seorang wanita yang bernama Selena hidup sebatang kara tanpa mempunyai saudara.
dia harus menahan hinaan dan cacian dari semua orang,bahkan tidak ada yang mau berteman dengannya.
apalagi saat melihat wajah nya,semua orang akan jijik dan meludahi nya,dan dengan tekad nya yang kuat dia berusaha untuk bangkit dengan kuliah dan mengandalkan beasiswa nya.
hingga suatu hari saat Selena menyatakan perasaan nya pada pangeran kampus,dia di permalukan habis-habisan,dan pangeran kampus yang mempermainkan nya hanya memandang nya dengan merendah.
karna tidak tahan,Selena berlari meninggalkan kampus nya,hingga dia mendapatkan sistem yang membantu kehidupan nya.
dan sistem mengatakan jika dia ingin kaya raya dan bisa membalas dendam pada semua orang yang menyakiti nya.
dia harus menjalankan misi 3 kehidupan,setelah misinya berhasil dia akan mendapatkan kekayaan dari sistem juga kekuatan untuk melindungi dirinya.
bagaimana kah kisah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hinaan
Di dalam kamar yang luas dan mewah,di atas ranjang Alisa yang baru saja selesai berhubungan dengan Kaisar Arya,merasakan seluruh badannya remuk,dia memanggil pelayan pribadinya dengan suara lirih.
" yang mulia selir ada yang bisa saya bantu ? " tanya pelayan pribadinya,dia tersipu malu saat melihat keadaan Alisa dan melihat ranjang yang berantakan.
" papah aku kedalam kamar mandi,dan siapkan gaun ku yang paling mewah,aku ingin memperlihatkan pada semua selir yang mulia kaisar,jika aku bisa memuaskan suamiku " perintah Alisa dengan arogan.
Pelayannya yang bernama Sekar mengangguk semangat,dia membantu Alisa memasuki kamar mandi dengan hati-hati.
setelah berendam di dalam bak,Alisa merasa lega dia meringis kesakitan saat merasakan pinggang nya sakit.
" ternyata yang mulia kaisar sangat brutal,tapi entah kenapa aku sangat menyukai nya,,dia terlihat gagah dan tampan saat berada di atas ku " Alisa mengingat momen mereka tadi malam,dia mengigit bibir nya dan sedikit mendesah.
Mendengar suara desahan Alisa, Sekar membuang mukanya,dia juga jadi penasaran bagaimana rasanya berhubungan badan dengan pria yang di cintai nya.
" nona Alisa sangat beruntung,dia sudah merasakannya,dan kapan aku juga merasakan itu " batin Sekar.
setelah merasa cukup puas,Alisa menghentikan kegiatan,dia duduk di atas ranjang dan melihat gaun yang di pilihkan oleh pelayannya.
" bagus kamu memang bisa di andalkan,aku sangat menyukai gaun ini dan gaun ini sangat cocok aku kenakan " ucap Alisa.
Mendengar pujian majikan nya,Sekar tersenyum bangga. lalu dia membantu Alisa mengenakan gaun dan menghias wajahnya,setelah beberapa menit kemudian Alisa kini terlihat cantik,tapi makeup nya terlihat menor, dan Alisa sudah merasa dirinya sempurna.
" sekarang waktunya memberikan salam pada permaisuri, seharusnya aku yang pantas menjadi permaisuri bukan malah wanita tua itu,,,lihat saja suatu hari nanti aku akan menggantikan posisi nya " dengus Alisa.
Sekar hanya terdiam dan melirik kearah pintu,takut ada orang yang mendengar ucapan majikan nya.
" ayo kita pergi,jangan sampai mereka mencari-cari kesalahan ku " ajak Alisa,yang di angguki oleh Sekar.
Dan mereka pun pergi menuju istana milik permaisuri,setelah sampai disana,Alisa melihat seorang wanita yang sedang menatap nya dengan tajam.
Dia tau itu adalah selir agung,,selir kesayangan kaisar Arya.
" Alisa memberikan salam pada permaisuri,semoga yang mulia diberikan kesehatan dan keselamatan" Alisa membungkuk hormat pada permaisuri.
Permaisuri yang melihat penampilan Alisa tersenyum meremehkan,dia mengangkat cangkir nya dan melirik pada selir yang sedang bergosip.
" jadi ini selir baru yang di angkat oleh yang mulai kaisar? ckckck...aku kira dia sangat cantik , bahkan dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan permaisuri"
" jangan katakan seperti itu,apa kamu tidak lihat gaun yang dia kenakan,,hari ini dia berusaha agar tampil menarik,,tapi dia masih jauh di bawah permaisuri,,,aku saja malu melihat dia yang terlihat percaya diri "
" husss jangan keras-keras nanti dia bisa mendengar nya,, bagaimana jika nanti dia mengadu pada yang mulia kaisar "
mendengar hinaan mereka,Alisa merasa marah, tangan nya mengepal, Sekar yang melihat itu buru-buru berbisik di telinganya.
" yang mulia selir jangan terpancing dengan ucapan mereka,jika yang mulia selir membalas mereka,,, permaisuri pasti akan menghukum anda " bisik Sekar yang terlihat panik.
Alisa menarik nafasnya,dia merasa apa yang dikatakan oleh pelayannya itu benar.
" duduklah aku menerima salam mu " ucap permaisuri yang merasa puas melihat perubahan wajah Alisa.
dengan kaki keram,Alisa berusaha berjalan kearah kursi,lalu dia duduk dan melirik para selir kaisar dengan geram.
