Dalam sekejap identitas pribadinya diganti oleh kekasih suaminya. Ia dituduh melakukan berbagai kejahatan.
Kejahatan apa yang dituduhkan oleh kekasih suaminya hingga dirinya harus menebus kejahatan itu dibalik jeruji besi? apakah Kiara mampu melepaskan jeratan permainan orang-orang hebat yang menghancurkan hidupnya dalam sekejap? apakah ada yang bisa membantunya untuk melewati semua ujian hidupnya itu? ikuti cerita gadis cantik nan jenius bernama Kiara...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. Hampir Saja
Saat Billy sudah hampir mendekati pintu mobil yang ditumpangi Kiara, tembakan beruntun dari arah penjahat membuat motornya tersungkur. Kiara teriak histeris dengan wajah penuh ketenangan.
"Billy, awas....!" pekiknya ketakutan.
Billy buru-buru bangkit dan kembali mengangkat motornya. Helikopter miliknya diatas sana menembaki para penjahat yang berhasil menjauh dari mobil Kiara yang melaju dengan kecepatan tinggi. Billy memacu dengan kencang untuk bisa mencapai mobil Kiara. Dan tanpa diduga semua orang, motor Billy terbang melayang dimana mobil Kiara menjadi landasan sementara dirinya melayang ke udara untuk menggapai tali yang dijulur oleh Co-pilot. Sementara motornya berhasil menghentikan lajur kendaraan dengan menginjak rem secara mendadak.
Di saat bersamaan, Billy melompat ke atas mobil lalu turun disisi mobil. Ia menembak pintu dan kaca mobil untuk bisa mengeluarkan Kiara yang terlihat sangat pucat.
"Turunlah Kiara...! kita harus segera pergi dari sini," Billy mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Kiara dengan tubuh gemetar. Billy mengikat tubuh mereka berdua lalu meminta copilot untuk menarik tubuh mereka ke atas. Angin kencang menerpa wajah Kiara dimana jilbab Kiara akhirnya terlepas. Rambutnya terurai menutupi sebagian wajahnya. Billy terkesima menatap wajah Kiara yang sangat cantik. Tatapan penuh kekaguman itu membuat Kiara baru menyadari dirinya sedang diperhatikan.
"Tolong tutupi kepalaku dengan hijabku...!" pinta Kiara karena tangannya masih diborgol. Wajah Kiara yang tadi terlihat pucat kini sudah berganti merah merona karena sangat malu. Billy sebenarnya enggan melakukan perintah Kiara karena dia ingin menikmati suguhan wajah bidadari di depan matanya yang hanya beda sejengkal saja.
"Kamu terlalu indah Kiara," batin Billy sambil menutupi jilbab Kiara yang jatuh di tengkuknya. Walaupun tidak berapa rapi karena penetinya terlepas namun setidaknya rambut Kiara tidak terekspos. Tidak terasa mereka sudah tiba diatas helikopter yang dibantu salah satu kru yang menarik keduanya ke dalam helikopter. Helikopter segera terbang menjauh para penembak dibawah sana.
"Berikan tanganmu Kiara...!" pinta Billy yang ingin melepaskan borgol di pergelangan tangannya Kiara. Kiara meluruskan kedua tangannya yang sudah memerah bagian pergelangan tangannya. Billy langsung membuka kunci borgol itu lalu membuangnya begitu saja.
"Nanti kita obatin tanganmu. Sekarang kamu harus minum dan makan roti ini, " menyerahkan botol air mineral yang sudah dibuka oleh Billy.
Roti daging yang Billy pesan direstoran halal di gigit perlahan oleh Kiara sambil meneteskan airmatanya. " Apakah rotinya tidak enak Kiara?" tanya Billy kuatir.
Kiara menggelengkan kepalanya. Ia merasa terharu dengan tindakan Billy yang begitu ekstream hanya untuk menolongnya ditengah gempuran tembakan para penjahat. Bahkan pria tampan itu mengabaikan keselamatannya hanya untuk seorang Kiara.
"Mengapa kamu melakukan semuanya untuk ku?" tanya Kiara sendu.
"Karena kamu berjanji padaku untuk membuktikan bahwa kamu bukanlah Amanda yang sebenarnya," celetuk Billy begitu gengsi mengakui perasaannya pada Kiara.
Kiara yang awalnya merasa dicintai oleh Billy terlihat kecewa. Mungkin dirinya terlalu berharap banyak pada Billy namun pria ini hanya ingin membuktikan kebenaran ucapan Kiara. Tidak lama kemudian, helikopter milik Billy tiba disebuah pantai yang sangat indah di mana ada sebuah resort mewah yang terlihat sangat megah dengan taman tertata indah. Kiara yang ingin turun sendiri namun cukup ngeri untuk melompat. Akhirnya tubuhnya digendong oleh Billy yang langsung menariknya menjauhi helikopter yang akan kembali ke bandara.
