NovelToon NovelToon
The Invincible Hero : Reincarnation

The Invincible Hero : Reincarnation

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:221.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Arya Atmareja

"Akan ku gunakan kekuatanku untuk melindungi orang-orang. Meskipun aku harus meminjam kekuatan dari iblis sekalipun."



Bercerita tentang seorang yang menjalani reinkarnasi disebuah dunia fantasi dimana sihir, legenda, dan mahluk mitologi adalah sebuah hal yang biasa ditemui sehari-hari.

Dengan harapan menjalani kehidupan yang aman dan nyaman, ia menjalani hari sebagai pahlawan tanpa tanding, seseorang yang "tak terkalahkan".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arya Atmareja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#16 Cinta | Naga | Rumah

Aku terdiam sejenak, memikirkan kata-kata yang ku dengar tadi. Hingga aku sampai pada satu kesimpulan.

"Datanglah padaku, pedang suci!"

Aku berteriak dan mengangkat tanganku ke udara.

Tanah berguncang setelahnya, segera salah satu pedang di tengah ruangan berguncang hebat. Kemudian pedang itu melesat menuju genggamanku.

Aku menangkap pedang itu tepat di genggaman. Sebuah sensasi menyeruak merasuk tubuhku. Sebuah ingatan tentang permohonan dan gulungan ajaib.

"Kau kah pedang yang kutuliskan waktu itu?"

"Benar sekali."

Sebuah suara kembali menggema di kepalaku, persis suara Sena.

Sementara itu Cordelia tampak bingung dengan kata-kataku. Namun tak butuh waktu lama baginya untuk kembali mendaratkan kecupan tanda ucapan selamat.

"Selamat Milo."

Entah mengapa aku merasa senyuman nya semakin manis. Apakah aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya?

...***...

Rumah keluarga Ramvoldus.

"Kami kembali."

"Selamat datang Cordelia sayang, Milo sayang. Kalian tidak nakal kan selama perjalanan kalian?"

Jlebbbb,,, kata-katanya menyerangku. Kami memang telah melakukan hal "nakal" kemarin.

"Ibuuu,,, ibu jahat."

Untunglah, Cordelia menyelamatkanku. Setidaknya untuk saat ini.

"Aaahhh, pasangan yang telah pulang dari bulan madu nya. Apakah kalian menikmatinya?"

Sialan, dia memang kadang menyebalkan.

"Ayah ada hal yang ingin kami tunjukan."

"Ooohh apa itu. Apakah kalian sudah memiliki anak?"

Bammmm, sebuah pukulan mengakibatkan tuan Alex terkapar di lantai.

"Orang tua ini "

Cordelia mengepalkan tangannya sambil menggeram kesal.

...***...

Ruang tengah keluarga Ramvoldus.

"Ini? Apakah benar apa yang kulihat ini Cordelia?"

"Begitulah."

Tuan Alex memandangi pedang yang tergeletak di atas meja. Perlahan menyentuhnya kemudian mencoba mengangkat pedang tersebut. Dia meraih gagang pedang namun sepertinya dia tak sanggup mengangkatnya. Terlihat dari wajahnya bahwa dia berusaha keras.

Dia menghela nafas dan menghentikan usahanya.

"Ada apa ayah?"

"Cobalah kau angkat pedang itu!"

"Baik."

Cordelia melakukan hal yang sama namun hasilnya juga sama. Pedangnya tak terangkat meski hanya satu mili meter pun.

Cordelia menghentikan usahanya. Mereka saling menatap lalu menatap ke arahku.

Aku mengerti apa maksud mereka.

Aku meraih gagang pedang itu kemudian mengangkatnya dengan mudah. Mereka berdua kembali saling menatap. Kemudian tuan Alex mengangguk.

Setelah aku menaruh kembali pedangku. Tuan Alex membuka suaranya.

"Ehem… Milo, apakah kau tahu tentang pedang itu?"

Sebenarnya aku tahu. Ini adalah pedagang yang aku tuliskan dalam salah satu permohonanku. Pedang yang tak akan pernah berkarat, takan pernah patah, pedang yang hanya bisa digunakan olehku. Pedang suci 6 unsur. Namun aku tak mungkin menerangkan hal tersebut.

Aku menggelengkan kepalaku.

"Ini adalah pedang suci yang bernama pedang raja naga. Pedang ini adalah pedang legendaris. Pedang yang memilih pemiliknya. Dalam bilah pedang ini terukir gambar naga. Konon ukiran ini hidup dan mematuhi sang pemilik. Begitulah yang kudengar."

