
nah gitu dong thor kan sma2 bahagia,,,faris ama aura bahagia,author yg buat bahagia dan lbih bahagia lgi para pmbaca✌️😄
Haslinda
thor buat faris sembuh titik gak pake koma krn kesembuhan faris ada di tangan author bukan di tangan siapa2 gak adil nih klw gini ceritanya
Haslinda
wahwahwawh thor sungguh tega skali anda knp faris di kasi lumpuh sih gara2 nolongin aura sungguh terlalu udah sakit di hati tambah fisik jg terluka
Haslinda
pasti yg udah baca bab ini pada nangis smua kyak aku skrg😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭sakit thor
Haslinda
kan aku bilang jg apa pasti ada masalah perasaan aku gak enak baca bab sebelumnya pasti faris liat aura pelukan ama Kevin pas di cafe jdi slah paham deh
Haslinda
semakin pindah ke bab yg selanjutnya kok perasaan aku gak enak yah thor,,,mudah2an gak terjadi apa2 yah thor ama faris dan aura gak rela aku klw mereka gak bersatu
ceritanya sangat menarik
Siti Chotimah
faris ngidam tuh...aura hamil tp blm sadar
Siti Chotimah
itulah cinta...saling melengkapi kekurangan yg ada pada pasangan,saling menyayangi tanpa tapi....semangat thor
Siti Chotimah
giiillaaa...dalem bangetz thor. tisu mana tisu....mewek ini mah
Siti Chotimah
jgn biarin Aura sedih lg thor. Faris jg jgn bgtu,jgn selalu berkorban utk orla. Faris jg harus bahagia bersama org yg dicintai n disygi nya.
Siti Chotimah
penyesalan selalu dtg belakangan klu di depan namanya pendaftaran...hehehe
Siti Chotimah
dengan jarak jauh diantara mereka tanpa tatap muka,tegur sapa bisa jd rasa itu akan tumbuh di hati AURA. Rasa cinta n syg yg blm disadari nya.
Siti Chotimah
beda usia mah gk masalah yg penting bisa saling mengisi kekurangan dgn kelebihan msg",memahami,memaafkan,menyayangi dgn tulus. dewasa itu bkn dr usia tp bgmn cara seseorang dlm menyikapi masalah.
Parsiyah Goepang
ggggggggggfughmguduuugugfugfugt
gugfuugufggufug.sugkdysuafmfy
Titin Kahar
Aura coba buka hati ke Kak Faris dia baik jangan nanti menyesal di belakang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!