Seorang pelayan menghampiri keduanya dengan membawa kursi roda untuk Kiara. Jalan Kiara yang sedikit pincang karena kakinya sering kali ditendang oleh Kelly ketika dirinya diinterogasi. Billy yang melihat perubahan jalan Kiara cukup terkejut. Dia menyediakan kursi roda untuk Kiara mengingat tubuh Kiara terlihat sangat lemah.
Billy menghubungi dokter pribadinya untuk memeriksa kesehatan Kiara. Kepala pelayan mendorong kursi roda membawa Kiara ke kamarnya yang sudah disiapkan.
"Tunggu...! aku ingin bicara dengan tuan Billy sebentar," pelayan itu berhenti dan melihat wajah Billy yang langsung mengangguk.
"Baik tuan. Saya tunggu di sana," pelayan itu cukup tahu diri karena ada obrolan rahasia antara Billy dan Kiara.
"Tuan, apakah anda tidak takut jika para FBI dan polisi datang ke sini dan menangkap kita berdua," tanya Kiara.
"Penangkapan tidak akan terjadi setelah kamu bisa membuktikan kalau dirimu tidak bersalah," ucap Billy.
"Baiklah. Aku butuh laptopnya dan ku harap signal wifi di sini bagus," pinta Kiara.
"Kita ke ruang kerjaku sekarang," ucap Billy lalu mendorong Kiara masuk ke ruang kerjanya.
Billy menempatkan Kiara di meja kerjanya dengan laptop yang sudah menyala. Kiara segera memasukan kode untuk meretas sistem keamanan negara itu untuk mencari keberadaan Amanda yang asli. Dengan kecepatan jarinya yang begitu lihai, Kiara mampu melacak kepemilikan nomor ID milik Amanda. Tidak sulit baginya untuk melacak identitas Amanda yang sebenarnya. Dia juga memperlihatkan identitas aslinya dengan beberapa dokumen pribadi yaitu akte kelahiran dan sejumlah ijasah sebagai dokumen pendukung agar bisa meyakinkan Billy.
"Lihatlah....! aku sudah mengembalikan identitasku dan juga milik Amanda yang asli," ucap Kiara seraya menyerahkan laptop itu ke hadapan Billy yang langsung menelitinya satu persatu.
Billy terkesima dan tidak ada lagi keraguan baginya kecuali satu yaitu kesaksian keponakannya Anabell. Sayangnya Anabell masih koma dan mengalami cidera otak karena kehilangan pasukan oksigen kemarin yang dilakukan oleh orang yang ingin melenyapkan dirinya.
"Bagaimana kamu bisa melakukannya?" tanya Billy. Kali ini Kiara mau tidak mau memberitahu jati dirinya di mana profesinya sebagai cyber kriminal digital harus dipertaruhkan. Kiara mengambil lagi laptop milik Billy lalu memperlihatkan profesinya dan juga para koleganya yang berkecimpung dunia yang sama dengannya. Ada juga absen kerja Kiara yang tidak pernah absen kecuali ia sengaja mengundurkan diri saat harus merawat bundanya yang sakit.
Melihat itu Billy baru paham bagaimana kehebatan Kiara yang begitu mudah mengotak-atik data hanya ingin meyakinkan dirinya.
"Kalau begitu apakah kamu bisa mengungkapkan kasus kejahatan Amanda dan siapa orang sebagai penghubung Amanda sehingga wanita sialan itu tega membunuh kedua orangtuanya keponakan ku?" tanya Billy dengan tawaran kerjasama yang cukup apik untuk menjatuhkan mentalnya si pembunuh dan juga para eksekutor.
"Baiklah. Aku akan mencoba mencari semua koneksi Amanda yang bermain rapi untuk menjalankan kejahatannya atas perintah seseorang," ucap Kiara lalu mulai menggerakkan jemari lentiknya seperti orang yang sedang bermain piano. Saking cepatnya gerakan ujung jari Kiara sehingga Billy tidak bisa membaca kode apa saja yang ditekan Kiara.
Bahkan Kiara memperlihatkan sejumlah aksi kejahatan Amanda dengan komplotannya dibeberapa tempat. "Di mana kejadian kecelakaan yang menimpa kedua orangtua keponakanmu itu?" tanya Kiara.
"Di Indonesia khususnya kota Denpasar-Bali," ucap Billy membuat jemari Kiara berhenti.
"Apakah nama keponakanmu itu adalah Anabell?" tembak Kiara membuat Billy terkesiap.
"Bagaimana kamu mengetahui kalau keponakan ku bernama Anabell?" cecar Billy dengan wajah tidak bersahabat.
sampe punya anak dan cucu dan alat alat canggihnya yg bs menghilang dll.
aq penggemar author dari cerita nenek amina lupa namanya🤭