Tim gabut generasi delapan dan tim gabut generasi sembilan
Sambungan GD 2, GD 3 dan The Buwono Family.
Tiga sepupu yang satu sekolah dan satu kelas di SMP PRC, dikenal memiliki jiwa kepo tinggi. Seperti hal para ayah mereka, Sheva Sasono, Kenzie Buwono dan Zane Sihasale, sering tidak sengaja terlibat ( melibatkan diri ) dalam kasus kriminal. Bersama tim ayah mereka, ketiganya saling bahu membahu memecahkan misteri.
Generasi ke delapan klan Pratomo
Generasi ke sembilan klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lontong Balap
Iptu Casey dan AKBP Rosita saling berpandangan. Kedua wanita itu bingung dengan sikap Jules.
"Kamu yang ditanya malah ... Foundi?" tanya AKBP Rosita.
"Iya. Sejak hamil, foundation aku macam nggak nempel. Apa ngaruh ya hormonku?" gumam Jules.
"Oke. Sini mbak, kita pakai ini ...." Iptu Casey mengeluarkan semua harta karun make-up nya di dalam tas.
"Duh ... Ini kan pricey!" seru Jules.
"Kalau Casey mah itu receh, Juleha ...." AKP Ghafar langsung diam saat Jules menoleh cepat dan menatapnya tajam. "Casey itu anaknya konglomerat. Kita kan gajinya pas-pasan, Juleha."
"Dan itu tugas kamu belikan, Mas! Ingat, kamu sudah bikin aku hamil! Bawa beban hidup double! Pokoknya harus dibelikan!" ucap Jules judes.
"Aduh ... itu harganya berapa Case?" tanya AKP Ghafar takut-takut.
"Oh, ini serumnya satu juta, lalu primernya tiga juta, foundi nya saja lima juta. Belum bedak, setting spray, concealer, tapi kalau eye shadow dan lipstik lebih murah sih ... Tidak sampai tiga ratus ribu," jawab Iptu Casey.
AKP Ghafar memucat. "Sepuluh juta buat dempul?"
Jules langsung memukul keras bahu suaminya.
***
SMP PRC Jakarta
"Oom Gaban jadi bencong? Terus elu sama Oom Lucky dikejar?" Sheva auto tertawa terbahak-bahak sementara Zane tersenyum smirk
"Elu bisa ketawa sekarang, Va. Tapi kalau elu ngalami sendiri kemarin, yakin nggak bakalan bisa ketawa sekarang!" sungut Kenzie sebal.
"Eh, serius Oom Gaban jadi bencong?" tanya Zane tidak bisa membayangkan pria jangkung itu jadi bencong.
"Serius. Ini Papa dikirim fotonya sama Oom Victor. Kan Papa komplain ke Oom Victor tidak ada briefing sebelumnya. Tapi kalau begitu, berarti penyamaran Oom Gaban berhasil kan ya?" jawab Kenzie sambil memperlihatkan foto AKP Ghafar sebelum pergi menyelidik.
Sheva, Zane dan Abraham melongo saat melihat sosok AKP Ghafar menjadi banci. Ketiganya auto ngakak brutal membuat teman-temannya menoleh ke ketiga sepupu itu.
"Entah kenapa mereka tidak mau berbagi sama kita," gumam salah satu teman mereka.
"Mereka seperti punya dunia sendiri," timpal temannya yang lain.
***
Surabaya, Universitas Airlangga
Hari ini tim divisi kasus dingin menuju Surabaya dan langsung menuju Universitas Airlangga setelah melakukan janji bertemu dengan ketua tim ekspedisi arkeologi di Gunung Kawi. Keempatnya diterima dengan baik dan AKBP Teguh berhasil mendapatkan banyak rekaman video.
"Kami yakin, semua artifak itu akan dijual ke luar negeri, Pak Fariz," ucap ketua tim arkeologi itu dengan wajah muram. "Dari departemen budaya dan arkeologi Surabaya, sudah bisa dinilai harganya. Bisa sekitar dua puluh ribu dollar per item. Tapi kalau lelang bisa lebih."
"Kalau lelangnya di tempat lelang resmi, akan sulit karena harus ada keabsahan apalagi di luar negeri. Beda kalau tempat lelangnya di black market," ujar AKBP Teguh.
"Benar Pak tapi kami tetap saja kecewa. Katanya sudah reformasi jilid ketiga tapi tetap saja anomali SDM rendah masih ada," ujar salah satu dosen.