"Hemmm,,,."

"Dua hal yang meyakinkan ku adalah bahwa pedang ini tak bisa kami angkat. Hal yang lainnya adalah pedang ini memiliki ukiran naga dibilahnya. Ukiran seperti ini tidak berasal dari dunia ini. Kami belum pernah melihat yang seperti ini."

"Jadi begitu"

"Ayah, kami juga berhasil mendapatkan kristalnya. Dengan ini kita bisa membuat kartu anggota serikat."

"Betulkah?"

"Begitulah."

"Sebenarnya menjadi seorang anggota serikat bukanlah sebuah keharusan bagimu Milo. Namun itu perlu dilakukan untuk membuat banyak kenalan. Tak ada yang salah dengan itu."

"Aku setuju."

Cordelia menimpali.

...***...

Ruangan ketua serikat petualang.

Setelah kami berbincang dengan tuan Alex, kami segera bergegas menyerahkan kristalnya.

"Waaah besar sekali. Kupikir tidak akan sebesar ini."

Kristal tersebut sebesar bola sepak, beberapa kali lebih besar daripada kristal yang ditunjukan oleh ketua serikat, Nuala Irithyl.

Dia segera memulai prosesi pengukuran level dengan kristal tersebut. Aku memegangnya dengan kedua tanganku dan mengalirkan kekuatan sihir padanya.

Tiba-tiba diatas kertas muncul beragam catatan.

Nama : Milo Leon

Level 1/1

Str : unidentified

Agi : unidentified

Int : unidentified

Vit : unidentified

Setelah pengukuran selesai, Nuala mengambil kertas tersebut dan mengerutkan dahi. Kemudian menghela nafas.

Baiklah, aku akan membuatkan kartu anggota serikat untukmu. Kau tidak harus membayar biaya pendaftaran karena kau bisa membayarnya dengan kristal ini.

"Boleh saja, aku setuju."

Setelah itu kami segera pulang ke rumah.

...***...

Kamarku di rumah keluarga Ramvoldus.

Aku membantingkan tubuhku ke atas kasur yang empuk. Aku merasa perjalanan ini sedikit menguras tenaga. Terlebih bila aku mengingat kejadian itu. Aku merasa sedikit bersalah terhadap windy. Tapi apa boleh buat. Kalau dipikir-pikir, perasaan ku terhadap windy hanyalah sebatas cinta monyet, atau kasih sayang seorang kakak kepada adik nya. Sekarang aku tidak benar-benar yakin dengan perasaan ku padanya.

Berbeda dengan Cordelia, meskipun awalnya aku enggan mengakui bahwa aku menyukainya, perlahan aku tak bisa menahan rasa itu. Dia terlihat sangat ideal di mataku.

Memikirkan hal ini membuatku tambah lelah. Tanpa terasa aku tertidur dengan pulas.

...***...

Sore hari di kediaman Ramvoldus.

Aku dibangunkan Anna. Untung saja, kali ini Cordelia tidak ada di sampingku. Ana mengatakan Cordelia juga tertidur pulas. Yah kami mengalami kelelahan.

Anna menyampaikan pesan tuan alex untuk ikut bergabung makan malam seperti biasa. Aku pun bergegas menuju ruang makan.

Eehhh?! Aku tidak melihat Cordelia. Apakah dia masih tidur??

"Duduklah milo sayang!"

"Terimakasih"

Nyonya rumah ini selalu ramah seperti biasa.

"Mari kita makan milo!"

"Eehh, bagaimana dengan Cordelia?"

"Tidak apa. Dia akan makan nanti. Dia yang dibangunkan dalam kondisi tidur lelap akan sangat menakutkan."

"Rupanya dia sangat kelelahan."

"Aku mengerti."

Kami pun menyelesaikan makan dengan cepat.

"Milo, ada yang ingin aku sampaikan padamu."

"Baiklah."

"Cordelia telah berbicara dengan kami tadi. Dia mengatakan bahwa dia akan berhenti menjadi imam. Dengan begitu hubungan guru dan murid kalian akan terputus. Dan dia bilang, dengan demikian kau akan bersedia menikahinya. Benarkah begitu?"

"Ya, seperti itu. Kami telah sepakat."

"Araarraa,,, bahagianya, Cordelia akhirnya akan menikah. Aku sangat bahagia sayang."

Nyonya iren tampak bahagia.