" aku akan membalas kalian semua,,,dan hinaan kalian aku akan mengingatnya! juga wanita tua sialan itu pasti sengaja melakukan nya,,,kaki ku hampir saja mati rasa,,," batin Alisa menatap permaisuri.
" selir Alisa kenapa kamu terlambat memberikan salam pada permaisuri? Apa kamu sengaja ingin mempersulit permaisuri Ratu? " tanya salah satu selir dengan sinis.
Alisa sontak duduk tegak,dia tersenyum lembut dan menggeleng pelan.
" tidak sama sekali,,untuk apa aku menyulitkan yang mulia permaisuri,,hanya saja aku terlambat karna pinggang ku merasa sakit,,soalnya tadi malam yang mulia kaisar sangat bersemangat,,," Alisa pura-pura menutup mulutnya seolah-olah dia keceplosan berbicara.
Brakkkkkkkkkkkkkkkk
selir agung memukul meja,dia menatap Alisa dengan berang dan melirik permaisuri yang ternyata sedang menahan amarahnya.
" perhatian cara bicaramu selir Alisa ! Apa kamu ingin pamer di hadapan permaisuri Ratu ! " bentak selir agung.
" tidak selir agung,,aku sama sekali tidak bermaksud " ucapan Alisa terhenti saat mendengar suara permaisuri.
" cukup ! Hari ini cukup sampai disini saja,aku masih memiliki urusan penting,,kalian boleh pergi" ujar permaisuri,para selir yang mendengar itu menatap alisa dengan tidak suka.
dan sebelum mereka pergi,para selir memberikan hormat pada permaisuri,kini hanya permaisuri dan Alisa yang ada disana.
" permaisuri Ratu,saya tidak bermaksud pamer di depan anda,,karna apa yang saya katakan itu benar,,,saya tidak mau semua orang berprasangka buruk pada saya " ucap Alisa tapi jauh didalam hatinya,dia merasa senang karna melihat wajah permaisuri yang sedang menahan amarahnya.
" aku mengerti selir Alisa,, sebaiknya kamu kembali ke istana mu,,dan ingat besok jangan sampai terlambat lagi ! Apapun alasan mu nanti. aku tidak akan memaafkan mu ! " kecam permaisuri.
Alisa mengangguk tersenyum,lalu dia pergi meninggalkan istana permaisuri dengan perasaan puas.
Melihat kepergian Alisa, permaisuri melemparkan semua barang-barang nya yang ada disana,dia menatap kepergian Alisa dengan kebencian.
" dia berani melawan ku,,,!! hanya seorang selir rendahan berani' bersaing denganku,lihat saja aku akan mempersulit mu,,aku tidak akan membiarkan mu hidup tenang selama kamu masih ada di istana ini !! " teriaknya,terlihat nafasnya memburu.
Pelayan nya buru-buru menenangkan permaisuri,dia mengusap punggung nya dan memberikan secangkir teh hangat.
" yang mulia tenang lah,, sebaiknya anda minum dulu,,jangan sampai yang mulia kaisar Arya melihat anda yang seperti sekarang,,,itu sama saja selir Alisa merasa ada di atas angin " peringat pelayan pribadi nya.
Permaisuri menarik nafasnya dalam-dalam,lalu dia mengangguk dan meminum teh pemberian pelayannya, setelah merasa tenang dia duduk di kursinya.
" apa yang kamu katakan itu benar,,aku tidak boleh memberikan ruang untuk selir Alisa,,,lihat saja aku akan memberikan perhitungan padanya " ucap permaisuri dengan tersenyum dingin.
**************
di kediaman perdana menteri
diruang makan,terlihat anggota keluarga Wangga sedang melakukan sarapan pagi,mereka terlihat bahagia dan terharu atas kepulangan Lidya,sang permata hati keluarga Wangga.
" adik coba yang ini,pasti adik suka,,ini adalah makanan favorit ku,,," Elio mengisi piring adiknya dengan lauk favorit nya.
" jangan paksa adikku makan makanan yang kamu sukai,,adik sebaiknya coba makanan kesukaan kakak,,ini adalah makanan terenak yang belum pernah adik makan " ucap Langit yang ikut-ikutan mengisi piring adiknya.
Lidya tersenyum geleng-geleng,tapi dia merasa bahagia karena merasakan perhatian dari kedua kakaknya.
" sayang makanlah yang banyak,ibu lihat kamu sangat kurus,,pasti selama ini kamu sudah banyak menderita " ucap Lestari,dia merasa sedih karna kecerobohan mereka,putrinya harus menderita diluar sana.
" ibu jangan sedih lagi,,,Lidya pasti akan makan banyak dan menjadi gemuk seperti yang ibu mau,," canda Lidya.
Lestari tersenyum,dia merasa putrinya ini sangat bijaksana, berbeda jauh dengan Alisa yang tidak pernah menghormati nya.
Dalton tersenyum lebar melihat kebahagiaan keluarga mereka,hingga suara dingin seorang pemuda terdengar di ruang makan,dan itu membuat anggota keluarga Wangga menatap kearah pintu ruang tamu.
" selamat siang tuan Dalton dan nyonya Lestari,,maaf sudah menganggu waktu kalian " ucap pemuda yang ternyata adalah Lucas,dia membawa beberapa pelayan dan pengawal dari istana Javier.
Dalton dan Lestari yang sangat mengenali Lucas,sontak berdiri dan buru-buru menyambut kedatangan nya.
" tuan Lucas,,silahkan masuk,,,dan silahkan duduk,,," ucap Dalton,dia merasa heran kenapa pengawal pribadi Javier datang kerumah nya.