"Begini Bapak-bapak, kami sedang menyelidiki kematian kurator ini. Namanya Akbar Maulana. Jenazahnya ditemukan seminggu lalu dalam kondisi ...tidak terlalu baik. Jadi, kami minta kerjasama baik tim Unair dan Unibraw dengan semua bukti-bukti serta data yang kalian miliki," ucap Kombes Fariz.
"Siap Pak Fariz. Saya dan tim ingin mendapatkan kembali semua bukti arkeologi karena itu milik negara."
***
Warung Lontong Balap
"Oh ya Allah. Nikmat mana yang kamu dusta kan ... So lama sekali nyanda makan iniiiii ( sudah lama sekali tidak makan ini )," seru AKP Samsudin sambil memasukkan lontong balap ke dalam mulutnya.
"Yang namanya makanan tradisional, memang paling nikmat dimakan di tempatnya bukan?" kekeh AKBP Teguh.
"Ini enak. Sepertinya di Jakarta ada yang jual tapi menurutku kureng dibandingkan di sini. Petisnya kurang berani," senyum Kombes Arief.
"Kita jadinya besok kembali ke Jakarta?" tanya Iptu Cristiano.
"Nanti malam, Cris. Kan kita sudah pesan kereta," jawab AKP Samsudin.
"Lho? Jadinya naik kereta?" Iptu Cristiano terkejut saat melihat Mbak Lilis berdiri dengan gaya sok imut. "Ya Tuhanku ... Mbak, jangan ngagetin tho!"
"Eh, sorry. Mas Cris, aku punya banyak informasi." Mbak Lilis menatap Iptu Cristiano dengan wajah sumringah. "Tahu sendiri kan, Lilis Haibara itu keren kalau cari informasi."
"Ada apa Cris?" tanya Kombes Fariz.
"Mbak Lilis punya banyak info."
Ketiga pria di sana pun auto kepo. "Informasi apa?"
Note
Lontong balap adalah makanan khas Indonesia yang merupakan ciri khas kota Surabaya di Jawa Timur. Makanan ini terdiri dari lontong, taoge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap, dan sambal. Lontong balap terdiri dari lontong yang diiris-iris dan di atas irisan lontong ini ditumpangi irisan tahu dan remasan beberapa lentho ( bulatan kecil sebesar ibu jari dan dipencet ini bentuk lentho asli lontong balap, berbeda dengan lentho yang dipakai sekarang ), kemudian di atasnya ditumpangi kecambah setengah matang yang porsinya terbanyak dalam hidangan, setelah itu diambilkan kuah secukupnya, sambal dan kecap disesuaikan selera pembeli. Makanan ini dihidangkan dengan pasangannya yaitu, beberapa tusuk sate kerang.
Sumber Wikipedia
***
Ruang Kerja Divisi Kasus Dingin
Siang ini tim gabut kedatangan tamu legend dan membuat semua orang heboh, kecuali AKP Ghafar dan Iptu Casey yang pergi ke kantor Satpol PP.
"Pak Deaaann, kangen!" seru AKBP Rosita sambil memeluk Irjen ( Purn ) Dean Thomas.
"Sama. Wah, tidak banyak perubahan ya?" kekeh Dean Thomas.
"Dok Wayan, apa kabar?" sapa Brigjen Victor sambil memeluk ayah mertua Hana Akihiro Sankara itu.
"Baik. Duh, aku kangen suasana amburadul tim gabut," ucap dokter forensik senior itu.
"Ada apa Pak Dean kemari?" tanya Kombes Arief sambil memeluk mantan komandannya.
"Entah kenapa, aku dan Dok Wayan merasa ada yang mengganjal selama kita pensiun. Ada banyak kasus yang belum terpecahkan," jawab Dean Thomas sambil duduk di kursi milik AKBP Atikah yang sudah dipakai oleh AKP Samsudin.
"Kasus yang mana?" tanya Kombes Steven.
"Pembunuhan banci. Si Nimas alias Thomas."
Semua orang saling berpandangan. Kedua pria senior itu menatap bingung.
"Kenapa? Ada apa?" tanya dokter Wayan.
"Kita sedang menyelidiki itu juga," jawab Brigjen Victor.
"Bahkan kemarin Gaban menyamar jadi banci," timpal AKBP Rosita.
Dean Thomas dan dokter Wayan melongo. "Gaban menyamar jadi banci? Yang benar saja?"
***
Yuhuuu up Siang yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
semangat berkarya mbak Hana...jangan lupa istirahat dan healing..
Hajar aja lah Dok Lucky 😄😄
udh kthuan aibnya,msih usaha buat jd pebinor.....cckkk....ga tau malu....🙄🙄🙄
blm tau dia kl mslh aib mh urusn gmpang,tnggal mnta tlong sm kluarganya....wasalam dehhh.....😛😛😛