"Syukurlah. Akhirnya aku akan punya cucu, hikhikhik."

Tuan Alex menangis bahagia.

"Kau tahu. Selama ini Cordelia tidak pernah menyukai laki-laki maupun. Beberapa putra bangsawan telah meminangnya. Namun dia tetap menolak. Dia berkata kepada kami bahwa dia pernah bermimpi bertemu dengan seseorang yang akan menjadi suaminya."

"Aku tak tahu itu alasannya atau apa, tapi kami menghargai perasaan dan keputusan nya. Dan sekarang dia mengatakan bahwa dia telah menemukan orang itu. Aku terkejut sekaligus senang mendengarnya."

Aku tersenyum menanggapi cerita mereka berdua.

"Nah Milo, apakah kau benar-benar mencintai Cordelia?"

Sebuah pertanyaan menusuk dari sang ayah yang kelewat menyayangi putrinya.

"Aku sangat mencintai putri anda. Aku tahu ini sedikit aneh karena kami berdua baru saja bertemu. Tapi aku bisa pastikan, aku sangat yakin kalau aku sangat mencintainya."

"Bisakah kau buktikan itu milo sayang?"

Nyonya Irene bertanya dengan wajah serius.

"Yah, akan ku buktikan itu. Apapun akan kulakukan untuk membuktikan cintaku padanya."

"Oohhh, jadi begitu. Baiklah kalau begitu. Kau tahu? Kami tidak merestui hal ini. Jadi jika kau mencintai Cordelia, segeralah tinggalkan dia dan rumah ini."

Tiba-tiba kilat menyambar di belakangku, aku tak bisa menyangka ini akan terjadi.

Aku tertunduk lesu. Tanpa kusadari air mata ku mengalir dari pipiku. Aku mengangkat tubuhku.

"Baiklah, jika itu mau kalian. Aku aku akan membawa Cordelia pergi dari sini. Siapapun yang menghalangiku akan mati!"

Dengan wajah yang masih bercucuran air mata, aku mengepalkan tanganku dan menatap tajam pada mereka berdua.

Tiba-tiba dari belakang tubuhku, sesosok wanita memelukku dengan erat. Aroma tubuhnya sangat ku kenal, aku tahu siapa dia, Cordelia.

"Sudah! Ayah dan ibu hanya mengujimu. Maaf Milo."

Sebuah kata-kata yang membuatku lemas disertai kecupan hangat di pipiku mengembalikan ketenanganku.

"Maafkan aku!"

Aku tertunduk malu dengan Cordelia tetap memelukku dengan erat.

"Hahahaha,,, persis seperti yang kuinginkan dari lelaki yang akan membawa putri kami pergi. Hahaha."

Tuan alek tertawa lepas.

"Selamat Cordelia sayang, dia ternyata memang sangat mencintaimu."

Nyonya Irene mengucapkan selamat kepada Cordelia.

Aku pun duduk kembali dengan tenang, dengan wajah tertunduk malu, Cordelia memegang tanganku erat duduk disampingku. Tentu saja dia menempelkan dirinya padaku.

"Kalian tampak seperti sepasang kekasih,huhuhu."

Nyonya Irene kembali dengan kebiasaannya.

Semwntara itu aku masih terlalu malu, meskipun telah beberapa kali meminta maaf dan mereka bilang tidak apa-apa, tapi menyadari kenyataan bahwa hubungan kami sudah selangkah lebih jauh, membuatku sangat malu sekaligus bahagia.

Mendapatkan kebahagiaan adalah salah satu permohonanku. Kuharap kebahagiaan ini akan terus bertambah.

...***...

Keesokan harinya, ditemani sang ayah Cordelia mendatangi kantor pusat imam besar. Setelah menyampaikan maksudnya di depan para imam, Cordelia menanggalkan statusnya sebagai imam besar. Sontak hal ini memicu kehebohan di kantor imam besar.

Setelah dari kantor imam besar. Mereka bergerak menuju istana kerajaan, menemui raja untuk menyampaikan maksud mereka. Raja menerima keputusan itu dengat berat hati dan dengan satu syarat. Cordelia dan milo harus menjadi petualang dan harus siap membantu jika bencana melanda kerajaan.

Cordelia menyanggupi syarat tersebut kemudian kembali ke mansion.

...***...

Diruang tengah keluarga Ramvoldus.

"Seperti yang kau dengar, begitulah keadaan nya."

"Apakah itu tidak apa-apa Cordelia?"

