NovelToon NovelToon
Terpaksa Jadi Istri Kedua Demi Keturunan

Terpaksa Jadi Istri Kedua Demi Keturunan

Status: tamat
Genre:Poligami / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:562.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Hana, gadis sederhana anak seorang pembantu, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah dalam sekejap. Pulang dari pesantren, ia hanya berniat membantu ibunya bekerja di rumah keluarga Malik, keluarga paling terpandang dan terkaya di kota itu. Namun takdir membawanya pada pertemuan dengan Hansel Malik, pewaris tunggal yang dikenal dingin dan tak tersentuh.

Pernikahan Hansel dengan Laudya, seorang artis papan atas, telah berjalan lima tahun tanpa kehadiran seorang anak. Desakan keluarga untuk memiliki pewaris semakin keras, hingga muncul satu keputusan mengejutkan mencari wanita lain yang bersedia mengandung anak Hansel.

Hana yang polos, suci, dan jauh dari hiruk pikuk dunia glamor, tiba-tiba terjerat dalam rencana besar keluarga itu. Antara cinta, pengorbanan, dan status sosial yang membedakan, Hana harus memilih, menolak dan mengecewakan ibunya, atau menerima pernikahan paksa dengan pria yang hatinya masih terikat pada wanita lain.

Yuk, simak kisahnya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Salahkah aku jatuh cinta?

Langkah Hansel terasa berat saat ia menyusuri lorong rumah yang sepi. Malam itu hening, hanya suara detak jam dinding yang terdengar samar. Hatinya kacau, kata-kata Laudya masih terngiang, namun dorongan batin membawanya berhenti di depan kamar yang kini dihuni Hana.

Hansel mengetuk pelan pintu kamar tersebut. Tidak ada jawaban, dengan ragu, Hansel membuka pintu dan mendapati Hana sedang duduk di ranjang, bersandar pada bantal besar. Wajahnya pucat, tapi matanya yang lelah menatap lembut begitu menyadari siapa yang datang.

“Mas … belum tidur?” suara Hana lirih, hampir seperti bisikan. Hansel, tersenyum mendengar panggilan itu yang tak seperti biasanya. Hansel lalu mendekat, duduk di tepi ranjang. Pandangannya jatuh pada perut Hana yang kian membesar. Ada rasa haru sekaligus perasaan yang tak bisa ia kendalikan lagi.

“Kamu sudah minum obat vitamin dari dokter tadi?” tanyanya pelan.

Hana mengangguk. “Sudah, Mas. Jangan khawatir.”

Keheningan turun di antara mereka. Hansel menunduk, menatap jemarinya sendiri, lalu tiba-tiba ia meraih tangan Hana. Genggamannya erat, seolah tak ingin melepaskan. Hana terkejut, tapi tak menarik diri.

“Maafkan aku, Hana…” suara Hansel bergetar. “Aku tahu aku tidak boleh terlalu jauh. Tapi entah kenapa … aku selalu ingin ada di dekatmu.”

Hana menatap wajah Hansel, hatinya bergetar. Ada air yang menggenang di pelupuk matanya. Dia ingin menepis, ingin berkata bahwa ini salah, tapi bibirnya kelu.

“Mas…” hanya itu yang keluar, nyaris tanpa suara. Hansel menggeser duduknya, kini wajahnya hanya sejengkal dari wajah Hana. Nafasnya hangat menyentuh kulit Hana.

“Aku tidak tahu bagaimana ini bisa terjadi. Tapi setiap melihatmu, setiap melihat bayi ini …” ia menoleh sejenak pada perut Hana, lalu kembali menatap matanya, “aku merasa … aku benar-benar seorang ayah. Dan kamu...” Hansel terhenti, matanya berkaca-kaca. “Kamu lebih dari sekadar ibu pengganti.”

Air mata Hana jatuh tanpa bisa ia cegah. Kata-kata itu terlalu dalam. Perlahan, ia menunduk, suaranya pecah.

“Mas … jangan buat aku berharap. Aku takut … aku terlalu jauh mencintaimu.”

Hansel menangkup wajah Hana, mengangkatnya agar mata mereka kembali bertemu. Ia menelan ludah, lalu dengan penuh keraguan namun juga dorongan hati yang tak tertahan ia menunduk, mengecup kening Hana lembut, sama seperti di ruang USG siang tadi.

“Kamu tidak sendiri, Hana,” bisik Hansel. “Aku di sini dan akan selalu berada di sini.”

Hana terisak, tangannya refleks meremas jemari Hansel. Untuk pertama kalinya sejak semua ini dimulai, ia merasa bukan hanya sebagai seorang titipan. Malam itu, perasaan yang selama ini mereka tekan perlahan pecah, meski keduanya tahu ada dinding besar bernama Laudya yang sewaktu-waktu bisa meruntuhkan segalanya.

Suasana kamar tamu malam itu begitu hening, hanya terdengar detak jam dan tarikan napas yang kian berirama. Hansel masih menangkup wajah Hana, pandangannya dalam, seolah mencari jawaban di mata istrinya itu.

“Hana…” suaranya parau, bergetar di antara perasaan yang sudah tak mampu ia bendung, “aku tidak bisa lagi menyangkalnya, aku mencintaimu.”

