NovelToon NovelToon
Menggunakan Pengetahuan Modern Untuk Menyelamatkan Sebuah Desa Di Dunia Lain

Menggunakan Pengetahuan Modern Untuk Menyelamatkan Sebuah Desa Di Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anime / Fantasi Isekai / Tamat
Popularitas:240
Nilai: 5
Nama Author: Saiful Bachri

Takahiro, seorang pemuda yang gemar bermain gim dan menghabiskan sebagian besar waktunya mengurung diri di kamar, suatu hari tanpa sengaja tersesat ke dalam dunia gim yang sedang ia mainkan.

Di dunia lain yang bernama Terrovia, Takahiro memulai kehidupan barunya sebagai manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan sihir.

Berbekal pengetahuan yang ia peroleh dari dunia modern, ia membantu para petani di Desa Veria dan berjuang tanpa kenal lelah untuk memperbaiki kehidupan orang-orang yang tengah dilanda kesulitan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiful Bachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusannya

Di ambang pintu, Cate masih membenamkan wajahnya di dada Joe, menangis sesenggukan. Bellinda perlahan ikut merengkuh suami dan putrinya.

Sementara itu, di meja makan, Takahiro tengah menelan gigitan terakhir dari empat buah singkong rebus yang menjadi jatah makannya. Ia mengunyah dalam diam, sengaja tak mengeluarkan suara.

Selang beberapa saat, napas Cate mulai teratur. Gadis itu mengurai pelukannya, mengusap sisa air mata di pipi, lalu berjalan menghampiri kursi terdekat untuk mengambil bingkisan dari Bee.

Joe dan Bellinda melepaskan pelukan mereka, memandangi punggung Cate.

"Ayah, Ibu," panggil Cate lembut. "Lihat apa yang aku bawa?"

Cate mengangkat bingkisan besar itu sedikit ke atas kepala, memamerkannya tepat di bawah pendar cahaya lentera. Kening Joe dan Bellinda serempak mengernyit.

"Apa itu, Nak?" tanya Bellinda.

Bukannya langsung menjawab, Cate melangkah menuju lincak kayu. Lewat isyarat tangan, ia menyuruh kedua orang tuanya mendekat dan duduk terlebih dahulu.

Setelah orang tuanya duduk, Cate membuka lapisan pertama berupa kantung kresek hitam besar, menyingkap kardus tebal di dalamnya.

Satu per satu, tangan Cate mengeluarkan isi bingkisan itu dan menjejerkannya di atas balai kayu. Ada satu kilogram telur ayam, karung kecil berisi lima belas kilogram beras putih bersih, tiga botol anggur merah, dan satu ekor daging ayam utuh yang sudah dibersihkan sempurna.

Napas Joe dan Bellinda tertahan. Mereka membeku di ujung kursi.

"Nak... kamu dapat semua ini dari mana?" tanya Joe, suaranya nyaris berbisik.

Kelopak mata Cate terpejam sesaat, lalu ia tersenyum. "Dari Paman Bee."

Raut wajah Bellinda perlahan berubah. Ia bangkit dari duduknya.

"Kita tidak bisa terima ini semuanya, sayang," tutur Bellinda lembut. "Di rumah ini cuma ada kita bertiga— maksud ibu berempat. Kalau kita tidak bisa menghabiskan semua ini, nanti yang ada terbuang sia-sia."

Joe menatap tumpukan bahan makanan itu dengan rahang mengeras. Ia lalu mengangguk pelan.

"Yang dikatakan ibumu ada benarnya. Dari pada mubazir, lebih baik kamu balikin semua ini pada Bee."

Senyum di bibir Cate luntur seketika. Ia ingin membantah, namun di bawah tatapan tegas kedua orang tuanya, mulutnya terkunci rapat.

Takahiro bangkit berdiri. Sambil meringis memegangi perut, pemuda berambut putih itu berjalan tertatih mendekati mereka.

"Maaf karena sudah ikut campur urusan kalian," ucap Takahiro lembut.

Joe, Bellinda, dan Cate menoleh serempak. Mereka memandangi langkah pincang pemuda itu hingga ia berdiri tak jauh dari sana.

"Menurutku, kalian tidak usah repot-repot mengembalikan barang yang sudah kalian terima," lanjut Takahiro. Ia perlahan menurunkan badan, membungkuk susah payah mengambil daging ayam utuh dari tumpukan barang Cate, lalu mengangkatnya.

Keluarga Joe hanya bertukar pandang dalam diam.

"Bukankah tadi pagi Paman menawariku sesuatu? Dan bukankah Bibi juga yang menyuruhmu membawakan ayam hutan betina karena dagingnya yang super lembut?"

Bellinda langsung menoleh ke arah suaminya. "Joe-san—"

Joe segera memotong ucapan Bellinda. "Pesananmu sudah aku bawakan. Kalau kamu ingin melihatnya, silakan ambil sendiri di sana."

Joe menunjuk tumpukan hasil buruan yang masih teronggok di dekat pintu depan yang terbuka.

Takahiro melirik sekilas ke arah gundukan daging berdarah itu, lalu kembali menatap Joe dan Bellinda.

"Terima kasih, tapi bukan itu yang akan kubahas."

Cate maju selangkah. "Kamu tidak usah ikut—"

Takahiro mengangkat telapak tangannya ke arah wajah Cate. "Kamu diam dan duduk manis saja, ini urusan orang dewasa!"

Wajah Cate langsung memerah. "Apa katamu!?"

Joe ikut berdiri, mencengkeram erat kedua pundak Cate. "Cate, hentikan."

"Tapi dia—"

"Ayah tahu, tapi apa salahnya jika kita dengerin dulu apa yang ingin dia sampaikan?" sela Joe cepat.

Dari balik bahu ayahnya, Cate melemparkan tatapan sinis ke arah Takahiro. Ia mendengus kasar, lalu menjatuhkan diri kembali ke bangku di sebelah kanan ibunya.

"Daging ayam ini masih terlihat sangat segar, seolah baru saja dipotong beberapa menit yang lalu. Beda dengan dengan ayam hutan hasil buruanmu. Jika aku atau pun kalian mengonsumsinya, kemungkinan besar ayam hutan yang kamu bawa sudah tidak lagi steril," jelas Takahiro.

Alis Joe, Bellinda, dan Cate bertaut serempak.

"Tidak steril itu apa?" tanya Joe.

Takahiro terdiam sejenak. "Tidak steril berarti sudah terkontaminasi kuman. Artinya, ayam hutan hasil buruanmu mungkin sudah terpapar berbagai kuman penyebab penyakit."

Joe menoleh patah-patah ke arah tumpukan buruannya. Jika ayam hutan saja berisiko, bagaimana dengan rusa besar yang sudah diseretnya melintasi hutan berdebu seharian ini?

Joe menelan ludah. "Jadi... apa yang harus aku lakukan sekarang?"

"Jual semua hasil buruanmu di pasar. Dengan begitu, kalian punya cadangan pangan untuk bulan depan," jawab Takahiro cepat.

Mata Joe sedikit melebar. Ia berpaling menatap putrinya. Terjadi perundingan dalam diam antara ayah dan anak itu. Cate balas menatap ayahnya, lalu mengangguk pelan dengan senyum tipis.

Di bawah temaram lentera damar, keluarga Joe pun akhirnya menikmati makan malam sederhana yang telah disiapkan oleh Bellinda.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!