"Tentu saja, sesekali pergi berpetualang akan sangat menyenangkan."

Cordelia mengedipkan matanya padaku. Aah, itu kedipan nakal seperti "kita bisa melakukan 'itu' lagi."

"Baiklah kalau begitu. Apakah kau sudah terdaftar di serikat?"

"Sudah, kami mampir di serikat sepulangnya dari istana. Keadaan di serikat menjadi heboh mendengarku melepaskan gelar imam besar. Aku bisa faham kenapa."

"Oohh begitu yah?"

"Lantas kapan kalian akan menikah Cordelia sayang?"

Aku yang sedang meminum teh tersedak mendengar perkataan nya.

"Ibuuu,,, memalukan tahu. Aku ingin secepatnya, namun semua terserah milo."

Semua menatap kepadaku.

"Ehem, baiklah. Berikan aku waktu tiga tahun."

"Tiga tahun?"

Semua serempak.

"Iya, beri aku waktu untuk mendapatkan nama. Aku tak mungkin mengandalkan kekayaan kalian untuk hidupku. Aku harus bisa mandiri dan memiliki banyak kekayaan."

"Apakah kau yakin bisa melakukannya dalam waktu tiga tahun?"

"Aku yakin."

"Hufff,,, baiklah kalau begitu. Sebagai orang tua, aku merestui dan mendukung kalian berdua."

Nampaknya sang ayah sudah lebih dewasa sekarang.

"Terimakasih."

Aku dan Cordelia saling memandang dan tersenyum. Kebahagiaan berada di depanku. Aku akan berusaha keras untuk mewujudkannya.

Setelah perbincangan itu, kami lanjutkan dengan berbagai obrolan tak penting lainnya hingga larut malam, kami tertawa bersama. Aku merasakan kehangatan keluarga ini. Keluarga baruku.

1
coco
sungguh kau sangat naif sekali Milo, seharusnya kau sudah bisa bersikap dewasa karna kau sudah mengingat masa lalu mu sebelum reinkarnasi,hahahahah saya sungguh kasihan sekali sama si windy dia menjaga cintanya udah sang MC tapi si MC nya labih hahahahha,mau sangat naif milo
coco
kasian sama si windy,dia yg udah nemenin si MC dari kecil dan dia juga yg duluan tunangan sama si MC ,tapi malah dapet bekas,mcnya udah ngga perjaka hahahahah sangat lucu kali,Windy yg cinta pertama nya ngga dapet apa apa hahahahha,kasian sekali kau Windy di tinggal sama tunangannya,tapi tunangannya malah enak enak kan sama kekasih baru nya hahahaaha
Pendekar New
ternyata mc'nya tolol n o'on..maklum d dunia sebelumnya mc'nya cupu...
Ajan
puas
Habib Joseph
Thor please jangan sama aurelia !
Anomyus
[ Balik lagi yuk, baca karya Author !
Bagi yg suka novel fantasi & romance mampir yuk,,,,
“That Time One Summoned Class In The Another World”
PREMIS:
Mengenai dunia paralel. Mc dibenci oleh Heroine, tapi si Heroine lama-kelamaan suka sama Mc. ]
Raysonic Lans™
selalu
~Fallen•Heart~
terlalu pintar sangat pintar Keren
~Fallen•Heart~
knp Langsung Di skip pagi
~Fallen•Heart~
dah ketebak plotnya pasti Tu cewe jadi istrinya juga
*"_Yinzi06_"*
adeknya mna cok?
Jeffri Hornbill
dah lah malas bacanya poligami Mulu... alasan terpaksalah apalah...
Jeffri Hornbill
ntar.... ini kan dia udah tau kekuatan nya unlimited dan pemikiran nya juga orang dewasa... kenapa masih bego.
Nurul
nyonya apakah anda termasuk shotacon
Nurul
lagi ngambek pasti dia
Nurul
ayahnya Milo terlalu melankolis🤣🤣
Adryan Famz
hahahaha ini yg gua suka kekuatan tanpa batas lanjutkan tor cerita mu membuat darah ku mendidih
Asrianto Anto
kok lama ya upnya, semangat terus thor
Ace: sorri nih mas bro, ane bner2 stuck nih,bdah coba nulis lgi tapi feel nya gk dapet, tapi ini udah mulai kangen lagi nih buat nulis 😊
total 1 replies
Asrianto Anto
lanjut thor
abhank ajha
MC terlalu lemah terhadap perempuan di atur2 trus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!