Air mata Hana jatuh semakin deras, dadanya bergemuruh. Kata-kata itu adalah sesuatu yang selama ini ia pendam, ia harapkan, tapi tak berani ia bayangkan benar-benar keluar dari bibir Hansel.

“Mas…” suaranya bergetar, “aku juga, aku sudah lama mencoba menolak. Tapi setiap kali kamu ada di sampingku, aku semakin jatuh … jatuh cinta padamu.”

Tanpa perlu banyak kata lagi, Hansel meraih tubuh Hana, memeluknya erat seakan takut kehilangan. Ciumannya mendarat lembut di kening, lalu bergeser ke pipi, hingga akhirnya bibir mereka bertemu dalam pengakuan yang tak lagi bisa disembunyikan.

Malam itu, untuk pertama kalinya mereka bersama bukan karena kewajiban, bukan karena permintaan siapa pun. Malam itu, Hansel begitu lembut, setiap sentuhannya dipenuhi cinta, dan Hana meresapi semuanya dengan senyum dan tangis yang bercampur. Rasa sakit yang dulu pernah ia terima kini berganti dengan kenikmatan yang lahir dari ketulusan hati. Mereka hanyut, melupakan segalanya bahwa di kamar lain ada Laudya yang masih sah sebagai istri pertama. Bagi Hansel, malam itu hanya ada satu nama, satu sosok, satu cinta yaitu, Hana.

Fajar menyingsing perlahan. Sebelum adzan subuh menggema, Hansel bangkit dari ranjang dengan tubuh masih diselimuti rasa letih. Ia menatap Hana yang terlelap, senyum tipis masih terukir di wajah istrinya itu. Jemarinya sempat menyapu lembut rambut Hana, sebelum akhirnya ia melangkah keluar kamar, kembali ke kenyataan.

Sesampainya di kamar utama, suasana masih gelap. Laudya tampak tertidur di ranjang mereka. Dengan langkah hati-hati, Hansel masuk dan langsung menuju kamar mandi. Begitu pintu tertutup rapat, suara air mengalir terdengar samar.

Namun, di ranjang, sepasang mata perlahan terbuka. Laudya menatap kosong langit-langit kamar, dan tanpa bisa ditahan, air matanya jatuh deras membasahi pelipisnya. Tangannya terkepal kuat di sisi tubuhnya, dada sesak menahan teriakan yang tak pernah bisa keluar.

'Kenapa posisi itu ada padanya? Kenapa suamiku berubah demi wanita lain? Kenapa bukan aku yang dia cintai dengan begitu dalam? Kenapa bukan aku wanita yang mengandung benih suamiku, kenapa Tuhan?!'

Tangisnya semakin pecah dalam diam, menjerit di dalam hati. Laudya menutup mulutnya rapat-rapat agar isak itu tak terdengar. Ia memeluk perutnya sendiri yang kosong, menyadari kejamnya kenyataan. Malam ini, ia kalah bukan sebagai istri, tapi sebagai wanita.

Kakak ramekan karya ini juga ya ...

1
Suyati
ya jangan sampe hana luka lg
Suyati
emang enak rohana, sukurin loh
Suyati
hana gimana kabarnya nih
Suyati
mulai suka nih y
Suyati
Rayyan cakep
Aisyah Suyuti
good
Anonim
Jamillah gk punya otak, balas bidi bukan berarti mengorbaka. Kebahagian anaknya banyak cara balas budi, matre juga ini ibu sebel liatnya kalau ada ibu mengorbakna kebahagian anaknya dgn alasan balas budi
Anonim
Rohana wanita yg hayinya iblis, sanggup
Merusak kehidupan wanita lain demi keturunan, hansel laki2 goblok mempertahankan wanita yg gk mau memeberinya keturunan,
Ita rahmawati
sat set pokoknya GK mbulet aja ceritanya udh selesai konflik tamat 😂😂
Ita rahmawati
ya kmu itu yg gila Rian,, dasar stres 🙄🙄
Ita rahmawati
ternyata Rohana biang nya 🙄
Ita rahmawati
ngapa LG si laudya
Ita rahmawati
kok GK bilang Hana GK bisa nyusuin krna GK keluar ASI-nya krna apa gtu kan kyknya
Ita rahmawati
umur brpa subfurqan knpa masih jd rebutan harusnya kan udh bisa milih mau ikut siapa usianya loh udh dewasa bkn anak² 😂
Ita rahmawati
yes... akhirnya ngomong juga 😂
Ita rahmawati
Hansel kamu salah milih istri rupanya 😂
sokoooorrrr 💃💃💃
Ita rahmawati
umur brpa Hana kok hamil LG 🤔
kalo 25 th kemudian berarti umurnya 45 ya kan saat nikah SM Hansel usia 20 kalo GK salah tp 😂
Aisyah Alfatih: iya seumuran sama bumil aku di sini 🤭
total 1 replies
Ita rahmawati
di bab ini aku juga mulai muak SM laudya 🙄🙄
Ita rahmawati
harusnya Furqan pura pura nanya,, apa maksudama ngomong gtu 😂
Ita rahmawati
setelah puluhan tahun dn usia sudah menua kok malah kamu berhasil dikalahkan SM egomu laudya laudya ,, percumah bertahun puluhan tahun akhirnya runtuh juga krna emosi mu 🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!